10 Hari Lagi Kita Semua Akan Tahu

Siapa saja pemain IBL yang sudah tak lagi bermain di NBL Indonesia

Pemain senior seperti Pek King Dhay yang terakhir kali bermain untuk CLS Knights Surabaya mungkin tak akan kita saksikan lagi penampilannya. Begitu pula salah seorang jagoan 3 poin dari Citra Satria Jakarta, Erick Yusti yang tak terlihat ikut bersama timnya di ajang turnamen preseason NBL beberapa hari lalu. Kemungkinan kita juga tak akan lagi melihat kelincahan pemain Angsapura Medan, Gugi Ginanjar. Oh, atau mungkin kita tak akan melihat lagi semua pemain Angsapura Medan karena tampaknya Satya Wacana Angsapura Salatiga tak lagi berisikan para pemain Angsapura yang lama :D

Siapa saja wajah-wajah baru di NBL Indonesia

Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan 17 pemain untuk mengikuti musim reguler NBL Indonesia. Artinya, banyak kursi kosong yang sebaiknya diisi dari rata-rata jumlah pemain yang dimiliki tim saat ini. Para pemain baru nanti bukan gak mungkin akan membawa kesegaran baru bagi kualitas pertandingan NBL. Satu hal yang jelas, Satya Wacana Angsapura bermaterikan pemain-pemain baru.

Ke manakah Denny Sumargo akan berlabuh

Tidak munculnya nama yang cukup populer ini pada daftar pemain yang dirilis oleh nblindonesia.com serta tidak ikutnya ia pada ajang preseason lalu memunculkan banyak spekulasi dan pertanyaan; Masihkah ia bermain untuk Garuda Flexi Bandung? Bernahkah ia sudah pindah ke tim X? Atau ia sudah gak main basket lagi? Yak, kita akan tahu jawabannya 10 hari lagi :)

Siapa sajakah pemain Satria Muda yang tak lagi bermain di NBL

Jika Satria Muda Britama Jakarta kembali mengikuti ASEAN Basketball League (ABL) pada tahun ini (jika ABL masih ada), maka ia harus membagi skuad timnya untuk ikut di dua liga. Kita tahu jika ABL akan kembali digelar, NBL Indonesia tak berkenan ada pemainnya yang bermain di dua liga atau dua kompetisi. Hal ini kemungkinan besar akan terjadi terkecuali Satria Muda membentuk sebuah tim yang berlaga di ABL dengan materi pemain yang 100% baru.

Selamat menunggu :)

25 pemikiran pada “10 Hari Lagi Kita Semua Akan Tahu

  1. PJE=Manchester city. Semua dibeli…
    Saya memang berharap Dimas Aryo Dewanto pindah ke tim yg lebih baik untuk dirinya….but not PJE!

  2. @hay on..jikalau tim tersebut mampu untuk membeli pemain dan pemain itu setuju untuk bergabung saya rasa sah2 saja..

  3. Selama beberapa tahun ini SM mendominasi IBL dengan kekuatan pemain senior dan pemain muda,saya prediksi pada ajang NBL kali ini pemain senior dan muda PJE bisa jadi kekuatan yang akan mengganjal SM untuk juara lagi.tapi tetep hati saya di garuda bandung

  4. @13MCoachK: Saya memahami konsep itu, dan memang itu legal. Sah2 saja memang.

    Hanya saja yg tidak saya sukai adalah ketika sebuah manajemen membentuk tim yg hebat dengan jalan instan yaitu mencomot pemain2 hebat dari tim lain. Ibaratnya Inter Milan (saya tidak tahu analogi lainnya di basket, dan saya penggemar Inter Milan sebelum sekarang), sebuah tim Italia dimana pemain Italianya hanya jadi penghangat bangku cadangan. Lalu apa gunanya sebuah klub jikalau tidak menggunakan pemain binaannya sendiri, pendek kata tidak mempedulikan sistem pembinaan dan masa depan perbasketan itu sendiri. Bayangkan bila semua tim berperilaku seperti itu, pemain muda tak akan dilirik karena tim2 yg ada maunya pemain yg sudah jadi. Akibatnya di tahun2 mendatang?

    Bahkan Michael Jordan pun ga suka konsep seperti ini. Dari sudut pandang sebagai pemain, beliau tahu rivalry itu penting demi kemajuan masing2. keinginan untuk berusaha keras mengalahkan, bukannya mau gampang menang, itulah yg terpenting. Bisa dilihat komentar beliau di sini mengenai big 3 Miami Heat
    http://www.slamonline.com/online/nba/2010/07/michael-jordan-not-a-fan-of-miamis-big-3/

    Saya mengerti PJE memiliki pemodal yg kuat dan tentu ingin meraih sukses, tapi saya berharap tidak seperti ini caranya….

  5. DS saya lihat beberapa hari yg lalu jumpa fans di pameran komputer di JHCC di booth nya Flexy bersama rekan2nya dr Garuda Flexy Bandung. jadi mnrt saya, dia pasti akan tampil bersama Garuda Flexy Bandung di NBL Indonesia Season 2010-2011.

  6. @ Bro Hay and Crhonos…

    maaf saya ikt nimbrung…ini sebatas pengetahuan saya Saja..

    Menurut saya, Konsep ini sudah menjadi habit dari basket Indonesia, maupun di luar negeri..Bukan hanya Pje saja, bahkan team-team terdahulu mengunakan sistem ini…

    Justru salah besar anda mengatakan bahwa Dimas adalah Pemain hebat, DImas adalah seorang pemain Potensial yang siap jadi pemain besar, dia masih Muda dan butuh team yang lebih baik untuk mengembangkan Permainannya…

    ini sebenarnya Bukan Jalan Instan, tapi Jalan yang dahulu berliku-liku, kini di luruskan oleh kehadiran pemain yang berpotensial ini.. Ingat, Prestasi itu datang bukan hanya dari 1 pemain, tapi bagaimana mereka bekerja secara team, baik itu dari pemain, manajemen team, dan team pelatih.

    adalah salah kalau anda mengatakan pemain muda tidak akan di lirik oleh team-team yang menganut konsep seperti yang anda katakan.. justru potensi nya semakin besar, dimana semakin banyak pemain bintang di team besar, semakin besar juga mereka memerlukan regenerasi untuk kedepannya… disini harus di bedakan dulu apa itu pembinaan dan apa itu prestasi…

    Tidaklah gampang melakukan pembinaan untuk sebuah kompetisi profesional, seharusnya proses pembinaan itu berada di bawa 1 strip kompetisi profesional…seperti di Libama, Kobatama dan sebagainya. Pofesional adalah Prestasi!!bukan pembinaan…!!

    mungkin ini sebatas pengetahuan saya…thx you

  7. Kalo pendapat g siih PJ emang teamnya BATAM…Kelly dulu emang di pinjem ma Garuda …trus di balikin …sisa yg direkrut sih pemain berpotensi …menurut gw ngga ada sih bintang besar yg di beli PJ…KECUALI… kalo denny sumargo sampe masuk ke PJ…hehehe

  8. Hal seperti ini memang selalu menjadi pro dan kontra dari pada fans. Kalau memang ingin dan mampu untuk membangun suatu tim yang kompeten menjadi juara, kenapa tidak?? jika saja tim-tim lain selain SM tidak membenahi diri untuk season mendatang, jelas SM kemungkinan besar akan menjadi juara lagi, karena mereka memang sudah solid selama ini. Makanya, tidak salah jika tim seperti PJE membangun susunan pemain yang kuat untuk menantang SM dan big teams lainnya di season ini.

  9. Thank to @Rony atas penjelasan-nya..@chronos merusak NBL dengan keinginan sukses semata???? Statement anda sangat tidak relevan dengan komentar pertama saya..@hay seharus nya anda melihat PJE main pada saat turnamen BS yg lalu,kami membawa 1 orang pemain jr km pd saat itu.dan seperti apa yg dikatakan @Rony permainan basket itu tak hanya mengandalkan 1 orang.its a team play.its a team play between the management,coaching staff and the player its self..

  10. Sebelumnya saya mohon maaf apabila menyinggung pihak2 yg tidak setuju dengan pernyataan saya tadi. Saya tidak mengatakan bahwa tindakan transfer2 itu salah, itu memang boleh, bagus untuk sebuah tim yg sedang membangun kekuatan yg solid. Saya juga setuju sebuah tim yg solid tidak hanya terdiri dari satu pemain, dan kasus Dimas selama di Bimasakti adalah buktinya.

    Yg saya tidak setuju adalah bila akhirnya nanti, ekstrimnya starting fivenya saja, adalah pemain yg “dibeli”. Dan tentu saja di PJE tidak begitu, karena pemain hebat yg dibeli Batam, Koming, Dimas. Tidak sampai lima. Saya juga tidak setuju bila Dimas hanya pemain potensial, karena dia adalah pemain hebat. 26 poin dalam satu pertandingan dan konsisten menjadi scorer untuk timnya tidak hebat? Dan dia sudah melakukan itu sejak dia masuk Bimasakti.

    Saya sudah mengeluarkan pendapat yg sepihak mengenai geliat transfernya PJE, untuk itu saya mohon maaf sekali lagi.

    Yg saya takutkan itu adalah kecenderungan menuju ke arah membangun tim kuat dengan membeli. Karena membina adalah masih tanggungjawab tim2 ini, karena sistem perbasketan kita tidak seperti di NBA sana di mana tim2 NBA tinggal mencomot pemain dari NCAA, NBDL atau luar negeri lainnya, dan mereka bisa melakukannya karena alur pembinaan yg tidak berhenti. Di sini, alur pembinaan masih tidak mengalir mulus sehingga klub pun harus turun tangan membina. JALUR BERLIKU itu HARUS ditempuh untuk mencapai hasil yg optimal untuk perbasketan Indonesia, bukan dengan cara instan MEMBELI. Semua orang bisa mencari jalan yg mudah, dan kita bisa lihat hasilnya terhadap negara kita.

    Prestasi bukan yg utama, proses adalah hal yg utama. Karena intan lahir dari tempaan yg berat, karena puncak gunung berhasil dicapai dari mendaki, karena prestasi lahir dari jalan yg berliku.

  11. Good Opinion Bro @Hay….

    btw, ada 3 kesimpulan yang gw masih kurang setuju..

    1. soal pembinaan di Indonesia dengan Pembinaan di NBA…
    menurut gw…jikalau ada sesuatu hal yang baik, dan benar dan sudah sangat terbukti keberhasilannya, mengapa kita tidak mencontoh Hal tersebut untuk di terapkan di Indonesia??mengapa kita harus mencari cara sendiri yang notabene belum tentu berhasil??…bukan berarti meniru itu salah, tapi meniru untuk kebaikan kan No Problem…hehhe

    2. kalau ada cara instan mengapa mesti menunggu cara yang lebih lama???

    sama saja, dalam mencari uang…
    kalau ada kesempatan mengapa tidak di ambil??, belum tentu kesempatan datang 2x..
    mungkin itulah ungkapan saya tentang jalan Instan yang anda katakan..

    3. Ok Dimas adalah pemain pencetak Skor tertinggi di Bima Sakti..
    tapi apakah team tersebut Bisa Juara??dan juga apakah anda tw bagaimana seorang dimas melakukan kontribusi dalam defense untuk teamnya??
    menurut gw, tolak ukur untuk pemain hebat itu harus perfect dalam segala aspek…dan tentu saja yang utama adalah PRESTASI baik di dalam basket maupun di luar basket.. makanya, saya lebih senang menyebutnya sebagai seorang pemain yang memiliki Potensi utk menjadi pemain hebat!!..

    thx bro atas opinionnya…hehe

  12. @bro Rony
    Diskusi kita kaya ya hehehehe

    Poin 1 :saya juga setuju, masalahnya yg membentuk sistem itu haruslah negara ini, karena menyangkut sekolah, klub amatir, kampus dll. Semoga sistem itu bisa terbentuk dalam waktu yg tak lama amiin.

    Poin 2 :keliatannya memang kita punya pendapat yg berbeda hahaha.

    Poin 3 :Seorang pemain tidak bisa sendirian membawa timnya juara, meski sehebat Dimas pun. Menurut saya, dari dulu Dimas memang hebat, defensenya juga bagus RPG :5,5 SPG:1,33.
    Ya kalau nggak bagus, SM n PJE tidak mungkin tertarik Semoga dia bisa bersinar di PJE..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s