Ulasan Lengkap NBL Indonesia 2010-2011 di DBL Magazine!

Jika teman-teman bertanya di mana bisa mendapatkan DBL The Magazine terbaru ini, gw akan menjawab tidak tahu. Gw sendiri beruntung mendapatkannya ketika acara peluncuran NBL Indonesia 2011-2012 kemarin, 20 Juni 2011 :) (kayaknya nanti segera akan menyusul di mana kita bisa mendapatkan majalah ini).

Bersampul depan dengan gambar Om Lolik, Dimaz Muharri, Faisal J Achmad, Xaverius Prawiro, dan Kelly Purwanto, majalah ini adalah majalah basket cetak yang sangat-sangat representatif baik dari segi isi maupun desain. Majalah ini mengulas (review) perjalanan NBL Indonesia 2010-2011 dengan lengkap! Mulai dari turnamen preseason di Malang hingga final di Surabaya yang keduanya membawa Satria Muda Jakarta keluar sebagai juara.

“Tip-off bintang masa depan..” demikian keterangan gambar yang tertera di halaman front back cover yang memperlihatkan Komink (Pelita Jaya) dan Dwi (CLS Knights) yang sedang berebut bola tanda dimulainya laga NBL Indonesia 2010-2011. Selanjutnya, majalah ini membahas perjalanan laga di setiap seri beserta beberapa pertandingan terbaik pada setiap seri tersebut. Misalnya; Pelita Jaya yang tak terkalahkan di seri pertama, double overtime antara Garuda melawan Pelita Jaya di seri Bandung, kekalahan pertama Pelita Jaya di seri solo serta kemenangan pertama Satyawacana di Solo yang disambut bak juara, kemenangan Garuda atas Aspac di seri Bali, dan membludaknya penonton di seri Jakarta.

Beberapa cerita lain yang menarik dan seru juga berhasil tertangkap dan muncul di halaman-halaman majalah ini semisal perjalanan Merio Ferdiyansyah yang luar biasa selama musim 2010-2011 atau drama-drama menang-kalah selama liga berlangsung. Yang paling menarik, majalah ini penuh warna-warni (full color) dengan foto-foto yang menampilkan aksi-aksi spektakuler. Andai gw masih SMA, pasti sudah gw gunting-gunting dan tempel di kamar sebagai penambah motivasi bermain basket! Majalah ini juga menceritakan sekilas mengenai persiapan tim nasional yang akan berlaga di SEA Games bulan November mendatang.

Harga majalah? Entahlah. Gw bolak-balik sampul depan sampai nungging, gw gak menemukan ada label harganya. Kapan-kapan kalau kita ketemu, gw kasih pinjam baca sebentar deh :D

Perjalanan Dallas Mavericks di 2010-2011 (Infografik)

Infografik super keren yang dikeluarkan oleh perusahaan infografik Chartball ini menceritakan perjalanan Dallas Mavericks dari game pertama di musim reguler hingga game ke-enam final NBA melawan Miami Heat. Di sumber aslinya, infografik ini dapat dilihat lebih dekat dengan fasilitas zoom in. Hebatnya, infografik ini juga menampilkan beberapa peristiwa penting selama rentang musim 2010-2011 bagi tim milik Mark Cuban ini.

*Luar biasa yak kemampuan desain grafis mereduksi data berbelit menjadi ilustrasi yang nikmat :D

Cedric Ceballos yang Juara Slam Dunk Contest 1992 atau yang Rapper? Dua-duanya :D

Salah satu pemain veteran legenda NBA yang akan datang dan ikut bermain di ajang NBL Indonesia Challenge 22 Juni di Jakarta dan 25 Juni di Surabaya nanti adalah Cedric Ceballos. Selain pernah bermain di Dallas Mavericks, Detroit Pistons, dan Miami Heat, Ceballos sangat menonjol ketika bermain bersama Charles Barkley di Phoenix Suns dan juga ketika pindah dan bermain untuk Los Angeles Lakers.

Bersama Phoenix Suns di tahun 1992-1993, Ceballos membukukan rerata field goal tertinggi di NBA dengan persentase 57,6 persen sekaligus menembus final NBA namun kalah dari Chicago Bulls, 4-2 yang kala itu bersama Michael Jordan. Ketika pindah ke L.A. Lakers, di musim 1994-1995 Ceballos merupakan pengumpul rata-rata angka terbanyak dalam timnya dengan 21,7 poin per game dan masuk dalam jajaran pemain NBA All-Star. Demikian pula pada musim selanjutnya, 1995-1996, Ceballos mengumpulkan rata-rata angka tertinggi di Lakers dengan 21,2 poin per game dan menjadi pemain Lakers pertama sejak 20 tahun sebelumnya yang mampu mencetak 50 poin dalam satu game. Sayang tahun itu Ceballos tidak masuk All-Star.

Prestasi Ceballos yang paling lekat dalam ingatan penggemar NBA adalah ketika ia memenangkan slam dunk contest di tahun 1992. Ketika itu ia mengalahkan salah satu slam dunker terhebat di NBA, Shawn Kemp dan Larry Johnson. Gaya Ceballos sangat-sangat unik! Perhatikan:

Cedric Ceballos ternyata tak hanya jago basket. Ia pun seorang rapper. Bahkan dalam salah satu petikan wawancara dengan majalah Slam, Ceballos mengaku bahwa passion utamanya sebenarnya adalah musik. Namun setamat SMA, Ceballos kemudian serius menggeluti basket dan semakin dalam “terjerumus” ke dalamnya. Dibantu oleh Warren G, Cedric Ceballos akhirnya sempat mengeluarkan satu single berjudul “Flow On” dalam album kompilasi berjudul “B-Ball’s Best Kept Secret”. Album tersebut adalah album hiphop yang dibawakan oleh para pemain NBA seperti; Shaquille O’Neal, Gary Payton, Jason Kidd, Brian Shaw, dan tentunya Cedric Ceballos. Tengok videonya!

Cedric Ceballos, Clifford Robinson, Dale Ellis, Voshon Lenard, dkk Tantang NBL Indonesia!

Press Release dari NBL Indonesia

Tiga mantan NBA All-Star bakal menjadi bintang utama tim USA Legends, yang Juni nanti akan bertanding melawan tim bentukan National Basketball League (NBL) Indonesia di Jakarta dan Surabaya, di ajang Flexi NBL Indonesia Challenge 2011.

Mereka adalah Cedric Ceballos, mantan top scorer Los Angeles Lakers (All-Star 1995), Dale Ellis, mantan bintang Seattle SuperSonics (All-Star 1989), dan Clifford Robinson, mantan andalan Portland Trail Blazers (All-Star 1994).

Selain pernah terpilih masuk NBA All-Star, Ceballos juga pernah bikin sensasi saat meraih gelar juara NBA Slam Dunk pada 1992. Dale Ellis pernah merebut juara NBA Three-Point Shootout 1989. Sebelum itu, pada 1987, Ellis meraih gelar NBA Most Improved Player. Sedangkan Clifford Robinson pada 1993 juga meraih gelar Sixth Man of the Year.

Selain ketiga eks All-Star di atas, akan hadir pula Voshon Lenard, mantan juara NBA Three-Point Shootout 2004 saat membela Denver Nuggets. Lalu ada dua mantan pemain Los Angeles Lakers, Ike Nwankwo dan Duane Cooper. Selain enam mantan pemain NBA di atas, tim USA Legends akan diperkuat enam orang pemain hebat dari NBA Development League.

Menurut jadwal, tim USA Legends ini akan menghadapi NBL Indonesia Selection Team di Hall A Senayan Jakarta pada 22 Juni, lalu di DBL Arena Surabaya pada 25 Juni mendatang.

“Kami senang dan bangga bisa menyelenggarakan Flexi NBL Indonesia Challenge 2011. Bukan hal mudah mendatangkan tim seperti ini. Kami yakin, kalau tahun ini sukses, semakin banyak bintang basket dunia yang ingin menunjukkan kemampuan mereka di Indonesia,” kata Azrul Ananda, direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sekaligus commissioner NBL Indonesia, penyelenggara even ini.

David Chu, general manager USA Legends, mengaku tak sabar segera menyapa penggemar basket di Indonesia. “Even ini bersejarah. Untuk kali pertama, ada tim beranggotakan enam mantan pemain NBA, termasuk tiga orang All-Star, bertanding melawan bintang-bintang NBL Indonesia,” katanya. “Kami senang bisa bekerja sama dengan PT DBL Indonesia, organisasi yang sangat profesional di Indonesia. Kami yakin even ini adalah awal dari kunjungan rutin tim USA Legends ke Indonesia,” tambahnya.

Tim NBL Indonesia sendiri akan berisikan pemain-pemain dari sepuluh klub peserta liga tertinggi di tanah air tersebut. Kebanyakan adalah pemain muda, didukung bintang-bintang populer. Sejauh ini, nama yang sudah dipastikan oleh penyelenggara adalah Denny Sumargo (Garuda Flexi), Dimaz Muharri (CLS Knights), Oki Wira Sanjaya (Aspac), serta para peraih award musim 2010-2011 seperti Dian Heryadi (top rebound, Muba Hangtuah Indonesia Muda) dan Valentino Wuwungan (rookie of the year, Satya Wacana Angsapura).

“Ketika merancang even ini beberapa bulan lalu, kami sebenarnya berniat mempertemukan All-Star NBL Indonesia dengan USA Legends. Tapi banyak bintang NBL Indonesia yang sekarang bertugas membela tim nasional. Jadi, kami memutuskan untuk membentuk NBL Indonesia Selection Team, yang berisikan banyak bintang muda. Kami berharap, even ini akan memberi mereka pengalaman berharga. Itu akan baik untuk masa depan NBL Indonesia, dan tentu saja masa depan basket Indonesia,” papar Azrul.

Susunan lengkap NBL Indonesia Selection Team akan diumumkan dalam waktu dekat. “Kami terus berkoordinasi dengan tim nasional tentang pemain,” pungkas Azrul.

Selain datang bertanding di Flexi NBL Indonesia Challenge 2011, barisan USA Legends juga akan menghadiri peluncuran musim baru NBL Indonesia 2011-2012, yang rencananya dimulai Desember mendatang. (*)