It’s Only Words #02

:)

Iklan

Kita Butuh “Happy Endings”

Salah satu keunggulan menyaksikan pertandingan olah raga, basket khususnya adalah hasil akhir yang sulit tertebak. Apalagi kala pertandingan berjalan seru dan alot sedari menit pertama kuarter awal. Ketegangan akan meliputi suasana pertandingan, bahkan satu isi GOR ikut merasakan yang juga menular ke jutaan pemirsa televisi yang menyaksikan di rumah. Aksi-aksi yang terjadi saat petandingan tak kurang membuat tingkat keseruan pertandingan basket sangat-sangat bisa diadu dengan film “eksyen” box office Hollywood.

Namun, walau sadar akan hasil yang samar, tak jauh di dalam lubuk hati yang dangkal, keinginan para fans sangatlah mudah terbaca. Kita ingin tim yang kita semangati menang. Sederhana. Kita butuh “happy endings”*.

*Happy ending with “s” :)

Mari Berlatih Perang Urat Saraf!

Tadi malam sebelum tidur gw membaca artikel komentar Rajon Rondo (Boston Celtics) mengenai skuad Miami Heat musim baru yang santer dibicarakan orang, LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh.

Membaca komentar Rondo, gw langsung tertarik. Ketika banyak orang mengatakan bahwa keuatan baru Heat sangat berbahaya, Rondo dengan tenang mengatakan “They should be good, but they ain’t done nothing yet.

Ada rasa percaya diri yang tinggi di dalam komentar tersebut. Rondo kemudian melanjutkan “What is there to be nervous for? I’m worried about L.A. That’s the team we need to beat. Miami looks really good on paper, and I’m sure they’re going to be really good. But they still have to come together as a team. I’m not saying they won’t, but who knows if those guys can jell?

Gw sangat suka dengan model komentar seperti itu. Butuh keberanian untuk mengucapkannya karena akan ada tagihan pembuktian pada ujungnya. Pada akhirnya komentar-komentar senada seperti yang dilontarkan Rondo akan membuat atmosfer kompetisi bertambah hangat bahkan panas.

Hindari risiko ambil jalan aman

Pun beberapa kali gw sering memerhatikan komentar-komentar penggiat olah raga di Indonesia. Kebiasaan melemparkan komentar sebelum pertandingan adalah sesuatu yang wajar dan sering tampil di media massa. Bedanya, di Indonesia gw cukup sering mendapatkan komentar yang berkesan “cari aman”, jika tak ingin disebut bernada pesimis seperti “kita akan memberikan permainan terbaik,” atau “kami akan berusaha semaksimal mungkin, lawan berada dalam kondisi prima sedangkan beberapa pemain kami cidera,” Bagi gw komentar-komentar tersebut kadang justru menjadi bumerang yang menghajar batok kepala sendiri.

Meningkatkan kepercayaan diri

Our biggest opponent each night is ourselves – that’s how I look at it. Not to be cocky or anything, but that’s how we honestly feel. We are the defending [Eastern] champs. Once the first game of the regular season starts, that’s irrelevant. But we are going to go into training camp looking to get back to the Finals and win it,” Rondo menggambarkan semangat timnya. Kalimat Rondo rasanya jadi pemecut bagi dirinya serta semua rekannya di Celtics bahkan juga warga Boston. Dengan begitu ia dan semua skuad Celtics akan bersungguh-sungguh dalam berlatih.

Merendahkan kemampuan diri sendiri

Gw membayangkan ketika sebuah tim lemah akan bertanding melawan sebuah tim superior lalu kemudian sang pelatih mengatakan kepada media “kita akan realistis, kemampuan tim lawan lebih baik. Kita hanya berusaha agar tidak tertinggal terlalu jauh.” Kalimat ini ibarat telah kalah sebelum bertanding.

Kehebohan saat pertandingan berjalan akan bertambah ketika gegap-gempita tersebut telah dimulai dengan “perang urat saraf” antar tim sebelum pertandingan. Aksi mengeluarkan pernyataan-pernyataan optimis atau bahkan kontroversial kemungkinan akan membuat pertandingan semakin menarik untuk ditonton. Ujungnya, semakin banyak yang penasaran dan tak ingin melewatkan momen pertarungan yang berharga.

Inilah yang harus dikatakan!

Gw membayangkan kalimat-kalimat ini atau setidaknya bernada sama akan keluar dari mulut para pelatih sebelum pertandingan melawan tim mana pun;

Satria MudaKami adalah tim juara bertahan dan kami masih sangat dominan. Tim mana pun akan kesulitan melawan kami.

AspacSkuad muda kami sudah memiliki lebih banyak pengalaman bertanding. Rasanya dewi Fortuna akan selalu ramah kepada tim ini dan kemenangan akan selalu berpihak pada kami.

GarudaGaruda telah membenahi formasi pertahanan dan tak lagi menjadi kekhawatiran bagi kami. Kini lawan punya dua ketakutan; ketakutan atas serangan kami serta ketakutan tak mampu menjebol pertahan kokoh kami.

Pelita JayaPulihnya Kelly dan Batam serta solidnya Dimas dan Koming akan menjadi senjata utama kami. Kami rasa tim lawan akan selalu gentar menghadapi kami.

CLS KnightsSiapapun kini sudah mengetahui kebangkitan CLS. Permainan cepat dan disiplin tinggi serdadu ksatria CLS akan merepotkan tim sehebat apapun. Siap-siap saja!

StadiumOrang mengatakan bahwa suatu kejutan kami mengalahkan Aspac dan Garuda. Bagi kami tidak sama sekali, karena kami mulai memperlihatkan kekuatan dahsyat kami yang sebenarnya.

Muba HangtuahAkurasi tembakan para pemain Muba selama pelatihan mengalami peningkatan pesat. Lawan tak akan berani lagi membiarkan pemain kami berada dalam posisi terlalu terbuka tanpa pengawalan kecuali dengan sengaja ingin tertikam.

Satya WacanaPara pemain memang masih baru tapi saya menanamkan bahwa pengalaman bertanding bukanlah hal yang penting saat ini. Laskar-laskar muda Satya Wacana akan sangat menyulitkan para pemain NBL lain yang mulai berumur. Bersiaplah menerima kejutan!

Citra SatriaKebersamaan adalah kekuatan tim ini. Kekuatan kami merata sehingga akan membingungkan pemain lawan yang biasanya hanya terfokus pada satu-dua orang pemain bintang. Kesatuan tim ini akan memecah-belah defense lawan.

Bima SaktiAgresifitas dalam menyerang serta variasi pola serangan akan menjadi andalan kami, selain tentunya penampilan beberapa pemain yang tidak akan disangka-sangka oleh lawan. Tim ini tak pernah merisaukan ketertinggalan, fokus kami hanya kemenangan!

*Setiap kalimat boleh dipakai oleh tim yang berbeda :)

Ayo berlatih perang urat saraf! :D

Siapa Bilang Wasit Tak Pernah Dihargai?! :P

Dalam suatu suasana yang sangat genting, saat kedua tim kejar-mengejar angka pada sisa waktu beberapa detik lagi menuju akhir pertandingan, wasit tiba-tiba meniup peluit dan menyatakan salah seorang pemain dari tim A melakukan pelanggaran. Sontak pemain yang dianggap melakukan pelanggaran mengajukan protes kepada wasit dengan nada yang cukup tinggi. Semua teman-temannya pun mengerubungi wasit, “foul apanya ref?” kata si pemain. “Ref, sangat jelas itu bukan pelanggaran!!!” kata pemain lainnya.

Pada bangku pelatih, ofisial, dan pemain cadangan tak kalah heboh. Semua pemain cadangan spontan berdiri dan ikut kesal dengan keputusan wasit. Sang pelatih yang kebetulan berada di dekat wasit protes dengan nada tinggi “coba jelaskan ke saya letak kesalahan pemain saya!!!”

Dengan tenang sang wasit menjawab “pemain anda melanggar pemain lain yang sedang menyerang.” Jawaban ini jelas sangat mengecewakan bagi pelatih dan semua anggota tim yang dirugikan. Merasa tak mendapat tanggapan, sang pelatih protes-protes ke arah meja pengawas pertandingan melayangkan protes serupa. Usahanya sia-sia, pengawas pertandingan setuju dengan keputusan wasit.

Sang pelatih pun kembali ke bangku sambil menggerutu “dasar wasit goblok *#$@!!!” Umpatan yang hanya didengar oleh asisten pelatih dan pemain cadangan yang berada di dekatnya saja. (Kalau terdengar wasit, bisa keluar lapangan dia..hehee)

Permainan pun dilanjutkan. Kini wasit yang menyebalkan bagi tim A berlari mengikuti arah bola yang menuju ke sisi pelatih, ofisial, dan pemain cadangan tim B berada. Sambil tetap fokus mengawasi pertandingan, sang wasit mendengar pelatih tim B mengatakan sesuatu.

Good call ref, good call. You’re right. It was a foul.

Amunisi Baru Garuda Bandung, Fadlan Minallah

Citra Satria Jakarta tampil dengan hasil tidak memuaskan pada turnamen preseason NBL Indonesia di Malang beberapa waktu yang lalu. Tetapi, semua pemainnya berlaga pantang menyerah. Salah satu pemain yang paling menonjol adalah forward Fadlan Minallah. Pemain yang sangat bertenaga ini bekerja keras dalam setiap upaya bertahan maupun menyerang.

Beberapa hari yang lalu, Fadlan telah berlatih bersama Garuda Bandung. Kabarnya, ia telah dikontrak selama tiga tahun dan siap berjuang merebut gelar juara untuk dibawa ke Kota Kembang. Menurut Simon Pasaribu, Fadlan diskenariokan sebagai forward yang akan melapisi Andre Tiara.

Tim dengan sekumpulan forward tangguh

Bergabungnya Fadlan membuat gw melihat Garuda sebagai tim yang memiliki forward-forward tangguh bertenaga. Sebut saja I Made Sudiadnyana, Andre Tiara, Octo Permata Sura, Gagan Rahmad, dan Nico Donnda. Artinya, seharusnya nanti Garuda adalah sebuah tim yang berbahaya saat menyerang di daerah sekitar bawah ring lawan.

Forward-forward tangguh ini juga seharusnya pun akan menjadi kendala tim-tim lawan saat menyerang sehingga mau tidak mau harus mengandalkan akurasi tembakan jarak jauh untuk menjebol ring Garuda. Secara teknik gw rasa begitulah kira-kira. Namun melihat penampilan Garuda saat di Malang lalu, gw lebih berharap Fadlan mampu menjadi “api” baru yang beresonansi terhadap para pemain Garuda yang lain.

Garuda membutuhkan pemain tambahan, tentu saja. Gw menganggap Fadlan adalah amunisi baru bagi Garuda. Sebuah senjata maut baru. Tetapi yang tak kalah penting, Garuda juga membutuhkan lebih banyak bahan bakar motivasi. Bahan bakar yang membuat Garuda semakin eksplosif saat menyerang dan juga sekokoh benteng baja saat bertahan.

Let’s go Fadlan! Let’s go GARUDA!!!

Serunya Perpindahan Pemain NBL

Tadinya gw mau ngasih judul yang berbau “bursa transfer”, tapi yang namanya bursa kan seharusnya ada nilai uang yang berseliweran di sekitarnya, sedangkan di NBL kita baru mendengar hiruk-pikuk perpindahan saja tanpa mengetahui arus duit yang menyertainya.

Walau begitu, sepanjang pengetahuan gw yang pendek, hingar-bingar perpindahan pemain di liga basket tertinggi Indonesia ini mengalami tensi tertinggi ya saat ini. Dulu saat masih bernama Indonesian Basketball League (IBL), kita gak pernah tahu pemain mana mau ke mana, atau siapa saja yang menjadi incaran tim-tim yang katanya tajir. Tahu-tahu ketika kompetisi dimulai, kita sudah melihat si pemain A yang tadinya di tim X sudah berpindah ke tim Y.

Kini, ada sedikit kemajuan (kita sebaiknya mengapresiasi hal kecil ini) dari NBL Indonesia. Setiap tim memiliki kewajiban untuk menyerahkan daftar 17 orang pemainnya yang akan mengikuti NBL musim 2010-2011 sebelum tanggal 29 Juli. Akibatnya, sebelum tanggal tersebut, bermunculan banyak rasa penasaran maupun kejutan. “Denny mau ke mana?” atau “Dimas di beli Pelita Jaya?” atau “Hah? Fadlan ke Garuda?” atau “Satria Muda nambah siapa saja ya?” menjadi pertanyaan-pertanyaan yang mondar-mandir dan tentunya diikuti oleh jawaban-jawaban yang ikut lewat-lewit berkeliaran.

Terima kasih kepada facebook dan twitter :) Kalau gak ada kalian mungkin gak seperti ini :D