Sekarang Gw Tahu (Salah Satu) Jawabannya!

n1182797094_30140101_4917786

Mengapa Satria Muda Britama Jakarta begitu mendominasi. Mengapa Garuda Flexi Bandung jadi ancaman berbahaya. Kebetulan kemarin kedua tim ini bertanding, tapi tidak berhadapan. SM melawan Nuvo CLS Knights Surabaya dan Garuda melawan Stadium Bhinneka Jakarta. SM menang atas CLS dengan skor telak 81-31 dan Garuda bermain santai untuk menang 72-57.

Ada satu hal yang menggelitik Gw saat melihat masing-masing tim berlaga. Menurut Gw, hampir semua pemain memiliki kemampuan teknis yang sama, walau tentu saja ada beberapa yang menonjol, namun tidak banyak. Hanya satu-dua.

Ketimpangan justru terjadi secara keseluruhan kesatuan sebagai tim. Bukan, bukan kekompakan karena Gw perhatikan semua tim terlihat cukup kompak. Ketimpangan yang terjadi adalah dari segi mental! Segi psikologis!

Ketika tim SM memasuki lapangan dan pemanasan, aura mereka seolah berkata “Main santai aja guys, mereka hanya CLS.” Demikian pula kubu CLS, atmosfir tim ini seolah menggumam “Asal kita main bagus, SM tim kuat, nggak usah berharap banyak.”

Apa-apaan ini? Apakah ini cuma imajinasi Gw doang atau memang seperti itu pancaran energi yang dikeluarkan oleh tim-tim tersebut?!! Yang membuat Gw sedikit terperanjat, koran pagi ini mengutip perkataan pelatih kepala CLS, Geraldo V Ramos “Kami kalah dari tim yang sangat kuat. SM merupakan kandidat juara musim ini bersama Garuda.”

Sejujurnya Gw kurang suka pernyataan itu. Memang terdengar bernada realistis. Namun efeknya sangat-sangat menghancurkan diri sendiri (ini menurut pandangan Gw lho yaa). SM akan merasa makin kuat dan CLS akan merasa bahwa mereka memang di bawah SM. Yang Gw rasa nggak sepenuhnya benar!

Begitu juga Stadium Bhinneka. Tim ini memiliki beberapa pemain yang kualitasnya sangat bagus. Salah satunya Merio. Kecepatan, akselerasi, dan terobosannya maut! Walau beberapa finishing-nya membuat Gw tersenyum. Stadium pun masuk lapangan laga dengan hawa pucat. Mereka terlihat seperti telah mengatur pencapaian akhir mereka, kalah!

Gw rasa semua tim IBL harus meningkatkan kualitas mental para pemain mereka. Jangan sampai beberapa pemain handal yang terpilih membela bangsa malah terjangkit sindrom yang sama ketika kelak berlaga di kejuaraan internasional.

Barangkali kudu ada paket latihan mental bagi para pemain IBL. Baca buku-buku tentang pengembangan diri, ikut seminar-seminar pengembangan kepribadian; ESQ, Tung Desem, seminar-seminar MLM, atau apa laahhh.

Catatan: Satu orang pemain yang menurut Gw memiliki mental keren dan terbilang masih anak bawang kemarin adalah Garuda Flexi Bandung nomor punggung 20, Hendru! Semoga dipasang lagi oleh pelatih Raoul sore nanti melawan XL Aspac Jakarta.

Supply and Demand (Harga Tiket Masuk Pertandingan IBL)

image001

Pagi ini Gw mau menulis hasil pertandingan IBL kemarin tapi rasanya enggan karena dalam hati Gw bertanya, memangnya ada yang ambil pusing? Jika ternyata masih ada, yah silahkan beli koran atau cari di situs resmi IBL (yang nggak ada!!)

Sedemikian tidak menariknyakah IBL sehingga di hari pertama dan kedua gelarannya di Bandung sedikit sekali orang yang menonton? Maaf, kata sedikit mungkin agak berlebihan. Kata yang tepat barangkali TIDAK ADA!

Kita semua sudah tahu banyak faktor yang memengaruhi hal ini. Di posting ini Gw ingin mengangkat masalah harga tiket, Rp.15.000,-. Murah memang. Ups tunggu dulu! Segitu murah saja orang masih lebih memilih untuk makan malam atau cemilan atau (maaf) merokok.

Nggak ada (sedikit) demand (tuntutan) untuk nonton IBL. Tuntutannya saja sedikit apalagi harus bayar 15.000. Kalau mengikuti hukum ekonomi sih, jika tuntutan sedikit ya harga diturunkan. Begitu juga sebaliknya andaikata yang pengen nonton banyak, ya harganya dinaikin.

Tapi jangan sampai gratis! “Sebuah liga harus bisa menghidupi dirinya sendiri.” begitu kata Azrul Ananda, Ketua DBL. Dan seharusnya begitu pula IBL. Awalnya mungkin tertatih-tatih, namun dengan berbagai pembenahan di sana-sini, IBL pasti bisa maju. IBL satu saat tidak perlu panik tanpa sponsor utama. Justru para sponsor yang rebutan ingin mendukung IBL. Semoga. Amiin.

Siapa Percaya Pada Kesempatan Di Detik Akhir?

b590a0e235b4ebca4c7630e49b1222d280065e7b_m

Ini adalah momen olah raga yang tidak akan pernah Gw lupakan dalam hidup Gw. Final main bola Piala Champions Eropa antara Manchester United melawan Bayern Muenchen di Barcelona tahun 1999. Hingga menit ke 90, United tertinggal 0-1 dari Bayern. Para pendukung Bayern sedang membuat Stadion Nou Camp bergemuruh dengan lagu “We Are The Champions”-nya Queen. United pantang menyerah. Siapa sangka, di menit 91, Teddy Sheringham membungkam pendukung Bayern dengan golnya dan membangkitkan kembali suara para pendukung United. Satu menit kemudian, Ole Gunnar Solskjaer kembali merobek jala Bayern. Para pemain klub Jerman ini hanya bisa ternganga. Sebagian lagi menangis karena United menang di detik akhir.

Semifinal kedua Garuda Bandung melawan XL Aspac di kompetisi reguler IBL 2008 pun begitu. Denny Sumargo berhasil menjaringkan 2 poin di satu detik akhir untuk memastikan Garuda melangkah ke final berhadapan dengan Satria Muda Britama Jakarta. Di dunia main basket kita kenal dengan kata buzzer beater.

Hari ini di Kompas pagi, Devin Harris membawa New Jersey Nets unggul atas Philadelphia 76Ers 98-96 melalui tembakan dari tengah lapangan di sisa 1,8 detik terakhir. Devin melakukan dua kali tembakan. Tembakan pertama berhasil diblok oleh Iguodala, namun bola berhasil direbut kembali oleh Devin. Pada percobaan kedua, bola meluncur masuk dan Nets pun menang.

Di sore atau malam ini, insyaAllah, Gw akan melakukan “tembakan” di detik-detik akhir yang akan menentukan perjalanan sisa hidup Gw. Kesempatan Gw tipis. Dukungan sedang tidak berada di pihak Gw. Orang-orang di sekitar Gw sedang berupaya menghibur Gw agar tidak kecewa. Mereka semua merasa kesempatan Gw sudah habis.

Namun Gw adalah orang yang percaya pada kesempatan di detik akhir. Orang-orang boleh berkata bahwa ini sudah berakhir. Tapi buat Gw, masih ada “satu” detik lagi dan kenyataannya Gw percaya memang masih ada sedikit waktu lagi. Detik yang sangat menentukan.

Posting ini bernada curhat memang. Dukung Gw dengan doa guys!

Wish me luck and thank you :)

Dear Darling

fc93bdc60ede51a47faa1f7675fcb4e630faab8b_m

“Aku minta maaf nggak bisa anterin kamu hari Sabtu sore ke PVJ buat beli donat J.Co kesukaan adik kamu. Aku harus ke GOR C-Tra buat dukung Garuda Flexi Bandung melawan XL Aspac Jakarta. (Abis kamu nggak mau ikutan nonton sih.)

Aku tahu kamu pasti bete. Tapi anak-anak Garuda juga butuh dukungan aku. Emang sih banyak pendukung yang lain juga, tapi kalau aku datang kan lumayan nambah satu orang pendukung lagi. (Heheheee)

Jam 5 aku jemput kamu ke PVJ. Mudah-mudahan kamu belum balik. Kita makan malem Minggu bareng. Udah ya, ntar aku sms deh.”

Bye.
I don’t like you.
I lie
:)

Mencuri Bulan, Mencuri IBL

bfbda93cf6f92807128c6480d8c05df632864f09_m

Pernah perhatikan bulan tatkala ia muncul? Saking seringnya muncul alias tiap bulan selalu muncul kita sampai tidak peduli. Jika kita ditanya pagi ini, “Bagaimana bentuk bulan tadi malam?” Pasti banyak yang tidak tahu! Tapi coba bayangkan, jika suatu saat bulan dicuri dan ia tidak muncul selama beberapa bulan. Kita semua pasti kalang kabut!!!

Nah, IBL kurang lebih sama. Mumpung IBL akan datang ke Bandung dan kota-kota lainnya, jangan sia-siakan! Tontonlah! Ajak teman-teman dan anggota keluarga untuk menikmati permainan keren tim-tim IBL. IBL harus hidup dari penonton dan penggemarnya. Jangan sampai nanti kita menggerutu karena IBL menghilang karena tidak lagi digemari atau kita tidak peduli.

Majulah IBL!