Catatan Terakhir dari L.A.L. World Challenge Surabaya 2011

oleh: Rony Tjong

Tanpa Gairah di Laga Penutupan; Kontes Slam Dunk Terbaik (Hari 5 L.A.L. World Challenge 2011)

Memasuki hari terakhir dari rangkaian perlehatan L.A.L. World Challenge 2011, beberapa tim tampil di bawah kapasitas yang dimiliki atau tanpa gairah mengejar kemenangan. Indikasinya terlihat dari selisih poin dari tiga pertandingan yang diselenggarakan. Pertama, Melaka Selection berhasil mengalakan Muba Hangtuah dengan skor 78-41. Di game kedua, lagi-lagi tim kuat asal Australia harus bertekuk lutut dengan tim Sunlot China 62-80. Di game pamungkas, CLS Knights harus mengakui keunggulan Aspac Jakarta dengan selisih poin yang cukup telak 78-93.

Salah satu faktor penyebab yang menjadi alasan utama kemerosotan peforma dari tim-tim yang bertanding adalah kelelahan. Selama lima hari berturut-turut tanpa istirahat, seluruh tim harus bermain. Ini jelas sangat menguras fisik dari para pemain. Faktor penyebab lain-nya adalah turnamen ini sudah membukukan CLS Knights sebagai Juara di hari ke empat. Sehingga hasil di hari kelima sudah tidak akan memengaruhi lagi untuk mencari tim juara. CLS Knights mengunci kemenangan pada hari ke empat setelah menang atas Muba Hangtuah dan kukuh berdiri di posisi puncak klasemen.

Perlehatan hari Kelima (penutupan) sedikit terangkat berkat diselenggarakannya kontes Slam dunk. Kontes ini sangat menjadi daya tarik dari penonton. Khalif Akbar (Aspac), Freddy Chen (CLS Knights), Teguh (Muba), Pero Vaseljevic (Gold Coast), dan terakhir wakil dari Sunlot memberikan tontonan yang sangat menghibur. Freddy Chen, melakukan Slam dunk sambil mengambil topi Dimaz yang diletakan di atas ring dan setelah mendarat dia langsung memakai-nya. Pero Vaseljevic, menjadi yang terbaik malam itu. Dia berhasil melakukan 2 kali Slam dunk keren, pertama Pero melakukan dunk dengan kedua tangan, di mana bola tersebut di berikan oleh James Harvey yang berdiri di atas Ring. Kedua, Pero melakukan Dunk dengan bergelantungan mengunakan tangan kiri dan langsung menceploskan bola dengan mengunakan tangan kanan.

CLS Knights Juara L.A.L. World Challenge 2011

Akhirnya, LALWC mentahbiskan CLS Knights Surabaya sebagai yang terbaik. CLS Knights kokoh di puncak Klasemen dengan rekor 4 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan dari 5 game yang dijalani. Posisi runner-up ditempati oleh Gold Coast Australia yang memiliki statistic sama dengan Aspac Jakarta 3 kemenangan dan 2 kekalahan. Akan tetapi, Gold Coast unggul head to head atas Aspac (Gold Coast mengalahkan Aspac di hari kedua LALWC).

Sementara itu, Muba Hangtuah harus puas berada di urutan ke-empat klasemen dan diikuti oleh Sunlot China di urutan kelima, serta Melaka Selection Malaysia di peringkat enam (juru kunci). Keberhasilan dari tim-tim Indonesia untuk dapat bersaing dengan tim-tim luar tidak lepas dari peranan pemain Asing (foreign player).

Peranan pemain asing sangat membantu dan menambah kekuatan tim-tim Indonesia. Ketiga pemain asing Chris Commons (CLS Knights), Kyle Cuffe (Muba Hangtuah), dan Antohny Johnson (Aspac) sangat produktif semenjak bermain di LALWC. Meskipun selalu menjadi mesin poin utama, peranan pemain asing justru membantu mengangkat peforma dari pemain lokal di masing-masing tim. Sandy Kusuma (CLS Knights), Dimaz Muhhari (CLS Knights), Oki Wira (Aspac), Rama (Aspac), Wilopo (Muba), Teguh (Muba) merasakan manfaat dari kehadiran pemain asing di dalam tim.

Secara keseluruhan turnamen ini sangat membantu para pemain muda Indonesia untuk lebih mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding.
Malam itu juga, panpel dari LALWC menobatkan beberapa pemain terbaik menurut kategori. Best Steal jatuh ke tangan Dimaz Muhhari yang juga merupakan jagoan pencuri bola di NBL Indonesia. untuk Top Skor diberikan kepada pemain asing dari Aspac Jakarta Antohny Johnson. Sedangkan untuk best Rebound jatuh ketangan pemain Sunlot China Yan Zhuang. Penghargaan terpopuler yakni MVP(most valuable player) jatuh kepada seorang pemain Sunlot China yakni Chen Rongren (No.Punggung 7). Dia selalu tampil gemilang membawa Sunlot China selama 5 hari perlehatan LALWC. Ketika berhadapan dengan Melaka Selection, Chen Rongreng berhasil melesatkan 52 poin, dan ini menjadi rekor poin tertinggi di LALWC. Apalagi, kemampuan yang dia miliki patut di sejajarkan dengan James Harvey (Gold Coast).

Selamat bagi panitia penyelenggara berhasil memberikan tontonan yang sangat menarik bagi warga pecinta bola basket khususnya di Surabaya. dan tentu selamat bagi para pemenang dan para pemain terbaik di ajang LALWC. Sampai jumpa tahun depan, semoga turnamen ini tetap akan di selenggarakan.

L.A. Lights World Challenge 2011
Juara 1 : Nuvo CLS Knights Surabaya
Juara 2 : Gold Coast Scoody ALL-STAR Australia
Juara 3 : Aspac Jakarta

Penghargaan :
Best Steal : Dimaz Muhhari (CLS Knights)
Best Rebound : Yan Zhuang (Sunlot China)
Top Skor : Antohny Johnson ( Aspac Jakarta)
MVP : Chen Rongren (Sunlot China)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s