Pertandingan Seru NBL Wajib Tonton di Ibu Kota! (Seri 5 NBL Indonesia)

NBL Indonesia seri terakhir alias seri 5 hanya tinggal menghitung hari. Inilah pertandingan-pertandingan terakhir setiap tim untuk memastikan posisi akhir klasemen yang akan sangat menentukan pada play off/championship series nanti. Beberapa tim akan menghadapi tim yang biasa saja, namun kebanyakan akan menghadapi lawan-lawan berat! Semuanya berlangsung di Hall A Senayan Jakarta. Catat waktu dan tanggal mainnya!

Sabtu, 5 Februari 2011, 18:00, Aspac Jakarta vs Pelita Jaya Jakarta

Aspac tentu tak ingin mengalami nasib serupa dengan Garuda Bandung yang dihajar 3-0 oleh Pelita Jaya. Derbi tim Ibu Kota ini akan jadi sedikit pembuktian, siapa lebih perkasa di Jakarta!

Sabtu, 5 Februari 2011, 20:00, Garuda Bandung vs Satria Muda Jakarta

Duel klasik simbol seteru dua kota, Bandung dan Jakarta dalam bola basket. Satria Muda mengalahkan Garuda di Surabaya melalui over time, lalu kembali memukul Garuda di hadapan pendukungnya sendiri di Bandung. Pertemuan terakhir ini akan menjadi kesempatan Garuda untuk membalas!

Minggu, 6 Februari 2011, 18:00, Satria Muda Jakarta vs Pelita Jaya Jakarta

Derbi lain yang pasti seru! Dalam dua kali pertemuan sebelumnya, tim asuhan Fictor Roring ini belum bisa menemukan cara untuk mengalahkan hebatnya ramuan pelatih Rastafari Horongbala. 2-0 skor sementara untuk Pelita Jaya. Akankah menjadi 3-0?!

Senin, 7 Februari 2011, 16:00, CLS Knights Surabaya vs Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel

CLS Knights tampil dalam performa buruk selama di Bali. Muba Hangtuah selalu dan selalu tak mudah dikalahkan dan kerap memberikan perlawanan alot. Jika CLS Knights belum mampu kembali ke bentuk permainan sesungguhnya, sangat mungkin Muba Hangtuah mencuri kemenangan!

Selasa, 8 Februari 2011, 18:00, Stadium Jakarta vs CLS Knights Surabaya

Keduanya pernah mendapat julukan sebagai tim kuda hitam. Bagaimana jika dua tim kuda hitam bertemu? Akan sangat menyenangkan menyaksikan dua “joki” beradu, Dimaz vs Merio!

Rabu, 9 Februari 2011, 20:00, Garuda Bandung vs Citra Satria Jakarta

Ok, ada dua pertandingan seru sebelum laga ini, Muba Hangtuah vs Pelita Jaya dan Satria Muda vs Stadium. Namun pertarungan Garuda kontra Citra Satria akan sangat menghibur. Dalam pertemuan kedua di Bali, jika saja Pattikawa tidak melakukan foul kepada Fadlan, sangat mungkin Fadlan melakukan slam dunk ketiganya dalam satu pertandingan. Yes, mari menunggu slam dunk Fadlan dan Wiwin :D

Kamis, 10 Februari 2011, Stadium Jakarta vs Bimasakti Nikko Steel Malang

Bimasakti kemungkinan besar akan menduduki posisi delapan pada klasemen akhir NBL. Namun jangan salah, tim Malang ini memiliki dua pemain yang sangat potensial di masa depan, Bima Rizky dan Made Indra. Jika keduanya bermain padu, Stadium harus bersiap menerima kekalahan!

Jumat, 11 Februari 2011, 18:00, CLS Knights Surabaya vs Aspac Jakarta

Pada Seri Bali, CLS Knights mengalahkan Aspac 66-48. Sebelumnya di Surabaya, CLS Knights juga menang 64-49. Selisih kemenangan CLS Knights atas Aspac hampir sama. Jika CLS Knights mampu membuat kedudukan menjadi 3-0, kemungkinan besar pada klasemen akhir CLS Knights akan berada di atas Aspac.

Sabtu, 12 Februari 2011, 12:30, Aspac Jakarta vs Satria Muda Jakarta

Klasik! Rugi besar kalau gak nonton!

Minggu, 13 Februari 2011, 20:00, CLS Knights Surabaya vs Satria Muda Jakarta

Laga terakhir dalam putara seri reguler NBL Indonesia. CLS Knights sudah dua kali mengalahkan Aspac namun belum pernah menang atas Satria Muda. Sebaliknya, Satria Muda justru kalah melawan Aspac pada pertemuan pertama mereka. CLS Knights memiliki peluang besar mengalahkan Satria Muda di hadapan pendukung mereka di Jakarta!

Mereka yang Berebut Posisi Tiga

Mereka adalah CLS Knights Surabaya dan Aspac Jakarta. Setidaknya demikianlah dua cerita terakhir dari situs resmi NBL Indonesia. Berebut posisi tiga bukan saja masalah bahwa posisi tersebut lebih tinggi daripada posisi empat. Namun lebih karena jika salah satu tim tersebut berada di posisi empat pada klasemen akhir, maka kemungkinan besar lawan yang akan dihadapi pada babak play off alias championship series adalah Garuda Bandung!

Dalam aturan tim yang akan saling bertemu pada babak play off, pada peringkat akhir klasemen nanti, posisi empat akan menghadapi posisi lima. Saat ini posisi lima tengah dihuni oleh Garuda. Jika posisi Garuda membaik di akhir musim menjadi posisi empat, maka tetap saja ia akan melawan posisi lima yang kemungkinan besar akan diisi oleh salah satu tim Jakarta atau Surabaya tersebut.

Mengapa posisi tiga? Agar nanti tidak melawan Garuda. Bukankah CLS Knights dan Aspac pernah mengalahkan Garuda? Benar. Tetapi pada pertemuan terakhir mereka di Bali, baik Aspac maupun CLS Knights sama-sama takluk kepada Garuda. Jadi posisi empat adalah posisi yang berbahaya!

Huruf yang Paling Dibenci di Kotanya D

ertanyalah kepada orang-orang ibu kota Jawa Barat ini, apa yang membuat (konon) Kota Kembang ini macet di akhir pekan. Pada umumnya akan menjawab, B! Ada benarnya, silahkan tanyak bapak Polantas tentang data validnya. Atau sudahlah, kayaknya pak Polantas gak punya datanya. Kalau ditanya berapa harga bikin SIM, baru pak Polantas hapal luar kepala!

Lalu, ada pula sebuah mitos yang mengatakan bahwa pengendara B harus berhati-hati ketika klub sepak bola kesayangan warga yang dipimpin walikota yang fotonya tersebar di mana-mana ini tengah bertanding di Siliwangi atau Si Jalak Harupat. Awalnya gw gak percaya hingga gw mengalaminya sendiri tadi malam. Tadi malam usai bermain imbang melawan klub dari kota Malang, para penggemar tim sepak bola kesayangan kota ini kembali beraksi ugal-ugalan!

Malam tadi gw berada pada tempat yang keliru di waktu yang tidak tepat! Gw tengah berkendara dari Ujung Berung mengarah ke Cicaheum. Di tengah jalan gw berpapasan dengan ratusan penggemar fanatik tim sepak bola lokal. Gw tahu, mungkin akan ada sebuah masalah, jika mitos itu memang benar, gw tengah nyetir sebuah B!

Gw dipaksa menepi. Tapi gw tetap jalan. Lalu sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang datang dari arah depan dan dengan sangat keras menghajar spion kanan B yang tengah gw supiri. Braakkk! Hanya satu detik kurang, kaca spion itu langsung hilang hancur lebur ke aspal. Gw gak bisa berbuat apa-apa :P

Ada polisi saat itu. Gw berpikir, aneh, biasanya polisi gemar sekali sembunyi lalu menjebak pengendara sepeda motor diperempatan jalan karena tidak mengenakan helm dengan tujuan mendapatkan “perdamaian”. Kali ini, ratusan pengendara sepeda motor tak mengenakan helm menari-nari di hadapan polisi yang tak punya harga diri. Dalam benak gw berujar “ini seharusnya menjadi ladang “perdamaian” bapak-bapak polisi!” Sayang, polisinya gak bernyali. T*t*t ayam :P

Perjalanan pulang gw lanjutkan. Pendukung sepak bola fanatik sudah tak lagi terlihat. Hanya satu dua yang motornya mogok. Ingin sekali rasanya menabrak mereka hingga mampus! Tapi logika pasar gw bicara “nyawa manusia tak sebanding dengan kaca spion.” :D

Huruf B tampaknya akan selalu dibenci oleh kota yang dipimpin oleh walikota yang pernah melarang adanya pom bensin di Jalan Dago, tapi tiba-tiba mengizinkan Petronas untuk buka pom bensin di sana. Padahal, jika mau mikir sedikit, B justru memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi kota yang berjarak sekitar dua jam dari kotanya B ini. Sayang, semuanya lebih senang mengumbar kepicikan dan lebih suka membenci B daripada mengambil manfaat dari kehadirannya.

Jika kota ini dan masyarakatnya benar-benar benci pada B, sekalian saja cabut huruf B dari segala embel-embel yang berbau kota ini:

Andung.

Persi Andung, atau..

O-otoh Persi.

Walikotanya sih cerdas, dia dari kecil gak butuh huruf B. Dia tahu, ini adalah kota D. Kalau tidak, namanya pasti Baba Rosaba! :D

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Kenal Belum Tentu Sayang :D

Mengidolakan pemain basket lalu kecewa? Wajar saja :) Tak kenal maka tak sayang. Eh tapi pas sudah kenal malah mikir lagi untuk menjadikannya idola. “Ternyata ia tak seperti yang selama ini aku tahu.” :)

Gw cinta basket. Tapi hingga kini, tak ada seorang pemain basket pun yang menjadi inspirasi yang memberi kesan mendalam dalam hidup gw. Gak Michael Jordan apalagi Kobe Bryant, LeBron James atau siapapun.

Ini gw yaa, tentu sah-sah saja terserah gw. Bahkan baik sekali mengidolai para pemain basket karena permainan maupun kisah hidupnya. Kita punya perspektif masing-masing. Pasti banyak lah yang hidupnya berubah karena hidupnya terinspirasi oleh para pemain basket. Bagus :)

Hari ini rasanya ingin bercerita tentang tiga tokoh populer yang bagi gw sangat inspiratif. Sekali lagi, sayangnya mereka gak bermain basket. Tiga tokoh ini memberikan gw pelajaran tentang bagaimana ketika kita mengidolakan seseorang, ada kemungkinan bahwa idola kita itu akan atau bisa mengecewakan kita.

Malcolm X

Kisah hidup Malcolm X sangat inspiratif dan tidak menimbulkan kekecewaan bagi gw. Tapi ada satu hal kecil tentang Malcolm X mengenai bagaimana ia menjadi seorang Malcolm X yang terkenal (Untuk lebih kenal siapa itu Malcolm X, silahkan ke Wikipedia aja yaa) :D

Malcolm X punya seorang idola yang sangat ia puja-puja. Namanya adalah Elijah Muhammad, ketua perkumpulan Nation of Islam yang memberikan pencerahan kepada Malcolm sejak Malcolm di penjara, bebas, hingga Malcolm menemukan sesuatu… …

Dalam buku The Autobiography of Malcolm X, As Told To Alex Haley, awalnya Malcolm sangat memuja Elijah Muhammad hingga suatu saat ia menemukan bahwa gurunya, orang yang ia puja, orang yang dianggapnya pembebas itu memiliki anak di luar nikah. Sebuah hasil perbuatan yang sepengetahuan Malcolm melalui ajaran Elijah Muhammad sendiri adalah sebuah perbuatan yang sangat tak pantas!

Malcolm kemudian berpisah dari gurunya, inspiratornya (yang tentu saja sudah nggak lagi sejak itu) dan mulai memperjuangkan apa yang ia bela dengan jalannya sendiri. Malcolm sangat kecewa terhadap orang yang sangat ia idolakan sebelumnya. Bahkan, kepada Alex Haley, penulis biografinya, Malcolm menyatakan bahwa ia sangat yakin bahwa dirinya tengah diincar orang untuk dibunuh, dan Malcolm yakin bahwa jika ia mati terbunuh, itu pasti perbuatan kaki-tangan Elijah Muhammad.

Malcolm X akhirnya benar-benar terbunuh dengan luka tembakan mesin dari jarak dekat ketika ia sedang memberikan ceramah. Ironis.

Bob Marley

Irama musik yang populer oleh Bob Marley, reggae selalu mampu membuat gw bergembira senang. Musik reggae itu ajaib bagi gw :D

Kemudian gw mulai memahami lirik-lirik lagu Bob Marley yang menurut gw super luar biasa. Sangat inspiratif! Lirik-lirik lagu Bob Marley menyentuh bahkan menggerakan. Sulit menemukan lirik-lirik lagu populer zaman sekarang yang mampu mengimbangi kekuatan kedahsyatan lirik-lirik lagu Bob Marley. Gw suka bilang, Bob Marley itu nyanyi pakai hati, beda sama… :P

Gw lalu mulai membaca kisah hidup Bob Marley. Karir musiknya hingga perjuangannya mendamaikan situasi politik negaranya, Jamaika yang kala itu dilanda kemelut perseteruan dua kubu besar, Edward Seaga dan Michael Manley. Bob Marley adalah satu-satunya orang Jamaika yang mampu memanggil dua musuh bebuyutan politik itu untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman. Historikal! (buat Jamaika..hehee)

Kesuksesan Bob Marley dalam bermusik juga tidak membuatnya lupa diri lupa daratan. Sebagian hasil dari lagu-lagunya kerap ia bagikan dalam bentuk makanan kepada orang-orang miskin di Jamaika dan sering! Sekian hebat dan melegendanya Bob Marley, tak pernah ada cerita tentang kemewahan hidupnya. Ia sederhana sekali. Bob Marley adalah idola gw :D

Lalu suatu hari gw menemukan sebuah buku berjudul “No Woman No Cry, My Life With Bob Marley” karya Rita Marley. Yes, ia adalah istri Bob Marley. Dari berbagai sumber cerita tentang Bob Marley, rasanya inilah penuturan yang paling jujur. Sulit untuk meragukannya. Karena ia keluar dari orang yang paling dekat dengan Bob Marley sendiri dari remaja hingga Bob Marley meninggal dunia, istrinya :D

Kaget juga gw bacanya. Rita justru banyak bercerita tentang sisi-sisi Bob Marley yang gak pengen gw dengar. Kecewa deh gw :D *tapi tetep, Bob Marley adalah salah satu idola gw di list atas.

Muhammad Saw

Gw ingat, saat itu tanggal 11 Mei. Tapi gw lupa tahunnya. Gw sedang nonton berita sore Antv (Ho! gw bahkan masih ingat stasiun tv yang sedang gw tonton!). 11 Mei adalah hari meninggalnya Bob Marley dan saat itu Antv tengah memberi cuplikan berita bagaimana hari kematian Bob Marley itu tengah diperingati di Jamaika saat itu.

Ketika itu, darah muda gw tengah menggilai Bob Marley. Gw tahu hari itu adalah hari Bob Marley meninggal di tahun 1981. Gw terharu bahkan sedikit histeria menangis :P Ketika gw menangis karena terkenang Bob Marley, sesaat seperti ada yang nyentil di hati gw bertanya “Lu bisa nangis karena Bob Marley, bagaimana dengan Nabi Muhammad Saw? Bukankah ia adalah teladan/idola yang sempurna?

Anjir.. Gw benar-benar tersentak! Bener juga yaa..

Gw pelan-pelan mulai mengkonsumsi kisah-kisah hidup Nabi Muhammad Saw melalui buku. Menyenangkan membaca beberapa buku kisah hidup Nabi Muhammad Saw. Meskipun kisahnya selalu sama, perspektif pengarangnya, cara bertuturnya membuat kisah Nabi dari berbagai sumber itu menjadi menarik.

Gw sempat sedikit ketagihan. Bahkan pernah, gw jalan-jalan ke Gramedia lalu menemukan buku tebal kisah Nabi Muhammad Saw yang baru dan langsung gw beli. Sampai rumah, gw baca beberapa lembar dan mulai nyadar bahwa ada yang aneh. Gw sudah punya buku itu, hanya sampulnya saja yang berubah!! -__-*

Dari beberapa buku kisah Nabi Muhammad Saw yang pernah gw baca, gw menemukan satu inti berharga mengenai cara pandang gw terhadap tokoh nomor satu ini.. Dari bacaan-bacaan tersebut gw menyadari hal yang sangaaat sederhana. Yaitu, Nabi Muhammad Saw itu adalah seorang manusia!

Nabi Muhammad Saw memang seorang manusia. Semua orang tahu itu. Tapi entahlah, seperti gw bilang tadi, akhirnya membaca kisah Nabi Muhammad Saw dari berbagai sumber pun akhirnya memberikan sebuah perspektif yang beda-beda. Dan yang paling berkesan, ya itu tadi, beliau adalah manusia. Sederhana, tapi bagi gw, entahlah, dalam sekali :)

Inilah tokoh idola gw yang gak akan menimbulkan kekecewaan. Bukan karena beliau hamba Allah nomor satu yang sudah pasti istimewa. Tetapi lebih karena kisah hidup beliau yang sangat-sangat manusiawi namun sangat inspiratif dan terpenting tidak berbalik membuat gw menjadi kecewa.

Okey balik lagi, tiga tokoh di atas adalah idola-idola gw. Jelas bukan tokoh-tokoh yang berkecimpung dalam dunia basket, namun sangat berpengaruh dalam hal-hal yang berhubungan dengan basket di dalam dunia gw.

Tentu saja mengidolai seorang pebasket untuk menjadi inspirasi dalam berbasket sangat baik. Tetapi mengidolakan orang yang non-basket untuk menjadi inspirasi kita agar hebat dalam bermain basket juga gak salah. Bukan gak mungkin, banyak pebasket yang justru menjadi inspirasi bagi orang-orang yang berkarya bukan di dunia basket. Pasti banyak :D

Hmm, sedikit sok-sok bijak, kenalilah idolamu, tak kenal maka tak sayang! Dan jangan sampai, setelah kenal malah mikir-mikir lagi, “mosok idola gw kayak gitu yaa?” :D

Oh Friends, You’re So Predictably Irrational :D

Semua juga tahu bahwa kita harus lebih rasional dalam menyikapi setiap masalah yang kita hadapi. Emosi tentu saja boleh, tapi dengan mengimbangi dengan rasionalitas tentu akan sedikit membantu. Sori, banyak membantu :D

Semua mahfum, bahwa membalas kritik yang baik adalah dengan memberikan tanggapan yang rasional demi menangkis kritik dengan elegan. Cara tersebut sangat rasional. Kita tahu itu cara yang rasional, namun kerap kali, ketika menerima kritik atau perbedaan pendapat sedikit saja, kita sering terjebak berlaku emosional, alias irasional! Umumnya, begitulah umumnya, ah sori, sedikit saja ding yang begitu. Termasuk gw, irasional banget :D

Tadi siang, gw membahas isu lokalisasi pemain basket asing untuk menjadi skuad tim nasional basket Indonesia di SEA Games 2011. Sorry (again) did I say lokalisasi? Hehee, sejenak tadi gw lupa istilah populernya, naturalisasi. Beragam tanggapan. Banyak yang gak setuju dengan ide itu yang gw tangkap dari twit-twit yang gw terima. Obrolan lalu berkembang ke hal-hal sensitif bagi sebagian orang yang tanggapannya menurut gw sangat emosional, gak rasional. Eh oh, irasional! Namun sejujurnya sudah sangat gw tebak. Yes, they’re so predictably irrational! Irasional, yang ketebak banget.

Jadi, daripada gw nulis sesuatu yang mengundang hal-hal irasional lagi, gw keingetan sebuah buku yang pernah gw baca dulu dan sedang gw baca ulang lagi, “Predictably Irrational” karya Dan Ariely. Konon katanya, buku ini laris manis dan menggelitik otak untuk berpikir. Bahkan dalam bahasa editor New York Times Book Review, revolusional!

Buku ini membahas perilaku-perilaku kita yang acap kali gak masuk akal dalam memutuskan sesuatu. Dan Ariely mengungkapkan serangkaian fakta berdasarkan hasil-hasil tesnya di laboratorium mengenai begaimana kekuatan-kekuatan tersembunyi mampu membentuk keputusan akhir kita. Pesan subliminal? Hmm..ada kemiripan.

Kekuatan/kelemahan gratisan!

Salah satu bahasan menarik dalam buku ini adalah kekuatan dari FREE! (gratisan, dan yes dicetak kapital semua di bukunya). Selain itu juga Dan memberikan istilah lain dengan menggunakan kata zero (nol). Melalui sebuah logika norma sosial dan norma dagang, Dan Ariely menjelaskan dengan ringan bagaimana kedua norma yang kerap bertentangan ini seringkali coba disatukan dengan harapan menghasilkan efek maksimal, namun sebaliknya malah tidak sesuai harapan.

Dalam sebuah percobaan kecil, Dan Ariely menjual sebuah coklat mahal dengan harga murah. Orang-orang yang mengetahui bahwa coklat itu sebenarnya mahal namun dijual murah pada berdatangan untuk membeli. Dan Ariely kemudian menurunkan kembali harga coklat tersebut. Peminatnya pun bertambah, ibarat barang bermerek diobral aja, orang-orang pada rebutan!

Namun sebuah keanehan terjadi. Ketika Dan Ariely menurunkan harga coklat murah tersebut menjadi nol alias gratis, orang yang datang mengambil malah justru sedikit! Menurut Dan Ariely, norma yang mengenanya sudah tak lagi norma dagang tetapi norma sosial. Menarik bagaimana Dan Ariely menjelaskan hal ini dalam bahasa yang mudah dipahami.

Silahkan baca sendiri untuk lebih paham yaa.. :D

Nah, tentu saja langsung gw hubungkan dengan pergelaran basket kita. Walau tentu entah ada hubungannya atau tidak. Ada sebuah event basket SMA yang berbayar, bahkan calo berebut untuk menjual tiketnya. Event basket ini selalu penuh ditonton!

Lalu ada juga event basket lain yang pesertanya kurang lebih sama. Digelar gratis. Penonton boleh datang bebas keluar masuk tanpa dipungut biaya apapun alias cuma-cuma! Tapi penontonnya malah sangat sedikit!

Apakah ini artinya tesis Dan Ariely benar? Menurut gw sih bisa saja. Kalau, ah sudahlah… Silahkan baca sendiri bukunya. Semoga gak ada yang tersinggung dengan event basket yang dibanding-bandingkan. Kalaupun mau komentar, rasional dan irasional sah-sah saja kok. Dua-duanya sudah tertebak soalnya :D

Perlukah Menyiarkan Lebih Banyak Pertandingan NBL di Televisi? Dilema Kecil

NBL Indonesia baru hanya bergulir di pulau Jawa dan Bali. Setiap kota selama putaran seri NBL disinggahi selama sembilan hari. Artinya, sembilan hari-setahun untuk satu kota. Penggemar basket di Indonesia berjuta-juta rasanya. Itu asumsi gw. Atau setidaknya beratus ribu yang tersebar di banyak kota dan desa. Followers gw di twitter tentu gak bisa dijadikan acuan. Namun menarik, setiap kali gw mengabarkan mengenai sebuah pertandingan tertentu, banyak followers gw yang bertanya apakah game tersebut masuk televisi.

Bila mayoritas pertandingan NBL Indonesia disiarkan oleh televisi, ratusan ribu bahkan mungkin jutaan penggemar basket di Indonesia akan merasakan manfaatnya. Mereka mungkin akan meninggalkan aktifitas lain untuk dapat menikmati aksi pebasket nasional. Dan tentu saja (baca: tetapi juga), penggemar NBL yang kotanya sedang disinggahi seri reguler pun akhirnya memiliki pilihan, nonton langsung di arena atau murah meriah melalui layar televisi?

Stasiun televisi mau menyiarkan NBL jika penonton di arena banyak atau penuh. Ini indikasi bahwa basket memang digemari dan tentu juga baik bagi estetika tampilan di layar kaca. Pertandingan basket yang sepi penonton entah mengapa berpengaruh kepada tingkat seru-tidaknya sebuah pertandingan. Inilah dilemanya: Jika basket ramai ditonton di arena, televisi mungkin mau untuk lebih sering menyiarkannya. Tetapi begitu televisi menyiarkan, potensi penonton yang datang ke arena bisa saja berkurang karena telah memiliki alternatif cara menonton :)

Masih maukah menonton langsung ke arena jika dengan duduk santai di rumah saja keinginan nonton NBL sudah terpenuhi? :D

Peka Krisis Menjelang Seri Jakarta!

Serombongan anggota DPR atau DPRD tengah mengunjungi kawasan sawah gogorancah seluas lima hektar yang terancam gagal panen akibat hama yang lahir karena hujan yang terus menerus turun. Demikian berita televisi yang gw lihat. Ketika kamera televisi mengarah kepada anggota dewan tersebut, mereka terlihat senyum-senyum sesekali tertawa. Ekspresi yang aneh mengingat apa yang tengah mereka lakukan dan terjadi, mengunjungi sebuah tempat yang terancam menghadapi bencana, gagal panen!

Gw yakin bahwa sawah tersebut bukanlah milik para anggota dewan tersebut. Gw yakin sebenarnya tak ada pengaruh yang signifikan bagi anggota dewan bila sawah tersebut sukses panen ataupun gagal panen. Sawah tersebut sama saja dengan tidak ada bagi mereka. Para anggota dewan mempertontonkan tak adanya kepekaan terhadap krisis!

Barangkali ada hubungannya walau sedikiiittt :D

Babak seri reguler hanya menyisakan Seri Jakarta saja. Beberapa tim telah tuntas saling berjumpa sebanyak tiga laga. Tim lainnya tinggal menyisakan satu laga lagi. Memasuki babak championship series, seharusnya sudah tak ada lagi tim yang terlihat santai. Peka krisis seharusnya sudah mulai bermunculan.

Jika motivasi seorang pemain adalah meraih juara atau setidaknya berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil terbaik, maka sejak detik ini bahkan jauh sebelumnya, kepekaan atas krisis telah menghantuinya. Berlatih sehebat mungkin adalah sesuatu yang hukumnya fardu alias wajib!

Sebaliknya, jika panen yang melimpah bukanlah sebuah hal yang menjadi tujuan akhir seorang pemain. Maka berusaha sekuat tenaga atau tidak bukanlah sebuah masalah. Senyam-senyum santai saja menghadapi krisis yang mulai di depan mata adalah hal yang tanpa disadari akan terpampang di wajah bak anggota-anggota dewan di analogi di atas :) Barangkali yaa :D

See The Big Picture, Let’s Make Friends (oleh Denny Sumargo)

Tulisan ini ditulis oleh Denny Sumargo menanggapi tulisan dari Richard Insane di posting sebelumnya. Silahkan menilai sendiri dengan obyektif yaa. Dialog untuk kemajuan basket nasional itu penting soalnya, demi kemajuan sama-sama.

———-

See The Big Picture, Don’t See The Small Picture, Let’s Make Friends

Salam dari saya pebasket yang bukan siapa-siapa. Saya datang dengan kerendahan hati saya, bukan untuk merasa diri saya lebih baik daripada orang lain, atau mencari pembenaran, saya hanya mencari pertemanan dalam hidup saya.

Membaca blog yang dimuat di blog Mainbasket, mengenai saya, “Kamu adalah apa yang kamu tweet (di basket)
Saya langsung menelepon Richard Insane dan Mainbasket dengan kerendahan hati yang saya punya, saya bertanya, apa kalian berpikir saya seperti itu? My friend, Richard Insane menjawab “maaf bro, gua hanya care sama lu, makanya gua rasa lu nggak pantas tweet seperti itu?” Saya menjawab “makasih bro, saya juga sayang sama lu, tapi sudahkan kamu bertanya kepada saya maksudnya apa, sebelum kamu me-Retweet atau mem-publish-nya?”

Tweet yang bahkan bukan sebuat retweet itu saya tujukkan kepada Rony dalam sebuah candaan, yang hanya berupa reply, yang dibalas Rony juga dalam bentuk candaan. Itu salah? Yes, kata-katanya salah. Pertama, karena bro Insane me-RT-nya dan secara tidak langsung mengiyakan statemen itu dan diposkan di blog Mainbasket dengan tanpa bertanya pada saya kebenarannya.

Saya mengiyakan kata-kata saya salah, dengan besar hati tolong jangan berpikir bahwa itu benar, tapi saya jadi berpikir, mama saya tidak pernah mengajarkan saya untuk hidup hanya dengan uang. Uang buat saya penting tapi kecintaan saya akan sesuatu di atas segalanya. Pernah ada yang bertanya kepada saya “Den, kenapa lu suka pindah dari satu klub ke klub lain? Padahal kalau dipikir secara penghasilan gua rasa lu bisa mendapat itu lebih baik di satu klub.” Saya menjawab “It’s all not because of the money.”

Tujuan hidup saya bukan itu, saya mencari tantangan, saya hidup hanya sekali, dan saya tidak ingin dikenang seperti keinginan orang lain, saya ingin dikenang seperti bagaimana saya ingin Tuhan menjadikan saya, saya tidak mencari pembenaran di dunia ini saya mencari pertemanan.

Cedera di tubuh saya sudah sangat banyak. Pernahkah saya complain dengan semua itu? Pernahkah saya tidak total dalam setiap misi saya di basket untuk klub saya? Pernakah saya tidak memberikan semua yang ada pada diri saya untuk klub saya? Pikiran, semangat, bahkan semua cedera saya untuk bertarung habis-habisan untuk klub yang saya bela. Saya hidup seperti itu karena saya adalah petarung sejati yang tidak mau complain dengan keadaan. Saya tidak ingin menganggu dan mengomentari hidup orang, karena saya tidak sempurna. Saya berbuat salah, saya hanya manusia yang harus berbakti, saya berfokus hanya pada misi saya, saya harus menginspirasi orang-orang yang mengenal saya dari jalur yang positif, saya sedang dalam perlombaan menjadi yang terpositif dalam jalan saya.

Saya juga punya hati, saya juga punya kesedihan, saya juga percaya kalian semua memiliki itu, hidup saya bukan hanya sebuah omongan, hidup saya adalah sebuah tindakan, pantaskah menghakimi orang lain hanya karena sebuah tweet candaan yang bahkan kamu sendiri tidak mengerti artinya! Sudahkah kamu bertanya sebagai teman?

Pikiran kecil saya yang jahat berkata mungkin saya bisa membalasmu, tapi hati saya berkata, buat apa? Bukan itu tujuan hidupmu, setiap manusia punya kelebihan dan pasti punya kekurangan, kamu mencari pertemanan bukan pembenaran. Sekarang saya sadar kenapa saya suka menertawakan hidup saya karena saya merasa hidup itu harus dilihat dari sisi yang lucu dan menyenangkan.

Lucu karena ini menjadi pembahasan. Saya tersenyum karena begitu banyak yang sayang sama saya, lovers and haters.

Lovers stay with me because I will inspire you to the end of my life. Haters stay with what you believe, but remember be positive and bisa melihat mana prioritas mana bukan dalam hidupmu. Hidup bukan untuk terlihat keren atau hebat karena kata-kata. Hidup untuk pertemanan dan menjadi berkat untuk orang lain:)

Saya percaya setiap orang memiliki hati yang baik dan mereka spesial di Mata Tuhan. Yang membedakan hanya tujuannya dan caranya. Jangan mencari keuntungan dari kelemahan seseorang, tetapi berlombalah untuk menjadi yang terpositif. Jangan sia-siakan hidupmu untuk keburukan karena hidupmu hanya sekali dan buatlah sebaik mungkin untuk orang-orang yang kamu sayangi dengan kerendahan hati.

Salam sayang saya untuk semua pecinta basket *HUGS Insane and Mainbasket.

Jangan berpikir saya akan menjahati kalian, saya akan selalu melihat sisi positif hidup kalian yang akan saya contoh.

Salam Hormat saya. Denny Sumargo, hidup untuk sebuah pelayanan dan pembelajaran.

Kenapa Angka Assist NBL Sedikit Sekali yaa?

NBL Indonesia dipenuhi oleh banyak pembagi bola handal. Sebut saja nama Faisal Achmad, Wendha Wijaya, Kelly Purwanto, Mario Gerungan, Dimaz Muharri, Budi Acun, Wallewangko, Denny Sartika, Merio Ferdiyansyah, dan Robert Yunarto. Untuk nama terakhir, gw kerap kali takjub dengan penampilannya. Setiap kali Robert main, gw selalu menanti ada atraksi apa nih dalam kecepatannya beraksi. Sekali waktu gw bahkan mengatakan “NBA punya Steve Nash, NBL punya Robert Yunarto!”

Kalimat tersebut gw tweet. Banyak teman setuju. Beberapa lagi penasaran ingin melihat langsung penampilan Robert (dan terkabul melalui siaran langsung di Antv kemarin). Tanggapan paling mengejutkan datang dari Udjo yang juga adalah penggemar berat Steve Nash, “assist-nya banyak yaa?” Nah! Gw langsung bingung menjawabnya. Sejauh ini Steve Nash membukukan rata-rata 10,8 assist per game, sementara Robert hanya 3,7 assist per game. Meskipun raihannya jauh berbeda, masih ada kesamaan sedikit, keduanya adalah urutan kedua tertinggi di liga :P Apakah itu artinya Rajon Rondo (urutan 1 NBA) sama dengan Faisal (urutan 1 NBL)? Ntar dulu :D

Apa sih sebenarnya assist itu?

Pengertian sederhananya adalah operan bola terakhir sebelum pemain mencetak angka. Logikanya, setiap kali bola dimasukan, kan pasti ada yang mengoper sebelumnya kan? Tapi pada kenyataannya, dari pertandingan dengan skor tertinggi di NBL saat ini, ketika Aspac Jakarta mengalahkan Angsapura Salatiga, 113-40, assist Aspac hanya 24 saja! 10 assist di antaranya dibukukan oleh Hendry Sudjana, sekaligus menjadi satu-satunya pemain NBL sejauh ini yang pernah menjadi pengumpul dua digit assist dalam satu game!

Ternyata ada beberapa kondisi dan syarat tambahan lagi yang menjadi ketentuan bahwa sebuah operan-masuk adalah assist. Selain operan terakhir kepada pemain yang mencetak angka, sebuah operan tersebut dikatakan assist jika pemain yang mendapatkan bola menceploskan bola sesegera mungkin!

Sebuah operan kepada seorang pemain dengan posisi leluasa untuk mencetak angka namun memutuskan untuk melakukan sebuah gerakan yang bertujuan bukan untuk menembak sebelum benar-benar mencetak angka adalah bukan assist.

Jarak menembak oleh penerima bola, faktor kemudahan/kesulitan pemain saat mencetak angka, atau pun jumlah dribble yang dilakukan sebelum mencetak poin tidak memengarui sebuah operan adalah assist atau bukan selama ia benar-benar melakukan gerakan langsung dengan intensi mencetak angka. Seorang pemain yang mendapat operan cepat lalu mendribble bola ke arah ring dengan cepat dan mencetak angka, maka teman yang mengoper bola kepadanya adalah assist. Namun jika penerima bola sampai melakukan gerakan hesitation untuk menghindari lawan atau mengubah arah sebelum ke ring, nope, itu bukan assist.

Butuh pengawasan seksama oleh pencatat statistik apakah sebuah operan berbuah poin merupakan assist ataukah bukan. Cukup sulit!

Kebiasaan pemain NBL membuat pencatatan assist malah mudah :D

Waktu bersama Detlef Schrempf di Bandung, gw ingat Detlef bilang “ketika bola mengarah ke gw, gw tahu gw akan menembak dan ketika menembak, gw tahu bolanya akan masuk.” Entah berapa banyak pemain NBL yang memiliki sikap seperti Detlef. Seringkali terjadi malah ketika menerima bola dan dalam posisi leluasa untuk menembak, pemain NBL kerap ragu-ragu dan tidak percaya diri untuk menyasar.

Jadi sebenarnya mengapa sebuah operan-masuk seringkali tidak berbuah assist adalah bukan karena pengopernya. Faisal, Wendha, Dimaz, Kelly, Merio, atau Robert sudah bermain sangat hebat untuk membagi bola. Seringkali aksi rekan-rekannya lah yang membuat para pengumpan tersebut tidak mendapat kredit atas operan dahsyatnya.

Kembali ke kebiasaan yang berhubungan dengan kata-kata Detlef Schrempf tadi, beberapa kali gw perhatikan ketika seorang pemain NBL mendapat bola untuk dieksekusi, mereka melakukan beberapa gerakan yang terlalu banyak. Alih-alih menangkap bola, jump stop, lalu shooting, eksekutor memiliki kecenderungan untuk mendribel satu kali ke kiri-kanan, fake pass, dribble ke depan lalu mundur untuk menembak fadeaway, merubah arah seolah akan mengoper, dan lain-lain. Gerakan-gerakan ini mengakbitkan sebuah operan tidak akan dihitung sebagai assist. Jarang sekali melihat pemain yang memahirkan gerakan sederhana; terima bola, jump stop (ataupun stepping), lalu skor!

Yes, ini kembali lagi ke fundamental bermain basket!

Jadi sekali lagi, sebuah passing bukan hanya bergantung kepada sebuah operan yang menghasilkan angka atau semata passing indah yang kerap berbuah decak kagum komentator dengan kalimat “what a nice pass!”, tetapi justru bergantung kepada sang eksekutor atau pencetak angka. Semakin sedikit gerakan yang ia ambil sebelum mengeksekusi bola, semakin besar rekan yang mengopernya mendapat tambahan pundi-pundi assist pada catatan statistik pribadinya.

Jadi sekali lagi, Robert, Faisal, Kelly, Wendha, Dimaz, Merio, dan lain-lain tetaplah sangat jago, tinggal melihat kepada siapa yang nembak :D

Kamu Adalah Apa yang Kamu Tweet (di Basket)

Tulisan ini adalah kiriman dari kak Richard Insane. Ada sedikit kontroversi di dalamnya. Perdebatan berlanjut di twitter setelahnya. Tapi hanya sebentar. Ada kritisi, ada pembelaan di twitter. Dialog yang terbangun sangat menyenangkan dan mendidik :)
——

Twitter, merupakan social media yg saat ini sedang berada di level teratas obrolan semua level (terutama anak basket) di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya saat ini. Gue gak mau bahas sejarah twitter. Gw cuma mau menegaskan bahwa seandainya media twitter digunakan dengan baik dan benar, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan/memberikan info kepada khalayak banyak (followers) dalam hanya sebuah tweet (pesan). So, intinya gue dan kebanyakan teman-teman basket dapat dengan mudah mengetahui semua kegiatan dan karakter semua atlet-atlet basket dunia dan dalam negeri melalui tweet-tweet-nya. Jadi jangan salah kalau akhirnya ada istilah, “you are what you tweet!” Karena hampir sebagian besar tweet (ucapan) yg “terucap” di twitter anda adalah murni dari hati dan pemikiran Anda.

Nah, menyambung dan menanggapi hal itu, pagi ini saya cukup terusik dengan tweet Denny Sumargo (salah satu pemain Tim Garuda Bandung) kepada Rony Gunawan (pemain Satria Muda Jakarta), –> “RT @SumargoDenny: @rogun32 kalah ngak apa cong, yg penting digaji,” Densu nge’tweet seperti ini karena awalnya si Ronny Gunawan nge’tweet ini –> “RT @rogun32: Sorry guys we lost.. we still hv 2 more games. Keep n stay focus for that.

“Koq lu jadi ribet ‘sane? Koq loe yg kebakaran jenggot ‘sane? Kan bkn urusan loe juga? Iya, memang bukan urusan gue! Gue streetball kalii. Tapi biar bagaimana saya ingin basket kita maju dan hal ini kalau dibiarkkan bisa merusak dan menghambat kemajuan bola basket tanah air. Tidak ada keperdulian dan rasa memiliki!

So, Intinya, Kenapa saya terusik? Mereka (para pemain NBL, pujaan banyak orang, panutan anak-anak basket di Indonesia dan sorotan publik serta konsumsi media) dibayar (baca: digaji) oleh tim mereka bukan untuk kalah kan? Tapi karena mereka (tim) percaya kalau mereka (para pemain) dapat memberikan kontribusi yang baik untuk tim yg ujung-ujungnya everybody happy. Nah, klo tweet seorang Denny Sumargo seperti itu dan 24 ribu followersnya baca, hmmm, sungguh sangat disayangkan! Seorang Densu, yang notabene ikon NBL Indonesia, publik figur yang sering nge’tweet motivasi dan kata-kata bijak di twitter ternyata tidak lebih dari seorang “Ababil” (baca: Anak Basket Labil!) Sori man! Gue harus akui, tweet loe Salah Besar Man! Becanda? Tp ngk pada tempatnya masbro .. Yo Densu .. Pertanyaan gue: Bagaimana Garuda mau menang?!! Kalau pemikiran lu “gak apa-apa kalah, yg penting digaji?!” Kecewa gue sob!! *garuk aspal* *pukul bantal*!!

Pelita Jaya vs Satria Muda, 2-0! Begini Seharusnya Tim Lain Bermain!

Menyenangkan menyaksikan permainan Pelita Jaya saat mengalahkan Satria Muda untuk kedua kalinya di lanjutan seri NBL Indonesia. Pelita Jaya menunjukan sebuah gaya permainan yang menurut gw adalah gaya yang seharusnya ditiru oleh tim-tim lain di NBL; berani menembak!

Setiap mendapat kesempatan ruang kosong untuk menembak, baik Dimas Aryo, Andi Batam, dan tentu saja Ary Chandra tanpa ragu melepaskan tembakan. Dimas Aryo dan Andi Batam bahkan lebih berani, mereka tanpa ragu menghajar walau dalam penjagaan yang ketat. Oh, gw sudah sebut Romy Chandra? Yes, pemain itu juga!

Persentase field goals kedua tim memang tak jauh berbeda. Tetapi tentu saja Pelita Jaya lebih beruntung karena memasukan lebih banyak bola terutama untuk tembakan tiga angka. Pelita Jaya memang terlihat banyak membuang bola dengan melakukan 32 kali tembakan tiga angka. Jumlah banyak yang tak begitu terasa ketika pertandingan sedang berjalan. Namun efeknya, Pelita Jaya berhasil memasukan sembilan di antaranya. Satria Muda sendiri hanya berani menembak 14 kali tembakan tiga angka dan hanya dua saja yang masuk. Satria Muda bermain lebih hati-hati, main aman tak berisiko yang sebenarnya juga sangat berisiko.

Satria Muda lebih mengandalkan terobosan ke jantung basket Pelita Jaya yang tampaknya sudah ditebak oleh (Rastafari dan..) para pemain Pelita Jaya. Pelita Jaya bermain keras untuk menghentikan Roni Gunawan dan kawan-kawan. Hasilnya banyak foul memang, namun lagi-lagi, akurasi buruk mereka menguntungkan Pelita Jaya.

Pelita Jaya mengajarkan bahwa begitulah seharusnya bermain basket menghadapi tim kuat, cepat dan berani mengambil risiko. Satria Muda pun mengajarkan sesuatu, jika menembus langsung ke jantung pertahanan Pelita Jaya sedemikian sulitnya, apalagi tembok Filipina?!

Temui Lawan Tak Terduga di Lapangan, Intimidasi Penonton!

Ketika persiapan melawan seteru berat semua sudah disiapkan dengan berbagai macam strategi, drill, dan latihan, ada satu lawan yang entah bagaimana cara mengatasinya. Yes, intimidasi penonton alias fans lawan! Malam ini gw menyaksikan bagaimana sebuah tim hebat dan kuat CLS Knights malah buyar karena kekalahan melawan intimidasi penonton pendukung Pelita Jaya.

Ketika para pemain CLS Knights melakukan tembakan bebas, kerasa banget kalau mereka sedang melawan sesuatu. Yup, melawan riuhnya gangguan dan intimidasi dari pendukung Pelita Jaya. Hasilnya, beberapa kali pemain CLS Knights gagal mengeksekusi dua kali tembakan gratis yang mereka dapatkan. Total, CLS Knights hanya memasukan 18 dari 32 free throw yang didapatkan. Hal ini jarang terjadi.

Intimidasi penonton ini tak hanya mengakibatkan buruknya persentase free throw CLS Knights saja. Mereka juga kerap tergopoh-gopoh terburu-buru sehingga kerap melakukan kesalahan tidak perlu alias turn over. Jadi pertanyaannya, bagaimana cara melawan intimidasi penonton? Beberapa pemain kerap kalah karena ini, beberapa lagi justru berhasil membalikan intimidasi menjadi dukungan tak langsung. Ada cara melatihnya? Ntar kalau ketemu gw bahas. Selama belum ketemu jawabannya, silahkan cari sendiri :D

Jalan Masih Cukup Jauh, Kendaraan Membaik!

Andai saja kemenangan Garuda atas Aspac ini diraih di C-Tra Arena Bandung, rasanya mungkin akan beda. Setidaknya bukan gw sendiri dan sedikit fans Garuda di Bali yang girang. Ribuan lebih lagi.

Meskipun perjalanan untuk juara masih cukup jauh, bolehlah sedikit gw memuji penampilan Garuda di dua pertandingan terakhirnya. Aguy yang biasanya mencari tempat nyaman untuk menembak, di dua pertandingan terakhir berganti peran sebagai play maker. Indra Bagong pun terlihat lebih ringan (sejujurnya, gw rasa ini pengaruh sepatu. Sepatu Bagong yang sebelum-sebelumnya terlihat berat.. Konyol memang, tapi gw rasa ada benarnya.. Hehee..). Wiwin pun flair-nya meningkat tajam walaupun gw sesalkan ia tidak melakukan slam dunk padahal ada kesempatan untuk itu :)

Wendha bekerja keras. Namun tentu saja harus memperbaiki shooting-nya, walau terkadang beberapa tembakan 3 point dari jarak 1 meter di luar garis 3 point kadang kala masuk. Denny sudah jauh lebih lumayan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Secara keseluruhan, kerja sama tim membaik. Om Lolik? He’s good!

Semoga tetap fokus untuk juara. Puncak performa harus ada di play off. Bermain baik dan menang. Semoga semua punya visi yang sama. Amiin.

*berita dari NBL Indonesia

Garuda Akhirnya Atasi Aspac

Kekalahan atas Dell Aspac Jakarta melalui over time di Solo kini telah dibayar oleh Garuda Flexi Bandung. Bermain tenang saat menyerang dan disiplin ketika bertahan membawa kemenangan untuk Garuda atas Aspac 55-49.

Garuda yang hari ini (10/1) bermain untuk ketiga kali berturut-turut memiliki potensi kelelahan yang cukup tinggi. Namun hal tersebut sepertinya tidak terlalu terlihat pada serunya pertarungan di kuarter pertama. Garuda yang lebih dulu memasukan bola melalui Wendha Wijaya mendapat balasan langsung dari Xaverius. Xaverius bahkan mencetak semua tujuh angka awal bagi Aspac ketika timnya mulai tertinggal. Aspac sempat meninggalkan Garuda 9-0 sebelum dikejar Garuda dengan akselerasi 6-0. Aspac unggul sementara di akhir kuarter pertama 15-12.

Kuarter kedua menjadi ajang adu cepat. Andalan Garuda, Denny Sumargo mendapat pengawalan ketat dari para pemain Aspac. Denny hanya mampu mencetak dua angka di kuarter ini dan dua angka lagi di kuarter sebelumnya. Aksi Wendha Wijaya mampu membuat Garuda mengejar ketertinggalan di menit akhir kuarter kedua sehingga selisih hanya terpaut satu angka saja di akhir babak pertama. Garuda 27, Aspac 28.

Memasuki kuarter ketiga, I Made “Lolik” Sudiadnyana yang selalu mendapat pengawalan ketat para pemain Aspac berhasil membuktikan bahwa ia memang sulit dihentikan. Lolik mencetak delapan angka di kuarter ketiga dan membawa Garuda menguasai permainan dengan menggungguli Aspac sementara 46-37.

Permainan gemilang shooting guard Aspac, Xaverius kurang mampu diimbangi oleh Mario Gerungan, Okiwira Sanjaya, dan Rizky Effendi yang biasanya juga kerap mematikan. Raihan 22 angka oleh Xaverius kali ini tidak mampu membantu timnya mengalahkan Garuda untuk ketiga kalinya.