Seluruh Tim Tampil lebih Impresif (Hari 2, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Hari kedua penyelenggaraan turnamen internasional yang menghadirkan enam tim dari empat negara, mempertemukan tiga tim lokal Indonesia dengan tiga tim luar. Pada game pertama, Muba Hangtuah berhadapan dengan Sunlot China. Di game kedua, Aspac Jakarta berhadapan dengan tim raksasa asal Australia Gold Coast Scoody ALL-STAR. Penutupan, tuan rumah CLS Knights melawan Melaka Selection yang mewakili negara Malaysia.

Berbeda denga hari pertama, di game kedua ini seluruh tim tampil lebih impresif dibanding penampilan mereka di hari pertama. Jika di hari pertama, selisih poin yang terpaut cukup jauh antara tim pemenang dan tim yang kalah, bahkan beberapa tim menunjukan kualitas permainan yang jauh di bawah ekspetasi. Hari kedua, peta persaingan lebih ketat. Muba hangtuah, Nuvo CLS Knights harus bersusah payah meraih kemenangan, sebelum terlebih dahulu tertinggal oleh lawan. Begitu juga dengan tim calon juara asal Australia Gold Coast Scoody ALL-STAR yang harus bersusah payah mengalahkan Aspac Jakarta.

Kyle Cuffe Berikan Kemenangan Pertama Bagi Muba Hangtuah

Setelah dihempaskan oleh CLS Knights di hari Pertama, Sunlot China merubah strategi permainan ketika berhadapan dengan Muba Hangtuah. Sunlot China, lebih banyak mengandalkan tembakan-tembakan jarak jauh dan itu terbukti berhasil merepotkan barisan pertahanan Muba di awal-awal pertandingan. Muba mulai membalikan keadaan di Quarter kedua lewat permainan cepat Robert Santo, dkk. Beberapa kali fast break dari Muba yang berhasil diakumulasikan menjadi poin. Muba hangtuah menutup Q-2 dengan keunggulan 38-30 atas Sunlot Guang Tian Dui China.

Memasuki Q-3, Muba Hangtuah lebih banyak memainkan Kyle Cuffee di bawah ring, dan melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Sunlot China memberikan perlawanan sengit lewat penampilan gemirlang dari Chen Rongren (nomor punggung 7). Pemain yang pernah membela Huaqiao University di ajang CUBA (Semacam Libamanas di Indonesia), mengobrak-abrik pertahanan Muba lewat tembakan-tembakan tajamnya.

Pertandingan berjalan semakin ketat memasuki Quarter penutupan. Kedua tim bermain cepat dan saling kejar-mengejar angka. Menyisakan waktu 01.22, kedudukan 68 sama. Muba harus berterima kasih kepada Kyle Cuffe, di menit-menit krusial Kyle berhasil melakukan ofensif rebound dan mencetak dua point bagi Muba. Akhirnya, Muba Hangtuah berhasil memetik kemenangan pertama mereka ajang L.A. Lights World Challenge 2011 dengan skor 71-68.

Aspac Jakarta Berikan Perlawanan Ketat Gold Coast Scoody

Melawan Aspac Jakarta, Gold Coast langsung tancap gas di awal pertandingan. Dimotori oleh James Harvey, Gold Coast Menutup Quarter 1 dengan keunggulan 23-13 atas Aspac Jakarta. Permainan gemirlang ditunjukan oleh Punggawa Muda Aspac Jakarta, mereka berani menekan pemain-pemain Gold Coast dan ngotot mengejar ketertinggalan. Babak pertama di tutup dengan 30-44 untuk keunggulan Gold Coast Scoody.

Sempat tertinggal cukup jauh lewat permainan ciamik dari James Harvey, mantan pemain Nasional Australia di ajang Olimpiade 2008 lalu, Aspac Jakarta memperkecil ketinggalan lewat empat kali tembalan tiga angka dari Anthony Johnson. Mendapatkan Momentum di menit-menit akhir, seolah menjadi keuntungan bagi pasukan untuk mengapai kemenangan. Sangat disayangkan, keunggulan itu di patahkan oleh penampilan menawan dari James harvey, dia melesatkan 2 kali tembakan 3 angka dan mempertahankan keunggulan. Akhirnya, Gold Coast berhasil memetik kemenangan dengan skor 89-81 atas Aspac Jakarta. James Harvey sendiri berhasil membukuhkan 43 poin bagi Gold Coast, rekor poin tertinggi di L.A. Lights World Challenge 2011.

CLS Knights Unggul Atas Melaka Selection

Tuan rumah CLS knights Surabaya, berhasil melanjutkan tren positif di game kedua mereka. Berhadapan dengan Melaka Selection, CLS tampil beringas dari awal pertandingan. Mengandalkan permainan cepat, CLS knights Unggul terlebih dahulu 10-02. Berselang beberapa menit kemudian, gantian Melaka Selection mengejar ketertinggalan dan membalikan keunggulan. Guganeswaran, melesatkan 2 kali 3poin dalam quarter ini, membuat Melaka Unggul 26-22 atas CLS Knights.

Memasuki Quarter kedua, CLS Knights terlihat lebih menekan, tapi sangat disayangkan akurasi dari Sandy dan kawan-kawan sangat buruk. Banyak sekali peluang menghasilkan poin yang disia-siakan oleh anak-anak CLS knights. Beruntung, permainan Melaka Selection tidak terlalu baik, mereka lebih banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Quarter 2 ditutup dengan 32-34 untuk keunggulan Melaka Selection.

Memasuki Q-3, kedua tim berbalas-balasan menghasilkan poin. Chris Commons dari CLS Knights melesatkan 10 poin di quarter ini, sedangkan dari kubu Melaka, Guganeswaran (PG timnas Malaysia) melesatkan 6 poin untuk menutup quarter 3 dengan selisih 1 poin untuk keunggulan CLS Knights.

Quarter pamungkas, CLS Knights bangkit. Mereka langsung meninggalkan Melaka lewat 3 poin dari Tony Agus dan Jeffry Bong. Pertandingan sempat berjalan panas, ketika Marcus Morrison harus terkena Technical Foul akibat sengaja mendorong Agustinus Indrajaya. Akhirnya, CLS Knights berhasil memperjauh jarak dan membukuhkan kemenangan atas melaka dengan skor 79-69.

Satu pemikiran pada “Seluruh Tim Tampil lebih Impresif (Hari 2, L.A.L. World Challenge 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s