Malaysia Bawa Pemain Afrika di Surabaya International Challenge 2009, Surabaya 4-6 Desember (Garuda dan CLS Knights Wakil Indonesia)

SURABAYA – Aroma pemain multinasional akan semakin kental di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 di DBL Arena Surabaya pada 4–6 Desember nanti. NBL Selection dari Malaysia akan membawa empat pemain impor sekaligus. Jumlah tersebut lebih banyak dari rencana sebelumnya, yakni dua pemain asing.

”Sampai hari ini (kemarin, Red), tim kami terus melakukan seleksi. Besok (hari ini, Red) bisa kami umumkan susunan resminya,” kata Tan Kee Hian, commissioner NBL, liga basket tertinggi di Malaysia, kepada Jawa Pos melalui sambungan internasional kemarin (29/11).

Seperti rencana semula, pemain asal Filipina akan mereka datangkan. Jumlahnya ada dua orang. Sedangkan dua lainnya tidak berasal dari Australia seperti direncanakan. ”Sisanya, kami akan membawa pemain asal Afrika. Saat ini, kami sedang menyeleksi tiga pemain dari sana, dua dari Nigeria dan seorang dari Kamerun,” papar Kee Hian.

Kee Hian belum bersedia mengungkapkan nama-nama pemain asing itu kemarin. Namun, dia dengan yakin menyatakan bahwa mereka akan mampu diandalkan untuk mempertahankan gelar juara SIC yang direbut Malaysia tahun lalu. Saat itu, NBL menurunkan Segamat Johor.

”Pemain Afrika kami memiliki tinggi 200 cm dan 190 cm. Mereka memiliki power yang sangat baik, bisa kami andalkan untuk permainan dalam,” papar Kee Hian.

Seperti kebanyakan pemain Asia, pemain Filipina selama ini dikenal dengan kegesitannya. Pemain dari negara yang menjadi kiblat basket di Asia Tenggara itu kualitasnya semakin terjamin karena pernah tampil di kompetisi basket terbaik di sana, PBA.

Menarik untuk disaksikan perpaduan permainan flamboyan pemain asal Filipina dan gaya bertenaga pemain Afrika di NBL Selection itu. Kee Hian yakin, timnya mampu mengatasi Darwin Airport Resort All-Star asal Australia serta dua tim Indonesia, CLS Knights dan Garuda Flexi Bandung, di RP7 SIC.

Dalam kejuaraan yang dihelat selama tiga hari tersebut, empat tim akan bersaing dalam babak round robin. Dua tim dengan poin terbanyak berhak melaju ke partai puncak.

Soal lawan-lawan yang akan dihadapi tahun ini, Kee Hian telah mendapatkan informasi bahwa mereka lebih kuat dibandingkan tahun lalu. Benar saja, Garuda yang menggantikan posisi Bhinneka adalah salah satu tim terbaik di tanah air. Tim yang diperkuat Mario Wuysang dan Denny Sumargo tersebut merupakan salah satu kandidat juara Turnamen IBL yang saat ini sedang berlangsung. Sedangkan Darwin Airport Resort All-Star diperkuat banyak pemain dengan tinggi di atas dua meter.

RP7 SIC tidak hanya menyajikan pertandingan basket internasional. Di hari terakhir even tersebut (Minggu, 6 Desember), para pemain akan unjuk kebolehan dalam RP7 Slam Dunk Contest, Flexi Three Point Contest, dan Beat Speed Challenge.

(Dari teman-teman di Jawa Pos – Foto: Michael LeBlanc, pemain Segamat Johor Malaysia tahun lalu ketika tim itu mengikuti Surabaya International Challenge 2008. LeBlanc adalah pemain asal Amerika Serikat yang memegang andil besar atas kemenangan Malaysia di SIC. Pada 2009, Malaysia ingin mempertahankan gelar juaranya di turnamen tersebut.)

Membakar! Empat Besar Turnamen IBL 2009, GOR C-Tra Arena Bandung 11 dan 13 Desember

Empat tim yang memastikan diri lolos babak empat besar Turnamen IBL 2009 akan berlaga di GOR C-Tra Arena Bandung pada tanggal 11 dan 13 Desember. Juara pool A, Pelita Jaya Esia Jakarta akan menghadapi Aspac Jakarta, posisi dua pool B. Garuda Flexi Bandung yang mengalahkan Aspac untuk menempati kedudukan pertama pada pool B akan menghadapi musuh bebuyutan mereka Satria Muda Britama Jakarta yang menempati tangga kedua dari puncak pool A.

Akan panas! Akan sangat membakar!! Sampai jumpa kembali di GOR C-Tra Arena Bandung tanggal 11 dan 13 Desember. Jangan ragu untuk menunjukkan dukungan kepada tim jagoan masing-masing karena tim kalian membutuhkannya!!!

Garuda Flexi Bandung Pimpin Pool B Turnamen IBL 2009

Strategi yang sama yang diterapkan oleh Coach Cecep saat mengalahkan Garuda pada semi final kompetisi reguler IBL pertengahan 2009 lalu hampir saja kembali membungkam Garuda pada detik-detik terakhir pertandingan terakhir Turnamen IBL 2009 Pool B, Bandung.

Pertandingan berjalan seru dan ketat sejak kuarter pertama dimulai. Starter Garuda; Wiwin, Mario Wuysang, Hendru Ramli, Denny Sumargo, dan Lolik berjibaku luar biasa menghadapi kombinasi pemain senior dan pemain muda Aspac yang menurunkan starter; Mario Gerungan, Rizky Efendi, Antonius Joko, Xaverius Prawiro, dan Isman Toyib.

Mario Wuysang membukukan poin terbanyak bagi Garuda pada kuarter pertama dengan raihan 8 angka. Jumlah angka yang sama dengan yang dikumpulkan oleh Rizky Efendi dari kubu Aspac. Aspc menutup kuarter pertama dengan keunggulan 20-17 atas Garuda.

Pada kuarter kedua, Garuda dan Aspac bermain sama kuat. Ini terlihat dari perolehan angka sama pada akhir kuarter ini 15-15 sehingga skor akhir kuarter kedua adalah 35-32 masih untuk keunggulan Aspac.

Kebangkitan Garuda terjadi pada kuarter ketiga. Permainan yang agresif kembali ditunjukkan para pemain Garuda terutama Lolik dan Mario. Denny dan Donnda pun bermain sangat cemerlang. Garuda menutup kuarter ketiga dengan semangat kemenangan 51-44 untuk Garuda.

Di sisa 2 menit terakhir pertandingan, Coach Cecep mulai menerapkan strategi mengambil foul dan membombardir Garuda dengan tembakan tiga angka yang sangat jitu yang dilesakkan baik oleh Xaverius maupun Rizky Efendi. Buruknya eksekusi tembakan penalti para pemain Garuda hampir saja membuat Aspac berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan. Namun kesalahan-kesalahan operan membuat Garuda justru mampu memperlebar jarak. Pertandingan berakhir dengan skor 74-62 untuk kemenangan Garuda.

Denny Sumargo memimpin raihan angka bagi Garuda dengan 21 poin disusul Mario dengan 18 poin.

(Foto oleh Ino Afiar)

Denny Sumargo, Love Him or Love Him More (Wawancara Singkat dengan Denny Sumargo)

Salah satu pemain paling baik di Indonesian Basketball League yang bermain untuk Garuda Flexi Bandung ini ngobrol sedikit dengan gw tentang Garuda dan dirinya. (cetak tebal adalah pertanyaan gw)

Potensi Garuda di tahun 2010?

no comment

Pengaruh kepergian Kelly?

Gak ada

Kelebihan Garuda?

Garuda memiliki pemain-pemain yang berpengalaman dan bagus-bagus.

Kekurangan Garuda?

Pelatih kurang mampu meramu dan mengoptimalkan potensi individu setiap pemain Garuda.

Pemain terbaik IBL saat ini?

Gw suka Riko (terakhir main untuk Aspac Jakarta), sayang dia sudah berhenti. Gw respek sama Romy Chandra (Pelita Jaya Esia Jakarta).

Ada lagi?

Gw. (Denny tersenyum)

Hal yang membuat bisa sampai pada posisi sekarang?

Tuhan. (senyum lagi)

Lu pemain yang egois.

Terserah orang bilang apa, silahkan lihat statistik permainan gw.

Hal tidak menyenangkan saat bermain/bertanding basket?

Ketika orang sudah tidak lagi bermain menggunakan hati. Ketika orang-orang hanya bermain semata karena ini adalah pekerjaannya. Gw gak suka.

Pelajaran berharga dari bermain basket?

Attitude, disiplin.

Mimpi yang belum tercapai?

Menikah.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” Mario Wuysang via Twitter (Hari 4 Turnamen IBL 2009)

Sedari kuarter pertama, Garuda terlihat malas-malasan. Entah siapa yang bertugas menyuntikkan motivasi ke tim ini sehingga Garuda terlihat sangat meremehkan Citra Satria atau malah mungkin kualitas permainan Garuda memang sudah sangat merosot.

Kuarter pertama jelas menjadi milik Citra Satria. Kelemahan pertahanan yang sebenarnya lebih karena keengganan dalam menjaga daripada sebuah pertahanan kokoh yang memang berhasil ditembus membuat Citra Satria menutup kuarter pertama dengan keunggulan kedudukan 17-12.

Harapan bahwa Garuda bermain baik pada kuarter kedua tidak terjadi. Justru Citra Satria semakin panas. Ofisial dan para pemain cadangan mereka tanpa henti memberi semangat mengalahkan penonton GOR C-Tra yang mendukung Garuda. Citra Satria masih unggul dengan skor 25-24.

Masuknya Agustinus D. Sigar pada kuarter ketiga memberi tenaga baru bagi Garuda. Pemain yang sepertinya sudah mulai dipandang sebelah mata oleh Coach Ebos ini menyarangkan dua kali tembakan tiga angka berturut-turut untuk membawa Garuda perlahan-lahan unggul. 43-41 untuk keunggulan tipis Garuda menutup kuarter 3.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” yang diungkapkan Mario via twitter-nya sangat-SANGAT mewakili permainan buruk Garuda petang tadi. Skor akhir 56-51 untuk kemenangan buruk Garuda Flexi Bandung.

Bima Sakti Nikko Steel menang berkat buzzer beater Danny Harahap!

Pertandingan bersisa 7 detik ketika Bima sakti memegang kendali bola dan tertinggal 45-47 dari Stadium Bhinneka. Danny yang biasanya beroperasi di bawah ring tanpa disangka-sangka melakukan tembakan 3 angka dan masuk pada sisa 1 detik terakhir dan membawa Bima Sakti menang 48-47. Selamat Bima Sakti. Bravo Danny Harahap!

(Foto Mario bukan dari pertandingan tadi, sorry..hohoo)

Garuda Flexi Bandung, Ada yang Kurang dari Tim Ini, tapi Entah Apa..

Benar kemarin pada lanjutan Turnamen IBL 2009 pool B Garuda Flexi Bandung mengalahkan Bima Sakti Nikko Steel Malang dengan skor 72 – 54. Terlihat jauh memang jarak skornya. Namun jika dilihat langsung, permainan Garuda masih sangat di bawah performa yang baik. “Entah apa” di atas sebenarnya sangat mudah terbaca jika kita menyaksikan langsung.

Gw akan memberikan opini subyektif gw dan silahkan interpretasikan sendiri. Ada pemain Garuda yang merasa bintang padahal sebenarnya permainannya biasa-biasa saja. Itu yang pertama.

Kedua, beberapa pemain Garuda (termasuk yang merasa diri bintang) sebenarnya memiliki kepercayaan diri yang cukup rendah.

Silahkan benci gw karena tulisan ini, tetapi itulah yang gw lihat di lapangan!

Selamat! Universitas Surabaya (Ubaya) Juara Libamanas 2009

Juara bertahan STIE Bhakti Pembangunan akhirnya harus menyerahkan mahkota juara kepada yang lebih layak tahun ini, Universitas Surabaya! Ubaya menyudahi perlawanan STIE BP dengan kedudukan akhir 78-74.

Partai final yang diadakan di Hal Basket Senayan Jakarta kemarin menunjukkan betapa pertahanan yang sembrono sangat mudah dikunci dan dikalahkan oleh sebuah permainan yang solid. Anak-anak Ubaya membuktikannya! Selamat!

ABFI Perbanas juara Libamanas 2009 Putri

Pada final putri ABFI Perbanas mengalahkan Ubaya 68-51 dan menjadi juara.

Garuda Flexi Bandung dan Aspac Jakarta Melaju (Hari 1 Turnamen IBL Pool B)

(dua wartawan Mainbasket yang gak bawa kamera karena hujan gede banget di Bandung dan takut kameranya kebasahan..hohoo –eh perhatikan gambar dan tulisan di t-shirt mereka. Aha!)

Walau tak banyak disaksikan penonton yang memang lebih menunggu pertandingan antara Garuda Flexi Bandung kontra Stadium Bhinneka Solo, pertandingan antara Bima Sakti Nikko Steel Malang melawan Aspac Jakarta sangat sengit. Kejar-mengejar angka terjadi hingga kuarter 3. Pada kuarter 1, Bima Sakti hanya tertinggal 3 angka, 16-13. Bima Sakti bangkit dan membalas dengan menutup kuarter 2 dengan skor 27-29, unggul dua angka di atas Aspac.

Bima Sakti mulai kehilangan konsentrasi pada kuarter 3 dan tertinggal cukup jauh, 50-35. Kecemerlangan para pemain muda Aspac menutup pertandingan dengan skor 74-61.

Garuda Flexi Bandung bermain santai

Di hadapan pendukung sendiri yang memenuhi GOR C-Tra Arena, Mario Wuysang, yang banyak menjadi pengatur serangan beserta Denny Sumargo cs, bermain cukup tenang ketika mengalahkan Stadium Bhinneka Solo yang dinakhodai pelatih kepala mantan pemain Garuda, A. Winar (Coach Ahang).

Teriakan-teriakan coach Ahang dari sisi lapangan malah lebih membuat para pemain Stadium kebingungan menghadapi gempuran Mario Wuysang dkk. Lolik bermain sangat dahsyat dan mengemas 13 angka. Mario Wuysang memimpin raihan angka dengan mengoleksi 22 poin dan 3 assist. Disusul Indra Bagong 15 angka dan Denny Sumargo 8 poin.

Garuda membungkus kemenangan telak atas Stadium Bhinneka 70-47.

Dari Jakarta (pool A)

Satria Muda BritAma Jakarta mengalahkan Nuvo CLS Knights Surabaya dengan kedudukan 64-56. Tim panas lainnya, Pelita Jaya Esia Jakarta juga membanting MUBA Hangtuah Indonesia Muda dengan skor 88-38.

Garuda Flexi Bandung dan Aspac Jakarta Siap Menggebrak Turnamen IBL 2009 Pool B

Garuda Flexi Bandung tampil berlatih dalam skuad penuh! Minus Kelly Purwanto tentunya yang hengkang ke Pelita Jaya Esia Jakarta. Garuda juga terlihat sangat meyakinkan. Shooting-shooting selalu masuk! Mario Wuysang, Denny Sumargo, Andre Tiara, Lolik, dan kawan-kawan tak pernah terlihat lebih kompak! Mereka terlihat sangat-sangat yakin!!

Gepeng jelas tak terlihat dalam latihan resmi Aspac Jakarta sore tadi karena memang sudah pindah ke Pelita Jaya Esia Jakarta. Barangkali gw terlewat mengenai berita kepindahan atau apapun, sore tadi gw juga tidak melihat Rikko dan Xaverius. Satu hal yang jelas, Aspac Jakarta terlihat santai namun fokus dalam berlatih.

(Maafkan kualitas kamera handphone gw yang masih bertaraf kampungan..hehe)

4 Tim Besar yang Akan Melaju di Turnamen IBL 2009 (Prediksi Gw)

Atas beberapa alasan di bawah ini, gw menjagokan empat tim yang akan melangkah ke semi final Turnamen Indonesian Basketball League 2009.

Garuda Flexi Bandung

Sang juara bertahan Turnamen IBL yang mengalahkan Satria Muda BritAma di final Turnamen IBL 2008. Selain sebagai juara bertahan, Garuda adalah tim yang tengah sakit hati atas kegagalan mereka pada kompetisi 2009 lalu (Turnamen ini akan menjadi ajang balas dendam mereka). Hengkangnya Kelly Purwanto tidak terlalu berpengaruh pada tim ini karena Andre Tiara dikabarkan telah kembali ke performa terbaiknya.

Aspac Jakarta

Tim yang puas sebagai runner-up pada kompetisi lalu ini berhasil memupuk dengan baik para pemain mudanya. Xaverius dan Pringgo menjelma menjadi dua orang pemain yang sangat ditakuti di liga. Jangan lupa pertahanan mereka sangat kokoh selama Isman Thoyib masih menjadi “satpam” di bawah ring. Walau sempat kalah dari Pelita Jaya Esia Jakarta pada ajang Mennegpora Cup di Palembang beberapa hari lalu, bukan berarti mereka sudah habis.

Pelita Jaya Esia Jakarta

“Kembalinya si anak hilang” Kelly Purwanto entah bagaimana menambah kepercayaan diri tim yang sangat berbenah menghadapi musim kompetisi 2010 nanti. Si “bayi ajaib” Andi batam pun semakin ajaib performanya. Suntikan pemain baru, Koming yang baru dibeli dari Bima Sakti Nikko Steel Malang juga menyuntikkan energi ekstra bagi tim kebanggaan keluarga Bakrie ini. Sejujurnya, Pelita Jaya Esia Jakarta saat ini lebih menakutkan daripada Satria Muda BritAma Jakarta.

Nuvo CLS Knights Surabaya

Selama beberapa tahun ke belakang, belum ada tim lain di IBL yang mampu menggusur predikat “kuda hitam” dari Nuvo CLS Knights Surabaya. Tahun lalu, Pelita Jaya Esia Jakarta merasakan ketenangan membunuh CLS Knights di babak play-off. Saat itu, CLS Knights melaju ke babak empat besar bersama Garuda, Satria Muda, dan Aspac. Tim asal Kota Pahlawan ini juga baru menuntaskan latih tanding mereka ke China. Walau selalu kalah pada setiap pertandingan persahabatan di China, CLS Knights mengaku membawa “kejutan” berupa pelajaran berharga yang siap digunakan untuk membungkam tim-tim IBL yang lain.

———

Tak ada Satria Muda BritAma Jakarta?

Mereka lebih memfokuskan diri pada liga ABL (ASEAN Basketball League). Gw rasa pemain yang turun di Turnamen IBL lebih banyak pemain lapis kedua. Teknik bermain lapis kedua boleh dibilang sejajar di antara pemain SM yang lain, namun mental dan pengalaman bertanding sangat-sangat diragukan.

Jadwal Pertandingan Turnamen IBL 2009 (24-28 November 2009)

Pool B. Bandung (GOR C-Tra Arena, Cikutra, Bandung)

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Aspac Jakarta vs Bima Sakti Nikko Steel Malang
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Stadium Bhinneka Solo

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Citra Satria Jakarta vs Aspac Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Bima Sakti Nikko Steel Malang

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Citra Satria Jakarta
17:00 – 19:00 Aspac Jakarta vs Stadium Bhinneka Solo

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Stadium Bhinneka Solo
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Citra Satria Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Stadium Bhinneka Solo vs Citra Satria Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Aspac Jakarta

——

Pool A. Jakarta

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Satria Muda BritAma Jakarta vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Muba Hangtuah IM Palembang

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Satria Muda BritAma Jakarta
18:00 – 20:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Pelita Jaya Esia Jakarta

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Muba Hangtuah IM Palembang
17:00 – 19:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Angsapura Evalube Medan

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Satria Muda BritAma Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Angsapura Evalube Medan
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Satria Muda BritAma Jakarta

Polisi Sebelas-Dua Belas dengan Wasit (Streetball, Contoh Anarkisme yang Baik?)

Sekuat apapun polisi berusaha memperbaiki citranya di mata masyarakat saat ini (kalau memang ada usaha untuk itu), lebih kuat lagi kecenderungan menghancurkan citra polisi yang dilakukan oleh polisi sendiri.

Posting ini terinspirasi suatu kala ketika gw keluar dari rumah pagi-pagi sekali. Gw perhatikan jalanan sangat ramai oleh orang-orang yang tengah menuju tempat kerja. Polisi berada di setiap sudut jalanan untuk memastikan jalanan tetap lancar.

Tugas polisi pagi itu sangat mulia. Mereka membantu masyarakat. Namun di mata gw -yang kebetulan sedang sinis- gw tidak melihat polisi semulia itu. Gw merasa polisi berada di setiap pojok jalan hanya untuk menunggu kesalahan pengguna jalan sehingga mereka dapat memberi tilang, dan dapat duit sogokan!

Kalian boleh tidak setuju dengan kata-kata gw. Namun itulah yang gw rasakan. Keberadaan polisi di suatu tempat alih-alih memberi rasa aman malah lebih membuat suasana menjadi mencekam.

Kekesalan gw terhadap polisi sedikit bertambah ketika seorang oknum polisi menulis pada status facebook-nya sebuah kalimat yang sangat menyebalkan dan menyakitkan yang kurang lebih berisi “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi.” (kepolisian kemudian dengan percaya diri –yang membuat mereka terlihat semakin bego– mengatakan bahwa akun anggotanya itu dibajak, –yeah right!).

Polisi ibarat wasit di dalam permainan basket

Wasit. Posisinya tehormat. Apapun keputusan yang keluar dari wasit selalu dihormati oleh pemain, walau terkadang keliru. Ini bisa terjadi karena wasit memiliki wibawa karena ia menjalankan tugasnya tanpa tujuan lain selain memimpin, mengawasi permainan agar berjalan sesuai aturan.

Gw tertarik pada pernyataan tolol “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi” yang katanya ditulis oleh pembajak tersebut (Urrgghhh..gw bisa banget nih berargumentasi bahwa akun facebook yang dibajak itu hanya akal-akalan untuk menyelamatkan muka doang. Tapi nanti malah kepanjangan tulisan ini.). Benarkah masyarakat butuh polisi? Jika masih dalam analogi polisi kurang lebih sama dengan wasit, benarkah sebuah permainan basket membutuhkan wasit?

Entah mengapa pertanyaan ini menggiring gw menjadi seorang pembela anarkisme. Anarkisme yang gw maksud bukanlah anarkisme dalam paham sempit yang populer digunakan di media pada umumnya yang hanya selalu digambarkan sebagai wakil dari brutalisme dan kekacauan. Anarkisme yang gw maksud adalah anarkisme yang ideal. Sebuah kondisi di mana aturan telah dipahami dan ditaati bersama tanpa perlu adanya pengawas atau penegak hukum.

Mungkinkah? Mari lihat permainan basket jalanan. Streetball istilah kerennya. Semua pemain adalah orang-orang yang telah paham tentang aturan dan cara bermain basket yang baik dan benar. Streetball adalah lahan melatih kejujuran. Ketika seorang pemain melakukan pelanggaran (foul), yang dilanggar akan berteriak bahwa ia telah dilanggar (fouled). Pelanggar dengan sukarela mengakui. Permainan berlanjut kembali. Ketika seorang pemain terlihat melakukan kesalahan, pemain lain akan menunjukkan kesalahan tersebut dan yang melakukan kesalahan dengan legawa menerimanya. Tidak ada wasit. Tidak butuh wasit!

Jika ada yang baru belajar basket, pemain-pemain lain membantu membimbing. Tak ada usaha untuk menipu atau membuat pemain yang baru belajar tersebut terus tenggelam dalam ketidaktahuannya sehingga terus-menerus melakukan kesalahan.

Permainan berjalan dengan seru, indah, dan ada yang menang dan kalah dan semua pemain senang dan bahagia. Inilah anarkisme yang ideal. Saking idealnya, banyak orang menganggapnya utopia. Utopia? Hmm, adakah polisi pada masa Nabi Muhammad Saw dulu?

“Federalisasi sukarela sebagai prinsip organisasi nasional” barangkali terdengar terlalu berat. Tetapi pernyataan bahwa gw rasa semua orang harus mengetahui etika dan perannya di dalam masyarakat dan sadar akan konsekuensinya bila melanggar adalah sebuah kalimat yang lebih mudah dimengerti. Mihkail Bakunin, sang bapak anarkisme barangkali mengangguk setuju. Sedangkan, kita-kita masih tetap akan menganggapnya sebagai sebuah utopia.

Jadi, apakah masyarakat butuh polisi? Hmm, gw rasa pertanyaan ini sebelas-dua belas dengan pertanyaan apakah kita butuh wasit untuk bermain basket?