“Latihan Pagi, oh Latihan Pagi,” (Suka-Suka Liaison Officer NBL Indonesia 2/3)

*sambungan dari Bagian 1/3

oleh: @diitoooo dan Kokok

Jadi begini, di saat kalian masih pada tidur, kami sudah pada mandi sebelum subuh dan berangkat dari rumah menuju venue alias arena. Tanpa janjian pun kadang kita selalu berangkat bareng sama tukang sayur yang mau kulakan di pasar! Hahahaha. Jam 5 pagi kami sudah sampai di penginapan tim yang latihan paling awal. Karena latihan ini difasilitasi oleh NBL Indonesia, maka jadwal latihan seluruh tim kontestan selama musim kompetisi dikelola oleh NBL Indonesia. Latihan paling pagi biasanya dimulai jam 06:00 sampai jam 07:00, latihan tim kedua mulai jam 07:00 sampai jam 08:00, latihan tim ketiga dimulai jam 08:00 sampai jam 09:00 dan seterusnya, dan seterusnya.

Paling gak enak pas kebagian jemput latihan tim pertama, kita harus berangkat lebih awal lalu membangunkan pak manajer yang hendak dijemput. Kadang sungkan juga pas kita telepon ternyata mereka sudah siap duluan di lobby hotel. Syukurlah semua manajer tim di NBL ini baik hati dan enak diajak berkoordinasi. Menyapa & senyum (dalam keadaan seperti apapun) adalah hal yg harus kita berikan sebelum mereka naik Bus.

Berangkatlah LO beserta tim yang mendapat jatah latihan pertama. Sampai di arena, kami menyiapkan bola latihan dan memastikan air mineral untuk para pemain dan official sudah tersedia di lapangan. Lalu kita selalu nyamperin head coach dan memberi tahu durasi latihan, durasi latihan ini juga sangat penting untuk diperhatikan agar tidak mengganggu jam latihan tim lain. Di sinilah kecakapan berkomunikasi seorang LO diuji!

Pernah ada sedikit insiden kecil ketika latihan pagi di musim regular seri pertama di Surabaya. Waktu itu bus yang hendak menjemput tim pertama latihan mengalami kendala di jalan, karena terburu-buru bus salah ambil jalur di jalan yang sebenarnya gak boleh dilewati kendaraan besar di jam-jam tertentu. Kami distop oleh pak polisi! Kena tilang dong? Berkat modal berkomunikasi yang baik, pak polisi mau memaafkan dan mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan dengan catatan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Waktu sudah terbuang kurang-lebih 15 menit, pak manajer yang timnya dapat jatah latihan pertama sudah panik. Misscall di hape gw sudah lebih dari 7 kali! (hehehe..) Ketika ada kejadian seperti itu kami dilarang ikutan panik. Yang harus kami lakukan adalah mencari solusi bagaimana agar durasi latihan seluruh tim tidak terganggu. Kami menggunakan beberapa solusi.

Pertama, kami koordinasikan dahulu kepada koordinator LO dan supervisornya. Lalu meminta maaf kepada para manajer dan menyampaikan dengan santun bahwa jadwal latihan tim mereka mundur 15 menit. Bayangin, betapa berharganya 15 menit itu dan betapa repotnya harus menghubungi 10 manajer tim itu satu persatu! Syukur-syukur kalo manajernya bisa ngertiin dan memaafkan kami, kalau gak? Habislah kami diomelin. Karena yang kami hadapi ini adalah tim profesional yang bermain di kasta tertinggi bola basket nasional, NBL Indonesia! Mereka sangat disiplin terhadap waktu dan dalam segala hal! Segalanya harus sempurna. Mereka punya timeline sendiri di timnya; jam berapa mereka harus bangun, jam berapa mereka harus sarapan, jam berapa mereka harus latihan, jam berapa mereka harus istirahat, jam berapa mereka harus siap bertanding dan sebagainya, dan sebagai nya. Maka sebagai LO pun kita harus TEPAT WAKTU alias OFF TIME!!

Kok off time sih, bukan on time? Istilah ini sering dipakai oleh divisi kami, kami selalu camkan kepada sesama teman LO. Kalau on time adalah tepat waktu, maka kami harus sampai sebelum waktu yang ditentukan :D Contoh, Pelita Jaya (salah satu tim idola gw, hehehe..) latihan jam 06:00 sampai dengan jam 07:00, otomatis harus berangkat dari penginapan 30 menit atau 1 jam sebelumnya, tergantung jarak tempuh dan waktu tempuh. Artinya jam 05:30 sudah berangkat ke arena, maka jam 05:00 gw dan shuttle bus sudah harus siap-sedia di penginapan Pelita jaya dari jam 05:00! Nah, dari situlah istilah off time itu muncul :))

Masih mengira pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan? Hohoho, ini baru permulaan coy! Kembali ke cerita tentang latihan, usai mengantar tim yang mendapat jadwal pertama latihan dan memastikan bola latihan beserta air mineral tersedia plus mengingatkan durasi latihan ke head coach-nya, gw bersama shuttle bus langsung cabut untuk menjemput tim yang akan latihan berikutnya yaitu tim kelima. Tim yang mendapat jatah latihan kedua, ketiga dan keempat sudah ada yang menangani yaitu teman-teman gw, Si LO 2, LO 3 dan LO 4. Nah, lalu tim yang mendapat jatah latihan pertama tadi siapa yangg mengantar pulang usai latihan? Biasanya LO 2 inilah yang mengantar pulang tim yang latihan pertama. LO 3 mengantar pulang tim yang mendapat jatah latihan ke 2, LO 4 mengantar pulang tim yang latihan ke 3 dan seterusnya, dan seterusnya sampe kesepuluh tim beres latihan. Enak dong LO 1, jam latihan tim kelima kan masih lama? Nah, disinilah kesempatan para LO dan driver serta kondektur shuttle bus untuk istirahat dan makan sebelum kembali riwa-riwi antar jemput tim yang latihan ke 5, 6, 7, 8, 9 dan 10.

Begitulah kira-kira aktivitas LO, itu baru latihan loh! Belum antar jemput untuk pertandingan! Intinya, kami ini tua di jalan dan hidup di atas roda selama musim kompetisi bergulir hehehe. Beruntung setiap hari cuma ada tiga pertandingan, maksimal empat pertandingan. Artinya tiap hari ada enam tim yang bertanding (maksimal delapan tim jika ada empat pertandingan) Bisa tolong dibayangin kalau ada lima pertandingan dalam sehari?? :P

Jangan terlalu serius ngebayanginnya. Soalnya, gak mungkin juga kok ada lima pertandingan dalam satu hari. Waktunya ga akan cukup. Pertandingan keempat saja baru mulai jam 20:00, selesai nya juga kurang-lebih jam 22:00.

Oh ya, latihan ini digelar di tempat pertandingan guna seluruh tim dapat beradaptasi dengan lapangan pertandingan dan merasakan atmosfir lapangan itu sendiri. Terkadang gak selalu juga di tempat pertandingan karena alasan waktu yang tidak memungkinkan. Maka latihan di lapangan lain untuk tim yang tidak bertanding di hari itu adalah solusi nya. Lokasinya otomatis agak jauh dari tempat pertandingan, inilah yang terkadang membuat kami sebagai LO ngerasa keder. Kalau lokasinya jauh banget, waktu tempuh untuk jemput tim yang lainpun akhirnya harus dipikirkan. “Lama banget sih mas, jemputnya? Kita sudah pada laper nih!” kalimat ini sering mampir di telinga kami kalau terlambat menjemput. Nah, kalau kalimat itu sudah terceplos, kami kudu sabar, tenang, tarik nafas dalam-dalam, dan senyuuummmm. Bagaimanapun mereka adalah “raja” bagi kami :D

(bersambung)

13 pemikiran pada ““Latihan Pagi, oh Latihan Pagi,” (Suka-Suka Liaison Officer NBL Indonesia 2/3)

    1. Adeeekkk… Hahahaha.. Ailopyu cece adek!
      Kawan2, Adek inilah yg gw maksud salah satu dari Supervisor gw di divisi LO. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s