Who The H**# are You?

Ada yang tahu pemain IBL bernama Doni Tirta Permana atau Dennis Depriadi? Barangkali ada. Tetapi gw yakin nggak sebanyak yang mengenal atau tahu Mario Wuysang, Roni Gunawan, atau Kelly Purwanto.

Tiga nama terakhir cukup dikenal di dunia basket Indonesia. Mereka dikenal karena aksi dan kontribusinya yang luar biasa bagi timnya, maupun bagi bangsa (tim nasional). Mereka ditunggu-tunggu kehadirannya saat bertanding. Penonton dan pendukung kecewa jika mereka tak ikut berlaga bersama timnya masing-masing. Mereka populer karena prestasi!

Berkebalikan dengan itu, di dunia hiburan tanah air, melalui program yang disebut infotainment alias gosip-menggosip, berseliweran “artis-artis” yang entah dari mana datangnya. Mereka cukup, bahkan sangat populer di telivisi namun bukan karena prestasi. Tetapi benar-benar entah populer karena apa.

Ada seorang “artis” yang gak pernah gw lihat main di film apa, atau sinetron apa, atau bernyanyi di mana mendadak populer setelah ia mengkonsumsi narkoba, dipenjara, dan ciuman dengan pengacaranya yang sudah beristri.

Lalu ada pula janda seorang musisi yang mendadak eksis setelah bercerai dengan suaminya. Eksisnya pun karena sebelumnya, berita perceraiannya masuk tivi.

Belum lagi “artis” gak jelas A, yang jadian dengan “artis” B, dan lain-lain. Semuanya membuat gw berpikir, who the hack are you?

Oh iya, Doni Tirta Permana adalah power forward-nya Citra Satria. Dennis Depriadi adalah mantan pemain Garuda dan Citra Satria. Mereka mungkin gak begitu terkenal. Tapi jelas gak lebay kayak “artis-artis” yang populer via infotainment namun minim prestasi.

Iklan

Indonesia Jawara Basket Dunia! (Yakinlah!)

Azrul, seorang teman di Surabaya pernah bilang ke gw “Aku suka tagline blogmu. Jangan pernah diganti!”

Siang ini gw tengah membaca sebuah buku desain yang cukup tebal dan berwarna-warni berjudul Designing Brand Identity tulisan Alina Wheeler. Dalam salah satu bab, Alina mengatakan pentingnya sebuah tagline yang kuat. Tagline dari sebuah merek tanpa disadari dapat memengaruhi perilaku seseorang ketika ia mengenakan produk yang terasosiasi dengan tagline tersebut.

Ketika seseorang mengenakan sepatu Nike, entah bagaimana ia seperti menjadi seorang yang sangat percaya diri dengan berkata dalam hati “lakukan saja!” Banyak contoh-contoh tagline lain yang memiliki kekuatan serupa.

Blog ini dimulai sekitar dua tahun lalu. Saat itu gw sudah merasa membutuhkan sebuah kalimat pengait yang mengasosiasikan blog ini dengan sesuatu yang dimiliki oleh semua pecinta basket Indonesia. Karena blog ini memang khusus basket Indonesia.

“Indonesia Jawara Basket Dunia!” muncul pertama kali dan langsung “sreg” dengan hati gw.

Siapapun orang Indonesia pasti punya keinginan ini di dasar lubuk hatinya, Indonesia jawara basket dunia! Namun seperti kata Seth Godin di Linchpin, semua orang memiliki “diri kecil” dalam dirinya yang sering mengganggu dengan menyatakan bahwa “lu gak mampu”, begitu pula skeptisisme banyak orang ketika membaca tagline blog gw. Biasanya yang keluar adalah “realistis sajalah”

Orang-orang skeptis dan pesimis banyak sekali jumlahnya. Apalagi terkait dengan hal yang sepertinya terlalu mustahil untuk diraih. Padahal gw yakin, dalam hatinya pasti menginginkan persis seperti apa yang dikatakan tagline gw, Indonesia Jawara Basket Dunia!

Gw jadi ingin berseru untuk para skeptis dan pesimis untuk cukup membalikkan skeptisismenya menjadi sebuah keyakinan. Hanya meyakininya 100% saja! Tak perlu berusaha. Biarlah yang 110% yakin yang berusaha.

Tetapi, bukankah tak ada bedanya antara skeptis dan pesimis dan tidak berbuat sesuatu dengan optimis tetapi juga tidak berbuat sesuatu?

Barangkali memang seperti tak ada bedanya. Tetapi Paulo Coelho pasti tidak setuju, “Jika engkau memiliki sebuah keinginan, maka bumi dan alam raya akan membantumu meraihnya.” begitu kata si kakek pengarang novel The Alchemist.

Bahkan dalam novel termutakhirnya Dan Brown, The Lost Symbol, menjelaskan bahwa Amerika tengah menguji dan mengembangkan sebuah pengetahuan baru yang disebut “neotic”, di mana ada suatu keyakinan bahwa pikiran memiliki massa, oleh karenanya dapat menggerakkan massa (materi) pula. Artinya, pikiran positif itu persis seperti yang diyakini kaum beragama selama ini, ia bak doa. Seperti berdoa beramai-ramai. Pikiran yang sama dan terkonsentrasi bersama dapat menggerakkan massa! Dapat mewujudkan sesuatu. Persis doa, hanya saja terjelaskan secara lebih ilmiah.

Jika kekuatan 1 pikiran adalah setara 1 kekuatan, 2 pikiran memiliki kekuatan yang lebih hebat. Ia tidak setara dengan 2 kekuatan namun lipatannya bersifat eksponensial. Bayangkan jika jutaan orang Indonesia yakin bahwa kita mampu jadi jawara basket dunia! Kita hanya tinggal menunggu waktu saja. Karena bumi dan alam raya yang akan membantu kita mewujudkannya.

InsyaAllah :)

Seteru Abadi, Bandung vs Jakarta

Orang Bandung tidak suka kalah dari Jakarta. Demikian pula sebaliknya. Kekalahan memang tidak menyenangkan, namun kekalahan Ibu Kota dari Kota Kembang atau sebaliknya memberi kesedihan yang lebih mendalam. Kemenangan pun terasa jauh lebih indah ketika Bandung menang atas Jakarta atau Jakarta menang atas Bandung.

Rivalitas ini entah kapan mulainya. Hampir di semua lini yang menghasilkan kompetisi, Bandung dan Jakarta seolah menjunjung sebuah gengsi tersendiri kala bersaing. Di dunia sepak bola, laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh penggemar sepak bola dua kota tersebut. Tak peduli tengah berada pada posisi berapapun kedua tim ini di kelasemen sementara liga.

Garuda Bandung di ranah bola basket akan mendapat dukungan penuh dari para pendukung fanatiknya saat berhadapan melawan Satria Muda, Aspac, ataupun Pelita Jaya. GOR C-Tra Arena akan gemuruh dengan alunan semangat “Garuda di Dadaku”-nya Netral.

Pun sama halnya di dunia kreatif seperti musik. Seminggu yang lalu bahkan musisi-musisi berdarah Sunda berkumpul dan pentas bareng di depan Gedung Sate. Seolah menyatakan dengan bangga “Kami dari Bandung!”. Ketika ada sebuah band atau musisi baru yang muncul ke permukaan. Orang-orang kerap bertanya, “band Bandung atau Jakarta nih?” Seolah semuanya harus selalu dibandingkan. Bagi para pecinta musik, kecenderungan musik Bandung dan Jakarta memang ada bedanya.

Bagi gw, rivalitas ini keren dan sangat baik. Masyarakat kedua kota menjadi kompetitif dan berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan karya terbaik dari kota kebanggaan masing-masing. Gw bahkan berharap setiap kota di Indonesia memiliki semangat yang sama. Bukan dalam bentuk yang negatif tetapi demi sebuah progresifitas yang menguntungkan. Inilah seharusnya semangat kompetitif kedaerahan yang harus dikedepankan. Semangat bersaing yang sportif. Bukan fanatisme kedaerahan berlebihan yang buta.

Terima Kasih (Ref Basketball) oleh Pandji

Kepada Pelanggan Yang Terhormat

Nama gue Pandji Pragiwaksono dan bersama dengan Rosyidan/@mainbasket kami adalah 2 dari 5 pendiri REF Basketball Clothing. Saat ini, REF ada dalam keadaan yang menyenangkan. Hubungan kita, gue dan idan sebagai pemilik serta elo sebagai pelanggan semakin terasa menyenangkan. Setiap hari, semakin bangga rasanya membuka facebook pagenya REF basketball. Semakin banyak orang yang memakai produk kami dan semakin kuat ikatan kita sebagai pecinta bolabasket Indonesia.

Gue mau menggunakan kesempatan ini untuk cerita, sejarah dan masa depan dari REF basketball.

Pada awalnya, gue memasuki sebuah perusahaan sepatu terkenal seantero jagad raya. Saking terkenalnya, gue rasa kalau alien itu ada, pasti mereka tahu merk ini. Gue mau beli sebuah jersey reversible warnanya hitam dan dibaliknya putih, dengan logo di dada.

“Keren nih” gue pikir. Ketika gue lihat harganya, gue kaget, mahalnya minta ampun. Saat itu, gue masih kuliah. Gue kuliah Desain Produk di ITB. Walaupun gue memang uangnya terbatas, tapi gue juga tahu biaya produksi dibalik pembuatan jersey itu (walaupun memang, pada saat itu gue belum mengerti makna dari sebuah brand)

Maka tercetuslah ide untuk jadi pengusaha.

Gue ajak ngobrol Idan atau @mainbasket karena kami sama sama bermain basket untuk tim yang sama dan sejauh dari yang gue amati pada saat itupun, kalau ada anak basket yang bisa gue percayai untuk berbisnis bersama, adalah Idan. Diapun datang dari Desain Tekstil (sekarang Kriya Tekstil kalau tidak salah) sehingga punya keilmuan yang mendukung. He always takes things seriously but also lighten up about things.

Di lapangan kalau mau bertanding, Idan adalah orang pertama yang selalu berlari keliling-keliling lapangan untuk pemanasan dengan kecepatan yang konstan. Memacu yang lain termasuk gue melakukan hal yang sama. Di dalam lapangan, he’s a fierce competitor. Known for his fast medium pull up jumper. He always takes shot, everytime. If he misses, he shoots again.

Gue suka menilai kepribadian orang dari karakternya bermain basket. Idan is one great character.

Dua teman lagi yang gue ajak bergabung adalah Marino dan Etta.

Keduanya anak basket, Etta bekerja sama dengan gue ketika kami sama sama bikin event basket di kampus. She is very calm and collected, very organized. I trust her, so i asked her to join.

Pacarnya kala itu, Marino, yang kini telah jadi suaminya, adalah salah satu pemain paling gue takuti. Dia bermain untuk tim jurusan yang berbeda. He’s a general on court. He understands the game. On top of it all, he is a very very nice person. Gue sering ngewasitin pertandingan bersama dia. It was always fun.

Gue berbincang dengan pacar gue saat itu yang kini telah menjadi istri.

Gamila bukan anak basket, dia latar belakangnya komunikasi. Tepatnya jurnalisme. Tapi gue merasa itu yang juga dibutuhkan oleh perusahaan ini. Kekayaan cara pandang. Dan berhubung gue sangat mengenal Gamila, gue bisa bilang begini: She is a genius.

She often time was misunderstood. But she is pure genius. Dalam kami menjalankan bisnis, apa yang dia sudah ucapkan dan sarankan dari tahun pertama, baru terasa maknanya dan kebenarannya sekarang sekarang ini.

Maka berlima, kami dirikan REF Basketball Clothing.

Sebuah rapat kami lakukan di (dulunya bernama) Gelael bandung. Tepatnya di KFC. Pada rapat itu Idan muncul dengan logo kami yang terkenal (Biar dia yang nanti menerangkan filosofinya kepada kalian).

Nama REF dulunya adalah REFEREE dengan filosofi LEAD THE GAME. Karena utk olahraga apapun, yang memimpin tetap wasitnya. Belakangan kami buat pendek menjadi REF. Sebuah kata yang berdiri sendiri. Tanpa makna lain selain REF adalah nama dari merk kami. (seperti UPS yang dulunya United Parcel Service, sekarang jadi UPS aja tanpa kepanjangan. Jadi nama merk saja)

Tahun 2004 kami berdagang dengan buka stand. Stand pertama kami di acara 3 on 3 sebuah restoran cepat saji. Kami hanya menjual 1 jersey waktu kami menjual itu, pedagang2 lain sampai tepuk tangan hehehe. Lalu kami buka stand di GOR Ctra kalau ada kejuaraaan yang berlangsung.

Kadang gue juga bawa barang barangnya di tas lalu jualan sendiri di lapangan basket. Tahun 2005 kami beranikan diri untuk meminjam modal ke bank dan membuka toko kami di GOR C-Tra Arena. Ruang yang kami sewa, dulunya adalah kantin. Tapi kantin itu tutup. Penasaran, gue bertanya berapa harga sewa ruang itu setahun. Angka yang gue dapat, mencengangkan murahnya. Pada tahun 2005 ada banyak distro/clothing yang buka. Harga sewa toko mereka? Gila gilaan!

Kami relatif mendapatkan tempat yang sangat murah. Mengapa kami pilih di GOR basket dan bukan Trunojoyo atau Riau atau jalan jalan yang dikenal banyak clothing dan distro? Sederhana, karena kami harus punya karakter. Sebagai clothing basket, yang paling masuk akal adalah berada di stadion basket terbaik di Bandung.

Selain karakter, juga promosi. Kami terlalu kecil utk punya bujet promosi yang besar, berada di GOR basket adalah bentuk promosi kami. Semua anak basket di Bandung pasti tahu GOR C-Tra. Dan kalau mereka datang ke GOR C-Tra, pasti mereka tahu kami.

Maka kini toko REF sudah berdiri selama 5 tahun. Lamakah? Sama sekali tidak. Malah sangat muda. Karena kami mau selalu ada di Indonesia selamanya.

Saat ini, kami berada pada jalur yang tepat. Sesuai dengan keinginan kami. Dalam berbisnis, dibutuhkan kesabaran, dan fokus, utk tahu apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Uang pinjaman bank, sudah 100% lunas sejak tahun ke 3 toko dibuka. Hari ini, memang REF belum bisa dibilang sebagai perusahaan yang menguntungkan. Tapi kami percaya kelak keuntungan itu akan datang.

Saat ini fokus kami adalah menemukan teman-teman yang tepat. Teman-teman berbisnis seperti karyawan, dan teman teman pelanggan seperti elo. Pelanggan REF memang beda dengan anak basket pada umumnya.

Pelanggan REF memiliki kecintaan yang besar kepada basket Indonesia. Keyakinan yang besar kepada prestasi Indonesia. Pelanggan REF memiliki tim IBL favorit dan punya pemain IBL favorit. Pelanggan REF memantau segala kompetisi yang berkaitan dengan Indonesia

Pelanggan REF meyakini cita cita yang tertulis di blognya Idan, https://mainbasket.wordpress.com “INDONESIA JAWARA BASKET DUNIA!”

Keyakinan ini akan nampak absurd untuk orang lain. Orang lain yang juga akan melihat REF sebagai sesuatu yang absurd. Biarlah orang orang seperti itu berbeda jalan dengan kita.

REF memang SATU-SATUNYA clothing basket di Indonesia saat ini.

Clothing berarti membuat fashion wear dengan desain sendiri. Sebuah BRAND.

Kami dulu terima orderan jersey, kami dulu bikin jersey dan celana, sekarang fokus utama kami adalah KAOS. Karena inilah justru faktor pembeda kami dengan merk basket apapun yang ada.

HARI INI

REF menjadi official merchandiser tim Garuda Bandung. Dengan Bangga.

REF juga sudah menjual sejumlah kaos secara online ke seluruh Indonesia via twitter @REFBasketball

REF juga aktif di Facebook page kami dimana kami bisa bertemu dengan pelanggan kami yang antusias.

REF juga kini memiliki sistem yang ideal yaitu “SATU DESAIN SATU HARI” dimana kami mengupload 1 buah desain kaos baru di facebook untuk dipilih pelanggan.

Mereka tinggal kasih tanda LIKE kalau mereka suka dengan desainnya.

Diakhir bulan, kami akan produksi kaos-kaos yang paling banyak di “LIKE” oleh pelanggan.

Setelah jadi, elo bisa beli di toko atau di twitter.

REF juga lewat blog mainbasket telah memiliki pembaca setia yang berpikiran kritis. Sebuah komunitas pecinta basket Indonesia

HARI INI

Kami para pemilik optimis dengan masa depan kami. REF Basketball Clothing, akan menjadi perusahaan yang membanggakan bangsa Indonesia.

Cita cita kami, ketika tim basket Indonesia menjadi jawara dunia, kami hadir disana, membalut tubuh para pemain Indonesia dengan produk produk kami yang keren :)

Terima kasih.

Jadwal Awal* Seri Indonesian Basketball League (IBL) 2010-2011

Silahkan mengunduh jadwal lengkapnya dengan mengklik link ini: Jadwal Pertandingan Lengkap NBL Indonesia 2010-2011

Jadwal ini gw sarikan dari hashtag #infobasket yang dikirim @nsane11 beberapa hari yang lalu. Ini baru jadwal seri penyelenggaraan yaa. Bukan jadwal pertandingan :) (*dan masih bisa berubah.)

Seri I: DBL Arena, Surabaya 25 September – 3 Oktober 2010

Seri II: GOR C-Tra Arena, Bandung 23 – 31 Oktober 2010

Seri III: GOR UNY Jogja/Sritex Solo 20 – 28 November 2010

Seri IV: GOR Sriwijaya, Palembang 11 – 19 Desember 2010

Seri V: Hall A Senayan, Jakarta 8 – 16 Januari 2011

Seri Championship: DBL Arena, Surabaya Februari/Maret 2011

Beda Lapangan Berlubang dengan Jalanan Berlubang

Jalanan di Kota Bandung saat-saat ini sangat estetis dan beragam. Tak ada lagi yang mulus. Hampir semuanya berukir dan berpahat indah. Hujan dan kualitas jalan yang memang seadanya menjadi kambing congek hitam.

Kondisi jalanan berlubang ini entah bagaimana mengingatkan gw pada kondisi lapangan basket dekat rumah gw dulu di Lombok yang juga berelief. Ada persamaan antara jalanan Bandung dan lapangan basket dekat rumah gw dulu. Walau sama-sama berlubang kita tetap memakainya.

Orang Bandung tak punya pilihan lain. Mau tidak mau ya pasti harus lewat jalan yang berlubang itu. Gw dan teman-teman pun dulu, mau gak mau tetap main basket di lapangan yang seadanya tersebut.

Tetapi ada satu perbedaan besar.

Saat orang-orang Bandung menggunakan jalan yang berlubang, dengan ikhlas mereka mengeluarkan sumpah serapah yang ditujukan ke mana-mana. Ada yang ditujukan kepada jalanan itu sendiri, kepada pemerintah kota, kepada pembuat jalan, bahkan kepada bapak Dada Rosada.

Sedangkan saat gw dan teman-teman bermain di lapangan berlubang, tiada hari tanpa kenikmatan bermain. Tertawa bahagia saat keringat bercucuran. Bercanda adalah bagian paling menyenangkan saat bermain basket bersama teman-teman dulu. Lapangan berlubang tak menjadi masalah.

Lapangan basket itu dulu dibuat oleh pemerintah kabupaten Lombok Barat (sebelum menjadi Kota Mataram) dan enggan dirawat. Bagi gw dan teman-teman, lapangan tersebut adalah berkah. Kebersamaan bermain membuat kita rela secara swadaya menambal setiap lubang di lapangan tersebut. Setiap kali gw balik ke Lombok, gw selalu mengunjungi lapangan basket tersebut. Orang-orang yang bermain sudah berbeda. Namun tertawa bahagianya masih sama :)