20 Nama Pemain Filipina yang Kemungkinan Besar akan Berlaga di SEA Games 2011

Inilah nama-nama pemain Filipina yang kemungkinan besar akan memperkuat negara mereka di ajang SEA Games di bulan November nanti di Jakarta. Kebanyakan mereka adalah mahasiswa yang berusia 17-23 tahun.

Informasi ini masuk melalui komentar di salah satu tulisan di blog ini. Thank you Conrad for sharing us this information. Hope we can beat you in the SEA Games bro :D

Guards

Ryan Roose Garcia 5’11
Emmanuel Monfort 5’6
John Murphy Raymundo 5’10
Terrence Romeo 5’11
Garvo Lanete 6’2
Chris Newsome 6’2
Bobby Ray Parks Jr 6’3
Kiefer Ravena C. 5’11

Small Forwards

Calvin Abueva 6’3
Ronald Pascual 6’3
Rome Dela Rosa 6’3
Nicolas Salva 6’3
Jeric Teng 6’2

Power Forwards/Centers

Justin Chua 6’5
Frank Golla 6’4
Jake Pascual 6’4
Aldrech Ramos 6’6
Ian Sanggalang 6’6
Japeth Aguilar 6’9
Gregory Slaughter 6’11

Ringkasan Perjuangan Stadium Jakarta di Turnamen Pre-SEA Games, Singapura 5-7 Agustus Lalu

oleh: Adrian Yusuf Maringan Pardede

Pada tanggal 5-7 Agustus yang lalu, Stadium Jakarta mengikuti sebuah event basket yang diadakan di Singapura. Jujur ini pertama kalinya gw lihat Stadium Jakarta bertanding secara langsung. Gw gak sabar untuk lihat pemain Stadium Jakarta secara langsung seperti Merio, Ruslan dan beberapa pemain yang baru bergabung seperti Evin & Pattikawa (sebelumnya dari Citra Satria) dan Fattah (sebelumnya dari Satria Muda), karena selama ini gw hanya bisa lihat mereka di website NBL Indonesia *Makasih NBL Indonesia

vs Trinity University of Asia (Filipina)

Gokil!! Stadium benar-benar menunjukan kelasnya di sini. Di pertandingan ini, Stadium Jakarta lebih menguasai pertandingan dari awal sampai akhir. Stadium Jakarta menang karena bermain lebih tenang, passing cepat dan akurat. Ruslan juga sempet “Two Handed-Slam” berkat assist dari Budianto. Mantap banget!! Three point Stadium juga tajam banget, ada lebih dari 10 kali sepertinya. Fattah, Pattikawa dan Evin langsung nge-tune sama Stadium. Stadium Jakarta menang, 86-69.

vs Tim Nasional Singapura (Singapura)

Ini pertandingan yang ditunggu–tunggu! Gw yakin banget, kalau penampilan Stadium Jakarta seperti kemarin, Singapura juga lewat nih. Dan itu terbukti, Stadium berhasil menggebrak di awal–awal pertandingan,. First quarter pun mereka unggul atas Singapura. Nahhh disini kejadian yang menarik, kepemimpinan wasit sudah mulai ngaco. Berkali-kali wasit memberikan keuntungan kepada kubu tuan rumah. Ada momen juga di saat Ruslan terjatuh lumayan keras saat offensive rebound, yang mengakibatkan Ruslan cedera tangan. Ada juga momen di mana Singapura berkumpul layaknya timeout sampai 5–10 detik padahal saat itu lagi inbound passing untuk Indonesia, tetapi wasit tidak memberikan Technical Foul. Hasil akhir 51 – 69 untuk kemenangan Singapura. Not a good result for Stadium Jakarta, but salute for the fighting spirit till the end of the game!

vs Malaysia Police (Malaysia)

Pertandingan terkahir Stadium Jakarta di Singapura. Untuk pertandingan hari ini diadakan siang sekitar jam 2 siang waktu Singapura. First Quarter, tempo permainan agak lamban, mungkin kedua tim lelah setelah dua hari berturut-turut tanding, ditambah malam sebelumnya mereka bertanding. Stadium Jakarta lagi-lagi menguasai pertandingan di awal-awal. Nahhhh ini yang menarik, lagi-lagi kepemimpinan wasit diragukan disini. Percaya atau tidak, dari quarter 1 sampai 3, Stadium Jakarta pasti selalu dapat Team Foul. Kalau gw gak salah hitung, hampir setengahnya point dari Malaysia, semuanya berasal dari Free Throw. Berkali-kali wasit memberikan keuntungan kepada kubu Malaysia. Ruslan dan Iskandar juga fouled out! Once again, not a good situation for Stadium Jakarta. For the second time, gw terkagum-kagum dengan fighting spirit yang ditunjukin Stadium Jakarta! Walaupun dalam keadaan tertekan, passing-passing dan penetrasi dari pemain–pemain Stadium Jakarta berhasil membuat Tim Malaysia kerepotan. Set Play yang cantik dan Fast Break yang cepat membuat Stadium Jakarta memenangkan pertandingan ini. Final Score 61 – 58

Overall, gw gak sabar buat liat penampilan Stadium Jakarta di musim baru NBL Indonesia!! Semangat juang yang mereka tunjukan di Singapura, patut diacungi empat jempol terlepas dari kepemimpinan wasit yaaa. Gw harap bakal lebih banyak lagi tim–tim NBL Indonesia yang datang ke Singapura, dan pastinya bakal gw tonton dong!

*Adrian adalah penggemar berat bola basket nasional di Singapura dan sangat mengagumi sosok Azrul ☺ (Semoga bisa ketemu beliau suatu saat)

Kepada Tim Nasional Putri Indonesia, Sebuah Catatan dari Penikmat Basket (putri)

oleh: Penulis Misterius :D

Hari Rabu lalu, 13 Juli 2011, saya berkesempatan menyaksikan Tim Nasional (timnas) putri bertanding melawan tim putri pra-pon Jatim yang dihelat di DBL Arena Surabaya. Kebetulan, mereka sedang berkunjung ke Surabaya. Sebenarnya berita tentang kedatangan mereka sudah jauh hari saya dengar, dan sebagai penikmat basket tentu saya tak ingin melewatkan pertandingan ini.

Sekarang ini bisa dikatakan sangat mudah bagi kita mendapatkan informasi tentang timnas. Gencarnya pemberitaan, media sosial, menandai bangkitnya lagi basket di Indonesia. Liga-liga berjenjang mulai muncul beraturan, menasional, mulai dari liga pelajar dimana ada DBL dan Popmie Basketball, berlanjut ke jenjang mahasiswa ada Campus League yang mulai menyaingi Libama (dan pada akhirnya Libama pun –semoga- mulai berbenah), dan di tingkat profesional saat ini ada NBL yang mulai menggeliat.

Oke, kembali ke timnas putri tadi. Saya benar-benar sudah menunggu pertandingan yang berlangsung di sela-sela DBL seri Surabaya tengah digelar. Sempat terlintas di benak saya, pertandingan ini akan berjalan timpang, mengingat materi timnas yang jelas jauh di atas tim prapon jatim. Timnas pasti akan memberikan suguhan pertandingan menarik, dengan kualitas skill para punggawa timnas yang pasti adalah terbaik di Indonesia.

Tapi, sekali lagi, sebagai penikmat basket putri, saya cukup kecewa melihat pertandingan tersebut. Kuarter pertama berjalan 5 menit, skor masih 9-5 untuk keunggulan timnas. Dan di 5 menit kuarter pertama tersebut, saya sangat kaget melihat permainan timnas. Dimotori oleh sang kapten, Wulan, timnas bermain tanpa gereget sama sekali. Jauh di bawah bayangan saya, jauh sekali dengan gembar-gembor pemberitaan yang menyanjung timnas ini.

Sebenarnya sedikit kekecewaan sudah terlihat saat pemanasan. Sebagai sebuah tim yang bernama “tim nasional”, presentasi tembakan mereka saat pemanasan sungguh-sungguh buruk. Kalau kata orang awam, tembakan mereka tidak “blung-blung”. Tadinya saya sempat berpikir, masih pemanasan. Nanti pasti mereka akan menunjukkan keahlian yang sesungguhnya di pertandingan.

Dan ternyata, memang benar-benar mengecewakan. Dari sudut pandang statistik, turnover yang mereka bukukan di kuarter 1 saja ada 10 kali turnover (jujur, saya menghitung sendiri ini, tanpa software statistik, hanya menghitung menurut pandangan saya sebagai orang basket :D). Dan saya yakin, di akhir pertandingan, jika saya mau melanjutkan menghitung, pasti lebih dari 20 kali turnover!

Itu jika dilihat dari statistik. Jika dilihat secara kasat matapun, permainan individu, egois, tanpa pola, dan tanpa komunikasi sama sekali justru yang mereka perlihatkan kepada penonton sore itu. Bahkan kalau boleh sedikit ekstrim, komunikasi dalam arti sebenarnya, timnas bermain tanpa bicara sama sekali!

Aah, saya tiba-tiba kembali teringat ketika saya masih menjadi pemain basket. Rata-rata para pemain timnas putri saat ini, adalah mantan kawan dan lawan saya ketika dulu saya masih aktif. Saya sempat mencicipi bagaimana kerasnya persaingan tingkat Libama dulu (sebelum ada Campus League), dan sempat pula merasakan liga basket putri tertinggi Kobanita (sekarang sudah almarhum).

Saat itu, Wulan yang bermain di klub Mahaputri (dan juga bermain di Perbanas di level Libama), berduet dengan Novabella, menjadi kekuatan menakutkan. Bagaimana egoisnya Wulan, bagaimana ngototnya Wulan bermain, bagaimana dia begitu berani drive menusuk ke jantung pertahanan lawan. Saya ingat sekali, saat itu tim saya yang baru promosi ke Kobanita bertanding melawan Mahaputri. Di atas kertas, sudah terlihat bahwa kami akan kalah. Dan pelatih saya saat itu berkata, bahwa bisa saja Mahaputri akan menurunkan pemain-pemain cadangannya. Tapi saat pertandingan, ternyata Mahaputri tetap menurunkan tim intinya, dan tentu saja ada Wulan dan Novabella disana. Tanpa melihat siapa lawan yang dihadapinya, Wulan tetap saja bermain dashyat. Menerobos pertahanan lawan, meraup banyak poin, meletupkan hasrat sangat ingin menang.
Tapi apa yang saya lihat kemarin, sungguh bukan Wulan yang pernah saya tahu. Ya, dia sudah jauh menurunkan ego nya, sudah tidak lagi rakus poin, tapi saya sama sekali tidak melihat luapan semangat untuk menang dalam dirinya, seperti dulu.

Begitu juga anggota timnas lain. Jojo (Marjorice) saat saya kenal dia bermain di Ubaya, adalah motor serangan Ubaya. Bagaimana hasratnya untuk terus berlari ke tiap sudut lapangan, bagaimana beringas nya Jojo dalam merebut bola, bagaimana cerewetnya Jojo saat mengatur teman-temannya di tim Ubaya dan di tim PON Jatim 2004 lalu, sama sekali tidak terlihat. Begitu juga dengan Jacklyn, kemanakah power yang begitu kuat saat beraksi dalam key hole? Sama sekali tidak tampak.

Ranie, sang pemimpin Sritex Solo dan UNS, pun demikian halnya. Sebenarnya, dia baru bermain di kuarter 2. Dan saya tahu dia sedang cedera. Tadinya saya sempat berharap padanya untuk bisa turun bermain dan membawa perubahan pada permainan timnas dalam pertandingan ini. Minimal, saya ingin melihat adanya semangat untuk menang dari timnas dengan masuknya Ranie. Tapi sama saja, Ranie yang saya kenal di saat bermain di UNS dan di Sritex, ternyata berbeda dengan Ranie di timnas. Tanpa ada leadership, tanpa ada semangat, semuanya terlihat benar-benar datar. Mungkin, di mata saya, hanya Yunita yang masih terlihat seperti Yunita yang saya tahu. Masih mampu menggalang komunikasi dengan rekan setimnya, masih terlihat mau ngomong, dan masih terlihat ada semangat bermain.

Lainnya? Kemana Yuni, kemana Sinta, kemana Fanny, kemana Hanum? Kemana semangat mereka dalam bermain basket? Kemana gairah mereka menikmati basket? Entahlah.

Justru hal sebaliknya tampak pada permainan tim Jatim. Saat banyak orang meragukan bagaimana Jatim akan bisa lolos ke PON kelak, ketika pemain-pemain terbaiknya pindah ke daerah lain, ketika tim ini “hanya” diperkuat pemain-pemain SMA ataupun alumni liga-liga pelajar. Siapa yang menyangka Jatim benar-benar memberikan perlawanan. Justru dari tim ini lah saya melihat bagaimana memang seharusnya sebuah tim bermain. Bagaimana Mega Nanda bermain penuh semangat, bagaimana Sumiati terlihat sangat ingin menang, bagaimana Laili berlari mengejar kemanapun bola itu berada, dan bagaimana mereka benar-benar bermain sebagai sebuah tim, penuh kekompakan, penuh keceriaan. Padahal hampir semua tahu, mereka mungkin baru berkumpul beberapa minggu saja, dan itupun event Pra-PON wilayah C hanya berkisar seminggu lagi akan digelar.

Saya tahu, sebagai mantan pemain, memang paling enak adalah ketika diposisikan sebagai underdog. Saat semua orang meremehkan kita, saat itulah kita tertantang untuk membuktikan kemampuan kita. Saya pernah merasakannya ketika Libama, saat semifinal, tim kampus saya berhadapan dengan UPH. Dan saat itu, hampir semua meremehkan kami. Bahkan lolosnya kami ke semifinal pun dianggap sebagai suatu kebetulan. Pada akhirnya, kami dapat mengalahkan UPH, dengan kemenangan 1 point! Tapi saya pun pernah merasakan, bermain sebagai tim dengan posisi unggulan pun tidak seharusnya membuat kita bermain ala kadarnya. Kemenangan, yang tampak mustahil diraihpun, akan datang jika, sekali lagi, kita bermain dengan semangat dan hati.

Bayangan saya kembali ke NBL musim lalu yang sudah selesai. Saat semua orang mengatakan bosan melihat Satria Muda juara, saat itulah seharusnya mereka tahu, bahwa semua punggawa Satria Muda memang bermain basket dengan hati. Saya masih ingat sampai sekarang, saat Grand Final Satria Muda melawan CLS Knights, kebetulan saya berada di area ruang ganti sesaat sebelum pertandingan. Saat kedua tim akan masuk lapangan, saya melihat bagaimana Amin Prihantono, Faisal, Welly, berteriak-teriak. Saat saya menanyakan siapkah di final ini, jawaban mereka sungguh membuat saya takjub, “siap saja, hajar saja!” dan mereka menjawab dengan berteriak. Saya kemudian menanyakan hal yang sama kepada beberapa punggawa CLS Knights, dan saya hanya mendapatkan jawaban, “yang penting berusaha di lapangan”, jawaban datar, dengan senyuman, dan tanpa ada “kenaikan” nada dalam jawaban itu. Oh ya, saya sama sekali bukan penggemar Satria Muda. Saya justru penggemar CLS Knights, karena notabene saya berdomisili di Surabaya. Tapi mau tidak mau, harus diakui, memang seperti itulah sebuah tim jika ingin menjadi juara. Mau tidak mau, memang benar adanya Heart of Champion. Dan mau tidak mau, harus diakui, sampai saat ini, Satria Muda lah tim terbaik Indonesia yang bermain dengan hati (semoga kelak ada yang bisa mematahkan dominasi ini :D).

Pada akhirnya, memang timnas putri menang dengan skor cukup telak 70-44. Tapi saya sudah terlanjur kecewa, dan saya justru lebih mengapresiasi permainan Jatim. Saya yakin, Jatim akan mampu mengimbangi kekuatan unggulan utama DKI, juga Papua dan Jogjakarta, dalam Pra-PON nanti (tanpa bermaksud meremehkan daerah lain). Jika pun kelak jatim mampu lolos dalam Pra-PON ini, saya yakin, mereka akan mampu memberikan perlawanan kepada Jateng (unggulan utama PON) dan Jabar (kebetulan saya sempat melihat mereka bermain di Pra-PON wilayah B yang lalu).

Saya tegaskan, saya sama sekali tidak membela Jatim, bukan karena saya warga Jatim. Saya pun mencoba berpikiran positif, semoga permainan mereka yang seperti ini, karena kesulitan beradaptasi dengan cuaca surabaya yang memang panas, dan memang karena mereka tidak bermain dalam bentuk terbaiknya.

Saya tidak pula bermaksud menjatuhkan timnas, menjelekkan timnas, ataupun antipati terhadap timnas. Apalagi saya pun bukan seorang pelatih, bukan seorang profesional dalam basket, dan saya tahu, saya hanya memiliki secuil pengalaman dalam menilai basket, dan itupun saya yakin, saya pasti lebih banyak salahnya. Saat ini saya hanyalah seorang penikmat basket, dan sungguh benar-benar berharap basket Indonesia semakin semarak. Tidak hanya basket putra, tapi juga basket putri. Siapapun pemain yang terpilih dalam timnas putri ini, saya sangat mendukungnya.

Saya merasa percuma saja jajaran manajemen dan pelatih melakukan bongkar pasang pemain, memanggil pemain ini, mengganti pemain itu, jika mereka yang terpanggil hanya bermain seperti itu. Saya hanya tidak ingin melihat mereka bermain egois, bermain sendiri-sendiri, bermain untuk meraih poin sebanyak-banyaknya, bermain agar dilihat oleh pelatih, bermain agar terpilih masuk 12 besar. Saya dan mungkin penikmat basket lainnya, hanya ingin melihat mereka bermain dengan hati, bermain dengan semangat tinggi, bermain dengan keyakinan untuk menang. Saya tidak ingin melihat timnas putri yang begitu digembar-gemborkan –dengan pelatih asingnya- bermain seperti ini, kemudian di SEA Games nanti justru hanya menjadi bulan-bulanan lawan. Tidak, saya sama sekali tidak ingin seperti itu. Saya sungguh ingin melihat Wulan, Jojo, Ranie, Sinta, dan semua personel timnas lainnya bermain seperti ketika mereka bermain di klub atau kampus masing-masing. Dengan hati.

Sedikit menyambung ke timnas putra –seperti yang sudah dibahas di artikelnya mas Udjo, saya juga ingin melihat mereka semua bermain dengan semangat. Entahlah, seperti Xaverius mungkin, yang selalu terlihat sangat-sangat ingin menang? Guys, play with heart, please!!

* tulisan ini saya buat tidak untuk menjatuhkan siapapun, tidak pula untuk menyalahkan siapapun. Saya yakin, saat ini semakin banyak kalangan yang peduli dengan basket Indonesia. Sekali lagi, saya hanya seorang penikmat basket, yang berharap basket di Indonesia semakin jaya. Amien!

Bagaimana Kalau Bentuk Lain Half-time Show?

oleh: Arry Widyosasono

Siapapun yang membaca tulisan ini, menurut gw bisa dipastikan adalah penggemar basket yang pasti pernah nonton event basket lokal atau turnamen Internasional yang diadakan di Indonesia. Entah itu NBL Indonesia, Libama, SEABA, pertandingan persahabatan seperti NBL vs USA Legends yang beberapa waktu lalu diadakan di Jakarta dan Surabaya, atau streetball event (kalau yang ini jujur gw gak tahu soalnya gw belum pernah nonton event streetball secara langsung).

Satu hal yang menarik perhatian gw dari setiap event basket, yaitu halftime show! Ya, apa siy halftime show yang biasanya ada di event basket kita? Hampir pasti modern dance! Pertama kali gw nonton basket di tahun 2000 sampai terakhir gw nonton beberapa bulan lalu, pertunjukannya masih sama. Dari 15 menit jeda waktu istirahat, hampir seluruhnya diisi dengan acara dance.

Jujur saja, gw sudah sangat amat bosan dengan halftime show kaya gini, pasti kalau gak halftime show dengan modern dance ya games berhadiah. Kalau games siy gw gak pernah bosan (secara gw sering ikutan dan dapat hadiah :p).

Gw siy berharap ke depannya ada bentuk lain dari halftime show yang bisa lebih menarik, semisal salah satunya dengan melibatkan pemain. Misalnya man to man dengan pemain (atau bisa juga 3 on 1, 3 penonton vs 1 pemain biar lebih seru), adu free throw/three point sama pemain, atau adu lay up with style pemain vs penonton (gak perlu maksain slam dunk antara pemain vs penonton). Jadi penonton bisa ngerasain langsung skill pemain profesional. Gak cuma nonton. Sehingga hubungan yang terbentuk antara pemain dan penonton bakal lebih erat, kalau sudah lebih erat, otomatis penonton bakal lebih cinta sama pemain profesional idolanya, kalau sudah cinta, maka bakal berusaha untuk nonton terus secara langsung (analogi iseng gw :p). Gw jg ngerti siy pas halftime kan pemain pada istirahat, tapi biasanya kan 5 menit terakhir dari halftime udah pada shoot-shootan lagi tuh, nah mungkin ada 1 atau 2 pemain yang berbaik hati mau adu skill sama fans tersayangnya? Hehehe.. Biasanya games cm antara penonton vs penonton. Kurang seru menurut gw. Hehehe.

Gw sempet senang pas lihat games halftime show waktu ada 3 orang penonton adu free throw dengan Okiwira sm 1 org pemain USA legends (gw lupa namanya). Nah mungkin games-games seperti itu bisa lebih dibanyakin, dance boleh lahh, tapi dikurangin kali ya. Gw ngerti siy memang seperti gak afdol kalau game basket ga ada dance nya. Di NBA juga dance pasti selalu ada.

Gw harap penyelenggara lebih kreatif sedikit bikin halftime show, ya contohnya dengan yang tadi sudah gw sebutkan (gw cuma bisa sebutin sedikit, gw pun gak terlalu kreatif :p).
Hidup basket Indonesia!

Indonesian Basketball: Who Is Responsible?

Dapat kiriman tulisan dalam Bahasa Inggris dari Gita Tri Rahayu. Katanya, ini adalah Tugas Akhir di tempatnya les Bahasa Inggris dan hasrus dipresentasikan ke hadapan para pembimbingnya. Nice writing :D

Indonesian Basketball: Who Is Responsible?

by: Gita Tri Rahayu

As we all know our daily life cannot be separated with sport. If we want to be a healthy person, we need to do some sports. In Indonesia there are a lot kinds of sports, such as football, badminton, basketball and many more. Both badminton and football have enough attention from the government, the society, and the media. It can be seen from the number of impressions of football and badminton on the TV. And also from the number of viewers who come directly to the game or the viewers who watch it on TV. But it’s not happened in basketball, although, Indonesian basketball has a lot of achievement. So, to make it better and better to get more achievement, Indonesian basketball needs support from various aspects. Indonesian basketball needs more attention from the government, the society, and the media.

First of all, one of national basketball competition is held by private company. It is something that really embarrassing to know. Maybe there are a lot of questions that appear like, why it is hold by private company? or, why the government won’t hold it?. The answer of that question is because the government doesn’t have enough budget for basketball than if we compare it with other sports like football and badminton. The government won’t hold it because to organize basketball competition needs big amount of money. Other reason why it isn’t held by the government is because the government think that they will lose if they hold it. Why? Because just a few people want to watch it. And the last reason is because the lack of sponsorship to organize the competition Second, Indonesian basketball has a lot of achievement. Although, there are many problems to hold a competition in Indonesia, there are a lot of achievement that Indonesian Basketball get. But only a few people know about it. Why? Because it is something that very rare to see an impression from Indonesian basketball on TV, on radio or other media. Having the same reason with the government, the media won’t show it because media think they will lose to show it. Because to show an impression, media need a big amount of money, and if there are only few people want to watch it, they will be lose. The other achievement is that Indonesian basketball still achieve in Asean even in international competition. These are some of the achievement that Indonesian basketball got (national team):
• 2nd champion in Ganefo competition : 1963, 1966
• Runner up ASEAN student competition : 1991
• 7th times got bronze medal in Sea Games : 1979, 1989, 1993(men & women), 1997, 1999, 2001
• Silver medal in Sea Games: 1991, 2001, 2007

And we hope in 26th Sea Games that will be hold in Indonesia , Indonesian basketball can get silver medal or even gold medal.

Third, there are some negative opinions about our national basketball, such as people are pessimistic about the ability of national basketball. People are pessimistic because they don’t know really well about the achievement that Indonesian basketball got. Other opinion is people think that it is a kind of boring sport. They think that other kind of sports in Indonesia is better than basketball. Whereas, if we compare it with other sports like football, basketball is not a boring sports. Can you imagine, to make a goal in football need a long time. And it is different with basketball that to make score only in seconds. Our eyes cannot be moved from the game. So, the reason that it is a boring sport is a big mistake. The last opinion is that basketball can only be enjoyed by certain people. It is a really wrong opinion, because they who don’t know, think that they need a big amount of money to watch basketball. Otherwise, if they know, they won’t say like that. For example, one of the basketball competitions in Indonesia like NBL (National Basketball League) they only need Rp. 20.000, with that amount people can enjoy to watch. And something that really make us proud in Indonesian basketball is the viewers or supporters are so supportive. In the history of Indonesian Basketball, there is no riot, because the team that they support is lose. Really different with football supporter in Indonesia.

Fourthly, Indonesian Basketball needs support from various aspects, such as the government, the society, and the media. To make Indonesian Basketball has a better future, it really needs a big support from those aspects. It really needs sponsorship. We can’t deny that to organize a competition needs a big amount of money that some of the money can be gotten from the sponsorship. So, if Indonesian Basketball has enough sponsorship, it will be easier to organize a competition. Besides that, the government should give more budget to basketball. So, with enough budget to hold a competition is something that is easy. And the most important support is from the society. People can support Indonesian Basketball by coming directly to the event or at least watching it on TV. This is something that very difficult, because it is about the sense of the society. But if you don’t like you should try to watch it before you say that you don’t like. So, you have a reason to say that you don’t like, or maybe you will say that you like basketball.

The last but not least, basketball should be socialized from an early age to be closer to Indonesian people. So, basketball in Indonesia will be something that very usual that we can see. Besides that, if it socialized from an early age, it will increase the ability to play basketball in Indonesia. And also to increase the endearment to Indonesians. If it happen to get better achievement in the future is something which is not impossible.

In conclusion, Indonesian Basketball has a lot of proudly achievement, but it doesn’t have enough support from the government, the society, and the media. So, to support our national basketball to have a better future, Indonesian basketball needs more attention and support from the government, the society, and the media, such as the government gives more budget to basketball, the media gives more support by increasing the number of basketball impressions on TV, on the radio or other program. And the most important, the society can support by coming directly to the game or just watching it when it air on TV.

Catatan Terakhir dari L.A.L. World Challenge Surabaya 2011

oleh: Rony Tjong

Tanpa Gairah di Laga Penutupan; Kontes Slam Dunk Terbaik (Hari 5 L.A.L. World Challenge 2011)

Memasuki hari terakhir dari rangkaian perlehatan L.A.L. World Challenge 2011, beberapa tim tampil di bawah kapasitas yang dimiliki atau tanpa gairah mengejar kemenangan. Indikasinya terlihat dari selisih poin dari tiga pertandingan yang diselenggarakan. Pertama, Melaka Selection berhasil mengalakan Muba Hangtuah dengan skor 78-41. Di game kedua, lagi-lagi tim kuat asal Australia harus bertekuk lutut dengan tim Sunlot China 62-80. Di game pamungkas, CLS Knights harus mengakui keunggulan Aspac Jakarta dengan selisih poin yang cukup telak 78-93.

Salah satu faktor penyebab yang menjadi alasan utama kemerosotan peforma dari tim-tim yang bertanding adalah kelelahan. Selama lima hari berturut-turut tanpa istirahat, seluruh tim harus bermain. Ini jelas sangat menguras fisik dari para pemain. Faktor penyebab lain-nya adalah turnamen ini sudah membukukan CLS Knights sebagai Juara di hari ke empat. Sehingga hasil di hari kelima sudah tidak akan memengaruhi lagi untuk mencari tim juara. CLS Knights mengunci kemenangan pada hari ke empat setelah menang atas Muba Hangtuah dan kukuh berdiri di posisi puncak klasemen.

Perlehatan hari Kelima (penutupan) sedikit terangkat berkat diselenggarakannya kontes Slam dunk. Kontes ini sangat menjadi daya tarik dari penonton. Khalif Akbar (Aspac), Freddy Chen (CLS Knights), Teguh (Muba), Pero Vaseljevic (Gold Coast), dan terakhir wakil dari Sunlot memberikan tontonan yang sangat menghibur. Freddy Chen, melakukan Slam dunk sambil mengambil topi Dimaz yang diletakan di atas ring dan setelah mendarat dia langsung memakai-nya. Pero Vaseljevic, menjadi yang terbaik malam itu. Dia berhasil melakukan 2 kali Slam dunk keren, pertama Pero melakukan dunk dengan kedua tangan, di mana bola tersebut di berikan oleh James Harvey yang berdiri di atas Ring. Kedua, Pero melakukan Dunk dengan bergelantungan mengunakan tangan kiri dan langsung menceploskan bola dengan mengunakan tangan kanan.

CLS Knights Juara L.A.L. World Challenge 2011

Akhirnya, LALWC mentahbiskan CLS Knights Surabaya sebagai yang terbaik. CLS Knights kokoh di puncak Klasemen dengan rekor 4 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan dari 5 game yang dijalani. Posisi runner-up ditempati oleh Gold Coast Australia yang memiliki statistic sama dengan Aspac Jakarta 3 kemenangan dan 2 kekalahan. Akan tetapi, Gold Coast unggul head to head atas Aspac (Gold Coast mengalahkan Aspac di hari kedua LALWC).

Sementara itu, Muba Hangtuah harus puas berada di urutan ke-empat klasemen dan diikuti oleh Sunlot China di urutan kelima, serta Melaka Selection Malaysia di peringkat enam (juru kunci). Keberhasilan dari tim-tim Indonesia untuk dapat bersaing dengan tim-tim luar tidak lepas dari peranan pemain Asing (foreign player).

Peranan pemain asing sangat membantu dan menambah kekuatan tim-tim Indonesia. Ketiga pemain asing Chris Commons (CLS Knights), Kyle Cuffe (Muba Hangtuah), dan Antohny Johnson (Aspac) sangat produktif semenjak bermain di LALWC. Meskipun selalu menjadi mesin poin utama, peranan pemain asing justru membantu mengangkat peforma dari pemain lokal di masing-masing tim. Sandy Kusuma (CLS Knights), Dimaz Muhhari (CLS Knights), Oki Wira (Aspac), Rama (Aspac), Wilopo (Muba), Teguh (Muba) merasakan manfaat dari kehadiran pemain asing di dalam tim.

Secara keseluruhan turnamen ini sangat membantu para pemain muda Indonesia untuk lebih mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding.
Malam itu juga, panpel dari LALWC menobatkan beberapa pemain terbaik menurut kategori. Best Steal jatuh ke tangan Dimaz Muhhari yang juga merupakan jagoan pencuri bola di NBL Indonesia. untuk Top Skor diberikan kepada pemain asing dari Aspac Jakarta Antohny Johnson. Sedangkan untuk best Rebound jatuh ketangan pemain Sunlot China Yan Zhuang. Penghargaan terpopuler yakni MVP(most valuable player) jatuh kepada seorang pemain Sunlot China yakni Chen Rongren (No.Punggung 7). Dia selalu tampil gemilang membawa Sunlot China selama 5 hari perlehatan LALWC. Ketika berhadapan dengan Melaka Selection, Chen Rongreng berhasil melesatkan 52 poin, dan ini menjadi rekor poin tertinggi di LALWC. Apalagi, kemampuan yang dia miliki patut di sejajarkan dengan James Harvey (Gold Coast).

Selamat bagi panitia penyelenggara berhasil memberikan tontonan yang sangat menarik bagi warga pecinta bola basket khususnya di Surabaya. dan tentu selamat bagi para pemenang dan para pemain terbaik di ajang LALWC. Sampai jumpa tahun depan, semoga turnamen ini tetap akan di selenggarakan.

L.A. Lights World Challenge 2011
Juara 1 : Nuvo CLS Knights Surabaya
Juara 2 : Gold Coast Scoody ALL-STAR Australia
Juara 3 : Aspac Jakarta

Penghargaan :
Best Steal : Dimaz Muhhari (CLS Knights)
Best Rebound : Yan Zhuang (Sunlot China)
Top Skor : Antohny Johnson ( Aspac Jakarta)
MVP : Chen Rongren (Sunlot China)

CLS Knights Belum Terkalahkan (Hari 4, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Field Goal/Poin Tertinggi di Hari Ke-4 L.A. Lights World Challenge 2011

L.A.L. World Challenge 2011 telah berjalan selama empat hari (sampai hari Jumat-kemarin). Di hari keempat, seluruh tim tampil beringas. Dari hasil ketiga pertandingan yang mempertemukan antara Muba Hangtuah dengan CLS Knights di game pertama, Melaka Selection menghadapi Gold Coast Australia, dan penutupan Sunlot China menjamu Aspac Jakarta, seluruhnya menghasilkan field goal atau poin yang sangat tinggi.

CLS Knights menang atas Muba Hangtuah dengan Skor 91-71, Gold Coast Australia sendiri menutup pertandingan dengan skor hampir 100 poin, 99-93 atas Melaka Malaysia. Di pertandingan terakhir, Aspac menumbangkan tim asal China dengan Skor 94-71. Ini perolehan tertinggi dari empat hari penyelenggaraan L.A.L. World Challenge 2011, di mana sebelumnya perolehan skor tertinggi di raih oleh Sunlot China ketika berhadapan dengan Melaka 90-88 lewat babak over-time (pada hari ketiga).

CLS Knights Belum Terkalahkan, Kontribusi Luar Biasa dari Chris Commons

Sempat mengalami gangguan pencernaan sebelum bertanding, tidak menghalangi Chris Commons tampil hebat dan memberikan kemenangan bagi CLS Knights. Bermain hampir 30 menit, Chris Commons berhasil membukuhkan 35 poin, dan mengantarkan CLS Knights menang dengan skor 91-71 atas Muba Hangtuah. Ini rekor spektakuler yang diraih oleh CLS Knights. Sampai saat itu (Jumat), CLS Knights satu-satunya tim yang belum terkalahkan di LALWC.

Berhadapan dengan Muba Hangtuah, CLS Knights harus bersusah payah meraih kemenangan. Q1 sampai Q3 Muba Hangtuah memberikan perlawanan sengit, dan saling kejar-kejaran angka dengan CLS Knights. Barulah pada Quarter akhir, CLS Knights leading jauh berkat beberapa kali tembakan tiga angka dari Chris Commons.

Permainan Muba Hangtuah yang lebih banyak mengandalkan Kyle Cuffe di bawah ring, cukup berjalan dengan baik. Tapi, sangat disayangkan, ketika Kyle Cuffe berhasil di matikan para pemain lokal kurang memberikan kontirbusi, dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Defense Muba Hangtuah mudah sekali ditembus oleh anak-anak CLS Knights.

Hebatnya lagi, kemenangan ke-empat bagi CLS Knights itu, membuat tim kebanggaan Kota Surabaya ini mengamankan peluang meraih juara di LALWC. Meskipun harus kalah di game terakhir hari ini (Sabtu, 21 Mei), CLS Knights dipastikan tetap meraih gelar juara. CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia yang sampai saat ini hanya kalah satu kali oleh CLS Knights (Jika hari ini Gold Coast dapat memenangi pertandingan melawan Sunlot guang Tian Dui). Aspac dan Muba telah mengalami 2 kali kekalahan. Secara head to head, CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia karena di pertemuan antara kedua tim, CLS Knights berhasil meraih kemenangan.

Gold Coast Australia Menang Lewat Kerja Keras

Pertandingan kedua antara Gold Coast Australia dan Melaka Selection berjalan sangat ketat. Melaka Selection satu-satunya tim yang belum pernah meraih kemenangan di ajang LALWC, langsung mengebrak di awal babak. Lewat tembakan-tembakan jarak jauh dari Kuek Tian Yuan, Wee Chuan Chin, Melaka jauh meninggalkan Gold Coast di akhir babak pertama.

Pertandingan sempat berjalan panas, dan memaksakan Marcus Morisson beserta satu pemain Gold Coast harus diusir keluar lapangan. Insiden itu terjadi akibat salah satu pemain Gold Coast terkena sikut Marcus Morrison, tidak terima rekannya disakiti para pemain Gold Coast langsung menghampiri Marcus. Tidak ingin tinggal diam, Marcus langsung berusaha menyerang salah satu pemain Gold Coast. Untung wasit cukup sigap dan berhasil memisahkan kedua belah pihak. Wasit langsung mengambil keputusan mengusir (eject) kedua pemain.

Keluarnya Morrison menjadi malapetaka bagi Melaka Malaysia, dan keuntungan bagi Gold Coast Australia. Hilangnya Marcus setidaknya mengurangi kekuatan Melaka di sisi Defense, karena Marcus Morrison berperan untuk menjaga ketat bintang Gold Coast James Harvey.

Akhirnya, Gold Coast berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 99-91 atas Melaka Selection Malaysia. Meskipun harus kalah, pemain-pemain muda Melaka Selection sebenarnya menunjukan kualitas permainan yang sangat baik. Mereka cukup memiliki prospek yang harus menjadi perhatian khusus bagi tim-tim Indonesia. Perlu di ketahui, Melaka Selection mayoritas dihuni oleh pemain-pemain muda yang akan di proyeksikan untuk turun di ajang internasional membela klub maupun Negara Malaysia.

Aspac Kembali Ke Jalur Kemenangan

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama saat berhadapan dengan Muba( pada hari ketiga, Aspac harus menelan kekalahan dari Muba akibat kesalahan dalam rotasi pemain), Aspac langsung merubah strategi permainan. Mereka langsung menjelit di awal-awal pertandingan lewat pemain asing mereka Anthony Johnson.

Sunlot China yang hanya mengandalkan kemampuan individu dari seorang Chen Rongreng (mantan bintang Huaqiao University) tidak dapat berbuat banyak dalam menahan gempuran-gempuran pemain muda Aspac. Beberapa kali Oki Wira, Rizky Effendi, Rama menghujam jantung pertahanan tim yang berasal dari China itu.

Aspac menutup pertandingan dengan skor telak 94-71 atas Sunlot Guang Tian Dui China. Di laga penutupan, Aspac akan menghadapi tim yang berhasil menjadi finalis NBL Indonesia musim lalu yang saat ini belum terkalahkan di LALWC CLS Knights.