Kita Butuh “Happy Endings”

Salah satu keunggulan menyaksikan pertandingan olah raga, basket khususnya adalah hasil akhir yang sulit tertebak. Apalagi kala pertandingan berjalan seru dan alot sedari menit pertama kuarter awal. Ketegangan akan meliputi suasana pertandingan, bahkan satu isi GOR ikut merasakan yang juga menular ke jutaan pemirsa televisi yang menyaksikan di rumah. Aksi-aksi yang terjadi saat petandingan tak kurang membuat tingkat keseruan pertandingan basket sangat-sangat bisa diadu dengan film “eksyen” box office Hollywood.

Namun, walau sadar akan hasil yang samar, tak jauh di dalam lubuk hati yang dangkal, keinginan para fans sangatlah mudah terbaca. Kita ingin tim yang kita semangati menang. Sederhana. Kita butuh “happy endings”*.

*Happy ending with “s” :)

Mari Berlatih Perang Urat Saraf!

Tadi malam sebelum tidur gw membaca artikel komentar Rajon Rondo (Boston Celtics) mengenai skuad Miami Heat musim baru yang santer dibicarakan orang, LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh.

Membaca komentar Rondo, gw langsung tertarik. Ketika banyak orang mengatakan bahwa keuatan baru Heat sangat berbahaya, Rondo dengan tenang mengatakan “They should be good, but they ain’t done nothing yet.

Ada rasa percaya diri yang tinggi di dalam komentar tersebut. Rondo kemudian melanjutkan “What is there to be nervous for? I’m worried about L.A. That’s the team we need to beat. Miami looks really good on paper, and I’m sure they’re going to be really good. But they still have to come together as a team. I’m not saying they won’t, but who knows if those guys can jell?

Gw sangat suka dengan model komentar seperti itu. Butuh keberanian untuk mengucapkannya karena akan ada tagihan pembuktian pada ujungnya. Pada akhirnya komentar-komentar senada seperti yang dilontarkan Rondo akan membuat atmosfer kompetisi bertambah hangat bahkan panas.

Hindari risiko ambil jalan aman

Pun beberapa kali gw sering memerhatikan komentar-komentar penggiat olah raga di Indonesia. Kebiasaan melemparkan komentar sebelum pertandingan adalah sesuatu yang wajar dan sering tampil di media massa. Bedanya, di Indonesia gw cukup sering mendapatkan komentar yang berkesan “cari aman”, jika tak ingin disebut bernada pesimis seperti “kita akan memberikan permainan terbaik,” atau “kami akan berusaha semaksimal mungkin, lawan berada dalam kondisi prima sedangkan beberapa pemain kami cidera,” Bagi gw komentar-komentar tersebut kadang justru menjadi bumerang yang menghajar batok kepala sendiri.

Meningkatkan kepercayaan diri

Our biggest opponent each night is ourselves – that’s how I look at it. Not to be cocky or anything, but that’s how we honestly feel. We are the defending [Eastern] champs. Once the first game of the regular season starts, that’s irrelevant. But we are going to go into training camp looking to get back to the Finals and win it,” Rondo menggambarkan semangat timnya. Kalimat Rondo rasanya jadi pemecut bagi dirinya serta semua rekannya di Celtics bahkan juga warga Boston. Dengan begitu ia dan semua skuad Celtics akan bersungguh-sungguh dalam berlatih.

Merendahkan kemampuan diri sendiri

Gw membayangkan ketika sebuah tim lemah akan bertanding melawan sebuah tim superior lalu kemudian sang pelatih mengatakan kepada media “kita akan realistis, kemampuan tim lawan lebih baik. Kita hanya berusaha agar tidak tertinggal terlalu jauh.” Kalimat ini ibarat telah kalah sebelum bertanding.

Kehebohan saat pertandingan berjalan akan bertambah ketika gegap-gempita tersebut telah dimulai dengan “perang urat saraf” antar tim sebelum pertandingan. Aksi mengeluarkan pernyataan-pernyataan optimis atau bahkan kontroversial kemungkinan akan membuat pertandingan semakin menarik untuk ditonton. Ujungnya, semakin banyak yang penasaran dan tak ingin melewatkan momen pertarungan yang berharga.

Inilah yang harus dikatakan!

Gw membayangkan kalimat-kalimat ini atau setidaknya bernada sama akan keluar dari mulut para pelatih sebelum pertandingan melawan tim mana pun;

Satria MudaKami adalah tim juara bertahan dan kami masih sangat dominan. Tim mana pun akan kesulitan melawan kami.

AspacSkuad muda kami sudah memiliki lebih banyak pengalaman bertanding. Rasanya dewi Fortuna akan selalu ramah kepada tim ini dan kemenangan akan selalu berpihak pada kami.

GarudaGaruda telah membenahi formasi pertahanan dan tak lagi menjadi kekhawatiran bagi kami. Kini lawan punya dua ketakutan; ketakutan atas serangan kami serta ketakutan tak mampu menjebol pertahan kokoh kami.

Pelita JayaPulihnya Kelly dan Batam serta solidnya Dimas dan Koming akan menjadi senjata utama kami. Kami rasa tim lawan akan selalu gentar menghadapi kami.

CLS KnightsSiapapun kini sudah mengetahui kebangkitan CLS. Permainan cepat dan disiplin tinggi serdadu ksatria CLS akan merepotkan tim sehebat apapun. Siap-siap saja!

StadiumOrang mengatakan bahwa suatu kejutan kami mengalahkan Aspac dan Garuda. Bagi kami tidak sama sekali, karena kami mulai memperlihatkan kekuatan dahsyat kami yang sebenarnya.

Muba HangtuahAkurasi tembakan para pemain Muba selama pelatihan mengalami peningkatan pesat. Lawan tak akan berani lagi membiarkan pemain kami berada dalam posisi terlalu terbuka tanpa pengawalan kecuali dengan sengaja ingin tertikam.

Satya WacanaPara pemain memang masih baru tapi saya menanamkan bahwa pengalaman bertanding bukanlah hal yang penting saat ini. Laskar-laskar muda Satya Wacana akan sangat menyulitkan para pemain NBL lain yang mulai berumur. Bersiaplah menerima kejutan!

Citra SatriaKebersamaan adalah kekuatan tim ini. Kekuatan kami merata sehingga akan membingungkan pemain lawan yang biasanya hanya terfokus pada satu-dua orang pemain bintang. Kesatuan tim ini akan memecah-belah defense lawan.

Bima SaktiAgresifitas dalam menyerang serta variasi pola serangan akan menjadi andalan kami, selain tentunya penampilan beberapa pemain yang tidak akan disangka-sangka oleh lawan. Tim ini tak pernah merisaukan ketertinggalan, fokus kami hanya kemenangan!

*Setiap kalimat boleh dipakai oleh tim yang berbeda :)

Ayo berlatih perang urat saraf! :D

Siapa Bilang Wasit Tak Pernah Dihargai?! :P

Dalam suatu suasana yang sangat genting, saat kedua tim kejar-mengejar angka pada sisa waktu beberapa detik lagi menuju akhir pertandingan, wasit tiba-tiba meniup peluit dan menyatakan salah seorang pemain dari tim A melakukan pelanggaran. Sontak pemain yang dianggap melakukan pelanggaran mengajukan protes kepada wasit dengan nada yang cukup tinggi. Semua teman-temannya pun mengerubungi wasit, “foul apanya ref?” kata si pemain. “Ref, sangat jelas itu bukan pelanggaran!!!” kata pemain lainnya.

Pada bangku pelatih, ofisial, dan pemain cadangan tak kalah heboh. Semua pemain cadangan spontan berdiri dan ikut kesal dengan keputusan wasit. Sang pelatih yang kebetulan berada di dekat wasit protes dengan nada tinggi “coba jelaskan ke saya letak kesalahan pemain saya!!!”

Dengan tenang sang wasit menjawab “pemain anda melanggar pemain lain yang sedang menyerang.” Jawaban ini jelas sangat mengecewakan bagi pelatih dan semua anggota tim yang dirugikan. Merasa tak mendapat tanggapan, sang pelatih protes-protes ke arah meja pengawas pertandingan melayangkan protes serupa. Usahanya sia-sia, pengawas pertandingan setuju dengan keputusan wasit.

Sang pelatih pun kembali ke bangku sambil menggerutu “dasar wasit goblok *#$@!!!” Umpatan yang hanya didengar oleh asisten pelatih dan pemain cadangan yang berada di dekatnya saja. (Kalau terdengar wasit, bisa keluar lapangan dia..hehee)

Permainan pun dilanjutkan. Kini wasit yang menyebalkan bagi tim A berlari mengikuti arah bola yang menuju ke sisi pelatih, ofisial, dan pemain cadangan tim B berada. Sambil tetap fokus mengawasi pertandingan, sang wasit mendengar pelatih tim B mengatakan sesuatu.

Good call ref, good call. You’re right. It was a foul.

Amunisi Baru Garuda Bandung, Fadlan Minallah

Citra Satria Jakarta tampil dengan hasil tidak memuaskan pada turnamen preseason NBL Indonesia di Malang beberapa waktu yang lalu. Tetapi, semua pemainnya berlaga pantang menyerah. Salah satu pemain yang paling menonjol adalah forward Fadlan Minallah. Pemain yang sangat bertenaga ini bekerja keras dalam setiap upaya bertahan maupun menyerang.

Beberapa hari yang lalu, Fadlan telah berlatih bersama Garuda Bandung. Kabarnya, ia telah dikontrak selama tiga tahun dan siap berjuang merebut gelar juara untuk dibawa ke Kota Kembang. Menurut Simon Pasaribu, Fadlan diskenariokan sebagai forward yang akan melapisi Andre Tiara.

Tim dengan sekumpulan forward tangguh

Bergabungnya Fadlan membuat gw melihat Garuda sebagai tim yang memiliki forward-forward tangguh bertenaga. Sebut saja I Made Sudiadnyana, Andre Tiara, Octo Permata Sura, Gagan Rahmad, dan Nico Donnda. Artinya, seharusnya nanti Garuda adalah sebuah tim yang berbahaya saat menyerang di daerah sekitar bawah ring lawan.

Forward-forward tangguh ini juga seharusnya pun akan menjadi kendala tim-tim lawan saat menyerang sehingga mau tidak mau harus mengandalkan akurasi tembakan jarak jauh untuk menjebol ring Garuda. Secara teknik gw rasa begitulah kira-kira. Namun melihat penampilan Garuda saat di Malang lalu, gw lebih berharap Fadlan mampu menjadi “api” baru yang beresonansi terhadap para pemain Garuda yang lain.

Garuda membutuhkan pemain tambahan, tentu saja. Gw menganggap Fadlan adalah amunisi baru bagi Garuda. Sebuah senjata maut baru. Tetapi yang tak kalah penting, Garuda juga membutuhkan lebih banyak bahan bakar motivasi. Bahan bakar yang membuat Garuda semakin eksplosif saat menyerang dan juga sekokoh benteng baja saat bertahan.

Let’s go Fadlan! Let’s go GARUDA!!!

Serunya Perpindahan Pemain NBL

Tadinya gw mau ngasih judul yang berbau “bursa transfer”, tapi yang namanya bursa kan seharusnya ada nilai uang yang berseliweran di sekitarnya, sedangkan di NBL kita baru mendengar hiruk-pikuk perpindahan saja tanpa mengetahui arus duit yang menyertainya.

Walau begitu, sepanjang pengetahuan gw yang pendek, hingar-bingar perpindahan pemain di liga basket tertinggi Indonesia ini mengalami tensi tertinggi ya saat ini. Dulu saat masih bernama Indonesian Basketball League (IBL), kita gak pernah tahu pemain mana mau ke mana, atau siapa saja yang menjadi incaran tim-tim yang katanya tajir. Tahu-tahu ketika kompetisi dimulai, kita sudah melihat si pemain A yang tadinya di tim X sudah berpindah ke tim Y.

Kini, ada sedikit kemajuan (kita sebaiknya mengapresiasi hal kecil ini) dari NBL Indonesia. Setiap tim memiliki kewajiban untuk menyerahkan daftar 17 orang pemainnya yang akan mengikuti NBL musim 2010-2011 sebelum tanggal 29 Juli. Akibatnya, sebelum tanggal tersebut, bermunculan banyak rasa penasaran maupun kejutan. “Denny mau ke mana?” atau “Dimas di beli Pelita Jaya?” atau “Hah? Fadlan ke Garuda?” atau “Satria Muda nambah siapa saja ya?” menjadi pertanyaan-pertanyaan yang mondar-mandir dan tentunya diikuti oleh jawaban-jawaban yang ikut lewat-lewit berkeliaran.

Terima kasih kepada facebook dan twitter :) Kalau gak ada kalian mungkin gak seperti ini :D

Bubarkan Sanggar Menggambar!

Pada pertandingan penyisihan grup antara Aspac Jakarta melawan Garuda Bandung di ajang turnamen preseason NBL Indonesia beberapa hari yang lalu, gw dikejutkan oleh sebuah inovasi yang menurut gw sangat-sangat dahsyat yang dilakukan oleh NBL Indonesia. Lomba mewarnai di saat pertandingan basket!

Sekumpulan anak-anak usia TK atau SD berkumpul di salah satu sudut tribun GOR Bima Sakti mengikuti lomba mewarnai. Obyek yang diwarnai adalah gambar karikatur dari Mario Wuysang (Garuda) dan Xaverius Prawiro (Aspac). Gw gak bisa membedakan antusiasme anak-anak ini saat berada di dalam GOR. Apakah mereka antusias menyaksikan pertandingan basket NBL untuk pertama kali ataukah asyik menikmati kegiatan mewarnai yang memang menyenangkan. Atau mungkin dua-duanya.

Salah seorang anak saking asyiknya sampai mewarnai/menggambar Mario Wuysang mengenakan jersey Xaverius (Aspac), LOL! :D

Hasil yang seragam :(

Malamnya, teman-teman panitia penyelenggara (DBL Indonesia) mengajak gw untuk memilih siapa saja yang layak untuk menjadi juara. Gw antusias banget karena dulu gw cukup sering menjadi juri lomba menggambar.

Ketika menyaksikan sederetan hasil lomba mewarnai, naluri gundah gulana gw muncul kembali. Mengapa gambar anak-anak ini begitu seragam? Identik, dengan teknik yang sangat serupa (katanya sih teknik krayon karandas). Bukan hanya tekniknya saja, tetapi juga obyek gambarnya. Selain Mario atau Xaverius, peserta lomba (anak-anak) dibebaskan untuk menambahkan bagian yang kosong. Dan hampir semuanya menggambarkan obyek yang sama! (pohon, rumah, awan, pelangi, matahari, dan langit yang berwarna-warni gemerlap!)

Hati gw sedih bercampur marah saat itu…

Menggambar, mewarnai, atau berkarya dalam bentuk apapun, apalagi dalam usia sedini anak-anak peserta lomba tersebut seharusnya menghasilkan karya yang beragam, unik, naif, original, asli, dan (seharusnya) belum terkontaminasi apa-apa. Apa yang gw lihat saat itu sangat bertolak belakang. Karya yang dihasilkan bukannya beragam malah seragam. Bagi gw, karya-karya ini bukan karya sang anak, melainkan karya siapapun di belakang anak-anak ini (guru, pengajar, pembimbing les, siapapun!) yang menganggap bahwa anak-anak ini hanyalah ROBOT bernyawa!

Setelah berdiskusi dengan teman-teman DBL Indonesia yang juga ikut memilih, kita akhirnya memilih enam karya sebagai pemenang.

Kontroversi

Pagi hari saat para pemenang diumumkan, gw mendapat telepon dari seorang teman panitia “Dan, kita butuh lu menghadapi orang tua yang tidak setuju dengan keputusan kita.”

Saat itu gw bilang ok dan gw akan ke sana sekitar jam 12 siang. Gw akhirnya ke GOR jam 2 siang dan benar saja, gw sudah (masih!) ditunggu oleh para “pendemo” yang tidak setuju dengan keputusan gw dalam memilih pemenang.

Dua orang guru/pemilik sanggar menggambar dan seorang orang tua peserta. Gw langsung mendapatkan serombongan pertanyaan yang bernada “mengapa anak itu yang menang? bukan anak ini yang menang?!”

Mulailah perdebatan sengit (yang menurut teman-teman DBL memakan waktu hingga 1 jam!) terjadi. Menjawab pertanyaan sang pemilik sanggar, gw menjawab “kenapa tidak?”

“Anak-anak ini biasanya selalu menang tetapi di sini mereka kalah,” bapak pemilik sanggar membuka argumennya. Saat itu gw langsung berpikir “da#@! mereka bahkan sudah menyiapkan pemenang untuk lomba ini!

Gw menjelaskan panjang lebar mengenai alasan gw mengapa gw memilih para pemenang yang tidak mereka setujui. Intinya ya itu tadi: “beragam, unik, naif, original, asli, dan (seharusnya) belum terkontaminasi apa-apa.”

“Bagi saya, gambar anak-anak ini seperti telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum lomba ini diadakan. Tidak ada unsur spontanitas di dalamnya,” gw coba menjelaskan. Jawaban gw langsung disambar “Kita memang berlatih untuk lomba ini. Semua sanggar seperti itu.”

Dang! #barutau gw!

“Kita heran saja, kenapa gambar-gambar yang bagus kalah oleh gambar-gambar yang jelek!” seorang pengajar sanggar masih belum menerima. Sedih rasanya seorang pengajar gambar menganggap gambar beberapa anak yang lain tidak bagus. Pak Tino Sidin would kill this guy!

Saat itu rasanya ingin sekali mengatakan kepadanya “sinetron itu sangat bagus di mata pak Raam Punjabi.”

Pada akhirnya gw berhasil mempertahankan argumen gw di depan para “pemrotes” dan mereka mau menerima pemenang yang gw dan teman-teman panitia putuskan.

Kreatif dan tidak kreatif

Menggambar sering dikatakan sebagai sebuah kegiatan kreatif. Padahal tidak semua orang yang senang menggambar itu kreatif. Ia malah terkadang tak berbeda dengan kegiatan lain yang cenderung monoton yang membuat penggambarnya bak robot.

Membangun atau mencoba menumbuhkan kreatifitas anak melalui sanggar-sanggar menggambar, bagi gw adalah sebuah tindakan yang kontra dengan tujuan menumbuhkan otak kreatif (selama sanggar-sanggar masih seperti itu!). Di dalam sanggar, seorang anak diajarkan teknik menggambar yang sama bahkan ide gambar yang seragam! Gw belum menemukan ada mahzab yang menganggap keseragaman sebagai bagian kreatifitas. Seni grafis yang menghasilkan karya seragam pun mewajibkan sang seniman untuk membatasi karyanya dalam jumlah tertentu (dan dalam keseragaman karya seni grafis, tak jarang muncul keunikan.)

Entah siapa yang memulai sanggar-sanggar menggambar ini. Ia menghasilkan jenis karya anak-anak yang hampir sama di seluruh Indonesia! Sulit membedakan karya si anak A yang ada di Medan dengan karya si anak B yang ada di Surabaya. Gaya menggambar sanggar ini ibarat sebuah neo-gunung dua//matahari di tengah//jalan//sawah//dan beberapa burung walet di udara!!

Kalau sudah begini, gw suka merenung, tak heran lagu-lagu zaman sekarang bernada identik khas melayu, berlirik putus asa putus cinta masal, dan gaya berbusana yang itu-itu saja!

Sebuah cerita singkat ironis miris teriris (wajib baca!!!)

Menjelaskan tentang persiapan sanggar mengikuti lomba gambar. Bapak pengajar gambar menceritakan, pernah pada suatu lomba, ada sanggar yang mempersiapkan anak-anak didiknya berlatih menggambar suasana ring tinju di mana dua orang petinju sedang bertarung. Hal ini ia lakukan karena lomba menggambar yang akan dihadapi memang bertemakan tinju.

Ketika lomba dimulai, tema berganti menjadi suasana bermain sepak bola. Namun, anak-anak didik sanggar tadi tetap menggambar pertandingan tinju :( (mau nangis rasanya gw dengar cerita ini..)

(Caran d’Ache, kartunis satir asal Perancis yang entah bagaimana di Indonesia namanya jadi populer dan terkait erat dengan krayon karandas)

10 Hari Lagi Kita Semua Akan Tahu

Siapa saja pemain IBL yang sudah tak lagi bermain di NBL Indonesia

Pemain senior seperti Pek King Dhay yang terakhir kali bermain untuk CLS Knights Surabaya mungkin tak akan kita saksikan lagi penampilannya. Begitu pula salah seorang jagoan 3 poin dari Citra Satria Jakarta, Erick Yusti yang tak terlihat ikut bersama timnya di ajang turnamen preseason NBL beberapa hari lalu. Kemungkinan kita juga tak akan lagi melihat kelincahan pemain Angsapura Medan, Gugi Ginanjar. Oh, atau mungkin kita tak akan melihat lagi semua pemain Angsapura Medan karena tampaknya Satya Wacana Angsapura Salatiga tak lagi berisikan para pemain Angsapura yang lama :D

Siapa saja wajah-wajah baru di NBL Indonesia

Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan 17 pemain untuk mengikuti musim reguler NBL Indonesia. Artinya, banyak kursi kosong yang sebaiknya diisi dari rata-rata jumlah pemain yang dimiliki tim saat ini. Para pemain baru nanti bukan gak mungkin akan membawa kesegaran baru bagi kualitas pertandingan NBL. Satu hal yang jelas, Satya Wacana Angsapura bermaterikan pemain-pemain baru.

Ke manakah Denny Sumargo akan berlabuh

Tidak munculnya nama yang cukup populer ini pada daftar pemain yang dirilis oleh nblindonesia.com serta tidak ikutnya ia pada ajang preseason lalu memunculkan banyak spekulasi dan pertanyaan; Masihkah ia bermain untuk Garuda Flexi Bandung? Bernahkah ia sudah pindah ke tim X? Atau ia sudah gak main basket lagi? Yak, kita akan tahu jawabannya 10 hari lagi :)

Siapa sajakah pemain Satria Muda yang tak lagi bermain di NBL

Jika Satria Muda Britama Jakarta kembali mengikuti ASEAN Basketball League (ABL) pada tahun ini (jika ABL masih ada), maka ia harus membagi skuad timnya untuk ikut di dua liga. Kita tahu jika ABL akan kembali digelar, NBL Indonesia tak berkenan ada pemainnya yang bermain di dua liga atau dua kompetisi. Hal ini kemungkinan besar akan terjadi terkecuali Satria Muda membentuk sebuah tim yang berlaga di ABL dengan materi pemain yang 100% baru.

Selamat menunggu :)

“Disiarin di TV Gak Seehhh?!!”

Itu salah satu pertanyaannya. Ada juga yang bentuknya, “kok gak disiarin di tv sih?” atau “NBL ada di tv gak?” atau “nonton di tv mana?” atau bahkan yang sangat bersemangat seperti, “bagaimana basket Indonesia bisa maju kalau gak disiarin di tv?!” :)

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering gw terima selama beberapa bulan ini dan semakin gencar muncul melalui twitter gw dan blog ini ketika Turnamen Preseason NBL Indonesia 2010 digelar di Kota Malang 7-15 Juli yang lalu.

Jawaban gw biasanya selalu sama “Preseason ini tidak disiarkan di tv. InsyaAllah musim reguler nanti akan disiarkan tv.” Anehnya, jawaban gw itu langsung menenangkan teman-teman yang bertanya :) padahal sejujurnya, gw gak tahu jawaban sebenarnya. Jawaban bahwa “InsyaAllah musim reguler nanti akan disiarkan tv” itu gw dapatkan dari teman-teman di DBL Indonesia sebagai pihak penyelenggara. Biasanya teman-teman di DBL melanjutkan “..gak semudah itu juga Dan mengurus event ini untuk disiarkan di tv.” :D

Pertanyaan “Disiarin di TV Gak Seehhh?!!” gak akan muncul kalau gak ada cinta pada NBL. Semoga DBL Indonesia dapat cepat-cepat memenuhi permohonan cinta kita yaa, amiin :)

Pengharapan Besar dan Titik Terang :)

Ketika diajak nonton Preseason NBL Indonesia di GOR Bima Sakti Malang oleh teman-teman penyelenggara dari DBL, gw langsung antusias. “Kapan lagi punya kesempatan menjadi bagian dari sejarah kebangkitan kembali dunia basket di Indonesia,” pikir gw.

Harapan menyaksikan NBL adalah harapan menyaksikan liga yang ramai dan seru. Ramai dari segi penonton dan seru dari segi kualitas permainan. Dari sudut mutu permainan, semangat serta kesiapan tim-tim NBL dalam menyongsong liga baru langsung menyajikan kejutan heboh!

Pada hari pertama, untuk kali pertama gw menyaksikan seorang bintang baru terlahir, Dimas Aryo Dewanto. Selama ini gw hanya mendengarnya sayup-sayup begitu populer di setiap iklan NBL Indonesia, begitu melihat langsung penampilan Dimas, gw tersadar, pemain ini cepat atau lambat akan menjadi bintang!

Masih di hari pertama pula, dua kejutan besar terjadi. Salah satu tim unggulan langsung dikalahkan oleh tim yang prestasinya tak pernah terdengar sama sekali. Ya, Garuda Flexi Bandung dikalahkan Stadium Jakarta! Sebelumnya juga, CLS Knights Surabaya mengalahkan tim yang baru saja menjadi juara di turnamen yang diadakan di GOR yang sama, Pelita Jaya Jakarta!

Penampilan Stadium Jakarta dan CLS Knights Surabaya belum bisa dikatakan angin-anginan. Pada lanjutan babak penyisihan, CLS Knights kemudian memukul juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta. Inilah kejutan terbesar di ajang preseason NBL 2010! Saat itu rasanya kejutan sudah berakhir. Tetapi ternyata pada final perebutan tempat ketiga, Stadium Jakarta mengalahkan Aspac Jakarta! Sebuah kejutan lain.

Kekuatan mulai merata? Setidaknya demikian pengamatan gw :)

Apakah penonton mulai ramai? Hari pertama dan kedua masih sedikit walau tak begitu mengecewakan. Tetapi memasuki hari terakhir babak penyisihan, babak semifinal, dan final, GOR Bima Sakti dipadati pengunjung. Bahkan pada saat final antara Satria Muda melawan CLS Knights, GOR Bima Sakti terisi penuh! “GOR ini terakhir kali terisi penuh seperti ini pada saat Kobatama (sebelum 2002)” ujar seorang pemain Bima Sakti yang duduk di sebelah gw.

Ya, gw punya pengharapan yang sangat besar bahwa NBL Indonesia ini akan bersinar terang cemerlang. Gw sudah mulai melihat setitik cahaya terang yang akan membesar di Preseason NBL :) Asyiikkk *jogedjoged :D

Satria Muda Mengalahkan CLS Knights di Final Preseason NBL 2010

Satria Muda Raih Gelar Juara Preseason NBL Indonesia Pertama

(Laporan ini bisa juga dibaca di situs resmi NBL Indonesia)

Satria Muda Britama Jakarta akhirnya membalas kekalahan mereka pada babak penyisihan atas CLS Knights Surabaya sekaligus tampil sebagai juara pertama pada ajang Preseason NBL Indonesia. Bermain lebih tenang dibandingkan pertemuan sebelumnya, Satria Muda berhasil mematahkan kegigihan CLS Knights dengan kedudukan akhir 51-36.

Rony Gunawan yang memimpin rekan-rekannya membuka pertandingan dengan raihan 2 angka pertama bagi timnya melalui jumpshot. Tak lama berselang, seteru Rony di CLS Knights, Agustinus Indrajaya langsung membalas. Pertandingan berlangsung seru dan ketat sejak menit pertama.

Pergerakan cepat point guard CLS Knights, Dimaz Muhari sangat sukar diimbangi oleh para pemain Satria Muda. Tak hanya mengatur serangan, beberapa kali Dimaz melakukan tembakan bahkan memecah konsentrasi pertahanan Satria Muda. Dimaz mengumpulkan 8 angka untuk membawa CLS Knights unggul sementara pada kuarter 1 dengan skor 14-10.

Kuarter 2 dimulai dengan tidak maksimalnya penampilan forward Satria Muda, Youbel Sondakh. Youbel beberapa kali melakukan kesalahan saat bertahan dan menyerang. Penampilan kurang sempurna Youbel mampu ditutupi dengan baik oleh rekan-rekannya, terutama center Rony Gunawan.

CLS Knights yang sempat unggul 5 angka pada kedudukan 21-16 tak mampu menahan laju Rony yang berjuang keras untuk menambah defisit 5 angka sehingga skor menjadi 21 sama. Tembakan Tony Agus diujung waktu mampu membuat CLS Knights unggul di akhir kuarter 2 dengan selisih tipis 3 angka, 24-21.

Harus diakui, performa CLS Knights menurun drastis pada kuarter 3. Beberapa kali para pemain CLS Knights terlambat menutupi pergerakan para pemain Satria Muda yang banyak mencetak angka tanpa pengawalan ketat di bawah ring. Satria Muda menemukan momentum bangkit pada kuarter 3 dan langsung menjauh untuk menutup kuarter 3 dengan skor 41-31.

Faktor kelelahan yang menyebabkan menurunnya konsentrasi pemain CLS Knights di kuarter akhir dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Faisal Ahmad yang tampil seperti tak pernah kelelahan. Rony Gunawan mencetak double-double (16 poin dan 11 rebound) untuk membawa Satria Muda mencetak sejarah sebagai tim yang pertama kali menjuarai Preseason NBL Indonesia. Selamat!

Ayo Bertarung Lagi! Satria vs Knights

Kedua tim ini memiliki nama dengan makna yang sama. Satria adalah Bahasa Indonesia dan Knights adalah English. Setelah Knights berhasil mengalahkan Satria di babak penyisihan, Satria kembali menantang Knights di babak final. Kali ini tentunya pertarungan akan jauh lebih seru. Karena ada aroma balas dendam di dalamnya.

Ah, malas berprediksi. Baik Satria maupun Knights akan tampil habis-habisan besok! CLS Knights Surabaya vs Satria Muda Britama Jakarta di final preseason NBL Indonesia 2010-2011! Let the battle begin!

Keluarga Besar Bima Sakti Malang yang Ramah :)

Selama menyaksikan preseason NBL Indonesia di Malang, hampir setiap hari pula gw makan dan istirahat di kantin GOR Bima Sakti yang terletak di bagian depan dan menyatu dengan GOR tersebut. Setiap kali gw mampir, sekelompok ibu-ibu selalu ramah menyapa gw dan juga pengunjung yang lain. Entah bagaimana gw merasa bahwa ibu-ibu ini pasti sangat sayang dan cinta kepada Bima Sakti Malang. Mereka bekerja melayani pengunjung GOR dengan sepenuh hati. “Kami ini istri-istri para pengurus Bima Sakti mas..” seorang ibu menjelaskan kepada gw sambil menyodorkan piring yang berisi kue.

This is it. It calls love :)

Pernah suatu kali saat gw sedang istirahat dan makan, di dalam GOR sedang bertanding Bima Sakti melawan salah satu tim (lupa gw). Salah seorang ibu berlari keluar kantin lalu kembali masuk lagi dengan cepat. Ia dengan cemas mengabarkan kepada rekan-rekannya yang tengah melayani pengunjung kantin “kita tertinggal 2 poin.” Ada ekspresi keresahan pada wajah ibu-ibu yang lain mendengar kabar kurang sedap tersebut.

Pagi hari ketika GOR Bima Sakti belum digunakan dan gw baru tiba. Di dalam GOR gw mendengar suara bola didribel. Tertarik, gw segera masuk. Gw menyaksikan seorang ibu sedang asyik menembak-nembakan bola. Yes, ia adalah salah seorang ibu pengurus kantin, dan dari caranya mendribel bola dan menembak, ia dulu pastilah seorang pemain basket. She just can’t leave it :)

Walau mungkin para fans ini gak seperti yang orang lain duga, buat gw, mereka fans sejati! Ramah, penuh cinta, dan berdedikasi :)

Love and respect :D