CLS Knights Belum Terkalahkan (Hari 4, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Field Goal/Poin Tertinggi di Hari Ke-4 L.A. Lights World Challenge 2011

L.A.L. World Challenge 2011 telah berjalan selama empat hari (sampai hari Jumat-kemarin). Di hari keempat, seluruh tim tampil beringas. Dari hasil ketiga pertandingan yang mempertemukan antara Muba Hangtuah dengan CLS Knights di game pertama, Melaka Selection menghadapi Gold Coast Australia, dan penutupan Sunlot China menjamu Aspac Jakarta, seluruhnya menghasilkan field goal atau poin yang sangat tinggi.

CLS Knights menang atas Muba Hangtuah dengan Skor 91-71, Gold Coast Australia sendiri menutup pertandingan dengan skor hampir 100 poin, 99-93 atas Melaka Malaysia. Di pertandingan terakhir, Aspac menumbangkan tim asal China dengan Skor 94-71. Ini perolehan tertinggi dari empat hari penyelenggaraan L.A.L. World Challenge 2011, di mana sebelumnya perolehan skor tertinggi di raih oleh Sunlot China ketika berhadapan dengan Melaka 90-88 lewat babak over-time (pada hari ketiga).

CLS Knights Belum Terkalahkan, Kontribusi Luar Biasa dari Chris Commons

Sempat mengalami gangguan pencernaan sebelum bertanding, tidak menghalangi Chris Commons tampil hebat dan memberikan kemenangan bagi CLS Knights. Bermain hampir 30 menit, Chris Commons berhasil membukuhkan 35 poin, dan mengantarkan CLS Knights menang dengan skor 91-71 atas Muba Hangtuah. Ini rekor spektakuler yang diraih oleh CLS Knights. Sampai saat itu (Jumat), CLS Knights satu-satunya tim yang belum terkalahkan di LALWC.

Berhadapan dengan Muba Hangtuah, CLS Knights harus bersusah payah meraih kemenangan. Q1 sampai Q3 Muba Hangtuah memberikan perlawanan sengit, dan saling kejar-kejaran angka dengan CLS Knights. Barulah pada Quarter akhir, CLS Knights leading jauh berkat beberapa kali tembakan tiga angka dari Chris Commons.

Permainan Muba Hangtuah yang lebih banyak mengandalkan Kyle Cuffe di bawah ring, cukup berjalan dengan baik. Tapi, sangat disayangkan, ketika Kyle Cuffe berhasil di matikan para pemain lokal kurang memberikan kontirbusi, dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Defense Muba Hangtuah mudah sekali ditembus oleh anak-anak CLS Knights.

Hebatnya lagi, kemenangan ke-empat bagi CLS Knights itu, membuat tim kebanggaan Kota Surabaya ini mengamankan peluang meraih juara di LALWC. Meskipun harus kalah di game terakhir hari ini (Sabtu, 21 Mei), CLS Knights dipastikan tetap meraih gelar juara. CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia yang sampai saat ini hanya kalah satu kali oleh CLS Knights (Jika hari ini Gold Coast dapat memenangi pertandingan melawan Sunlot guang Tian Dui). Aspac dan Muba telah mengalami 2 kali kekalahan. Secara head to head, CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia karena di pertemuan antara kedua tim, CLS Knights berhasil meraih kemenangan.

Gold Coast Australia Menang Lewat Kerja Keras

Pertandingan kedua antara Gold Coast Australia dan Melaka Selection berjalan sangat ketat. Melaka Selection satu-satunya tim yang belum pernah meraih kemenangan di ajang LALWC, langsung mengebrak di awal babak. Lewat tembakan-tembakan jarak jauh dari Kuek Tian Yuan, Wee Chuan Chin, Melaka jauh meninggalkan Gold Coast di akhir babak pertama.

Pertandingan sempat berjalan panas, dan memaksakan Marcus Morisson beserta satu pemain Gold Coast harus diusir keluar lapangan. Insiden itu terjadi akibat salah satu pemain Gold Coast terkena sikut Marcus Morrison, tidak terima rekannya disakiti para pemain Gold Coast langsung menghampiri Marcus. Tidak ingin tinggal diam, Marcus langsung berusaha menyerang salah satu pemain Gold Coast. Untung wasit cukup sigap dan berhasil memisahkan kedua belah pihak. Wasit langsung mengambil keputusan mengusir (eject) kedua pemain.

Keluarnya Morrison menjadi malapetaka bagi Melaka Malaysia, dan keuntungan bagi Gold Coast Australia. Hilangnya Marcus setidaknya mengurangi kekuatan Melaka di sisi Defense, karena Marcus Morrison berperan untuk menjaga ketat bintang Gold Coast James Harvey.

Akhirnya, Gold Coast berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 99-91 atas Melaka Selection Malaysia. Meskipun harus kalah, pemain-pemain muda Melaka Selection sebenarnya menunjukan kualitas permainan yang sangat baik. Mereka cukup memiliki prospek yang harus menjadi perhatian khusus bagi tim-tim Indonesia. Perlu di ketahui, Melaka Selection mayoritas dihuni oleh pemain-pemain muda yang akan di proyeksikan untuk turun di ajang internasional membela klub maupun Negara Malaysia.

Aspac Kembali Ke Jalur Kemenangan

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama saat berhadapan dengan Muba( pada hari ketiga, Aspac harus menelan kekalahan dari Muba akibat kesalahan dalam rotasi pemain), Aspac langsung merubah strategi permainan. Mereka langsung menjelit di awal-awal pertandingan lewat pemain asing mereka Anthony Johnson.

Sunlot China yang hanya mengandalkan kemampuan individu dari seorang Chen Rongreng (mantan bintang Huaqiao University) tidak dapat berbuat banyak dalam menahan gempuran-gempuran pemain muda Aspac. Beberapa kali Oki Wira, Rizky Effendi, Rama menghujam jantung pertahanan tim yang berasal dari China itu.

Aspac menutup pertandingan dengan skor telak 94-71 atas Sunlot Guang Tian Dui China. Di laga penutupan, Aspac akan menghadapi tim yang berhasil menjadi finalis NBL Indonesia musim lalu yang saat ini belum terkalahkan di LALWC CLS Knights.

2 pemikiran pada “CLS Knights Belum Terkalahkan (Hari 4, L.A.L. World Challenge 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s