Dua Tim Indonesia dan Satu Tim Luar Petik Kemenangan (Hari 1, L.A.L. World Challenge)

oleh: Rony Tjong

Hari pertama turnamen internasional L.A.L World Challenge berlangsung cukup meriah. Disaksikan sekitar kurang lebih 3000 pasang mata, dua tim Indonesia Aspac Jakarta dan CLS Knights berhasil memetik kemenangan dengan mengandaskan dua tim tamu Melaka Selection Malaysia dan Sunlot China. Sangat disayangkan, satu tim Indonesia harus menerima kekalahan dari tim kandidat kuat juara di turnamen Internasional ini; Gold Coast Australia.

Kekuatan Pemain Muda Aspac dan Dukungan Luar Biasa dari Kehadiran Pemain Asing

Aspac tampil beringas dalam laga perdana mereka melawan tim wakil Malaysia Melaka Selection, mereka berhasil menundukan Melaka dengan skor telak 82-65. Meski harus tampil dengan mayoritas pemain muda, tidak sedikit pun mengurangi kualitas permainan Aspac. Beberapa pemain muda seperti Okiwira (eks-Pelatnas), Abraham Yoel, Rizky Effendi berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Melaka Selection.

Kemenangan telak itu tidak lepas dari dukungan seorang pemain yang berasal dari Amerika Serikat, Anthony Johnson. Johnson mengemas 28 poin dan 15 rebound. Kehadiran pemain berusia 32 tahun itu memberikan dukungan yang luar biasa ke dalam tim yang mayoritas dihuni oleh pemain-pemain muda, terlihat ia suskes mengangkat mental rekan-rekan timnya.

Di samping itu, penampilan tim yang sempat menjuarai NBL Malaysia tiga tahun berturut-turut sangat mengecewakan. Terutama dalam pertahanan, beberapa kali para pemain Melaka melakukan kesalahan-kesalahan fundamental dalam defense, seperti jarang melakukan box-out dalam rebound, help side sering telat, dsb. Tampil dengan skuad muda untuk proyeksi tim nasional Malaysia, para pemain Melaka terlihat kurang memiliki jam terbang.

CLS Knights Tampil Garang di Kandang Sendiri

Bertindak sebagai tuan rumah, CLS Knights langsung tancap gas dalam penampilan pertama menghadapi tim dari China. CLS Knights berhasil menghajar Sunlot Guang Tian Dui dengan skor 75-57. Dalam laga tersebut, CLS Knights langsung jauh meninggalkan lawan di awal pertandingan, dan para pemain Sunlot terlihat kewalahan dengan permainan cepat tim tuan rumah.

Permainan gemirlang juga ditunjukan oleh pemain impor CLS Knights asal Amerika Serikat, Christopher E. Commons. Ia menjadi pengumpul poin terbanyak dan rebound terbanyak bagi CLS Knights dengan 34 poin dan 10 rebound. Seluruh poin itu diraih lewat tembakan-tembakan jarak jauh dan juga drive-drive tajam ke jantung pertahanan Sunlot China.

Kemenangan CLS Knights juga tak lepas dari kontribusi pemain-pemain lokal CLS Knights. Seluruh pemain memiliki Kontribusi yang berbeda-beda. Jeffry Bong, Agustinus Indrajaya, Dimaz Muharri sangat disiplin dalam menjaga pertahanan, sedangkan Sandy Kusuma dan Yayan Ekayana sangat merepotkan jantung pertahanan Klub yang bermarkas di Kota Xiamen China tersebut.

Muba Kalah Kelas dengan Tim Australia

Sementara itu di pertandingan terakhir, wakil Indonesia lainnya Muba Hangtuah harus mengakui keunggulan dari tim asal Australia Gold Coast Scoody All Star. Tim besutan Coach Nathaniel Canson itu, tidak mampu menahan gempuran-gempuran pemain Gold Coast yang memang diisi oleh pemain-pemain handal. Terlihat, Muba terlalu memaksakan Pemain asing mereka Kyle Cuffe bermain di bawah ring.

Kualitas permainan Gold Coast Australia ini memang terlihat jauh di atas Muba Hangtuah. Bisa dikatakan, mereka terbaik diantara lima peserta lainnya. Dimotori oleh James Harvey (Posisi PG/SG-mantan punggawa tim nasional Australia), mereka langsung tancap gas meninggalkan Muba di kuarter awal. Meskipun sempat memberikan perlawanan di awal pertandingan, Muba kehabisan tenaga untuk membendung gempuran-gempuran pemain Gold Goast. Gold Coast menutup laga dengan kemenangan telak 82-65.

Permainan Muba tidak terlalu Jelek, mereka kerap membuat repot pertahanan Pero Vasiljevic dan kawan-kawan. Sayangnya, itu tidak dibarengi dengan eksekusi yang baik. Salah satu pemain lokal Muba yang terlihat menonjol adalah Ary Sapto. Meskipun kalah postur dengan pemain-pemain Gold Coast, ia acap kali berhasil melakukan rebound di saat bertahan maupun menyerang.

Setelah berhadapan degan Gold Coast, pada hari ini (kemarin, red) Muba akan menghadapi tim yang dikalahkan oleh CLS Knights yakni Sunlot China. Semoga Muba dapat merebut kemenangan pertama mereka di ajang L.A.L. World Challenge 2011.

Hasil Pertandingan Kemarin (17/5)

Game 1: ASPAC JAKARTA (82) vs (65) MELAKA SELECTION
Game 2: CLS KNIGHTS (75) vs (57) SUNLOT CHINA
Game 3: MUBA HANGTUAH (65) vs (82) GOLD COAST AUSTRALIA

2 pemikiran pada “Dua Tim Indonesia dan Satu Tim Luar Petik Kemenangan (Hari 1, L.A.L. World Challenge)

  1. Tim melaka selection itu adalah tim KL Dragons tanpa pemain filipinanya dan dgn 1 import player..
    Good Job Indonesia ! Lal world cha. Seharusnya ngundang tim dr pilipin, biar teruji pemain lokal kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s