Besok! :D

Tunggu besok :)

Iklan

Christopher Mundur dari Manajer CLS Knights Surabaya

Bambang Susilo kini mengambilalih posisi yang ditinggalkan oleh Christopher J. Tanuwidjaja (Mas Chris) sebagai manajer tim Indonesian Basketball League (IBL) asal Jawa Timur, CLS Knights Surabaya.

Pernyataan pengunduran diri Mas Chris disampaikan melalui surat elektronik kepada Mainbasket tadi malam. Alasan utama pengunduran diri ini menurut Mas Chris tak lain demi kemajuan CLS Knights di masa mendatang. Mas Chris mengaku pekerjaan dan tanggung jawabnya di luar dunia basket mengalami peningkatan serta tugasnya menjaga orang tua yang kondisi kesehatannya agak kurang baik belakangan ini sehingga harus bolak-balik Jakarta-Singapura.

“Saya bangga pernah menjadi bagian dari Tim yang Luar Biasa ini, dan juga membantu menyumbangkan sesuatu bagi Kota Surabaya yang kita cintai. Meski sudah tidak menjabat, hati saya tetap untuk CLS Knights & Kota Surabaya.” kata Mas Chris menutup suratnya.

Sukses terus Mas Chris, dan semoga orang tuanya pun diberi kesehatan dan kekuatan. Amiin. Maju terus CLS Knights Surabaya!

Jadwal Pertandingan Turnamen Piala Guberbur DKI Jakarta, 4-13 Maret 2010

Pool A
Aspac Jakarta
Stadium Bhinneka Solo
Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan (MUBA)
Pacific Caesar Surabaya

Pool B
Garuda Flexi Bandung (GFB)
Bima Sakti Nikko Steel Malang (BS)
Citra Satria Jakarta (CS)
PimNad Aceh

Pool C
CLS Knights Surabaya (CLS)
Pelita Jaya Esia Jakarta (PJE)
Aliansi Jakarta
Sahabat Semarang

Kamis, 4 Maret 2010
1. 14.00 – 16.00 Aspac vs Pacific
2. 17.00 – 19.00 PJE vs Aliansi
3. 19.00 – 21.00 Bima Sakti vs CS

Jumat, 5 Maret 2010
1. 15.00 – 17.00 GFB vs Pimnad
2. 17.00 – 19.00 Sahabat vs CLS
3. 19.00 – 21.00 Stadium vs MUBA

Sabtu, 6 Maret 2010
1. 15.00 – 17.00 Sahabat vs PJE
2. 17.00 – 19.00 Aspac vs Stadium
3. 19.00 – 21.00 Bima Sakti vs GFB

Minggu, 7 Maret 2010
1. 15.00 – 17.00 Muba vs Pacific
2. 17.00 – 19.00 CS vs PimNad
3. 19.00 – 21.00 Aliansi vs CLS

Senin, 8 Maret 2010
1. 15.00 – 17.00 Pacific vs Stadium
2. 17.00 – 19.00 GFB vs CS
3. 19.00 – 21.00 Aliansi vs Sahabat

Selasa, 9 Maret 2010
1. 15.00 – 17.00 PimNad vs BS
2. 17.00 – 19.00 MUBA vs Aspac
3. 19.00 – 21.00 CLS vs PJE

Rabu, 10 Maret 2010
1. 14.00 – 16.00 Juara Pool A vs Peringkat 3 Terbaik (2)
2. 16.00 – 18.00 Runner Up Pool B vs Juara Pool C
3. 18.00 – 20.00 Runner Up Pool A vs Peringkat 3 Terbaik (1)
4. 20.00 – 22.00 Juara Pool B vs Runner Up Pool C

Kamis, 11 Maret 2010 — LIBUR

Jumat, 12 Maret 2010 — SEMI FINAL
Game 1 15.00 – 17.00
Game 2 17.00 – 19.00

Sabtu, 13 Maret 2010
Game 1 15.00 – 17.00 — Perebutan Juara 3 & 4
Game 2 17.00 – 19.00 — Final Piala Gubernur DKI 2010 (Perebutan Juara 1 & 2)

Layups are Cooler than Slamdunks?

Kalimat di atas adalah tweet dari teman gw, Moerat yang memicu sedikit kontroversi di kalangan teman-teman gw yang lain yang sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Beberapa dari mereka bertanya-tanya dengan heran, “bagaimana mungkin slamdunk dikatakan tidak lebih keren daripada layup?”

(Di sebelah Nsane11 bukan Thyus Edney)

Sejujurnya, gw awalnya agak heran dengan teman-teman yang sebegitu emosinya menanggapi tweet dari Moerat tersebut. Karena Moerat hanya menanggapi tweet sebelumnya dari 13MCoachK yang kurang lebih menyatakan bahwa teknik dan keahlian fundamental dalam bermain basket itu esensial. Namun di atas itu, gw juga menghargai sebuah pernyataan pribadi dan kebebasan berpendapat. Dan tentu saja, gw rasa Moerat pun tidak bermaksud apa-apa karena pernyataan ini hanyalah selera pribadi dia yang memang lebih menyukai layup indah daripada sebuah dunk.

Kontroversi?

Salah satu teman gw yang paling keras dalam menyatakan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Moerat adalah Nsane11. Nsane11 seperti kebakaran jenggot. Gw sampai membayangkan Nsane11 kelimpungan gak jelas saking gak percayanya ada orang yang bisa bilang layup lebih keren daripada slamdunk. Nsane11 berkali-kali ngetweet tanggapannya akan pernyataan tersebut dan di re-tweet oleh banyak followersnya.

Gw pun sedikit bingung sambil tertawa, “Ini si Nsane11 kenapa sih segitu amat. Biasa aja kali bro. Kan di dunia ini orang-orang punya selera masing-masing.”

Tak lama usai gw berpikir begitu, Nsane11 menelepon gw dan menceritakan kepada gw sebuah pengalaman yang sangat inspiratif. Singkat, namun kembali mampu mengingatkan gw bahwa kerja keras adalah salah satu kunci keberhasilan.

Kisah si Nsane11 yang tak banyak diketahui orang-orang bahkan fansnya!

Suatu hari sebelum tahun 1996 (tua juga lu bro ya.) Nsane11 sedang bermain basket di sebuah lapangan bersama anak-anak lain yang juga ikut bermain. Salah satu dari pemain basket tersebut menegur Nsane11 dengan angkuh “Kalau mau layup, di ring sebelah sana saja.”

Ring tersebut saat itu memang dijadikan ajang unjuk kebolehan slamdunk oleh anak-anak basket lainnya (Gw membayangkan, Nsane11 tertunduk lesu sembari berjalan menuju “ring layup” di sisi lain lapangan basket tersebut..hehe.).

“Panas gw bro. Sejak itu gw berusaha agar bisa slamdunk. Kasarnya, gw berusaha biar bisa slamdunk sampai terkentut-kentut. Sampai sakit-sakitan gw bro.” cerita Nsane11 dengan nada suara bersemangatnya yang khas.

Pada tahun 1996, di Lapangan Sarinah Thamrin, Jakarta diadakan 3 on 3 Adidas Streetball. Salah satu kejuaraannya adalah kontes slamdunk. Penasaran dan dendam kesumat Nsane11 terbayar. Sangat terbayar! Nsane11 keluar sebagai juara dan mengalahkan kontestan-kontestan lain yang memiliki tinggi badan jauh di atas dia. Waktu itu Nsane11 hanya 168cm (Kok sekarang kayaknya lu pendekan ya bro?).

Saat itu yang memberikan penghargaan kepada Nsane11 adalah Thyus Edney, pemain NBA, point guard Sacramento Kings. “Finally, this little david wins the trophy. It is not a goliath game anymore. You are big among those giants.” kata Thyus Edney kepada khalayak saat itu kenang Nsane11.

Mendengar cerita pengalaman pribadi Nsane11 gw terkagum-kagum dan tak lagi memikirkan kontroversi pernyataan Moerat tadi. Moerat punya hak ngetweet begitu. Nsane11 punya pengalaman berharga yang berisi pelajaran bagi anak-anak basket yang lain.

Masih ada gak ya anak basket zaman sekarang yang punya motivasi sebesar Nsane11 saat itu? Eh, pada tahu kan Nsane11 itu siapa? Coba google aja deh.

Terima Kasih Alex Hartman dan Nakiea Miller :)

Pergelaran ASEAN Basketball League (ABL) 2009-2010 usai sudah. Philippine Patriots meraih gelar juara di tahun pertama penyelengaraan ABL. Satria Muda Jakarta mendapatkan pelajaran dari perjuangan yang sangat hebat dan patut diacungi jempol oleh semua penggila basket di Indonesia.

Walau gw pendukung Garuda Bandung, Satria Muda adalah satu-satunya tim yang wajib gw semangati selama kompetisi tersebut berjalan karena merekalah satu-satunya tim yang membawa nama “Merah-Putih”.

Terima kasih sepantasnya dilayangkan kepada dua pemain asing atas perjuangan dan dedikasinya kepada Satria Muda. Dari beberapa pertandingan ABL yang gw saksikan, gw nggak meragukan bahwa dua orang ini bermain dengan hati. Hartman membela fans Indonesia ketika dikatakan brutal oleh fans Singapura di facebook. Nakiea pun tak pernah goyah membela SM walau dikatakan sebagai pemain yang paling menyebalkan di ABL oleh banyak pembencinya.

Akhirnya, mereka memberikan yang terbaik bagi Satria Muda. Rasanya kita harus banyak belajar dari dua orang ini. Terima Kasih Alex Hartman dan Nakiea Miller.

Berharap IBL Lebih Keren daripada DBL (Final DBL West Java 2010)

Sekitar 3.500 penonton kemarin bergantian meramaikan GOR C-Tra Arena, menyaksikan dua laga final yang mempertemukan wakil dari dua kota. Di laga putra, SMA Trinitas Bandung sebagai juara East Region menghadapi SMAN 2 Bogor sebagai juara West Region. Di laga putri, SMAN 9 Bandung (East) melawan SMAN 5 Bogor (West).

Lebih dari 1.000 penonon kemarin datang dari Bogor. Menumpang belasan bus dan tak terhitung kendaraan pribadi.

Sayang, semangat itu tak dibarengi dengan sukses tim yang didukung. Tim putra SMAN 2 Bogor harus mengakui keunggulan SMA Trinitas Bandung, 57-76, sedangkan tim putri SMAN 5 Bogor kalah dari SMAN 9 Bandung 46-79.

Meski demikian, rombongan Bogor tetap pulang dengan kepuasan tersendiri. “Kalah nggak jadi masalah. Tim kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Justru penonton terbawa suasana yang seru, seolah-olah kami ikut bermain di lapangan,” kata Emi Rosmiami, guru sejarah SMAN 2 Bogor yang kemarin ikut menonton, kepada Bandung Ekspres (Jawa Pos Group, partner penyelenggara DBL di Bandung).

Bagi SMA Trinitas Bandung, sukses ini merupakan pembalasan kegagalan tahun lalu. Waktu itu, di babak final mereka ditundukkan SMAN 9 Bandung. Tahun ini, mereka telah membalas kekalahan itu di babak Fantastic Four East Region. Jadi, kemarin mereka layak disebut sebagai jawara sejati, karena dalam perjalanannya menundukkan tim yang selama ini mendominasi ajang basket SMA di Jabar.

Dicky Sastra, pelatih Trinitas, ini merupakan sukses terbesar yang pernah diraih tim basket sekolahnya. “Ini ajang pembuktian,” ucapnya.

Azrul Ananda, commissioner DBL, mengaku senang dengan pertumbuhan kompetisi ini di Jabar. “Total penonton selama delapan hari pertandingan di Bogor hampir 20 ribu orang. Di Bandung juga hampir 20 ribu orang. Final Jabar ini sekitar 3.500 orang. Jadi, penonton Honda DBL 2010 di Jabar sudah hampir 45 ribu orang,” ungkap Azrul di Bandung kemarin, setelah sehari sebelumnya menghadiri final di Manado. “Dan dalam hal kualitas permainan dan pertandingan, saat ini mungkin Jabar yang terbaik di Indonesia,” lanjutnya.

Final Jabar kemarin juga penuh dengan acara tambahan. Grup band The S.I.G.I.T. tampil sebagai bintang tamu, menghibur penonton di sela-sela pertandingan putra dan putri. Pada halftime laga putra, tampil pula tiga bintang klub Indonesian Basketball League (IBL) Garuda Flexi Bandung untuk menghibur penonton.

Agustinus “Aguy” Dapas Sigar, Nico Donda, dan Andre Tiara ikut beraksi, menunjukkan kemampuan shooting bersama penonton, bermain DBL 2Ball dan Free Throw Conga.

“Acaranya keren dengan kemasan yang bagus. Sebelumnya saya pernah lihat rekaman pertandingan DBL di Surabaya. Ternyata lebih hebat ketika datang melihat langsung,” kata Nico Donda.

Nico juga sempat menyampaikan harapan kepada DBL Indonesia, penyelenggara Honda DBL 2010 yang mulai tahun ini juga dipercaya sebagai pengelola IBL. “Seharusnya IBL lebih keren daripada DBL,” ujarnya.