Akhirnya Ada Cara Untuk “Ngakalin” Disiplin

706494b626de13e900ecfef7412fd2320f623b9e_m

Terima kasih untuk Leo Babauta yang selalu memberi inspirasi lewat tulisan-tulisannya. Dalam salah satunya, Leo memberikan solusi untuk masalah yang sering gw hadapi yaitu kurang disiplin.

Seperti halnya Leo, gw (akhirnya) mendefinisikan disiplin sebagai “melakukan sesuatu dengan terpaksa”. Ya, karena pada dasarnya disiplin memang mewajibkan kita untuk konsisten melakukan sesuatu dalam menggapai keinginan kita walaupun hal atau sesuatu itu tidak begitu menyenangkan.

Sebagai pemain basket amatir, gw merasa jago (hihihiii..). Tapi dribel kiri gw jelek banget (lah, katanya jago?). Gw nggak pernah disiplin melatih tangan kiri gw untuk menggiring bola apalagi menembak, karena memang menyebalkan buat gw. Jadilah, walau gw jago main basket, dribel kiri gw buruk benar (kalau nanti kalian sempat main basket dengan gw, saat gw dribel dengan tangan kiri, itu artinya 90% peluang keberhasilan untuk steal bola dari gw..hahaa).

Kembali ke soal disiplin tadi, Leo memberikan alternatif cara untuk orang-orang kayak gw yang kurang disiplin. Berikut caranya:

1. Memaafkan diri sendiri. Gw nggak sendiri ternyata. Disiplin memang sesuatu yang penuh tantangan dan banyak orang gagal menerapkannya. Jadi gw kudu “lembut” pada diri gw dan bersabar.

2. Disiplin adalah sebuah ilusi. Disiplin adalah sebuah konsep yang umum dan diterima oleh banyak orang sebagai cara untuk mencapai keinginan. Tapi apa sih sebenarnya disiplin? Orang-orang bilang bahwa disiplin adalah “metode menempa diri” lalu bagaimana caranya? Memaksakan diri?

3. Fokus pada motivasi. Apa sih tujuan gw melakukan sesuatu atau memiliki kebiasaan tertentu. Kenapa gw harus repot-repot disiplin belajar dribel dengan tangan kiri? Untuk main basket lebih jago lagi! Jadi, menurut Leo, motivasi adalah penggerak utama kita (amen brother!). Ketika kita mulai malas-malasan, ingat lagi motivasi kita melakukan itu semua.

4. Santai saja. Disiplin terasa berat karena ada unsur paksaan di dalamnya. Agar tidak terasa memaksa, bikin suasananya jadi santai. Tidak perlu terlalu memaksakan diri. Santai saja yang penting senang. Dalam kasus gw, gw akan mendribel bola dengan tangan kiri sambil tertawa-tawa saat tidak ada lawan yang menjaga. Jika lawan mendekat, tangan kanan mengambil alih bola atau segera gw oper ke teman. Santaaiii..

5. Fokus pada bagian senang-senang! Sekali lagi, disiplin itu menyebalkan. Jika demikian, kita harus mencari bagian yang paling menyenangkan dari kegiatan yang kita lakukan dan fokus di situ. Atau jadikan sebuah kegiatan itu menyenangkan. Gw lama-lama menikmati dribel dengan tangan kiri hingga tanpa sadar gw berani berhadapan dengan lawan sambil mengendalikan bola dengan tangan kiri (walau akhirnya bola selalu di-steal..hahahaaa)

6. Lakukan berulang kali! Lakukan hal-hal menyenangkan tersebut berkali-kali. Gagal adalah hal biasa, lebih enak menertawakan diri sendiri daripada menyesalkan kesalahan-kesalahan kita.

Gw ingat cerita Tracy McGrady dari Houston Rockets, dulu dia adalah pemain basket yang jago dengan dribel kiri yang sangat buruk (seperti gw). Namun kini, dribel kiri Tracy jauh lebih jago sehingga ia pernah mendengar lawannya berteriak “force him to his right!” seolah tangan kanannya lah yang buruk. Ntar gw mau kayak Tracy ah..

Sebagian besar posting ini gw sadur dari tulisan Leo. Thanks Leo.

(Kunjungi Leo Babauta di sini)

Iklan

Aksi Kecil yang Akan Merubah Hidup Kalian!

0c25e86ed545eff42c33e2dbd23ee52c29ca2d93_m

Ada sebuah kejadian kecil lucu yang terjadi dalam hidup gw beberapa hari belakangan ini. Begini ceritanya, gw memiliki sebuah kebiasaan selalu menyikat gigi sehabis makan. Sikat gigi dan odol yang biasa gw pakai gw letakan di sebuah pengait yang ada di dalam sebuah lemari kecil di dalam kamar mandi.

Setiap tiga kali sehari gw akan masuk kamar mandi, membuka lemari kecil, mengambil sikat gigi dan odol, lalu menyikat gigi. Setelah selesai, sikat giginya gw bilas dan bersihkan, lemari kecil gw buka, sikat gigi gw simpan di pengaitnya, lemari gw tutup kembali, dan beres.

Kejadian serunya terjadi beberapa hari terakhir. Pengait tempat meletakan sikat gigi di dalam lemari kecil itu patah dan memaksa gw untuk menyimpan sikat gigi di atas lemari kecil itu dan bukan lagi di dalamnya. Sejak itu, gw sudah tidak bisa lagi menyimpan sikat gigi dan odol di dalam lemari kecil tersebut.

Anehnya, setiap kali gw akan menyikat gigi, gw akan selalu membuka lemari kecil tersebut sebelum akhirnya tersadar bahwa sikat gigi dan odol ada di atasnya, bukan di dalam lemari! Ini juga terjadi saat gw selesai menyikat gigi. Gw selalu membuka lemari kecil itu dan menemukan bahwa gw harus menutupnya kembali lalu menyimpan sikat gigi di tempat barunya, di atas lemari!

Aneh! Kenapa gw selalu mengulang aksi yang sama yang jelas-jelas keliru dan gw tahu itu keliru?!!

Begini penjelasannya..

Gw lalu menemukan sebuah artikel dari salah satu artikel di internet yang mengatakan bahwa jika kita terbiasa melakukan sesuatu secara berulang-ulang/rutin dan kita melakukannya dengan sadar, maka otak akan menyimpan kegiatan tersebut sebagai memori gerak otomatis! Awalnya kita akan memikirkan setiap urutan langkahnya, namun lama kelamaan kita akan terbiasa dan otak memberikan “mode: otomatis!” untuk kegiatan rutin tersebut. Kita tidak perlu berpikir lagi ketika akan melakukannya lagi.

Contoh kasus lainnya adalah ketika kita mengendarai sepeda motor. Otak kita sudah memrogram semua gerak-gerak otomatis dalam mengendarai sepeda motor. Kapan kita menancap gas, memindahkan perseneling, merem, hingga berhenti. Semuanya sudah ada dalam “mode: otomatis!“.

Kuncinya adalah “melakukan sesuatu berulang-ulang”. Untuk memiliki sebuah kebiasaan (yang baik) kita bisa melatih otak kita agar menjadikan kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang “otomatis” di dalam otak kita. Kita bisa melatihnya!

Caranya? Pertama, tentukan dulu kebiasaan baik apa yang ingin kalian miliki. Sebagai permulaan, tidak perlu yang sulit-sulit. Misalkan, bangun pagi jam 05:30, atau olah raga singkat 15 menit setiap jam tertentu, atau sarapan pagi jam 07:00, atau membaca buku 10 menit perhari sebelum tidur, atau apa saja.

Setelah menentukan kegiatan apa yang ingin kalian jadikan kebiasaan, mulailah melakukan kegiatan tersebut secara rutin selama 21 hari! Yak 21 hari. Lakukan tanpa terputus! Jika terputus, ulangi lagi dengan menghitung ulang kembali bilangan hari kembali ke awal. (Kenapa 21 hari? Tidak dijelaskan penjelasan ilmiahnya)

Menarik banget buat gw, karena gw mulai belajar menerapkannya dengan menumbuhkan beberapa kebiasaan dalam hidup gw. Hasilnya? Silahkan kalian coba sendiri-sendiri deh..

Good luck! Especially me..hahahaaa :)