Favorite Basketball Quotes #20

laying-in-bed

Don’t you guys think?

Iklan

Pilih Main Basket Atau Sandra Dewi?

image027

Denny Sumargo di mana-mana. Cobalah berjalan menuju GOR C-Tra Arena Bandung dari arah Jalan Suci. Selepas Pasar Suci terdapat sebuah billboard raksasa iklan makanan biskuit. Ada tiga orang model yang terpampang di sana. Paling depan adalah Bambang Pamungkas, di belakangnya ada Denny Sumargo, dan satu lagi Gw lupa.

Lalu juga coba cari majalah Men’s Health edisi terbaru. Perhatikan siapa yang menjadi model sampulnya. Yup betul, Denny Sumargo.

Tadi malam ada yang nonton Bukan Empat Mata di Trans 7? Denny Sumargo lagi-lagi juga tampil sebagai bintang tamu. Tukul Arwana menanyakan pertanyaan seperti judul di atas dan Denny menjawab “Dua-duanya.”

Sukses terus Denny Sumargo. Sukses Garuda Flexi Bandung!

Dua dari “The Rolling Stone 100 Agents of Change” Adalah Pemain Basket

Rolling Stone edisi Indonesia adalah salah satu majalah favorit Gw. Di edisi April 2009 ini mereka menampilkan 100 orang yang merupakan agen-agen pembawa perubahan yang signifikan di Amerika Serikat.

Ada musisi (Bono, Kanye West), politisi (Henry Waxman, Rah Emanuel), aktivis (Al Gore), ekonom (Paul Krugman), bahkan seniman misterius (Banksy). Semua tokoh-tokoh tersebut dianggap mampu membawa perubahan signifikan di dalam bidang-bidang yang mereka geluti.

Semuanya dimasukan dalam urutan 1 – 100 berdasarkan tingkat perubahan yang mereka bawa. Inilah dua orang pemain basket dan nomor urutannya dalam menjadi agen perubahan versi majalah Rolling Stone

rs-obama-cover1

1. Barack Obama

Hey, dia kan presiden! Yup sekaligus pemain basket. Buat Gw, kesetiaan Obama bermain basket (olah raga) patut ditiru. Obama dianggap sebagai agen perubahan nomor satu karena ia “mewarisi” masalah-masalah yang harus dirubah yang dibuat oleh pendahulunya George W. Bush. Bukan hanya terhadap Amerika Serikat, namun juga seluruh dunia.

lebron-james2

52. LeBron James

“Sejak bergabung dengan Cleveland Cavaliers di usia 18 tahun, James menghidupkan liga NBA dengan bakatnya -memimpin Cavs dalam perolehan poin, rebound dan assist, serta dapat bertahan melawan pencetak angka seperti Kobe Bryant- maupun dengan kepribadian menawan yang menjadikannya merek dagang global. Dia murah hati sekaligus penuh kepercayaan diri,” demikian ulas Rolling Stone.

Persepolis, Film dan Novel Grafis Karya Marjane Satrapi

persepolis-poster-1

marjane-satrapi1

Dalam salah satu potongan adegan animasi, Marjane kecil (tokoh utama sekaligus pengarang novel grafis) tertangkap oleh polisi susila karena mengenakan sepasang sepatu “punk” ke sekolah. Karena ketakutan, Marjane sontak menjawab “These are not punk shoes, these are sneakers, I am a member of a basketball team.”

Sempat terpikir juga oleh Gw bagaimana ya kalau main basket pakai jilbab? Sebelum akhirnya Gw nemu foto bagus dari Flickr di bawah ini.

Veiled Jordanian Muslim girl with basketball in Amman gym.

Persepolis

Film dan atau novel grafis Persepolis mengajarkan kepada kita betapa penting dan berartinya sebuah kebebasan dan kemerdekaan.

Marjane bercerita betapa mahal dan susahnya sebuah kemerdekaan di negaranya, Iran. Sejak lahir kehidupannya sudah diliputi intrik politik yang kejam dan sadis saat revolusi. Beranjak dewasa ia harus berhadapan dengan suasana perang Iraq-Iran.

Ia akhirnya bersekolah ke Vienna, Austria. Keterbatasan kebebasan adalah sebuah masalah. Namun kebebasan yang kebablasan seperti kehidupan eropa ternyata juga mengundang problema tersendiri bagi Marjane.

Nonton deh film bagus ini, walau tidak menang, Persepolis adalah nominasi film animasi terbaik di Golden Globe Awards yang baru lalu.

2007_persepolis_011

Nonton IBL Nyaman Di Rumah

dream-room

Menurut kalian, ada gak orang Indonesia yang segila orang dalam foto di atas terhadap main basket? Kalau NBA sih kayaknya banyak. Gak perlu jauh-jauh, dulu waktu SMP Gw juga begitu. Kamar penuh dengan poster pemain NBA, bola basket di dalam kamar, bahkan hanya sepatu basket yang punya keistimewaan untuk boleh masuk kamar.

Kini poster-poster pemain NBA sudah bersih dan gak menempel lagi di kamar Gw. Tersisa satu kostum yang masih menggantung. Kostum tim IBL Garuda.

So proud to be a fan :)

DBL dan Angka Penonton

suasanafinaljogja

Satu hal yang paling menyenangkan saat membaca berita-berita dari Deteksi Basketball League adalah antusiasme penonton yang selalu tercatat rapi oleh pihak panitia.

Lewat situs resmi DBL, pada final DBL putaran Yogyakarta kemarin terjadi pemecahan rekor dari segi jumlah penonton dalam satu pertandingan.

“Kemarin, lebih dari 6.000 penonton menyaksikan final Honda DBL Radar Jogja 2009 di GOR UNY. Berarti, total penonton selama even berlangsung menembus angka 22.500 orang.”

“Menurut data DBL Indonesia, jumlah itu menyalip jauh total penonton terbanyak saat ini. Yaitu di Manado yang mencapai 21.059 orang. Jumlah penonton final kemarin juga memecahkan rekor penonton terbanyak untuk satu hari pertandingan. Rekor sebelumnya dipegang final Bandarlampung dengan 5.400 penonton.” Begitu DBL.

Dan yang lebih keren lagi, kabarnya dua pertiganya adalah cewek!