Jadwal Pertandingan Turnamen PreSeason NBL Indonesia (Malang, 7-15 Juli 2010)

Grup A

Satria Muda Jakarta
CLS Knights Surabaya
Pelita Jaya Jakarta
IM Muba Hangtuah Sumsel
Angsapura Salatiga

Grup B

Aspac Jakarta
Garuda Bandung
Bima Sakti Malang
Stadium Jakarta
Citra Satria Jakarta

Rabu, 7 Juli 2010

13:00 Bima Sakti Malang vs Aspac Jakarta
15:00 Pelita Jaya Jakarta vs CLS Knights Surabaya
17:00 Garuda Bandung vs Stadium Jakarta
19:00 Satria Muda Jakarta vs IM Muba Hangtuah Sumsel

Kamis, 8 Juli 2010

13:00 Angsapura Salatiga vs CLS Knights Surabaya
15:00 Pelita Jaya Jakarta vs IM Muba Hangtuah Sumsel
17:00 Bima Sakti Malang vs Citra Satria Jakarta
19:00 Aspac Jakarta vs Stadium Jakarta

Jumat, 9 Juli 2010

13:30 Satria Muda Jakarta vs Angsapura Salatiga
15:30 Stadium Jakarta vs Bima Sakti Malang
17:30 IM Muba Hangtuah Sumsel vs CLS Knights Surabaya
19:30 Citra Satria Jakarta vs Garuda Bandung

Sabtu, 10 Juli 2010

13:00 Pelita Jaya Jakarta vs Angsapura Salatiga
15:00 Bima Sakti Malang vs Garuda Bandung
17:00 Aspac Jakarta vs Citra Satria Jakarta
19:00 CLS Knights Surabaya vs Satria Muda Jakarta

Minggu, 11 Juli 2010

13:00 Garuda Bandung vs Aspac Jakarta
15:00 Angsapura Salatiga vs IM Muba Hangtuah Sumsel
17:00 Satria Muda Jakarta vs Pelita Jaya Jakarta
19:00 Stadium Jakarta vs Citra Satria Jakarta

Semifinal

Selasa, 13 Juli 2010

17:00 Juara Grup A vs Runner-up Grup B
19:00 Juara Grup B vs Runner-up Grup A

Final

Kamis, 15 Juli 2010

17:00 Penentuan tempat ke 3
19:00 Penentuan juara

Berbincang dengan Coach Mike Krzyzewski

Malam itu gw sedang berjalan-jalan di BIP (Bandung Indah Plaza) mall klasik di pusat kota Bandung. Mall ini tak pernah sepi pengunjung dan tak pernah terpengaruh oleh munculnya mall-mall baru yang terus disetujui pembangunannya oleh bapak Dada Rosada (Walikota Bandung).

Seperti biasa, salah satu tempat yang pasti gw masuki di setiap mall selain toko sepatu, adalah toko buku. Bukan Gramedia (di BIP gak ada Gramedia) atau Gunung Agung yang gw singgahi, melainkan sebuah pop-up book store di lantai dasar BIP, (busyeettt, lupa gw nama tokonya) Times kalau gak salah nama tokonya.

Setelah berputar-putar beberapa menit di antara beberapa buah rak di area toko yang tak lebih luas dari 10 x 10 meter ini, sebuah senyum menghampiri gw dari salah satu rak profil orang-orang sukses. Seseorang tersenyum ramah sambil memegang bola basket. Orang tersebut seolah menyapa “Hi Dan! It’s been a while since you wrote about my village, K-Ville.”

Gw membalas senyuman kepala desa K-Ville sembari menoleh ke arah penjaga toko “yang ini didiskon gak mas?” Dengan senyum ramah, sang penjaga toko menjawab pertanyaan gw “yang diskon hanya sebelah sini saja mas, sebelah situ gak diskon.”

Gelar juara yang baru saja diboyong oleh kepala desa K-Ville bagi negaranya di ajang olimpiade dan bagi kampus yang sudah diasuhnya berpuluh-puluh tahun, Duke bulan Maret/April lalu, lebih kuat menarik gw untuk mengajak sang tokoh ikut pulang daripada halangan bahwa ia tak termasuk kategori diskon.

Tanpa kantung keresek dan tak masuk menyelip ke dalam tas, gw habiskan sisa jalan-jalan gw di BIP malam itu berjalan bersama seseorang yang mungkin tak terlalu terkenal di Indonesia namun adalah seorang legenda di Amerika Serikat. Tadinya gw berharap ada nada-nada kecil dari para pengunjung lainnya yang merasa iri karena melihat gw dengan berkata “Wah gila, beruntung banget tuh cowok jalan bareng orang terkenal.” Hahaa, gw rasa gak ada yang peduli juga.

Malam itu gw pulang dengan Mike Krzyzewski!

“Leading With The Heart” diimbuhi kalimat pemanis yang semakin meyakinkan gw bahwa ini “The National Bestseller” lho di Amerika Serikat.

Malam itu, Coach K dan gw langsung memulai obrolan seru seputar kepemimpinan dan kepelatihan. Tentu saja Coach K mendominasi pembicaraan. Ia memulai cerita tentang bagaimana awalnya ia bisa bersentuhan dengan dunia basket, masuk menjadi tentara di West Point, menjadi pelatih basket di akademi militer angkatan darat hingga mengambil alih kepelatihan di Duke University pada musim 1980-1981.

Coach K banyak bercerita tentang prinsip-prinsip dasar dalam polanya melatih mahasiswa-mahasiswa Duke. Sangat-sangat menarik karena dari penuturan Coach K sendiri, ia tidak pernah sama sekali menargetkan timnya untuk menang dalam setiap pertandingan. Ia tidak pernah menargetkan untuk menjadi jawara di ajang kejuaraan nasional. Coach K berujar bahwa jika target melatih basket kampus adalah meraih gelar nasional, maka akan banyak sekali kampus yang kecewa karena hanya satu kampus yang akan berhasil meraihnya. Bahkan bagi kampus yang telah berhasil meraih juara, sebuah gelar yang telah diraih tak akan bermakna banyak selain sebuah deretan catatan angka.

Prinsip-prinsip yang ditekankan Coach K dalam melatih Duke tak bisa dibatasi oleh side line dan base line lapangan basket. Kadang kala malah terasa janggal tetapi inspiratif. Suatu kali Coach K cerita ke gw bahwa ia membuat perjanjian dengan para pemainnya bahwa ia akan memberikan 100% kemampuannya kepada setiap pemainnya dan sebagai balasan, Coach K bukan menuntut kemenangan di arena atau sebuah gelar juara melainkan lulus kuliah!

“Setiap pemain seumpama setiap jari pada satu tangan, semuanya memiliki peranan yang unik. Namun ketika setiap jari bersatu membentuk kepalan, ia menjadi sangat kuat dalam menghantam!” Coach K menganalogikan setiap pemainnya ketika menyatu kompak saat bermain.

Tentu saja bukan hanya gw yang bisa ngobrol santai dengan Coach K. Gw rasa ia masih ada tuh nongkrong di salah satu rak toko buku di dekat-dekat kamu :) Siapa tahu kalian lebih beruntung dapet yang diskonan :D

Garuda Mulai Stabil Kembali, Pelita Jaya Ancaman Serius!

Pertandingan persahabatan antara Garuda Flexi Bandung melawan Pelita Jaya Esia Jakarta tadi malam menutup rangkaian pertandingan persahabatan 4 tim yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung.

Walau hanya bersifat pertandingan persahabatan, kedua tim menunjukkan usaha yang cukup keras untuk memenangkan pertandingan. Pada kubu Pelita Jaya, peran Kelly Purwanto yang absen bermain karena cidera pinggang saat melawan American College Team pada malam sebelumnya diambil alih dengan sempurna oleh Joulious.

Selama kuarter 1 dan 2, Joulious menjadi motor serangan Pelita Jaya dalam usaha mengacaukan pertahanan Garuda yang tampak mulai solid sejak malam sebelumnya. Pelita Jaya unggul sementara di kuarter 1 dengan kedudukan 24 – 20.

Melewati kuarter 1, Garuda mulai konsisten menambah angka dan mengambil alih keunggulan angka di akhir kuarter 2 menjadi 40 – 35. Garuda meninggalkan Pelita Jaya hingga 15 angka pada akhir kuarter 3 sebelum akhirnya menutup pertandingan persahabatan dengan skor akhir, Garuda 74 – Pelita Jaya 65.

Joulious, Ary Chandra, Mario Wuysang, Okto, Donnda

Tadi malam gw semakin menyadari betapa Pelita Jaya memang ancaman yang sangat serius bagi tim-tim NBL Indonesia yang lain. Mereka bermain cepat dengan perpindahan bola yang mengalir mantap. Dua pemain yang paling berbahaya menurut gw adalah Ary Chandra dan Joulious. Ary Chandra memiliki keberanian dan percaya diri yang tinggi dalam melepaskan tembakan dari berbagai sudut lapangan di samping mampu melihat celah-celah kosong untuk menjadi daerah pijakan melontarkan tembakan. Selain Ary Chandra, penampilan menonjol juga ditunjukkan oleh Joulious yang membuat para pemain Garuda terlihat kewalahan dengan pergerakannya yang liar. Hanya eksekusi yang buruk yang membuat tim ini tertinggal.

Kemistri antara para pemain Garuda mulai kembali terasa terikat dan menguat. Okto harus diakui mengalami perkembangan penampilan yang signifikan dibandingkan pertandingan-pertandingan di tahun 2009. Aksi Mario Wuysang yang melakukan lay-up shoot dan menambah angka bagi Garuda setelah melewati pertahanan ketat Pelita Jaya memberikan pasokan percaya diri ekstra bagi semua anggota tim. Tak ketinggalan tentunya Nico Donnda yang selalu bermain dengan semangat 45.

Wasit wasit wasit

Setiap tim memiliki pola dan paket pelatihan bagi para pemainnya untuk berkembang. Adakah wasit juga melakukan hal serupa? Wasit kembali mencuri perhatian gw tadi malam. Beberapa keputusan gw pikir cukup kontroversial dan memicu protes para pemain yang gw nilai wajar.

Beberapa kali para pemain Pelita Jaya dilanggar oleh pemain-pemain Garuda pada saat sedang akan menembak namun hanya mendapat ganjaran lemparan ke dalam dari sisi base line. Protes teriak-teriak tak urung beberapa kali dilakukan pemain dan ofisial Pelita Jaya. Walau gw mendukung Garuda, gw rasa kepemimpinan wasit malam itu tidak menguntungkan Pelita Jaya.

Semakin gak sabar menyaksikan 2 tim ini berlaga di NBL Indonesia bersama 8 tim lainnya :D

Scott Schuman di NBL Indonesia :D

Untuk urusan fashion, The Sartorialist adalah blog yang paling pas untuk mewakili kata keren. Blog ini ditulis atau tepatnya dipotret oleh seorang penggila fashion yang memang pernah bekerja selama 15 tahun di industri fashion, Scott Schuman.

Scott berjalan-jalan keliling dunia sambil menenteng kamera dan memotret orang-orang yang dia anggap berpenampilan gaya lalu foto-foto tersebut ia masukkan ke dalam blognya. Hanya foto saja yang muncul. Imbuhan kata-kata akan tampil sesekali pada foto-foto yang luar biasa atau ketika Scott ingin menunjukkan sebuah detail bermakna namun mungkin kurang terlihat pada obyek yang ia foto.

Pengaruh blog The Sartorialist sangat-sangat luar biasa. Scott bahkan dianggap sebagai salah seorang yang berpengaruh dalam dunia fashion planet bumi. Padahal ia bukan seorang fashion designer.

Scott Schuman bukanlah seorang “fashion police” yang memotret orang-orang yang merasa keren lalu dikata-katai “baju lo, nggak banget deh boook..” Ia semata mengikuti nalurinya bahwa orang ini berpenampilan keren, lalu mengapresiasinya dengan menampilkan di blog. Ujungnya, umumnya pembaca The Sartorialist selalu sepakat dengan naluri Scott.

Penggila fashion di kota-kota mode dunia seperti Paris, London, Milan, New York, dan lain-lain selalu berharap-harap cemas tertangkap kamera dan muncul di The Sartorialist-nya Scott.

Fashion police di NBL Indonesia

Jangan coba-coba bergaya pakaian yang indah-indah bak pelangi saat menyaksikan pertandingan NBL Indonesia. Karena mulai musim kompetisi 2010-2011 ini akan ada “polisi fesyen” yang akan mengawasi. Tentu saja ini bukan ditujukan bagi para penonton yaa. Pak polisi fesyen nanti benar-benar ada untuk menegakan aturan baru di NBL Indonesia mengenai pakaian yang boleh bahkan wajib dikenakan oleh pemain, pelatih, beserta para ofisialnya, dan tentu saja yang juga tidak boleh dikenakan.

Pelatih wajib mengenakan kemeja lengan panjang, dasi, jas, celana panjang kain, dan sepatu fantovel saat mendampingi tim bertanding. Aturan yang sama berlaku untuk ofisial tim lain, serta pemain yang tidak bertanding tapi duduk di area bench. Khusus pertandingan hari Jumat, ofisial dan pemain mengenakan batik lengan panjang.

Pemain wajib mengenakan polo shirt (dimasukkan), celana panjang, dan sepatu saat menonton pertandingan di atas tribun. Peraturan juga berlaku bagi ofisial tim yang sedang menonton.

Untuk jersey saat bertanding, setiap tim boleh memiliki tiga set jersey. Satu warna, satu putih, dan satu alternatif desain. Warna jersey harus ada yang dominan (80 persen). Lutut pemain harus terlihat.

Akan ada teguran bahkan sanksi bagi pelatih, pemain, dan ofisial yang melanggar aturan tata berpakaian tersebut.

Bagaimana dengan penonton?

Bergaya sekeren-kerennya! Siapa tahu Scott Schuman nonton NBL Indonesia dan tahu-tahu kita masuk blog The Sartorialist :D

American College Team Memberi “Pelajaran” Kepada Garuda

Setelah sekian lama tak menyaksikan penampilan Garuda Flexi Bandung, kemarin dalam sebuah pertandingan persahabatan yang diadakan oleh Institut Teknologi Harapan Bangsa, gw dan banyak penggemar Garuda lainnya kembali menyaksikan tim kebanggaan Bandung ini berlaga. Garuda Flexi Bandung melawan American College Team (ACT), kumpulan mahasiswa yang juga bermain di NCAA divisi I dan II.

Garuda menurunkan 5 pemain pertama: Mario, Indra, Lolik, Tiara, dan Hendrik. Hendrik dipaksakan untuk bermain walau sedang dalam keadaan demam yang cukup parah. Awalnya gw sangsi Garuda akan mampu memberikan perlawanan yang baik. Namun lay-up Indra yang membuka 2 poin pertama untuk Garuda langsung menghancurkan keraguan gw :D

Tampaknya para pemain ACT pun sedikit menganggap remeh Garuda dan menyebabkan mereka tertinggal 7-2 di menit-menit awal. ACT langsung mengambil timeout untuk membenahi pertahanan mereka setelah Garuda unggul 10-3.

Hendrik yang tengah bermain pada menit awal kuarter 1 mendadak terlihat lunglai dan hampir roboh sebelum akhirnya segera digantikan. Walau tidak mencetak angka, Hendrik sempat melakukan 2 blok dan membuat para pemain ACT kewalahan. Hendrik memang tengah demam parah saat itu.

Keluarnya Hendrik praktis membuat Garuda tidak memiliki pemain yang berposisi sebagai center. Kuarter 1 ditutup dengan keunggulan sementara ACT, 20 – 16.

Kuarter 2 berjalan dengan cepat dan ketat. Para pemain ACT mulai mengandalkan akurasi tembakan jarak jauh yang benar-benar jitu. Beberapa kali para pemain ACT menembak dari jarak yang cukup jauh di luar garis batas 3 poin tanpa mampu dibendung para pemain Garuda. Unggul 7 angka, ACT menutup kuarter 2 dengan unggul kedudukan 42 – 35.

Walau tertinggal di kuarter 1 dan 2, Garuda sebenarnya menunjukkan permainan tim yang sangat kompak. Memasuki kuarter 3, kualitas permainan tidak terjaga dan Garuda harus menerima menjadi bulan-bulanan para mahasiswa Amerika ini. Sempat memimpin hingga 34 angka, ACT menutup kuarter 3 dengan sangat meyakinkan, 75 – 38.

ACT akhirnya menyudahi pertandingan dengan skor 90 – 61. Tidak hadirnya beberapa pemain penting: Wiwin, Hendrik, Aguy, Denny membuat Garuda terlihat cukup kelelahan. Bagi gw, ACT mengajarkan satu hal lucu tadi malam, “Garis 3 point akan keluar lebih jauh 50 cm, jadi bersiaplah!”

Pelita Jaya mengalahkan ITHB Bandung

Pada pertandingan sebelumnya, Pelita Jaya Esia Jakarta menundukan dengan mudah mahasiswa-mahasiswa ITHB dengan kedudukan 101 – 63. Tidak dipimpin langsung oleh pelatih kepala, Rastafari, para pemain Pelita Jaya bermain santai. Para pemain ITHB dari segi postur tubuh, stamina, dan teknik bermain memang sangat tertinggal dari para pemain Pelita Jaya.

Salah satu tontonan menarik yang muncul pada pertandingan persahabatan antara Pelita Jaya melawan ITHB adalah aksi slam dunk yang dilakukan oleh Kelly Purwanto untuk menutup keunggulan sementara Pelita Jaya di kuarter 3, 77 – 42. Kereen!

Surabaya “Curi” Larry O’Brien Trophy dari LA Lakers!

Simbol utama juara NBA, Larry O’Brien Trophy, bakal kembali ke Indonesia dan dipamerkan di arena NBA Madness Presented. Setelah kemenangan Kobe Bryant dan Los Angeles Lakers pada laga terakhir final, Kamis pekan lalu (17/6), NBA langsung menerbangkan trofi tersebut ke Surabaya.

“Kalau sempat, trofi itu bisa dipamerkan langsung pada weekend ketiga NBA Madness, mulai 24 Juni nanti, di Supermal Pakuwon Indah Surabaya. Atau pada weekend penutup, 1-4 Juli nanti, di tempat yang sama,” kata Azrul Ananda, direktur Jawa Pos dan DBL Indonesia, penyelenggara even kelas dunia tersebut.

Tahun lalu, trofi tersebut juga mampir di Surabaya, saat NBA Madness kali pertama diselenggarakan. Tahun ini, pihak NBA kembali memutuskan untuk mengirimkannya ke Indonesia.

Bila jadi ditampilkan pada weekend ketiga, maka Larry O’Brien Trophy akan tampil bersama Hugo, maskot New Orleans Hornets yang kocak dan jago nge-dunk.

Bila ditampilkan pada weekend keempat, maka Larry O’Brien Trophy bakal tampil bareng Trevor Ariza, bintang Houston Rockets. Penampilan bersama ini bisa dibilang sebagai reuni. Sebab, pada 2009 lalu, Ariza pernah ikut memenangkan trofi tersebut, saat masih bersama Los Angeles Lakers.

“Ini bakal momen langka. Untuk kali pertama, ada pemain champion NBA berpose bersama trofi juaranya di Indonesia,” ucap Azrul.

Kemarin (20/6), rangkaian awal NBA Madness di Tunjungan Plaza 3 Surabaya telah berakhir. Empat bintang National Basketball League (NBL) Indonesia, Romy Chandra (Pelita Jaya), Fadlan Minallah (Citra Satria), Mario Gerungan (Aspac), dan Valentino Wuwungan (Satya Wacana Angsapura) tampil bermain sejumlah games bersama pengunjung, serta menyediakan waktu untuk foto dan bagi tanda tangan.

Mereka berempat juga sempat memberi klinik basket kepada 20 anak-anak SD dan SMP, dipandu oleh asisten pelatih CLS Knights Surabaya, Erwin Triono.

Bintang Pelita Jaya Romy C. Chandra mendapat kesan istimewa di even NBA Madness pertama yang dia ikuti ini. ”Tentu saya terkesan dengan even ini. Apalagi sambutan masyarakat Surabaya juga sangat bagus. Even ini penuh kegembiraan. Dan hal inilah yang penting. Sebab NBA Madness bisa memunculkan kecintaan anak-anak muda ke basket,” jelasnya.

Pertandingan Persahabatan 4 Tim: Garuda, Pelita Jaya, ITHB, American College Team.

Pada tanggal 20-22 Juni 2010, akan diselenggarakan pertandingan eksebisi antara 4 tim di GOR Pajajaran Bandung. Keempat tim tersebut adalah 2 tim NBL Indonesia yaitu Garuda Flexi Bandung dan Pelita Jaya Esia Jakarta, 1 tim kampus di Bandung yakni tim Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), dan 1 tim lagi adalah American College Team (ACT) yang merupakan tim gabungan para pemain yang merupakan mahasiswa-mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Pertandingan eksebisi ini merupakan satu bagian dari rangkaian kegiatan bolabasket yang diselenggarakan oleh ITHB bekerjasama dengan Perbasi Kota Bandung. Pada minggu ini, tanggal 14-18 Juni 2010 sedang diselenggarakan Coaching and Players Clinic setiap harinya.

Adapun jadwal Pertandingan Eksebisi tersebut adalah sebagai berikut:

Minggu, 20 Juni 2010
18.00 ITHB vs Pelita Jaya
20.00 ACT vs Garuda

Senin, 21 Juni 2010
18.00 Garuda vs ITHB
20.00 Pelita Jaya vs ACT

Selasa, 22 Juni 2010
18.00 ACT vs ITHB
20.00 Garuda vs Pelita Jaya

Tiket hanya dapat diperoleh di kampus ITHB, Jalan Dipati Ukur 80-84 (rencananya tidak dijual di lokasi) dari hari Senin-Sabtu, Pukul 09.00 – 16.00 WIB seharga Rp 15 ribu (umum) dan Rp 10 ribu (pelajar dan mahasiswa dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa).

*Informasi ini sebenarnya sebuah komentar dari tulisan ini. Karena kadar kepentingannya yang cukup tinggi, gw upload sebagai posting-an tersendiri. Terima kasih untuk ITHB :D

Para Pemain NBL Indonesia, Bersiaplah Menerima Permintaan Tanda Tangan

Ya, akan ada sesi tanda tangan di setiap usai pertandingan-pertandingan NBL Indonesia nantinya. Fans NBL Indonesia tidak perlu lagi berlari-lari mengejar idolanya untuk meminta tanda tangan karena para pemain akan duduk manis menandatangani pernak-pernik yang dibawa oleh para penggemar yang sudah mengantri.

Tadi gw bilang mengantri ya? Oh, yap, tepat seperti apa yang di alami Dimas dari Bima Sakti Malang dan Dimaz dari CLS Knights Surabaya saat menerima para penggemar yang antri untuk meminta tanda tangan pada NBA Madness 2010 ini :D

Mimpi-mimpi Saja Dulu Yaa :) (Iri Lihat Nilai Ekonomi Piala Dunia Sepak Bola 2010)

Sebelum musim baru NBL Indonesia dimulai, pemerintah menggelontorkan dana segar sebesar Rp 65,4* triliun untuk membangun stadion-stadion dan arena-arena basket baru berkapasitas besar dengan fasilitas sekelas fasilitas terbaik stadion-stadion NBA di kota-kota besar di Indonesia. Sarana dan prasarana pendukung di bangun dengan baik. Jalanan-jalanan menuju stadion di perbaiki sampai taraf sangat mulus. Layanan transportasi publik dibenahi agar para penggemar basket Indonesia dapat menuju dan meninggalkan stadion dengan aman dan nyaman.

Kualitas lapangan basket pun kelas wahid. Kursi untuk para penonton dibuat nyaman untuk pertandingan sepanjang lebih kurang 2 jam. Ada kafe atau restoran untuk beristirahat pada saat pertandingan akan dimulai, setelah selesai, atau pada saat jeda pergantian babak. Oh jangan lupa juga ada toko oleh-oleh yang menjual pernak-pernik tim-tim NBL mulai dari jersey, t-shirt, topi, tas, sweater, dan lain-lain.

Hmm..apa lagi yaa? Kayaknya belum habis 1 triliun deh dari 65,4 triliun yang tersedia. Ya sudah, nanti kalau ingat tinggal ditambahkan saja. Selamat bermimpi :D

(Infographic hibah dari fastcompany.com)

*Rp 65,400,000,000,000,00 adalah jumlah nyata (bukan mimpi) yang dikeluarkan oleh pemerintah Afrika Selatan untuk mempersiapkan hajatan sepak bola piala dunia 2010. (..gleuk: nelen ludah)

Tambahan dikit lagi nih dari mint.com tentang nilai ekonomi piala dunia 2010

Dear Darling #7

Sayang, aku gak percaya kata orang-orang bahwa kesuksesan itu 99% kerja keras dan 1% keberuntungan. Gw percaya kesuksesan itu 0,5% kerja keras dan 99,5% keberuntungan. Enggan menjelaskan kenapa, karena gw yakin suatu saat barangkali orang-orang akan sadar dengan sendirinya akan hal ini.

Terima kasih untuk selalu mengingatkan aku agar selalu bersyukur dan bersabar, karena itulah inti dari mengejar cita-cita.

Selalu sayang kamu :)

Kalau Saja Mbak-mbak Ini Datang Pas Gw SD…

..mungkin sekarang gw sudah menjadi seorang pebasket ulung di NBA atau minimal di NBL Indonesia. Atau setidaknya menjadi seorang penari seperti Fay :D

Fay? Yup, nama anak kecil itu Fay. Kalau gak salah gw lihat dia di babak-babak akhir acara pencarian bakat di sebuah stasiun tivi swasta. Fay adalah salah seorang peserta yang ikut menari bersama Miami Heat Dance Team pada NBA Madness 2009 lalu. Bukan tidak mungkin, Fay semakin bersemangat menari setelah sebelumnya ikut menari bersama Miami Heat Dancers.

NBA Cares

Foto di atas adalah salah satu rangkaian kegiatan Denver Nuggets Dance Team yang datang ke Surabaya untuk kegiatan NBA Madness 2010. Bekerjasama dengan DBL Indonesia, NBA jauh-jauh mengadakan program peduli sosial hingga ke Indonesia!

Pada tahu kan, NBL Indonesia pun akan melakukan kegiatan serupa nantinya? Jadi gak sabar nunggunya :D

10 Tim Bersiap Ikuti Turnamen Pre-Season NBL, Malang 7-15 Juli

Turnamen Pre-Season National Basketball League (NBL) Indonesia musim 2010-2011 segera diselenggarakan pada 7-15 Juli mendatang. Sepuluh klub bakal berkumpul lagi di Malang, berebut gelar juara Pre-Season di GOR Bima Sakti.

Sesuai rapat liga yang diselenggarakan pada Senin, 7 Juni lalu, Turnamen Pre-Season ini akan mempertahankan format turnamen lama, saat liga ini masih bernama Indonesian Basketball League (IBL).

Pada rapat liga tersebut, sepuluh klub bersama Commissioner Azrul Ananda dan PT DBL Indonesia selaku penyelenggara menyepakati banyak hal. Mulai dari format kompetisi Pre-Season hingga finalisasi Peraturan Pelaksanaan NBL Indonesia musim 2010-2011.

Format Pre-Season merupakan yang paling mendesak, karena sudah akan diselenggarakan pada Juli nanti. Setelah membicarakan kemungkinan-kemungkinan perubahan, semua akhirnya sepakat kalau format yang digunakan masih seperti Turnamen IBL dulu.

Di Malang nanti, sepuluh klub akan dibagi ke dalam dua grup. Juara IBL 2009, Satria Muda Britama Jakarta, menempati Grup A, sedangkan klub runner-up, Aspac Jakarta, menempati Grup B. Kemudian, pembagian selanjutnya menggunakan format “ular,” mengikuti urutan akhir IBL 2009.

Di Grup A, Satria Muda Britama akan didampingi CLS Knights Surabaya (peringkat 4), Pelita Jaya Jakarta (5), Muba Hangtuah IM Sumsel (8), dan Satya Wacana Angsapura Salatiga (9). Sedangkan di Grup B, Aspac Jakarta ditemani Garuda Flexi Bandung (3), Bima Sakti Malang (6), Stadium Jakarta (7), dan Citra Satria Jakarta (10).

“Dalam rapat, kami sempat membahas perubahan cara membagi grup. Misalnya memakai sistem ganjil-genap atau acak ulang secara total. Pada akhirnya, semua merasa format yang lama sudah berjalan dengan baik, sehingga tetap dipertahankan,” jelas Azrul Ananda, commissioner (setara CEO) NBL Indonesia.

Dalam rapat itu, semua klub juga sepakat menetapkan Bella Erwin Harahap sebagai Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, mewakili seluruh klub peserta. Tidak berubah seperti ketika IBL 2009 lalu. “Pak Ade Bella (sapaan akrab, Red) telah ikut berjuang keras menyelamatkan liga tertinggi di Indonesia ini. Semua merasa tidak perlu ada perubahan. Kami senang telah bekerja bersama beliau, dan tak sabar segera menjalani musim baru yang penuh harapan,” kata Azrul

Ade Bella sendiri merasa yakin musim perdana NBL Indonesia akan berjalan lancar, bahkan meraih sukses. Dimulai dengan kompetisi Pre-Season di Malang nanti.

“Semua klub memiliki semangat baru. Pihak DBL Indonesia sebagai pengelola juga telah menunjukkan komitmen yang luar biasa. Semua benar-benar ingin mensukseskan musim perdana nanti. Kami berharap, penggemar basket Indonesia ikut memberikan dukungan, memberi kesempatan bagi NBL Indonesia untuk berkembang,” papar Ade Bella, yang di Dewan Komisaris juga mewakili klub Citra Satria Jakarta.

Semua klub peserta punya waktu hingga 29 Juni 2010 untuk menyerahkan daftar pemain untuk Turnamen Pre-Season. Kemudian, dua pekan setelah berakhirnya turnamen itu, klub harus menyerahkan susunan pemain komplet untuk musim reguler 2010-2011, yang dimulai 16 Oktober mendatang di DBL Arena Surabaya.

“Secara bertahap, sebelum Turnamen Pre-Season, kami akan menyampaikan perkembangan persiapan NBL Indonesia. Jadi ikuti terus perkembangan liga baru Indonesia ini. Banyak hal baru akan diterapkan untuk kali pertama di Turnamen Pre-Season nanti,” ucap Azrul.

Pada Mei lalu, Turnamen Bima Sakti juga diselenggarakan di Malang. Turnamen itu merupakan kali terakhir klub-klub bertanding di bawah bendera IBL. “Agak manis juga, IBL berakhir di Malang, lalu NBL Indonesia dimulai di Malang,” kata Azrul.

Hohoo, Gosip Keren! Pertandingan Persahabatan Apakah Ini?

Ini hanya gosip yang gw terima dari salah seorang teman. Belum dapat konfirmasi dari para pihak berwenang. Kabarnya, di GOR Padjadjaran Bandung pada tanggal 20 hingga 22 Juni nanti akan ada sebuah eksebisi persahabatan kecil yang mempertemukan 2 tim besar dari NBL Indonesia, 1 tim hebat dari kampus di Bandung, dan 1 tim gabungan mahasiswa-mahasiswa dari Amerika Serikat.

Penasaran gw. Penasaran juga gak? :D

Denver Nuggets Dancers Mulai Beraksi!

Tonton dan belajar dari para penari pemandu sorak kelas dunia di NBA Madness 2010 Surabaya! Tahun lalu gw datang dan nonton yang Miami Heat Dance Team! Luar biasa!

Tahun ini giliran Denver Nuggets Dancers. Seingat gw, tahun lalu goyangan Miami Heat Dance Team kagak seheboh Denver Nuggets Dancers seperti yang di foto deh. Ah, I miss Surabaya :D