Malaysia Bawa Pemain Afrika di Surabaya International Challenge 2009, Surabaya 4-6 Desember (Garuda dan CLS Knights Wakil Indonesia)

SURABAYA – Aroma pemain multinasional akan semakin kental di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 di DBL Arena Surabaya pada 4–6 Desember nanti. NBL Selection dari Malaysia akan membawa empat pemain impor sekaligus. Jumlah tersebut lebih banyak dari rencana sebelumnya, yakni dua pemain asing.

”Sampai hari ini (kemarin, Red), tim kami terus melakukan seleksi. Besok (hari ini, Red) bisa kami umumkan susunan resminya,” kata Tan Kee Hian, commissioner NBL, liga basket tertinggi di Malaysia, kepada Jawa Pos melalui sambungan internasional kemarin (29/11).

Seperti rencana semula, pemain asal Filipina akan mereka datangkan. Jumlahnya ada dua orang. Sedangkan dua lainnya tidak berasal dari Australia seperti direncanakan. ”Sisanya, kami akan membawa pemain asal Afrika. Saat ini, kami sedang menyeleksi tiga pemain dari sana, dua dari Nigeria dan seorang dari Kamerun,” papar Kee Hian.

Kee Hian belum bersedia mengungkapkan nama-nama pemain asing itu kemarin. Namun, dia dengan yakin menyatakan bahwa mereka akan mampu diandalkan untuk mempertahankan gelar juara SIC yang direbut Malaysia tahun lalu. Saat itu, NBL menurunkan Segamat Johor.

”Pemain Afrika kami memiliki tinggi 200 cm dan 190 cm. Mereka memiliki power yang sangat baik, bisa kami andalkan untuk permainan dalam,” papar Kee Hian.

Seperti kebanyakan pemain Asia, pemain Filipina selama ini dikenal dengan kegesitannya. Pemain dari negara yang menjadi kiblat basket di Asia Tenggara itu kualitasnya semakin terjamin karena pernah tampil di kompetisi basket terbaik di sana, PBA.

Menarik untuk disaksikan perpaduan permainan flamboyan pemain asal Filipina dan gaya bertenaga pemain Afrika di NBL Selection itu. Kee Hian yakin, timnya mampu mengatasi Darwin Airport Resort All-Star asal Australia serta dua tim Indonesia, CLS Knights dan Garuda Flexi Bandung, di RP7 SIC.

Dalam kejuaraan yang dihelat selama tiga hari tersebut, empat tim akan bersaing dalam babak round robin. Dua tim dengan poin terbanyak berhak melaju ke partai puncak.

Soal lawan-lawan yang akan dihadapi tahun ini, Kee Hian telah mendapatkan informasi bahwa mereka lebih kuat dibandingkan tahun lalu. Benar saja, Garuda yang menggantikan posisi Bhinneka adalah salah satu tim terbaik di tanah air. Tim yang diperkuat Mario Wuysang dan Denny Sumargo tersebut merupakan salah satu kandidat juara Turnamen IBL yang saat ini sedang berlangsung. Sedangkan Darwin Airport Resort All-Star diperkuat banyak pemain dengan tinggi di atas dua meter.

RP7 SIC tidak hanya menyajikan pertandingan basket internasional. Di hari terakhir even tersebut (Minggu, 6 Desember), para pemain akan unjuk kebolehan dalam RP7 Slam Dunk Contest, Flexi Three Point Contest, dan Beat Speed Challenge.

(Dari teman-teman di Jawa Pos – Foto: Michael LeBlanc, pemain Segamat Johor Malaysia tahun lalu ketika tim itu mengikuti Surabaya International Challenge 2008. LeBlanc adalah pemain asal Amerika Serikat yang memegang andil besar atas kemenangan Malaysia di SIC. Pada 2009, Malaysia ingin mempertahankan gelar juaranya di turnamen tersebut.)

Iklan

Membakar! Empat Besar Turnamen IBL 2009, GOR C-Tra Arena Bandung 11 dan 13 Desember

Empat tim yang memastikan diri lolos babak empat besar Turnamen IBL 2009 akan berlaga di GOR C-Tra Arena Bandung pada tanggal 11 dan 13 Desember. Juara pool A, Pelita Jaya Esia Jakarta akan menghadapi Aspac Jakarta, posisi dua pool B. Garuda Flexi Bandung yang mengalahkan Aspac untuk menempati kedudukan pertama pada pool B akan menghadapi musuh bebuyutan mereka Satria Muda Britama Jakarta yang menempati tangga kedua dari puncak pool A.

Akan panas! Akan sangat membakar!! Sampai jumpa kembali di GOR C-Tra Arena Bandung tanggal 11 dan 13 Desember. Jangan ragu untuk menunjukkan dukungan kepada tim jagoan masing-masing karena tim kalian membutuhkannya!!!

Garuda Flexi Bandung Pimpin Pool B Turnamen IBL 2009

Strategi yang sama yang diterapkan oleh Coach Cecep saat mengalahkan Garuda pada semi final kompetisi reguler IBL pertengahan 2009 lalu hampir saja kembali membungkam Garuda pada detik-detik terakhir pertandingan terakhir Turnamen IBL 2009 Pool B, Bandung.

Pertandingan berjalan seru dan ketat sejak kuarter pertama dimulai. Starter Garuda; Wiwin, Mario Wuysang, Hendru Ramli, Denny Sumargo, dan Lolik berjibaku luar biasa menghadapi kombinasi pemain senior dan pemain muda Aspac yang menurunkan starter; Mario Gerungan, Rizky Efendi, Antonius Joko, Xaverius Prawiro, dan Isman Toyib.

Mario Wuysang membukukan poin terbanyak bagi Garuda pada kuarter pertama dengan raihan 8 angka. Jumlah angka yang sama dengan yang dikumpulkan oleh Rizky Efendi dari kubu Aspac. Aspc menutup kuarter pertama dengan keunggulan 20-17 atas Garuda.

Pada kuarter kedua, Garuda dan Aspac bermain sama kuat. Ini terlihat dari perolehan angka sama pada akhir kuarter ini 15-15 sehingga skor akhir kuarter kedua adalah 35-32 masih untuk keunggulan Aspac.

Kebangkitan Garuda terjadi pada kuarter ketiga. Permainan yang agresif kembali ditunjukkan para pemain Garuda terutama Lolik dan Mario. Denny dan Donnda pun bermain sangat cemerlang. Garuda menutup kuarter ketiga dengan semangat kemenangan 51-44 untuk Garuda.

Di sisa 2 menit terakhir pertandingan, Coach Cecep mulai menerapkan strategi mengambil foul dan membombardir Garuda dengan tembakan tiga angka yang sangat jitu yang dilesakkan baik oleh Xaverius maupun Rizky Efendi. Buruknya eksekusi tembakan penalti para pemain Garuda hampir saja membuat Aspac berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan. Namun kesalahan-kesalahan operan membuat Garuda justru mampu memperlebar jarak. Pertandingan berakhir dengan skor 74-62 untuk kemenangan Garuda.

Denny Sumargo memimpin raihan angka bagi Garuda dengan 21 poin disusul Mario dengan 18 poin.

(Foto oleh Ino Afiar)

Denny Sumargo, Love Him or Love Him More (Wawancara Singkat dengan Denny Sumargo)

Salah satu pemain paling baik di Indonesian Basketball League yang bermain untuk Garuda Flexi Bandung ini ngobrol sedikit dengan gw tentang Garuda dan dirinya. (cetak tebal adalah pertanyaan gw)

Potensi Garuda di tahun 2010?

no comment

Pengaruh kepergian Kelly?

Gak ada

Kelebihan Garuda?

Garuda memiliki pemain-pemain yang berpengalaman dan bagus-bagus.

Kekurangan Garuda?

Pelatih kurang mampu meramu dan mengoptimalkan potensi individu setiap pemain Garuda.

Pemain terbaik IBL saat ini?

Gw suka Riko (terakhir main untuk Aspac Jakarta), sayang dia sudah berhenti. Gw respek sama Romy Chandra (Pelita Jaya Esia Jakarta).

Ada lagi?

Gw. (Denny tersenyum)

Hal yang membuat bisa sampai pada posisi sekarang?

Tuhan. (senyum lagi)

Lu pemain yang egois.

Terserah orang bilang apa, silahkan lihat statistik permainan gw.

Hal tidak menyenangkan saat bermain/bertanding basket?

Ketika orang sudah tidak lagi bermain menggunakan hati. Ketika orang-orang hanya bermain semata karena ini adalah pekerjaannya. Gw gak suka.

Pelajaran berharga dari bermain basket?

Attitude, disiplin.

Mimpi yang belum tercapai?

Menikah.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” Mario Wuysang via Twitter (Hari 4 Turnamen IBL 2009)

Sedari kuarter pertama, Garuda terlihat malas-malasan. Entah siapa yang bertugas menyuntikkan motivasi ke tim ini sehingga Garuda terlihat sangat meremehkan Citra Satria atau malah mungkin kualitas permainan Garuda memang sudah sangat merosot.

Kuarter pertama jelas menjadi milik Citra Satria. Kelemahan pertahanan yang sebenarnya lebih karena keengganan dalam menjaga daripada sebuah pertahanan kokoh yang memang berhasil ditembus membuat Citra Satria menutup kuarter pertama dengan keunggulan kedudukan 17-12.

Harapan bahwa Garuda bermain baik pada kuarter kedua tidak terjadi. Justru Citra Satria semakin panas. Ofisial dan para pemain cadangan mereka tanpa henti memberi semangat mengalahkan penonton GOR C-Tra yang mendukung Garuda. Citra Satria masih unggul dengan skor 25-24.

Masuknya Agustinus D. Sigar pada kuarter ketiga memberi tenaga baru bagi Garuda. Pemain yang sepertinya sudah mulai dipandang sebelah mata oleh Coach Ebos ini menyarangkan dua kali tembakan tiga angka berturut-turut untuk membawa Garuda perlahan-lahan unggul. 43-41 untuk keunggulan tipis Garuda menutup kuarter 3.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” yang diungkapkan Mario via twitter-nya sangat-SANGAT mewakili permainan buruk Garuda petang tadi. Skor akhir 56-51 untuk kemenangan buruk Garuda Flexi Bandung.

Bima Sakti Nikko Steel menang berkat buzzer beater Danny Harahap!

Pertandingan bersisa 7 detik ketika Bima sakti memegang kendali bola dan tertinggal 45-47 dari Stadium Bhinneka. Danny yang biasanya beroperasi di bawah ring tanpa disangka-sangka melakukan tembakan 3 angka dan masuk pada sisa 1 detik terakhir dan membawa Bima Sakti menang 48-47. Selamat Bima Sakti. Bravo Danny Harahap!

(Foto Mario bukan dari pertandingan tadi, sorry..hohoo)

Garuda Flexi Bandung, Ada yang Kurang dari Tim Ini, tapi Entah Apa..

Benar kemarin pada lanjutan Turnamen IBL 2009 pool B Garuda Flexi Bandung mengalahkan Bima Sakti Nikko Steel Malang dengan skor 72 – 54. Terlihat jauh memang jarak skornya. Namun jika dilihat langsung, permainan Garuda masih sangat di bawah performa yang baik. “Entah apa” di atas sebenarnya sangat mudah terbaca jika kita menyaksikan langsung.

Gw akan memberikan opini subyektif gw dan silahkan interpretasikan sendiri. Ada pemain Garuda yang merasa bintang padahal sebenarnya permainannya biasa-biasa saja. Itu yang pertama.

Kedua, beberapa pemain Garuda (termasuk yang merasa diri bintang) sebenarnya memiliki kepercayaan diri yang cukup rendah.

Silahkan benci gw karena tulisan ini, tetapi itulah yang gw lihat di lapangan!