Belajar Main Basket dari: David Lee of New York Knicks (Exclusive Interview with David Lee in NBA Madness Surabaya 2009)

Di tengah padatnya kegiatan hari-hari terakhir NBA Madness di Surabaya, David Lee menerima gw dengan ramah untuk sedikit ngobrol tentang main basket di DBL Arena Surabaya.

photo-4

Mengagumkan bagaimana David Lee menekankan betapa belajar merupakan hal terpenting dalam hidup jika kita ingin selalu jago dalam dunia main basket dan atau juga meraih cita-cita dalam hidup.
(Nggak ngerti bahasa Inggris? Makanya belajar! Atau setidaknya mulai bertanya kepada yang lebih tahu; teman, guru, buku, atau Google.)

What was your dream when you were a kid?

I always really enjoy sport. I didn’t know that I was definetelly wanna play basketball. You know my hero is Michael Jordan and I still watch him play a couple of times. But I guess I didn’t have any until highschool that I really knew that I want to be a basketball player.

Who’s your favorite player ever?

Michael Jordan for sure. You know, I grew up in St. Louis which is about three or four hours drive from Chicago and Michael Jordan was with the Bulls, and we used to go up there and watch him two times or three times a year when I was a little, he is my hero.

Who’s the best player in the league now? Why him?

I have to say Kobe Bryant or LeBron James. But probably Kobe right now, but LeBron is younger, in the next couple of years he’ll be the best.

Who is the most inspiring person in your life?

Hmm, it’s a good question. I just think anyone that works hard in what they do, no matter what it is. My parents definetely are the biggest influence and my family. But all, anybody that works hard in what they do, no matter what it is.

When was the first time you playing basketball?

When I was really little, about three or four year old. I just travelled a little minute to the hoop and played all the time. Who taught you? My dad. My dad and I was playing a lot.

What is the most important thing to learn to improve your skill in basketball?

Well I think it’s putting in the time in the effort. I think it’s just the hard work is the most important because you can get better in any part of basketball.

What is the best thing basketball has teach you so far?

I think basketball teaches me how to be competitive. That’s a huge part of anything you do in your life. If you were competitive you could go through of anything.

What is your best moment in basketball?

I think winning the MVP at the rookie-sophomore game. And then I had a tipping in at a buzzer to win a game in The Garden. That was two years ago, that was a pretty cool feeling. It was New York against Charlotte.

What is your favorite book?

I don’t have a favorite book. I’m not a big reader..hahaa. I don’t read that much. But I read magazines.

Any messages for Indonesian youth?

I’ve seen a lot of enthusiasm for the game of the basketball and it seems a lot of people are very happy over here. Keep continue to learn whether it’d be about basketball or anything else and put in time in the effort and you will get better in whatever you decide is important. It will keep you go along the way.

Iklan

David Lee (New York Knicks), Miami Heat Dancers, dan Gw Ketemuan di Surabaya :D

Pagi jam 7:30 tadi gw akhirnya tiba di Surabaya dan langsung ke tempat teman-teman panitia NBA Madness Surabaya berkumpul. Siangnya jam 11-an gw menuju Sheraton Hotel sebelum kemudian menuju Pakuwon Supermal Surabaya, satu bis bersama Miami Heat Dancer!! Them all beautiful!

Image120

Di Pakuwon Supermal, Miami Heat Dancer mengadakan klinik dance kepada sekitar 25 dancer lokal yang sangat muda-muda dan antusias (sebagian besar masih SD atau SMP sepertinya). Ketakjuban gw muncul ketika ternyata para dancer muda Surabaya ini sama sekali tidak mengalami kesulitan mengikuti gerakan-gerakan yang diajarkan oleh Mady (kalau gak salah nama pemimpin pelatihannya tadi). Malah terkesan seperti langsung hafal begitu suatu gerakan baru diajarkan.

Miami Heat Dancers akhirnya memilih empat orang untuk tampil besok bersama mereka kembali di Pakuwon Supermal. Nggak perlu seorang pengamat dance profesional untuk menilai mengapa empat orang pemenang yang dipilih Miami Heat Dancers bisa terpilih. Semangat dan passion-nya gila-gilaan!

Suasana Pakuwon Supermal pun sangat heboh! Gw belum bisa cerita banyak karena masih menikmati suasana NBA Madness yang luar biasa. Pertanyaan gw, “kenapa di Surabaya ya? Bukan Bandung agar dekat ke rumah gw..hehee”

David Lee (New York Knicks) dan Miami Heat Dance Team Tiba di Surabaya (NBA Madness)

Para bintang utama NBA Madness presented by Jawa Pos tadi malam mendarat di Surabaya. Bintang New York Knicks, David Lee, dan Miami Heat Dance Team tiba di Bandara Juanda bersama rombongan yang berjumlah total 11 orang.

Mulai hari ini sampai Minggu (25-28 Juni), mereka akan menyapa penggemar di weekend penutup NBA Madness di Supermal Pakuwon Indah Surabaya.

NBA Madness

Dari rombongan itu, tentu saja David Lee mendapat perhatian terbesar. Bagaimana tidak, badannya yang tinggi besar (206 cm) menjulang di antara penumpang yang lain. Dandan simpel dengan mengenakan kaus putih dan celana jins, Lee ditemani kekasihnya, Sabina Gadecki.

Meski lelah, Lee tampak santai dan ramah menanggapi semua orang yang menyapanya. Sebelum masuk ke mobil yang mengantarnya ke hotel, dia sempat memberikan komentar kepada barisan media yang menyambut di bandara. 
”Senang sekali bisa datang ke Surabaya. Ini kesempatan pertama saya mewakili NBA di Indonesia. Di sini saya ingin menyuguhkan yang terbaik. Bersenang-senang, bertemu dengan banyak anak-anak,” kata pebasket 26 tahun tersebut.

Menurut Lee, perjalanannya ke Surabaya tidak seburuk yang dikhawatirkan. Meski penerbangan total dari New York mencapai 20 jam, dia tidak terlalu bosan. Apalagi, transitnya di Hongkong (bertemu dengan rombongan lain) tidaklah terlalu lama. “Hanya menunggu sekitar satu jam dan 45 menit. sempurna,” ungkapnya. 
       

Sementara David Lee menyedot banyak perhatian, Miami Heat Dancers keluar dari bandara relatif lebih lancar. Enam personel dance team itu, Maddy, Kristina, Sarah, Jenny, Shea, dan Jackie, kompak mengenakan t-shirt merah Miami Heat dibungkus jaket hitam. Mereka datang ditemani sang manajer, Janine Thompson. 
 “Sambutan yang kami terima di sini luar biasa. Kami akan membalasnya dengan tampil maksimal,” papar Janine Thompson. 
     

Begitu tiba tadi malam, David Lee langsung jalan-jalan di Tunjungan Plaza. Dia mengaku ingin mengatasi jet lag. Yaitu dengan mencoba menjalani sisa malam senormal mungkin, dan tidur pada jam yang semestinya.

Mulai hari ini sampai Minggu, David Lee dan Miami Heat Dancers akan bergantian tampil di arena NBA Madness presented by Jawa Pos, di atrium Supermal Pakuwon Indah. Penampilan pertama mereka hari ini adalah pukul 14.00 WIB, secara resmi membuka weekend penutup even pertama di Indonesia ini. 
       

(Thanks to Aziz for the news)

Bayi Raksasa Nan Lincah Itu Adalah Andi Batam!

4686_88924058214_574388214_1846160_2132350_n

Tidak ada lagi keraguan bahwa Simon Wong, Pelatih Kepala Nuvo CLS Knights Surabaya harus memberikan pengawasan kepada “The Giant Baby” Andi Batam dalam babak play off nanti melawan Pelita Jaya Esia Jakarta.

Gw tidak ingat kapan pertama kali melihat Andi Batam bermain, namun dari beberapa laga terakhir Pelita Jaya, gw semakin ngeri melihat penampilan Andi Batam yang menurut gw adalah seorang pemain yang dapat memperparah mimpi buruk tim-tim lawan yang menghadapi Pelita Jaya.

Saat IBL All Star 2009 di Bandung, Andi Batam menjadi Most Valuable Player dengan raihan angka terbanyak. Hampir semua tembakan tiga angkanya dari sisi kiri masuk. Dalam lanjutan pertandingan-pertandingan kompetisi reguler, Andi Batam mampu melakukan penetrasi dan mengakhirinya dengan lay-up manis yang membuat para pemain tim bertahan tak jarang saling menyalahkan. Jangan pernah pula memberi ruang tembak bagi Andi Batam, eksekusinya akan mempermalukan pemain yang menjaganya.

Pelita Jaya yang selalu menjadi kuda hitam kini semakin berbahaya. Rusta dan Erik Sebayang dan semua skuad Pelita Jaya semakin percaya diri dengan hadirnya Andi Batam. Watch out for the Giant Baby!

(Foto oleh Ino Afiar)

Satu Pemain yang Patut Diawasi, Namanya Xaverius Prawiro!

n556565767_1469380_8083045

Saran ini gw berikan khusus untuk Bima Sakti Nikko Steel Malang yang akan menghadapi XL Aspac Jakarta pada babak play-off nanti. Matikan Xaverius, maka kemungkinan besar Bima Sakti akan kembali membunuh Aspac. Masalahnya, Xaverius tidaklah semudah itu untuk ditaklukan!

Saat melawan Garuda Flexi Bandung pada laga terakhir Putaran II Seri 6 lalu di Bandung, Xaverius adalah otak dibalik kocar-kacirnya pertahanan Garuda. Ia leluasa berputar-putar di area pertahanan Garuda mengacaukan konsentrasi sebelum menusuk dengan tembakan mematikan. Peran Xaverius dalam menjaga Mario Wuysang terlihat efektif. Mario harus bekerja keras melewati kawalan santai Xaverius sembari menata pola serangan Garuda. Garuda pun akhirnya tunduk kembali pada Aspac.

Mental Xaverius pun terbilang sudah mapan. Terkadang seorang pemain tidak lagi tertekan oleh musuh namun lebih kepada otoritas pelatih kepala. Coach Tjetjep terkenal tukang protes wasit dan sering memarahi para pemainnya di pertengahan laga. Pada pertarungan melawan Garuda lalu, gw memperhatikan Coach Tjetjep memarahi Xaverius karena melakukan sebuah kesalahan. Reaksi Xaverius kepada pelatihnya hanya mengangkat tangan sambil tertawa kepada Coach Tjetjep. Coach Tjetjep pun langsung terdiam. Hahaa..

So, Bima Sakti, kalian sudah mengantongi satu keunggulan sebagai tuan rumah. Sisanya, kunci dan matikan satu pemain ini. Bukan Thoyib, bukan Vinton, bukan Riko, tapi Xaverius Prawiro!