NBA dan Deteksi Basketball League Luncurkan Basketball Development Camp Pertama di Indonesia

DBL NBA IDC

SURABAYA, Indonesia, 30 JULI, 2009 – National Basketball Association (NBA) dan DetEksi Basketball League (DBL) hari ini mengumumkan bahwa Indonesia Development Camp yang pertama bakal dimulai pada 16 Agustus 2009. Camp ini akan membantu mengembangkan olahraga basket dan membina para pemain muda berbakat di Indonesia.

Camp itu akan berlangsung selama tiga hari di DBL Arena Surabaya, antara 16 sampai 18 Agustus. Di dalamnya bukan hanya ada latihan basket, tapi ada pula pengembangan kepribadian di luar lapangan. Bintang Sacramento Kings, Kevin Martin, runner-up NBA Most Improved Award pada musim 2006-2007, bakal tampil sebagai tamu utama. Camp ini bakal menampilkan 48 pemain terbaik, 24 putra dan 24 putri, dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka dipilih oleh DBL berdasarkan skill, kemampuan leadership, dan perilaku baik yang ditunjukkan dalam kompetisi pelajar terbesar di Indonesia tersebut.

nba_g_martin_268x425

Martin mencatat rata-rata 24,6 poin per game pada musim NBA 2008-2009 lalu. Dia akan dibantu oleh dua asisten pelatih NBA, yaitu Joe Prunty dari Portland Trail Blazers dan Neal Meyer dari Los Angeles Clippers. Setiap hari, setelah latihan, para pemain bakal mencoba pelajaran yang sudah didapat dalam pertandingan. Seminar motivasi dan life-skill juga diselenggarakan untuk para pemain, membahas berbagai macam topik. Mulai leadership, pengembangan karakter, dan teamwork. Di hari penutup, bakal diumumkan Most Valuable Player (MVP) dan All-Star Team.

“Indonesia Development Camp adalah program ambisius yang bakal membantu meningkatkan kemampuan para pemain muda kami,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL. “Belajar dari pemain dan pelatih NBA merupakan impian yang menjadi kenyataan bagi para pemain kami. Mereka benar-benar bahagia dengan kesempatan ini,” lanjutnya.

“Ketika kami menyelenggarakan klinik kami yang pertama di Indonesia tahun lalu, kami menyadari bahwa ada banyak pemain muda berbakat di sini. Indonesia Development Camp didesain untuk mengembangkan lagi skill dan pengetahuan mereka tentang basket,” ujar Scott Levy, senior vice president and managing director NBA Asia.

Indonesia Development Camp juga akan menyuguhkan NBA Coaches Clinic. Klinik ini diselenggarakan pada hari kedua camp. Para asisten pelatih NBA akan berbagi pengetahuan dengan 40 pelatih pilihan DBL.

Pada Juni 2009, NBA juga meluncurkan NBA Madness Indonesia yang pertama, presented by Jawa Pos, di Surabaya. Even basketball interactive festival ini mengunjungi empat pusat perbelanjaan di Surabaya, selama empat weekend berturut-turut. Acara itu dibuka oleh maskot Memphis Grizzlies, Grizz, dan ditutup oleh bintang New York Knicks, David Lee, dan Miami Heat Dancers.

Rp. 50.000,- Harga Tiket Final IBL 2009

2000+4

HTM (Harga Tiket Masuk)

Umum :
* VIP : Rp. 100.000
* Festival : Rp. 50.000

Nb : Masalah harga tiket jangan ditanya kenapa mahal, karena kita juga ngga tahu kenapa bisa semahal itu.

Tulisan tebal di atas adalah potongan surat di mailing list yang gw terima lewat Facebook tentang Jadwal Final IBL 2009 Game 3, 4, dan 5. Buat gw, mahal-murah itu relatif. Dalam hal tiket Final IBL ini, gw hanya bisa bilang “Terima kasih Tv One untuk siaran langsungnya :D”

Jika Dibandingkan Dengan Tim NBA, Mirip Tim Manakah Aspac dan Satria Muda?

XL Aspac Jakarta

n81503550_31171381_6045

Pertanyaan iseng ini muncul usai gw menyaksikan Final IBL 2009 Game 2. Ketika melihat Aspac saat itu dan kembali mengingat permainan mereka pada babak Final Four, gw teringat kepada San Antonio Spurs. Kok bisa? Sederhana sekali, Aspac memiliki seorang center bertahan yang menurut gw adalah yang terbaik di liga saat ini, Isman Thoyib. Mereka juga memiliki Vinton Nolland yang memiliki postur yang kurang lebih sama dengan Isman. Dalam hal menyerang, Vinton terlihat lebih agresif daripada Isman. Dua pemain jangkung ini mengingatkan gw pada duo “Twin Tower”-nya Spurs; David Robinson dan Tim Duncan!

Pergerakan Xaverius Prawiro, membawa gw kepada sosok Manu Ginobili. Serta kelincahan Mario Gerungan seperti liarnya Tony Parker, hanya saja Tony Parker lebih berani dalam menusuk pertahanan lawan. Para pemain lain mengingatkan gw atau mengidentikan mereka dengan para pemain Spurs yang lain, Brant Barry, Robert Horry, dan lain-lain.

Satria Muda Britama Jakarta

4476_82333553214_574388214_1751769_4933971_n

Agak sulit membandingkan Satria Muda dengan salah satu tim NBA karena menurut gw, di Indonesia, hampir semua pemain Satria Muda adalah bintang, dan sukar sekali menemukan satu tim di NBA yang memiliki lebih dari dua atau tiga pemain bintang. Tetapi gw melihat satu sisi lain, para pemain Satria Muda semuanya memiliki kemampuan individu yang sangat baik, gw langsung teringat pada Boston Celtics ketika menjuarai NBA tahun lalu. Paul Pierce, Ray Allen, Rajon Rondo, Glen Davis dan Kevin Garnet sepertinya cukup identik dengan para pemain Satria Muda, walaupun gw sendiri agak sulit mencocokkannya. Heheheee..

Setuju gak?

Pontianak, Final DBL yang Sangat Meriah!

PONTIANAK – Mau nonton pertandingan basket paling meriah? Silakan datang ke Pontianak, Kalimantan Barat. Paling tidak, jangan lupa datang tahun depan ketika kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, DetEksi Basketball League (DBL), kembali berkunjung ke sana.

DBL FINAL PONTIANAK

Kata “meriah” pun mungkin tak cukup untuk menggambarkan suasana final Honda DBL Pontianak Post 2009 kemarin (26/7), di GOR Pangsuma Pontianak. Hampir 5.000 penonton kemarin bergantian memadati gedung basket berkapasitas sekitar 3.000-an penonton tersebut. Bukan hanya suporter tim yang bertanding, juga suporter finalis Yel-Yel Competition dan penonton umum.

Rombongan terbesar datang dari SMA Santu Petrus Pontianak, mengisi dua blok tribun GOR Pangsuma. Maklum, sekolah itu berhasil meloloskan tim putra dan putrinya ke final. Rombongan terheboh, mungkin datang dari SMAN 1 Pontianak. Sekitar 200 anak datang untuk mendukung tim yel-yel yang lolos ke final. Di antara rombongan itu adalah tim marching band sekolah, yang datang komplet dengan seragam, peralatan, bahkan sepasang mayoret!

Semua tim yel-yel yang kemarin tampil mungkin memang sangat layak untuk didukung. Persaingan mereka tidak kalah serunya dengan persaingan berebut gelar basket. Bahkan menurut panitia dari DBL Indonesia, yel-yel di Kalbar ini mungkin yang terbaik di Indonesia.

“Tahun lalu, Pontianak termasuk paling meriah. Tahun ini, dari 16 kota yang dikunjungi Honda DBL, Pontianak kembali membuktikan sebagai yang paling meriah,” kata Azrul Ananda, Commissioner DBL yang kemarin hadir di GOR Pangsuma setelah dua hari sebelumnya berturut-turut menyaksikan pembukaan di Samarinda dan final di Banjarmasin. “Mengenai kompetisi yel-yel, di Pontianak mungkin yang terbaik di Indonesia. Lima finalis benar-benar menyuguhkan show untuk penonton, dengan gerakan-gerakan dan koreografi yang rumit, dipadu kostum yang meriah. Semua lima besar itu bisa juara di kota-kota lain, termasuk di home base DBL, di Surabaya,” lanjutnya.

Kemarin, setelah bersaing ketat, tim yel-yel SMA SMA Kemala Bhayangkari Kuburaya tampil sebagai juara. Diikuti SMAN 1 Pontianak dan SMAN 7 Pontianak.

Sedangkan untuk pertandingan basket, para pendukung SMA Santu Petrus pulang bahagia. Setelah tahun lalu merebut gelar juara putra, kali ini mereka sukses mengawinkan gelar. Tim putri Santu Petrus mengalahkan SMA Gembala Baik Pontianak, 55-5, sedangkan tim putranya menang mudah atas SMK Immanuel 2 Pontianak, 114-34.

Sukses ini merupakan lanjutan sukses pula dari Hendry Bonardi, pelatih Santu Petrus. Tahun lalu, dia dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik Honda DBL, ikut terpilih bergabung di DBL Indonesia All-Star Team, belajar dan bertanding di Perth, Australia.

Tahun ini, dia juga terpilih menjadi salah satu pelatih terbaik. Dia akan kembali terbang ke Surabaya pada 15-18 Agustus mendatang, ikut Indonesia Development Camp 2009 yang diselenggarakan NBA dan DBL. Ditanya soal sukses ini, Pak Bun –panggilan akrab Hendry Bonardi–seperti kehilangan kata-kata. “Bangga. Bangga,” begitu ucapnya.

Setelah final kemarin, total hampir 18.500 penonton menyaksikan Honda DBL Pontianak Post 2009 (dalam delapan hari pertandingan). Kini, tinggal tiga kota tersisa di rangkaian Honda DBL 2009. Di luar Jawa, tinggal kompetisi di Samarinda, Kaltim, yang kini sedang berlangsung dan berakhir pada 1 Agustus mendatang.
Seri Jawa Timur, yang terbagi di dua wilayah, North (Surabaya) dan South (Malang) bakal menjadi penutup. Final Honda DBL East Java 2009 dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus, dihadiri oleh bintang NBA Kevin Martin (Sacramento Kings). (art/jpnn)

(Berita dari Aziz DBL. Lebih lengkap ikuti www.deteksibasketball.com)

Salah Satu Mimpi Gw Untuk Basket Indonesia

Menyaksikan dua laga awal Final IBL 2009 dua hari berturut-turut yang lalu, ada sedikit kebahagiaan dan kesedihan yang gw rasakan. Kebahagiaannya, pertama, pertandingan Game 1 dan 2 buat gw berjalan sangat seru dan menarik walau beberapa orang mengatakan bahwa Game 2 tidak seseru Game 1. Kedua, antusias penggemar IBL mulai bergejolak lagi. Penonton terlihat bersemangat mendukung tim pujaannya yang tengah berlaga, walau (lagi) dukungan laga final tidak seheboh dukungan fans Garuda Flexi Bandung pada ajang Final Four lalu.

Kesedihan gw lebih disebabkan oleh pengamatan gw atas masih kosongnya beberapa bangku penonton di Britama Arena. Pada Game 2, salah satu sisi tribun penonton di belakang salah satu ring di lantai dua malah terlihat sunyi, kosong tanpa penonton. Sayang sekali. Mari (lagi-lagi) kita menyalahkan promosi :P

Di bawah ini adalah foto beberapa orang selebriti/pesohor di Amerika Serikat yang memiliki antusiasme tinggi untuk nonton NBA. Bagi para pesohor ini, semarak NBA mengalahkan event-event lain yang ada. Inilah salah satu mimpi gw untuk basket Indonesia, IBL menjadi pilihan tontonan hiburan utama!

'Idol' Kris Allen sang the National Anthem

Kris Allen “Idol” menyanyikan lagu kebangsaan.

Ari Emanuel and Mark Wahlberg

Ari Emanuel dan Mark Wahlberg

Jack and Lorraine Nicholson

Jack dan Lorraine Nicholson

Zac Efron and Leonardo DiCaprio

Zac Efron dan Leonardo DiCaprio

Rihanna

Rihanna

Maroon Five Singer Adam Levine and Efron

Lead singer Maroon Five, Adam Levine

Penny Marshal ngobrol Denzel Washington

Penny Marshal ngobrol dengan Denzel Washington

(sumber foto: huffingtonpost.com)

Satria Muda Beringas, Aspac Kocar-kacir, Game 2 Final IBL 2009

Banyak yang me-RT (ReTweet) laporan pertandingan yang gw laporkan via Twitter gw sore tadi bernada kecewa yang jika diambil kesamaannya berbunyi “Game ke 2 tadi nggak seru!” Jika dibandingkan dengan Game pertama kemarin, Game ke 2 ini bagi sebagian atau mungkin banyak orang terasa tidak seru, dan gw yakin, yang mengatakan itu adalah lebih banyak pendukung XL Aspac Jakarta.

n574388214_1751576_5400424

Gw sebaliknya melihat, pertandingan tadi sangat beringas! Satria Muda Britama terlihat sangat bernafsu mengembalikan harga diri mereka yang dirampas Aspac pada Game pertama. Aspac pun sebenarnya bermain sangat bagus, hanya saja beberapa strategi serangan dan pola bertahan telah sangat terbaca oleh Coach Ito dari SM.

Pada kuarter pertama, pertandingan berjalan cukup seru. Kejar mengejar angka pada pertengahan kuarter ini sangat terasa. Coach Tjetjep dari Aspac memberi kejutan bagi Satria Muda dengan mengoptimalkan Boogie yang diberi kepercayaan untuk banyak menembak. Hasilnya pun memuaskan. Boogie setidaknya meraup enam poin berturut-turut pada kuarter ini. Terlepas dari “wangi”-nya Boogie, serangan Satria Muda pun cukup ampuh dan berhasil mengunci kuarter pertama dengan kedudukan 20-13.

Pada kuarter kedua, Satria Muda meningkatkan basis pertahanan. Pola full court press dipadu dengan pertahanan zona 2-3 membuat Aspac kesulitan melakukan eksekusi. Kuarter ini ditutup dengan skor 36-26 untuk keunggulan Satria Muda.

Terjadi lagi! Satria Muda, menurut gw, adalah rajanya kuarter ketiga! Para pemain Aspac seperti mati kutu. Jangankan tembakan atau lay-ups, tembakan bebas pun tak membuahkan angka bagi Aspac. Aspac hanya mampu menambah 4 poin ketika kuarter ini ditutup dengan kedudukan 51-30 untuk satria Muda.

Kuarter keempat adalah kuarter di mana Satria Muda bermain kesetanan dan Aspac hanya bisa bermain tanpa semangat dan terlihat cenderung putus asa. Wenda Wijaya adalah bintang kuarter ini, di samping tentu saja Wahyu Widayat Jati yang berhasil memprovokasi para pemain Aspac. Skor akhir 60-43 untuk Satria Muda.

Kedudukan sementara Final IBL 2009 adalah 1-1 dan akan dilanjutkan pada tanggal 1 Agustus di Senayan. See you all there guys!

(Foto oleh Ino Afiar, bukan pertandingan tadi)

Dahsyat, Final DBL Banjarmasin 2009 di GOR Hasanuddin

BANJARMASIN – Tim putri SMAN 7 Plus Banjarmasin bukan hanya mempertahankan gelar di Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009. Ayu Lestari dkk juga berhasil memecahkan rekor poin terbanyak sepanjang penyelenggaraan kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia ini.

DBL 2009

Di final Honda DBL Radar Banjarmasin 2009, di GOR Hasanuddin kemarin (25/7), tim putri SMAN 7 Plus berhasil mengalahkan SMAN 1 Banjarbaru, 83-24. Berarti, sejak kompetisi ini kali pertama digulirkan di Kalimantan Selatan tahun lalu, tim putri SMAN 7 Plus masih belum terkalahkan.

Hebatnya lagi, dalam babak Fantastic Four (semifinal) 23 Juli lalu, SMAN 7 Plus juga berhasil memecahkan rekor total poin. Waktu itu, mereka mencetak 124 poin saat mengalahkan SMKN 4 Banjarmasin. Rekor itu sendiri sudah dua tahun tidak terpecahkan. Tim putri SMA YPPI 2 Surabaya mencatat total 111 poin saat penyelenggaraan DBL 2007 di Jawa Timur.

Kata Ampuh Dau, pelatih SMAN 7 Plus, rekor poin itu merupakan bonus. “Gelar kedua yang kami raih ini tak lepas dari kerja keras para pemain. Saya juga merasa bangga. Keseriusan anak-anak membuat mereka secara tak sengaja mencetak rekor poin,” paparnya.

Di sela-sela final, sekolah juara ini juga mendapat hiburan istimewa. Kapten mereka tahun lalu, Trisna Gama Putri, berhasil meraih hasil langka. Saat permainan BNI Taplus Half-Court Shot, Trisna berhasil memasukkan bola dari tengah lapangan! Dia pun mendapat hadiah Rp 500 ribu.

Sejak Honda DBL 2009 dimulai Januari lalu, baru dua orang mampu menaklukkan tantangan ini. Yang pertama di Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Hadiahnya akan saya gunakan untuk makan-makan bareng teman,” ucap Trisna, yang tahun lalu juga terpilih masuk DBL Indonesia All-Star, ikut bertanding di Perth, Australia.

Di final putra, juara bertahan juga berjaya. Tim putra SMAN 1 Banjarbaru kembali meraih gelar, menundukkan SMAN 2 Banjarmasin, 45-40. Kemarin, sekitar 2.500 penonton menyaksikan final di GOR Hasanuddin. Sejak pembukaan 17 Juli lalu, total penonton sudah tembus 10 ribu orang. Secara keseluruhan, total penonton di Banjarmasin memang tidak sebanyak di kota-kota lain yang dikunjungi Honda DBL 2009. Namun, tahun ini masih ada pertumbuhan.

“Bila dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta dan penonton berkembang. Dari 30-an tim menjadi 42 tim. Penonton juga tumbuh sekitar 15 persen. Harus diingat, pertandingan profesional pun belum tentu mampu mendatangkan penonton sebanyak ini di kota mana pun. Kami komitmen menumbuhkan kompetisi di sini. Kami yakin, tahun depan DBL di Banjarmasin bakal tumbuh signifikan,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Kunjungi situs resmi DBL untuk cerita dan berita yang lebih serruuu!

(Info dari Aziz DBL)