Ada yang Salah dengan Poster Lakeside vs Timnas Indonesia Ini!

Salahnya, kok kita jarang bikin kayak beginian yaa? Timnas lawan tim NBL apaa gitu.. (atau gw aja yang gak tahu.. hehee..) Terus, tiketnya dijual! Yup, dijual, yang artinya pertandingannya berharga dan patut disaksikan. Gratisan biasanya gak berharga. ..dan satu lagi, lihat kalimat pada bidang yang gw terangkan! Dang**!

*gambar dari blog Pelita Jaya

**setelah menulis ini, gw langsung ingat, “oh yaa kan pernah pas di Jogja.” :P

It’s Only Words #15

“Di liga profesional, tim yang sukses secara finansial bukanlah tim yang juara. Melainkan tim yang pemainnya selalu memberikan upaya 100 persen. Mengejar setiap bola lepas, memburu setiap rebound. Orang bisa melihat itu, dan akan menjadi penggemar fanatik kalau melihat itu. Tim seperti inilah yang justru sukses secara finansial, karena punya barisan pendukung banyak dan fanatis. Apa pun hasil yang mereka dapatkan.” Rob Beveridge, head coach Perth Wildcats.

*kutipan dari nblindonesia.com

“Safe Area Goražde”, Apa yang Terjadi di Bosnia ketika Michael Jordan Sedang Jago-jagonya!

Berapakah harga atau nilai dari sikap menghargai perbedaan dan keragaman? Banyak orang barangkali akan mengatakan “tak ternilai”. Nilainya tak bisa diukur dalam satuan tertentu. Harganya lebih berasa abstrak berupa sebuah kedamaian dalam hidup berdampingan dalam keragaman, keindahan menyaksikan rupa-rupa hasil karya perbedaan, saling hormat-menghormati dan toleransi bahkan saling menghargai. Barangkali, barangkali karena bentuk nilainya yang abstrak, terkadang kita justru lupa betapa pentingnya sikap menghargai sebuah perbedaan.

Jika keuntungan karena memiliki sikap menghargai perbedaan memiliki nilai yang abstrak, lain halnya jika kita tidak memiliki sikap tersebut. Membenci kelompok lain yang berbeda membangun prasangka-prasangka negatif. Prasangka negatif yang sangat mungkin membawa kita kepada dampak terusannya; kebencian, yang kemudian menyulut pertikaian. Dalam catatan sejarah, kebencian sebuah kelompok mayoritas atau berkuasa dan memiliki daya atas kelompok minoritas yang tak berdaya kerap berujung penindasan. Dan beberapa kali, ujungnya adalah pembantaian!

“Safe Area, Goražde” adalah sebuah novel grafis karya Joe Sacco yang terbit di tahun 2000 lalu. Novel ini ternyata agak telat gw baca karena novel grafis Joe Sacco yang lain, “Palestine” diterbitkan tahun 2001 telah lebih dulu gw baca. Safe Area bercerita tentang perang Bosnia (baca: pembantaian etnis Bosnia) di tahun 1992 hingga 1995. Sebuah perang yang dipicu oleh sikap tidak menghargai perbedaan.

Bagi beberap pihak, kejadian di Bosnia pada tahun 1992-1995 dikatakan sebagai perang, dan memang terjadi perang. Namun bagi banyak orang, apa yang terjadi sebenarnya adalah pembantaian etnis lemah oleh etnis yang jauh lebih kuat yang tak memiliki apresiasi atas keragaman dan dengan sengaja menumbuhkan rasa paranoid pada diri sendiri lalu dikembangkan menjadi sebuah propaganda.

Melalui novel grafis ini, Joe sacco menggambarkan dengan sangat baik situasi yang terjadi di Goražde, salah satu kota di Bosnia yang penduduknya dibantai. Joe Sacco menceritakan kembali cerita-cerita dari warga Goražde yang selamat. Kengerian dan ketegangan berhasil digambarkan dengan baik oleh Joe sacco melalui guratan-guratan gambar komiknya. Dan juga kalimat-kalimat satirnya. Selain ketegangan dan kengerian, Joe Sacco juga menceritakan kehidupan sehari-hari warga Goražde yang masih tegang dalam masa gencatan senjata yang tak menentu.

Kembali ke nilai atau harga dari sebuah “penghargaan atas keragaman”, harga dari hilangnya sikap ini pada konflik Bosnia adalah sekitar 100.000 hingga 110.000 manusia kehilngan nyawa, dua juta lebih pengungsi, dan ah, banyak, sangat banyak sekali korban perkosaan. Itu semua belum termasuk kerugian materi.

Novel ini bagus untuk dibaca karena ketika kita, anak basket sedang asyik masyuk menikmati kehebatan Michael Jordan yang berlaga lalu pensiun lalu masuk lagi ke Chicago Bulls hingga 1998, di belahan dunia lain, di Bosnia, ada pembantaian masal! Baca buku, buka mata :(

*ada dua scene dalam novel grafis ini di mana sang tokoh tengah membicarakan Michael Jordan dan Clyde Drexler :P

Cedric Ceballos yang Juara Slam Dunk Contest 1992 atau yang Rapper? Dua-duanya :D

Salah satu pemain veteran legenda NBA yang akan datang dan ikut bermain di ajang NBL Indonesia Challenge 22 Juni di Jakarta dan 25 Juni di Surabaya nanti adalah Cedric Ceballos. Selain pernah bermain di Dallas Mavericks, Detroit Pistons, dan Miami Heat, Ceballos sangat menonjol ketika bermain bersama Charles Barkley di Phoenix Suns dan juga ketika pindah dan bermain untuk Los Angeles Lakers.

Bersama Phoenix Suns di tahun 1992-1993, Ceballos membukukan rerata field goal tertinggi di NBA dengan persentase 57,6 persen sekaligus menembus final NBA namun kalah dari Chicago Bulls, 4-2 yang kala itu bersama Michael Jordan. Ketika pindah ke L.A. Lakers, di musim 1994-1995 Ceballos merupakan pengumpul rata-rata angka terbanyak dalam timnya dengan 21,7 poin per game dan masuk dalam jajaran pemain NBA All-Star. Demikian pula pada musim selanjutnya, 1995-1996, Ceballos mengumpulkan rata-rata angka tertinggi di Lakers dengan 21,2 poin per game dan menjadi pemain Lakers pertama sejak 20 tahun sebelumnya yang mampu mencetak 50 poin dalam satu game. Sayang tahun itu Ceballos tidak masuk All-Star.

Prestasi Ceballos yang paling lekat dalam ingatan penggemar NBA adalah ketika ia memenangkan slam dunk contest di tahun 1992. Ketika itu ia mengalahkan salah satu slam dunker terhebat di NBA, Shawn Kemp dan Larry Johnson. Gaya Ceballos sangat-sangat unik! Perhatikan:

Cedric Ceballos ternyata tak hanya jago basket. Ia pun seorang rapper. Bahkan dalam salah satu petikan wawancara dengan majalah Slam, Ceballos mengaku bahwa passion utamanya sebenarnya adalah musik. Namun setamat SMA, Ceballos kemudian serius menggeluti basket dan semakin dalam “terjerumus” ke dalamnya. Dibantu oleh Warren G, Cedric Ceballos akhirnya sempat mengeluarkan satu single berjudul “Flow On” dalam album kompilasi berjudul “B-Ball’s Best Kept Secret”. Album tersebut adalah album hiphop yang dibawakan oleh para pemain NBA seperti; Shaquille O’Neal, Gary Payton, Jason Kidd, Brian Shaw, dan tentunya Cedric Ceballos. Tengok videonya!

Jawaban untuk yang Rindu NBL Indonesia All-Star :D

Bulan Februari lalu, ketika NBL Indonesia 2010-2011 Seri Jakarta tengah bergulir dan NBA All-Star 2011 sedang gencar-gencar berpromosi dan akan dilaksanakan pada 18 hingga 20 Februari, banyak yang bertanya, “kapan NBL Indonesia All-Star?” atau sekadar, “akan ada NBL Indonesia All-Star gak sih?”

Rasa penasaran tersebut gw teruskan kepada teman-teman di DBL Indonesia, penyelenggara NBL Indonesia. Jawaban mereka, teman-teman yang gw tanyakan sangat singkat, “gak boleh diomongin!” Kenapa gak boleh diomongin? Gusar gw. Rupanya, ngomongin NBL Indonesia All Star ketika itu akan membuat pekerjaan teman-teman di DBL Indonesia semakin banyak di sela kesibukan mengurus NBL Indonesia dan liga pelajar yang memang tengah tumpuk-menumpuknya. Pertanyan serupa juga gw lontarkan kepada Azrul Ananda, “gak bikin All-Star mas?” Bertolak dari hasil laga eksebisi tim Pelatnas di Yogyakarta (yang notabene bisa juga dikatakan NBL Indonesia All-Star), Azrul kurang lebih mengatakan ia ingin yang sedikit lebih seru :D

Menyelenggarakan NBL Indonesia All-Star di antara usainya musim reguler dan memasuki babak Championship Series (play offs) terdengar seperti sebuah ide cemerlang. Namun tampaknya tidak demikian adanya. Tim-tim NBL Indonesia tengah konsentrasi memutar-mutar lensa tenaga dan strategi untuk fokus kepada play offs yang menjalankan sistem yang sangat seram, kalah-keluar!

Dua bulan setelah NBL Indonesia 2010-2011 usai, NBL Indonesia memberi angin gembira dengan hembusan kabar akan menyelenggarakan NBL Indonesia Challenge yang akan mempertemukan para pemain NBL Indonesia pilihan dengan beberapa orang veteran legenda NBA dan pemain-pemain NBA Development League. Akhirnya, ini bisa jadi lebih seru daripada sekadar NBL Indonesia All-Star :D

Tetapi…

Bukankah para “All-Star” kita tengah berkumpul di Pelatnas untuk persiapan SEA Games? Benar. Dan mereka gak akan main di NBL Indonesia Challenge nanti. Barangkali lebih seru memang jika melihat Rony Gunawan atau Xaverius Prawiro atau Om Lolik bermain di NBL Indonesia Challenge. Tetapi bagi gw, NBL Indonesia punya lebih banyak All-Star daripada yang dibayangkan. Jangan lupa, Denny Sumargo tak ikut Pelatnas, demikian juga Kelly Purwanto, Dimaz Muharri, atau Youbel Sondakh, dan lain-lain. Dan nama-nama tersebut sangat-sangat mungkin ikut meramaikan NBL Indonesia Challenge di bulan Juni nanti :D

Tetapi lagi…

Mengapa bukan Magic Johnson dan Michael Jordan yang datang? Ada lho yang bertanya demikian. Michael Jordan dan Magic Johnson adalah dua nama hebat. Mereka lagi sibuk :D

Cedric Ceballos, salah seorang veteran legenda NBA yang akan ikut bermain adalah mantan top scorer Los Angeles Lakers (All-Star 1995). Selain pernah terpilih masuk NBA All-Star, Ceballos juga pernah bikin sensasi saat meraih gelar juara NBA Slam Dunk pada 1992. Lalu ada juga Dale Ellis, mantan bintang Seattle SuperSonics (All-Star 1989). Dale Ellis pernah merebut juara NBA Three-Point Shootout 1989. Sebelum itu, pada 1987, Ellis meraih gelar NBA Most Improved Player. Veteran legenda lain yang akan ikut bermain adalah Clifford Robinson, mantan andalan Portland Trail Blazers (All-Star 1994). Selain ketiga eks All-Star di atas, akan hadir juga Voshon Lenard, juara NBA Three-Point Shootout 2004 saat membela Denver Nuggets. Lalu ada dua mantan pemain Los Angeles Lakers, Ike Nwankwo dan Duane Cooper. Datang bersama para veteran legenda NBA tersebut, enam orang pemain “beneran” dari NBA Development League. Jadi kalau “All-Star” NBL Indonesia berpikir bahwa laga nanti adalah laga melawan para pensiunan, mereka salah :D

Tim USA Legends akan menghadapi NBL Indonesia di Hall A Senayan Jakarta tanggal 22 Juni, lalu terbang ke DBL Arena Surabaya pada 25 Juni mendatang. Waktunya kita, penggemar basket Indonesia untuk menyaksikan event langka nan seru ini. Bikin ramai dan heboh sampai tiba-tiba suatu saat nanti Jordan dan Johnson meninggalkan kesibukan mereka dan bilang “gw mau main-main ke Indonesia.”

:D

Cedric Ceballos, Clifford Robinson, Dale Ellis, Voshon Lenard, dkk Tantang NBL Indonesia!

Press Release dari NBL Indonesia

Tiga mantan NBA All-Star bakal menjadi bintang utama tim USA Legends, yang Juni nanti akan bertanding melawan tim bentukan National Basketball League (NBL) Indonesia di Jakarta dan Surabaya, di ajang Flexi NBL Indonesia Challenge 2011.

Mereka adalah Cedric Ceballos, mantan top scorer Los Angeles Lakers (All-Star 1995), Dale Ellis, mantan bintang Seattle SuperSonics (All-Star 1989), dan Clifford Robinson, mantan andalan Portland Trail Blazers (All-Star 1994).

Selain pernah terpilih masuk NBA All-Star, Ceballos juga pernah bikin sensasi saat meraih gelar juara NBA Slam Dunk pada 1992. Dale Ellis pernah merebut juara NBA Three-Point Shootout 1989. Sebelum itu, pada 1987, Ellis meraih gelar NBA Most Improved Player. Sedangkan Clifford Robinson pada 1993 juga meraih gelar Sixth Man of the Year.

Selain ketiga eks All-Star di atas, akan hadir pula Voshon Lenard, mantan juara NBA Three-Point Shootout 2004 saat membela Denver Nuggets. Lalu ada dua mantan pemain Los Angeles Lakers, Ike Nwankwo dan Duane Cooper. Selain enam mantan pemain NBA di atas, tim USA Legends akan diperkuat enam orang pemain hebat dari NBA Development League.

Menurut jadwal, tim USA Legends ini akan menghadapi NBL Indonesia Selection Team di Hall A Senayan Jakarta pada 22 Juni, lalu di DBL Arena Surabaya pada 25 Juni mendatang.

“Kami senang dan bangga bisa menyelenggarakan Flexi NBL Indonesia Challenge 2011. Bukan hal mudah mendatangkan tim seperti ini. Kami yakin, kalau tahun ini sukses, semakin banyak bintang basket dunia yang ingin menunjukkan kemampuan mereka di Indonesia,” kata Azrul Ananda, direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sekaligus commissioner NBL Indonesia, penyelenggara even ini.

David Chu, general manager USA Legends, mengaku tak sabar segera menyapa penggemar basket di Indonesia. “Even ini bersejarah. Untuk kali pertama, ada tim beranggotakan enam mantan pemain NBA, termasuk tiga orang All-Star, bertanding melawan bintang-bintang NBL Indonesia,” katanya. “Kami senang bisa bekerja sama dengan PT DBL Indonesia, organisasi yang sangat profesional di Indonesia. Kami yakin even ini adalah awal dari kunjungan rutin tim USA Legends ke Indonesia,” tambahnya.

Tim NBL Indonesia sendiri akan berisikan pemain-pemain dari sepuluh klub peserta liga tertinggi di tanah air tersebut. Kebanyakan adalah pemain muda, didukung bintang-bintang populer. Sejauh ini, nama yang sudah dipastikan oleh penyelenggara adalah Denny Sumargo (Garuda Flexi), Dimaz Muharri (CLS Knights), Oki Wira Sanjaya (Aspac), serta para peraih award musim 2010-2011 seperti Dian Heryadi (top rebound, Muba Hangtuah Indonesia Muda) dan Valentino Wuwungan (rookie of the year, Satya Wacana Angsapura).

“Ketika merancang even ini beberapa bulan lalu, kami sebenarnya berniat mempertemukan All-Star NBL Indonesia dengan USA Legends. Tapi banyak bintang NBL Indonesia yang sekarang bertugas membela tim nasional. Jadi, kami memutuskan untuk membentuk NBL Indonesia Selection Team, yang berisikan banyak bintang muda. Kami berharap, even ini akan memberi mereka pengalaman berharga. Itu akan baik untuk masa depan NBL Indonesia, dan tentu saja masa depan basket Indonesia,” papar Azrul.

Susunan lengkap NBL Indonesia Selection Team akan diumumkan dalam waktu dekat. “Kami terus berkoordinasi dengan tim nasional tentang pemain,” pungkas Azrul.

Selain datang bertanding di Flexi NBL Indonesia Challenge 2011, barisan USA Legends juga akan menghadiri peluncuran musim baru NBL Indonesia 2011-2012, yang rencananya dimulai Desember mendatang. (*)

Catatan Terakhir dari L.A.L. World Challenge Surabaya 2011

oleh: Rony Tjong

Tanpa Gairah di Laga Penutupan; Kontes Slam Dunk Terbaik (Hari 5 L.A.L. World Challenge 2011)

Memasuki hari terakhir dari rangkaian perlehatan L.A.L. World Challenge 2011, beberapa tim tampil di bawah kapasitas yang dimiliki atau tanpa gairah mengejar kemenangan. Indikasinya terlihat dari selisih poin dari tiga pertandingan yang diselenggarakan. Pertama, Melaka Selection berhasil mengalakan Muba Hangtuah dengan skor 78-41. Di game kedua, lagi-lagi tim kuat asal Australia harus bertekuk lutut dengan tim Sunlot China 62-80. Di game pamungkas, CLS Knights harus mengakui keunggulan Aspac Jakarta dengan selisih poin yang cukup telak 78-93.

Salah satu faktor penyebab yang menjadi alasan utama kemerosotan peforma dari tim-tim yang bertanding adalah kelelahan. Selama lima hari berturut-turut tanpa istirahat, seluruh tim harus bermain. Ini jelas sangat menguras fisik dari para pemain. Faktor penyebab lain-nya adalah turnamen ini sudah membukukan CLS Knights sebagai Juara di hari ke empat. Sehingga hasil di hari kelima sudah tidak akan memengaruhi lagi untuk mencari tim juara. CLS Knights mengunci kemenangan pada hari ke empat setelah menang atas Muba Hangtuah dan kukuh berdiri di posisi puncak klasemen.

Perlehatan hari Kelima (penutupan) sedikit terangkat berkat diselenggarakannya kontes Slam dunk. Kontes ini sangat menjadi daya tarik dari penonton. Khalif Akbar (Aspac), Freddy Chen (CLS Knights), Teguh (Muba), Pero Vaseljevic (Gold Coast), dan terakhir wakil dari Sunlot memberikan tontonan yang sangat menghibur. Freddy Chen, melakukan Slam dunk sambil mengambil topi Dimaz yang diletakan di atas ring dan setelah mendarat dia langsung memakai-nya. Pero Vaseljevic, menjadi yang terbaik malam itu. Dia berhasil melakukan 2 kali Slam dunk keren, pertama Pero melakukan dunk dengan kedua tangan, di mana bola tersebut di berikan oleh James Harvey yang berdiri di atas Ring. Kedua, Pero melakukan Dunk dengan bergelantungan mengunakan tangan kiri dan langsung menceploskan bola dengan mengunakan tangan kanan.

CLS Knights Juara L.A.L. World Challenge 2011

Akhirnya, LALWC mentahbiskan CLS Knights Surabaya sebagai yang terbaik. CLS Knights kokoh di puncak Klasemen dengan rekor 4 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan dari 5 game yang dijalani. Posisi runner-up ditempati oleh Gold Coast Australia yang memiliki statistic sama dengan Aspac Jakarta 3 kemenangan dan 2 kekalahan. Akan tetapi, Gold Coast unggul head to head atas Aspac (Gold Coast mengalahkan Aspac di hari kedua LALWC).

Sementara itu, Muba Hangtuah harus puas berada di urutan ke-empat klasemen dan diikuti oleh Sunlot China di urutan kelima, serta Melaka Selection Malaysia di peringkat enam (juru kunci). Keberhasilan dari tim-tim Indonesia untuk dapat bersaing dengan tim-tim luar tidak lepas dari peranan pemain Asing (foreign player).

Peranan pemain asing sangat membantu dan menambah kekuatan tim-tim Indonesia. Ketiga pemain asing Chris Commons (CLS Knights), Kyle Cuffe (Muba Hangtuah), dan Antohny Johnson (Aspac) sangat produktif semenjak bermain di LALWC. Meskipun selalu menjadi mesin poin utama, peranan pemain asing justru membantu mengangkat peforma dari pemain lokal di masing-masing tim. Sandy Kusuma (CLS Knights), Dimaz Muhhari (CLS Knights), Oki Wira (Aspac), Rama (Aspac), Wilopo (Muba), Teguh (Muba) merasakan manfaat dari kehadiran pemain asing di dalam tim.

Secara keseluruhan turnamen ini sangat membantu para pemain muda Indonesia untuk lebih mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding.
Malam itu juga, panpel dari LALWC menobatkan beberapa pemain terbaik menurut kategori. Best Steal jatuh ke tangan Dimaz Muhhari yang juga merupakan jagoan pencuri bola di NBL Indonesia. untuk Top Skor diberikan kepada pemain asing dari Aspac Jakarta Antohny Johnson. Sedangkan untuk best Rebound jatuh ketangan pemain Sunlot China Yan Zhuang. Penghargaan terpopuler yakni MVP(most valuable player) jatuh kepada seorang pemain Sunlot China yakni Chen Rongren (No.Punggung 7). Dia selalu tampil gemilang membawa Sunlot China selama 5 hari perlehatan LALWC. Ketika berhadapan dengan Melaka Selection, Chen Rongreng berhasil melesatkan 52 poin, dan ini menjadi rekor poin tertinggi di LALWC. Apalagi, kemampuan yang dia miliki patut di sejajarkan dengan James Harvey (Gold Coast).

Selamat bagi panitia penyelenggara berhasil memberikan tontonan yang sangat menarik bagi warga pecinta bola basket khususnya di Surabaya. dan tentu selamat bagi para pemenang dan para pemain terbaik di ajang LALWC. Sampai jumpa tahun depan, semoga turnamen ini tetap akan di selenggarakan.

L.A. Lights World Challenge 2011
Juara 1 : Nuvo CLS Knights Surabaya
Juara 2 : Gold Coast Scoody ALL-STAR Australia
Juara 3 : Aspac Jakarta

Penghargaan :
Best Steal : Dimaz Muhhari (CLS Knights)
Best Rebound : Yan Zhuang (Sunlot China)
Top Skor : Antohny Johnson ( Aspac Jakarta)
MVP : Chen Rongren (Sunlot China)

Hasil Akhir Pertandingan-pertandingan L.A.L. World Challenge Surabaya 2011

SELASA 17/05/2011

MELAKA SELECTION (65) vs DELL ASPAC JAKARTA (82)
SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (57) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (75)
GOLD COAST SCODY ALL STAR (82) vs MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (65)

RABU 18/05/2011

MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (71) vs SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (68)
DELL ASPAC JAKARTA (81) vs GOLD COAST SCODY ALL STAR (89)
NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (79) vs MELAKA SELECTION (69)

KAMIS 19/05/2011

SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (90) vs MELAKA SELECTION (88)
GOLD COAST SCODY ALL STAR (68) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (77)
DELL ASPAC JAKARTA (76) vs MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (83)

JUMAT 20/05/2011

MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (71) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (91)
MELAKA SELECTION (93) vs GOLD COAST SCODY ALL STAR (99)
SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (71) vs DELL ASPAC JAKARTA (94)

SABTU 21/05/2011

MELAKA SELECTION (78) vs MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (41)
GOLD COAST SCODY ALL STAR (62) vs SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (80)
NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (78) vs DELL ASPAC JAKARTA (93)

CLS Knights Belum Terkalahkan (Hari 4, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Field Goal/Poin Tertinggi di Hari Ke-4 L.A. Lights World Challenge 2011

L.A.L. World Challenge 2011 telah berjalan selama empat hari (sampai hari Jumat-kemarin). Di hari keempat, seluruh tim tampil beringas. Dari hasil ketiga pertandingan yang mempertemukan antara Muba Hangtuah dengan CLS Knights di game pertama, Melaka Selection menghadapi Gold Coast Australia, dan penutupan Sunlot China menjamu Aspac Jakarta, seluruhnya menghasilkan field goal atau poin yang sangat tinggi.

CLS Knights menang atas Muba Hangtuah dengan Skor 91-71, Gold Coast Australia sendiri menutup pertandingan dengan skor hampir 100 poin, 99-93 atas Melaka Malaysia. Di pertandingan terakhir, Aspac menumbangkan tim asal China dengan Skor 94-71. Ini perolehan tertinggi dari empat hari penyelenggaraan L.A.L. World Challenge 2011, di mana sebelumnya perolehan skor tertinggi di raih oleh Sunlot China ketika berhadapan dengan Melaka 90-88 lewat babak over-time (pada hari ketiga).

CLS Knights Belum Terkalahkan, Kontribusi Luar Biasa dari Chris Commons

Sempat mengalami gangguan pencernaan sebelum bertanding, tidak menghalangi Chris Commons tampil hebat dan memberikan kemenangan bagi CLS Knights. Bermain hampir 30 menit, Chris Commons berhasil membukuhkan 35 poin, dan mengantarkan CLS Knights menang dengan skor 91-71 atas Muba Hangtuah. Ini rekor spektakuler yang diraih oleh CLS Knights. Sampai saat itu (Jumat), CLS Knights satu-satunya tim yang belum terkalahkan di LALWC.

Berhadapan dengan Muba Hangtuah, CLS Knights harus bersusah payah meraih kemenangan. Q1 sampai Q3 Muba Hangtuah memberikan perlawanan sengit, dan saling kejar-kejaran angka dengan CLS Knights. Barulah pada Quarter akhir, CLS Knights leading jauh berkat beberapa kali tembakan tiga angka dari Chris Commons.

Permainan Muba Hangtuah yang lebih banyak mengandalkan Kyle Cuffe di bawah ring, cukup berjalan dengan baik. Tapi, sangat disayangkan, ketika Kyle Cuffe berhasil di matikan para pemain lokal kurang memberikan kontirbusi, dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Defense Muba Hangtuah mudah sekali ditembus oleh anak-anak CLS Knights.

Hebatnya lagi, kemenangan ke-empat bagi CLS Knights itu, membuat tim kebanggaan Kota Surabaya ini mengamankan peluang meraih juara di LALWC. Meskipun harus kalah di game terakhir hari ini (Sabtu, 21 Mei), CLS Knights dipastikan tetap meraih gelar juara. CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia yang sampai saat ini hanya kalah satu kali oleh CLS Knights (Jika hari ini Gold Coast dapat memenangi pertandingan melawan Sunlot guang Tian Dui). Aspac dan Muba telah mengalami 2 kali kekalahan. Secara head to head, CLS Knights lebih unggul dari Gold Coast Australia karena di pertemuan antara kedua tim, CLS Knights berhasil meraih kemenangan.

Gold Coast Australia Menang Lewat Kerja Keras

Pertandingan kedua antara Gold Coast Australia dan Melaka Selection berjalan sangat ketat. Melaka Selection satu-satunya tim yang belum pernah meraih kemenangan di ajang LALWC, langsung mengebrak di awal babak. Lewat tembakan-tembakan jarak jauh dari Kuek Tian Yuan, Wee Chuan Chin, Melaka jauh meninggalkan Gold Coast di akhir babak pertama.

Pertandingan sempat berjalan panas, dan memaksakan Marcus Morisson beserta satu pemain Gold Coast harus diusir keluar lapangan. Insiden itu terjadi akibat salah satu pemain Gold Coast terkena sikut Marcus Morrison, tidak terima rekannya disakiti para pemain Gold Coast langsung menghampiri Marcus. Tidak ingin tinggal diam, Marcus langsung berusaha menyerang salah satu pemain Gold Coast. Untung wasit cukup sigap dan berhasil memisahkan kedua belah pihak. Wasit langsung mengambil keputusan mengusir (eject) kedua pemain.

Keluarnya Morrison menjadi malapetaka bagi Melaka Malaysia, dan keuntungan bagi Gold Coast Australia. Hilangnya Marcus setidaknya mengurangi kekuatan Melaka di sisi Defense, karena Marcus Morrison berperan untuk menjaga ketat bintang Gold Coast James Harvey.

Akhirnya, Gold Coast berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 99-91 atas Melaka Selection Malaysia. Meskipun harus kalah, pemain-pemain muda Melaka Selection sebenarnya menunjukan kualitas permainan yang sangat baik. Mereka cukup memiliki prospek yang harus menjadi perhatian khusus bagi tim-tim Indonesia. Perlu di ketahui, Melaka Selection mayoritas dihuni oleh pemain-pemain muda yang akan di proyeksikan untuk turun di ajang internasional membela klub maupun Negara Malaysia.

Aspac Kembali Ke Jalur Kemenangan

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama saat berhadapan dengan Muba( pada hari ketiga, Aspac harus menelan kekalahan dari Muba akibat kesalahan dalam rotasi pemain), Aspac langsung merubah strategi permainan. Mereka langsung menjelit di awal-awal pertandingan lewat pemain asing mereka Anthony Johnson.

Sunlot China yang hanya mengandalkan kemampuan individu dari seorang Chen Rongreng (mantan bintang Huaqiao University) tidak dapat berbuat banyak dalam menahan gempuran-gempuran pemain muda Aspac. Beberapa kali Oki Wira, Rizky Effendi, Rama menghujam jantung pertahanan tim yang berasal dari China itu.

Aspac menutup pertandingan dengan skor telak 94-71 atas Sunlot Guang Tian Dui China. Di laga penutupan, Aspac akan menghadapi tim yang berhasil menjadi finalis NBL Indonesia musim lalu yang saat ini belum terkalahkan di LALWC CLS Knights.

Persaingan Semakin Panas, Penuh Kejutan! (Hari 3, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Memasuki hari ketiga, peta persaingan di L.A.L. World Challenge 2011 semakin panas. Tidak ada lagi terlihat dominasi dari tim-tim kuat, seluruh tim punya kans yang sama untuk meraih kemenangan. Meskipun hanya bersifat turnamen, seluruh tim berjuang habis-habisan untuk menjadi yang terbaik. Hari ketiga, di game pertama mempertemukan Sunlot Guang Tian Dui menghadapi Melaka Selection. Selanjutnya, giliran tuan rumah CLS Knights Surabaya meladeni Gold Coast Australia yang diprediksi akan menjuarai turnamen ini. Pertandingan terakhir, mempertemukan dua tim Indonesia Aspac Jakarta dan Muba Hangtuah.

Ketiga pertandingan berjalan sangat panas dan penuh kejutan. Sunlot China dan Melaka Selection adalah dua tim yang belum pernah meraih kemenangan di ajang LALWC. CLS Knights dan Gold Coast adalah dua tim yang belum terkalahkan. Sedangkan partai Aspac dan Muba di penutupan, merupakan persaingan antara kedua kontestan yang berasal dari NBL Indonesia. Sunlot China akhirnya berhasil memetik kemenangan pertama lewat babak over time, dan CLS Knights berhasil menghajar tim kuat calon juara Asal Australia, serta terakhir Muba Hangtuah berhasil memenangkan duel antara tim Indonesia.

Sunlot Guang Tian Dui Raih Kemenangan Pertama dengan Susah Payah

Pertandingan antara Sunlot Guang Tian Dui dan Melaka Selection berjalan sangat ketat. Kedua tim saling bergantian memimpin. Karakter permainan antara tim China dan tim Malaysia kurang lebih sama, lebih banyak mengandalkan penetrasi-penetrasi ke jantung pertahanan ketimbang melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Kedua tim, sama-sama menunjukan keinginan untuk merebut kemenangan dalam pertandingan ini.
Pertandingan berjalan imbang, sampai akhir pertandingan skor masih tetap 78 sama. Dilanjutkan kedalam babak OT (over time), Melaka Langsung tancap gas untuk meninggalkan Sunlot 86-81. Berkat penampilan gemirlang dari Chen Rongren (Eks Huaqiao University-salah satu tim peserta CUBA), Sunlot China berhasil menyamakan kedudukan 88 sama di sisa waktu satu menit. Akhirnya, Chen Rongreng juga yang berhasil memastikan kemenangan bagi Sunlot China lewat fade away jump shot di detik-detik akhir. 90-88 untuk Kemenangan Sunlot Guang Tian Dui.

CLS Knights Beri Pelajaran bagi Gold Coast Australia

Kejutan terjadi di pertandingan kedua, antara CLS Knights yang berhadapan dengan Gold Coast Australia. Bermain di kandang sendiri, para punggawa CLS Knights tidak ingin dipermalukan oleh James Harvey dan kawan-kawan, seluruh pemain CLS Knights bermain dengan hati sebagai pemenang. Mereka sangat rajin melakukan penjagaan terhadap pemain-pemain Gold Coast. Tidak hanya itu saja, Anak-anak CLS Knights sangat bagus dalam membangun serangan, dan harus diakui akurasi tembakan anak-anak CLS Knights sangat bagus malam itu.

CLS Knights langsung menggebrak di awal-awal pertandingan lewat tembakan-tembakan jarak jauh dari Sandy Kusuma dan Chris Commons. Kedua pemain ini lah yang menjadi bintang malam itu dengan perolehan 21 Poin bagi CLS knights. CLS Knights terus meninggalkan Gold Coast dengan selisih poin 13 di akhir babak pertama. Memasuki quarter ketiga, Gold Coast mulai bangkit dan mengejar CLS Knights lewat duet James Harvey dan Pero Vasiljevic.

Beruntung CLS Knights memiliki Dimaz Muharri, ia berhasil mematahkan momentum dari lawan dengan kemampuan spesialis dia melakukan Steal. Tercatat di hari itu, Dimaz berhasil melakukan 7 kali Steal, salah satunya ketika dia berhasil melakukan steal terhadap pemain nasional Australia James Harvey. Akhirnya, CLS Knights menutup laga dengan kemenangan 77-68 atas tim kuat Gold Coast Australia. Ini juga memngukuhkan CLS Knights sebagai tim yang belum pernah terkalahkan di sepanjang LA Lights World Challenge 2011.

Aspac Buat Kesalahan dalam Rotasi Pemain

Muba Hangtuah harus berterima kasih kepada Tim pelatih Aspac Jakarta. Kemenangan kedua Muba itu diperoleh atas kesalahan tim pelatih dalam merotasi pemain. Unggul 15 poin di Pertengahan Quarter 3, membuat Coach Tjetjep menarik bintang asing mereka Antohny Johnson, dan di gantikan oleh Anggi Rizki. Kesempatan emas itu tidak di sia-siakan oleh Muba, Muba langsung mengubah gaya permainan dengan memaksimalkan Kyle Cuffe bermain di bawah ring. Alhasil, Muba langsung memperkecil ketertinggalan di akhir Quarter ketiga dengan selisih 1 poin.
Lagi-lagi, memasuki Quarter penentu (Q-4), Aspac melakukan kesalahan dengan memasukan Khalif Akbar dan Yoel mengantikan Rama dan Vinton. Kedua pemain tersebut acap kali melakukan turnover yang sangat merugikan Aspac. Beruntung, saat itu akurasi tembakan dari Muba lagi Bagus, mereka langsung melesatkan empat kali tembakan tiga angka lewat Teguh, Wilopo, dan Mei Joni.

Di sisa waktu dua menit Q-4, Muba langsung unggul lima poin dari Aspac Jakarta. Pemain Asing Muba Hangtuah bermain sangat baik, dia menjadi motor setiap serangan dari Muba, begitu juga dirinya menjadi tembok yang kokoh bagi pertahanan Muba hangtuah. Akhirnya, Muba berhasil mencuri kemenangan dari Aspac 83-76. Ini kemenangan kedua Muba di LALWC dan Kekalahan Kedua bagi Aspac, dimana sebelumnya Aspac terlebih dahulu di kalahkan oleh Gold Coast di hari kedua.

Seluruh Tim Tampil lebih Impresif (Hari 2, L.A.L. World Challenge 2011)

oleh: Rony Tjong

Hari kedua penyelenggaraan turnamen internasional yang menghadirkan enam tim dari empat negara, mempertemukan tiga tim lokal Indonesia dengan tiga tim luar. Pada game pertama, Muba Hangtuah berhadapan dengan Sunlot China. Di game kedua, Aspac Jakarta berhadapan dengan tim raksasa asal Australia Gold Coast Scoody ALL-STAR. Penutupan, tuan rumah CLS Knights melawan Melaka Selection yang mewakili negara Malaysia.

Berbeda denga hari pertama, di game kedua ini seluruh tim tampil lebih impresif dibanding penampilan mereka di hari pertama. Jika di hari pertama, selisih poin yang terpaut cukup jauh antara tim pemenang dan tim yang kalah, bahkan beberapa tim menunjukan kualitas permainan yang jauh di bawah ekspetasi. Hari kedua, peta persaingan lebih ketat. Muba hangtuah, Nuvo CLS Knights harus bersusah payah meraih kemenangan, sebelum terlebih dahulu tertinggal oleh lawan. Begitu juga dengan tim calon juara asal Australia Gold Coast Scoody ALL-STAR yang harus bersusah payah mengalahkan Aspac Jakarta.

Kyle Cuffe Berikan Kemenangan Pertama Bagi Muba Hangtuah

Setelah dihempaskan oleh CLS Knights di hari Pertama, Sunlot China merubah strategi permainan ketika berhadapan dengan Muba Hangtuah. Sunlot China, lebih banyak mengandalkan tembakan-tembakan jarak jauh dan itu terbukti berhasil merepotkan barisan pertahanan Muba di awal-awal pertandingan. Muba mulai membalikan keadaan di Quarter kedua lewat permainan cepat Robert Santo, dkk. Beberapa kali fast break dari Muba yang berhasil diakumulasikan menjadi poin. Muba hangtuah menutup Q-2 dengan keunggulan 38-30 atas Sunlot Guang Tian Dui China.

Memasuki Q-3, Muba Hangtuah lebih banyak memainkan Kyle Cuffee di bawah ring, dan melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Sunlot China memberikan perlawanan sengit lewat penampilan gemirlang dari Chen Rongren (nomor punggung 7). Pemain yang pernah membela Huaqiao University di ajang CUBA (Semacam Libamanas di Indonesia), mengobrak-abrik pertahanan Muba lewat tembakan-tembakan tajamnya.

Pertandingan berjalan semakin ketat memasuki Quarter penutupan. Kedua tim bermain cepat dan saling kejar-mengejar angka. Menyisakan waktu 01.22, kedudukan 68 sama. Muba harus berterima kasih kepada Kyle Cuffe, di menit-menit krusial Kyle berhasil melakukan ofensif rebound dan mencetak dua point bagi Muba. Akhirnya, Muba Hangtuah berhasil memetik kemenangan pertama mereka ajang L.A. Lights World Challenge 2011 dengan skor 71-68.

Aspac Jakarta Berikan Perlawanan Ketat Gold Coast Scoody

Melawan Aspac Jakarta, Gold Coast langsung tancap gas di awal pertandingan. Dimotori oleh James Harvey, Gold Coast Menutup Quarter 1 dengan keunggulan 23-13 atas Aspac Jakarta. Permainan gemirlang ditunjukan oleh Punggawa Muda Aspac Jakarta, mereka berani menekan pemain-pemain Gold Coast dan ngotot mengejar ketertinggalan. Babak pertama di tutup dengan 30-44 untuk keunggulan Gold Coast Scoody.

Sempat tertinggal cukup jauh lewat permainan ciamik dari James Harvey, mantan pemain Nasional Australia di ajang Olimpiade 2008 lalu, Aspac Jakarta memperkecil ketinggalan lewat empat kali tembalan tiga angka dari Anthony Johnson. Mendapatkan Momentum di menit-menit akhir, seolah menjadi keuntungan bagi pasukan untuk mengapai kemenangan. Sangat disayangkan, keunggulan itu di patahkan oleh penampilan menawan dari James harvey, dia melesatkan 2 kali tembakan 3 angka dan mempertahankan keunggulan. Akhirnya, Gold Coast berhasil memetik kemenangan dengan skor 89-81 atas Aspac Jakarta. James Harvey sendiri berhasil membukuhkan 43 poin bagi Gold Coast, rekor poin tertinggi di L.A. Lights World Challenge 2011.

CLS Knights Unggul Atas Melaka Selection

Tuan rumah CLS knights Surabaya, berhasil melanjutkan tren positif di game kedua mereka. Berhadapan dengan Melaka Selection, CLS tampil beringas dari awal pertandingan. Mengandalkan permainan cepat, CLS knights Unggul terlebih dahulu 10-02. Berselang beberapa menit kemudian, gantian Melaka Selection mengejar ketertinggalan dan membalikan keunggulan. Guganeswaran, melesatkan 2 kali 3poin dalam quarter ini, membuat Melaka Unggul 26-22 atas CLS Knights.

Memasuki Quarter kedua, CLS Knights terlihat lebih menekan, tapi sangat disayangkan akurasi dari Sandy dan kawan-kawan sangat buruk. Banyak sekali peluang menghasilkan poin yang disia-siakan oleh anak-anak CLS knights. Beruntung, permainan Melaka Selection tidak terlalu baik, mereka lebih banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Quarter 2 ditutup dengan 32-34 untuk keunggulan Melaka Selection.

Memasuki Q-3, kedua tim berbalas-balasan menghasilkan poin. Chris Commons dari CLS Knights melesatkan 10 poin di quarter ini, sedangkan dari kubu Melaka, Guganeswaran (PG timnas Malaysia) melesatkan 6 poin untuk menutup quarter 3 dengan selisih 1 poin untuk keunggulan CLS Knights.

Quarter pamungkas, CLS Knights bangkit. Mereka langsung meninggalkan Melaka lewat 3 poin dari Tony Agus dan Jeffry Bong. Pertandingan sempat berjalan panas, ketika Marcus Morrison harus terkena Technical Foul akibat sengaja mendorong Agustinus Indrajaya. Akhirnya, CLS Knights berhasil memperjauh jarak dan membukuhkan kemenangan atas melaka dengan skor 79-69.