Atas beberapa alasan di bawah ini, gw menjagokan empat tim yang akan melangkah ke semi final Turnamen Indonesian Basketball League 2009.

Garuda Flexi Bandung

Sang juara bertahan Turnamen IBL yang mengalahkan Satria Muda BritAma di final Turnamen IBL 2008. Selain sebagai juara bertahan, Garuda adalah tim yang tengah sakit hati atas kegagalan mereka pada kompetisi 2009 lalu (Turnamen ini akan menjadi ajang balas dendam mereka). Hengkangnya Kelly Purwanto tidak terlalu berpengaruh pada tim ini karena Andre Tiara dikabarkan telah kembali ke performa terbaiknya.

Aspac Jakarta

Tim yang puas sebagai runner-up pada kompetisi lalu ini berhasil memupuk dengan baik para pemain mudanya. Xaverius dan Pringgo menjelma menjadi dua orang pemain yang sangat ditakuti di liga. Jangan lupa pertahanan mereka sangat kokoh selama Isman Thoyib masih menjadi “satpam” di bawah ring. Walau sempat kalah dari Pelita Jaya Esia Jakarta pada ajang Mennegpora Cup di Palembang beberapa hari lalu, bukan berarti mereka sudah habis.

Pelita Jaya Esia Jakarta

“Kembalinya si anak hilang” Kelly Purwanto entah bagaimana menambah kepercayaan diri tim yang sangat berbenah menghadapi musim kompetisi 2010 nanti. Si “bayi ajaib” Andi batam pun semakin ajaib performanya. Suntikan pemain baru, Koming yang baru dibeli dari Bima Sakti Nikko Steel Malang juga menyuntikkan energi ekstra bagi tim kebanggaan keluarga Bakrie ini. Sejujurnya, Pelita Jaya Esia Jakarta saat ini lebih menakutkan daripada Satria Muda BritAma Jakarta.

Nuvo CLS Knights Surabaya

Selama beberapa tahun ke belakang, belum ada tim lain di IBL yang mampu menggusur predikat “kuda hitam” dari Nuvo CLS Knights Surabaya. Tahun lalu, Pelita Jaya Esia Jakarta merasakan ketenangan membunuh CLS Knights di babak play-off. Saat itu, CLS Knights melaju ke babak empat besar bersama Garuda, Satria Muda, dan Aspac. Tim asal Kota Pahlawan ini juga baru menuntaskan latih tanding mereka ke China. Walau selalu kalah pada setiap pertandingan persahabatan di China, CLS Knights mengaku membawa “kejutan” berupa pelajaran berharga yang siap digunakan untuk membungkam tim-tim IBL yang lain.

———

Tak ada Satria Muda BritAma Jakarta?

Mereka lebih memfokuskan diri pada liga ABL (ASEAN Basketball League). Gw rasa pemain yang turun di Turnamen IBL lebih banyak pemain lapis kedua. Teknik bermain lapis kedua boleh dibilang sejajar di antara pemain SM yang lain, namun mental dan pengalaman bertanding sangat-sangat diragukan.

Pool B. Bandung (GOR C-Tra Arena, Cikutra, Bandung)

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Stadium Bhinneka Solo
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Citra Satria Jakarta

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Citra Satria Jakarta vs Aspac Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Bima Sakti Nikko Steel Malang

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Citra Satria Jakarta
17:00 – 19:00 Aspac Jakarta vs Stadium Bhinneka Solo

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Garuda Flexi Bandung vs Stadium Bhinneka Solo
18:00 – 20:00 Aspac Jakarta vs Bima Sakti Nikko Steel Malang

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Stadium Bhinneka Solo vs Citra Satria Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Aspac Jakarta

——

Pool A. Jakarta

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Satria Muda BritAma Jakarta vs Angsapura Evalube Medan
18:00 – 20:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Muba Hangtuah IM Palembang

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Pelita Jaya Esia Jakarta

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Satria Muda BritAma Jakarta
17:00 – 19:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Angsapura Evalube Medan

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Satria Muda BritAma Jakarta vs Muba Hangtuah IM Palembang
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Nuvo CLS Knights Surabaya

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Angsapura Evalube Medan
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Satria Muda BritAma Jakarta

Sekuat apapun polisi berusaha memperbaiki citranya di mata masyarakat saat ini (kalau memang ada usaha untuk itu), lebih kuat lagi kecenderungan menghancurkan citra polisi yang dilakukan oleh polisi sendiri.

Posting ini terinspirasi suatu kala ketika gw keluar dari rumah pagi-pagi sekali. Gw perhatikan jalanan sangat ramai oleh orang-orang yang tengah menuju tempat kerja. Polisi berada di setiap sudut jalanan untuk memastikan jalanan tetap lancar.

Tugas polisi pagi itu sangat mulia. Mereka membantu masyarakat. Namun di mata gw -yang kebetulan sedang sinis- gw tidak melihat polisi semulia itu. Gw merasa polisi berada di setiap pojok jalan hanya untuk menunggu kesalahan pengguna jalan sehingga mereka dapat memberi tilang, dan dapat duit sogokan!

Kalian boleh tidak setuju dengan kata-kata gw. Namun itulah yang gw rasakan. Keberadaan polisi di suatu tempat alih-alih memberi rasa aman malah lebih membuat suasana menjadi mencekam.

Kekesalan gw terhadap polisi sedikit bertambah ketika seorang oknum polisi menulis pada status facebook-nya sebuah kalimat yang sangat menyebalkan dan menyakitkan yang kurang lebih berisi “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi.” (kepolisian kemudian dengan percaya diri –yang membuat mereka terlihat semakin bego- mengatakan bahwa akun anggotanya itu dibajak, -yeah right!).

Polisi ibarat wasit di dalam permainan basket

Wasit. Posisinya tehormat. Apapun keputusan yang keluar dari wasit selalu dihormati oleh pemain, walau terkadang keliru. Ini bisa terjadi karena wasit memiliki wibawa karena ia menjalankan tugasnya tanpa tujuan lain selain memimpin, mengawasi permainan agar berjalan sesuai aturan.

Gw tertarik pada pernyataan tolol “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi” yang katanya ditulis oleh pembajak tersebut (Urrgghhh..gw bisa banget nih berargumentasi bahwa akun facebook yang dibajak itu hanya akal-akalan untuk menyelamatkan muka doang. Tapi nanti malah kepanjangan tulisan ini.). Benarkah masyarakat butuh polisi? Jika masih dalam analogi polisi kurang lebih sama dengan wasit, benarkah sebuah permainan basket membutuhkan wasit?

Entah mengapa pertanyaan ini menggiring gw menjadi seorang pembela anarkisme. Anarkisme yang gw maksud bukanlah anarkisme dalam paham sempit yang populer digunakan di media pada umumnya yang hanya selalu digambarkan sebagai wakil dari brutalisme dan kekacauan. Anarkisme yang gw maksud adalah anarkisme yang ideal. Sebuah kondisi di mana aturan telah dipahami dan ditaati bersama tanpa perlu adanya pengawas atau penegak hukum.

Mungkinkah? Mari lihat permainan basket jalanan. Streetball istilah kerennya. Semua pemain adalah orang-orang yang telah paham tentang aturan dan cara bermain basket yang baik dan benar. Streetball adalah lahan melatih kejujuran. Ketika seorang pemain melakukan pelanggaran (foul), yang dilanggar akan berteriak bahwa ia telah dilanggar (fouled). Pelanggar dengan sukarela mengakui. Permainan berlanjut kembali. Ketika seorang pemain terlihat melakukan kesalahan, pemain lain akan menunjukkan kesalahan tersebut dan yang melakukan kesalahan dengan legawa menerimanya. Tidak ada wasit. Tidak butuh wasit!

Jika ada yang baru belajar basket, pemain-pemain lain membantu membimbing. Tak ada usaha untuk menipu atau membuat pemain yang baru belajar tersebut terus tenggelam dalam ketidaktahuannya sehingga terus-menerus melakukan kesalahan.

Permainan berjalan dengan seru, indah, dan ada yang menang dan kalah dan semua pemain senang dan bahagia. Inilah anarkisme yang ideal. Saking idealnya, banyak orang menganggapnya utopia. Utopia? Hmm, adakah polisi pada masa Nabi Muhammad Saw dulu?

“Federalisasi sukarela sebagai prinsip organisasi nasional” barangkali terdengar terlalu berat. Tetapi pernyataan bahwa gw rasa semua orang harus mengetahui etika dan perannya di dalam masyarakat dan sadar akan konsekuensinya bila melanggar adalah sebuah kalimat yang lebih mudah dimengerti. Mihkail Bakunin, sang bapak anarkisme barangkali mengangguk setuju. Sedangkan, kita-kita masih tetap akan menganggapnya sebagai sebuah utopia.

Jadi, apakah masyarakat butuh polisi? Hmm, gw rasa pertanyaan ini sebelas-dua belas dengan pertanyaan apakah kita butuh wasit untuk bermain basket?

Oleh: mainbasket | November 18, 2009

Favorite Basketball Quotes #52

Oleh: mainbasket | November 17, 2009

Semakin Maju Basket Indonesia

Beberapa bulan terakhir ini jika teman-teman mengikuti, dunia perbasketan Indonesia sebenarnya tengah menggeliat. Putaran Liga Basket Mahasiswa Nasional tengah bergulir, ASEAN Basketball League yang melibatkan Satria Muda BritAma sedang panas-panasnya, tiga klub IBL dan tiga klub Kobatama tengah berkompetisi di Palembang, Surabaya International Challenge yang diikuti Garuda Flexi Bandung, CLS Knights Surabaya, satu klub dari Darwin Australia dan Malaysia akan digelar di awal Desember, Turnamen IBL akan menjadi ajang pemanasan di akhir November ini dan tentu saja jangan lupakan, Deteksi Basketball League semakin menggila!

MAJU TERUS BASKET INDONESIA!!!

Baru saja gw menulis di posting-an sebelum ini betapa gw ingin menjadi seorang fan sejati layaknya Jack Nicholson kepada Los Angeles Lakers. Tiba-tiba pagi ini gw di-tag pada beberapa foto keren yang membuat gw semakin cinta pada tim ini, Garuda Flexi Bandung!

16649_1160895905724_1327609846_30420435_1390224_n

16649_1160896265733_1327609846_30420436_6793341_n

16649_1160896545740_1327609846_30420437_6682905_n

Oleh: mainbasket | November 15, 2009

Gw Ingin Jadi Fan Sejati Seperti Jack kepada Lakers

tumblr_krh11sJKd51qzb7vjo1_500

Entah berapa game Lakers yang telah ditonton oleh Jack Nicholson :D

Turnamen ini diikuti oleh 6 tim, yaitu 3 tim Kobatama (Pimnad Aceh, Tiger Speed Banyuasin dan Halim Kediri) dan 3 tim IBL (Aspac Jakarta, Muba Hangtuah Indonesia Muda, Pelita Jaya Jakarta). Sistem pertandingan adalah kompetisi penuh tanpa final.

Minggu, 15 Nov. 2009
14.00 ASPAC vs Pimnad
17.00 Muba Hangtuah vs Pelita Jaya
19.00 Tiger Speed vs Halim

Senin, 16 Nov. 2009
15.00 Pelita Jaya vs Tiger Speed
17.00 Pimnad vs Muba Hangtuah
19.00 Halim vs ASPAC

Selasa, 17 Nov. 2009
15.00 Muba Hangtuah vs Halim
17.00 ASPAC vs Tiger Speed
19.00 Pelita Jaya vs Pimnad

Rabu, 18 Nov. 2009
15.00 ASPAC vs Pelita Jaya
17.00 Pimnad vs Halim
19.00 Tiger Speed vs Muba Hangtuah

Kamis, 19 Nov. 2009
15.00 Pimnad vs Tiger Speed
17.00 Muba Hangtuah vs ASPAC
19.00 Halim vs Pelita Jaya

3576165p

Dari menit awal hingga tiga menit sebelum pertandingan usai, Satria Muda BritAma selalu unggul. 59-49 adalah kedudukan tiga menit terakhir di babak ke empat. Setelah itu, SM seperti mandeg. Tim asuhan Coach Ito tidak menambah satu angka pun!

Sebaliknya Slingers semakin beringas namun tetap tenang sebelum mengakhiri permainan dengan kemenangan 59-61. Pertandingan ini seharusnya menjadi ajang balas dendam bagi SM karena sebelumnya dikalahkan Slingers di Singapura. Entah apa yang terjadi, semuanya buyar di tiga menit terakhir!

(Foto nyolong dari Kompas hari ini)

Oleh: mainbasket | November 13, 2009

Favorite Basketball Quotes #51

acea92e6245509abbb8833acd49db80c833f5a9d_m

Oleh: mainbasket | November 12, 2009

Siap-siap, Surabaya International Challenge 2009!

Logo SIC 2009 DBL

Even basket profesional internasional, Surabaya International Challenge (SIC), kembali menyapa Kota Pahlawan. Diikuti empat tim dari tiga negara, even itu akan diselenggarakan di DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya pada 4–6 Desember mendatang.

SIC 2009 akan digelar oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan RP7 sebagai title partner. Sama halnya dengan tahun lalu, RP7 SIC 2009 akan diikuti dua tim asal Indonesia. Mereka adalah dua tim papan atas di tanah air, Nuvo CLS Knights Surabaya dan Garuda Flexi Bandung. Pada IBL 2009, CLS dan Garuda sukses menembus final four.

SIC 2009 DBL

Dua tim lain berasal dari Malaysia dan Australia. Dari Australia, tim yang akan diturunkan adalah Darwin Airport Resort All-Star. Mereka akan diperkuat dua pemain asal Amerika Serikat yang memiliki tinggi di atas dua meter. ”Kami memiliki dua pemain bertinggi 208 cm dan tiga pemain 201 cm. Kami juga memiliki guard yang gesit, Jarrod, dari tim Darwin Basketball Association U-18 yang pernah bertanding di Surabaya dalam DBL Australia Games Oktober lalu,” papar Don Sheppard, head coach Darwin Airport Resort All-Star.

Don pada Oktober lalu datang ke Surabaya, memimpin tim U-18 Darwin dalam pertandingan melawan DBL Indonesia All-Star. Kunjungan itu membuatnya begitu bersemangat mengikuti SIC. Sebab, saat itu pertandingan timnya di DBL Arena disaksikan ribuan penonton. ”Pemain-pemain kami sangat excited bermain di even yang prestisius ini. Tim kami akan menunjukkan kemampuan terbaik untuk membuat penonton di Surabaya senang dan terhibur,” ujarnya.

Wakil dari Malaysia belum dipastikan. Sebagai gambaran, tahun lalu mereka berhasil menjadi juara melalui Segamat Waki Johor. Salah satu pemain kunci Segamat adalah pemain impor mereka asal Amerika, Michael LeBlanc. Pemain yang suka nge-dunk itu juga berhasil merebut gelar Most Valuable Player.

Tidak mau kalah dengan wakil Australia dan Malaysia, Garuda juga berencana mengimpor pemain asal Amerika. Simon Pasaribu, manajer Garuda, menyatakan baru bisa mengumumkan nama pemain itu pekan depan. ”Dia adalah pemain yang berposisi forward,” kata Simon.

Sementara itu, CLS bersikukuh menggunakan pemain lokal. Mereka tidak takut melawan pemain jangkung di SIC karena sepanjang pekan ini sudah melakoni uji di Tiongkok. Lawan-lawan CLS di sana juga diperkuat pemain dengan tinggi di atas dua meter.
”Lawan yang akan kami hadapi di SIC mungkin lebih berat dibandingkan tahun lalu. Namun, bagi kami, ini adalah ajang belajar bagi para pemain CLS Knights yang masih sangat muda. Meski mungkin kami akan kesulitan dalam menghadapi lawan-lawan, kami yakin para pemain muda kami dapat lebih cepat berkembang setelah mendapatkan pengalaman berharga di SIC,” jelas Christopher Tanuwidjaja, general manager CLS.

Selain adu hebat empat tim tadi, SIC akan dimeriahkan oleh kontes skill individual, three point, dan dunk. Acara ini menjadi bonus yang menarik bagi para penonton. Khususnya dunk, aksi itu sangat jarang bisa disaksikan secara langsung publik basket dalam even basket apa pun di Surabaya dan sekitarnya.

Tahun lalu, penyelenggaraan SIC disambut antusiasme yang tinggi dari penggemar basket di Surabaya. Selama tiga hari, ribuan penonton memenuhi DBL Arena. ”Surabaya International Challenge tahun lalu memberikan keyakinan kepada DBL Indonesia bahwa turnamen basket ini diminati oleh masyarakat dan menghibur. Apalagi, saat ini olahraga basket semakin menyatu dengan masyarakat Surabaya. Kami sangat berterima kasih kepada tim-tim yang bersedia berpartisipasi. Kami berharap, even ini bisa memberi warna baru pada perbasketan di Surabaya dan Indonesia,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia. (Panitia SIC)

Tulisan di bawah ini adalah cerita langsung dari Christopher J. Tanuwidjaja, Manajer CLS Knights Surabaya mengenai pertandingan terakhir dari perjalanan latih tanding mereka ke China.

Resize Assistant-2

Game terakhir kami di China, kami menghadapi tim junior dari salah 1 Klub CBA (Chinese Basketball Association); Dong Guan Leopards. Perjalanan kami ke Dong Guan ditempuh dgn Bus dari Guangzhou selama 1 jam 30 menit.

Dong Guan Leopards menduduki peringkat 5 di CBA musim lalu, dan tim Junior-nya yg kami hadapi adalah Juara 1 di Kompetisi CBA Junior yg lalu. Setiap tim CBA harus memiliki tim pembinaan pemain Junior, yang dibina untuk regenerasi tim CBA-nya. Tinggi badan pemain Leopards Jr. rata-rata adalah 195 – 200 cm lebih, dan berkisaran umur sekitar 17 – 19 tahun.

Ada 1 pemain yg menarik perhatian kami, Point Guard dari Leopards Jr. , Lee Chen Sing. Dia memiliki tinggi badan 172 cm , dan baru berumur 15 tahun, baru bergabung dgn Leopards Jr. selama 1 bulan.

Namun luar biasanya dia sudah menduduki posisi Point Guard utama bagi Leopards Jr. Kecepatan & “Court Vision’ dari bocah 15 thn ini sempat membuat 3 orang Point Guard CLS Knights kewalahan. Menurut pelatih Leopards Jr. , selama ini mereka punya regulasi internal utk merekrut pemain dgn batas usia minimum 17 tahun (sudah lulus SMA). Tapi karena Lee Chen Sing memiliki skill yg sangat luar biasa, maka mereka harus segera merekrutnya agar tidak keduluan oleh tim CBA lainnya.

Resize Assistant-1

Meski secara skill Individu Leopards Jr. masih belum terlalu bagus, tapi kecepatan & sistem permainan mereka adalah yang terbaik dari semua tim yang kami hadapi selama trip ke Hong Kong & China ini.

Memasuki Qtr 2, CLS Knights sempat kewalahan saat Leopards Jr. memasukkan seorang Big Man mereka yg memiliki tinggi 210 cm. Sebagai seorang dengan posisi Center yang tinggi besar, dia sangat lincah, terutama di bawah ring. Di Qtr 2 tsb CLS Knights sempat scoreless selama 8 menit.

Besok sore CLS Knights akan kembali ke Indonesia. Kami benar-benar dapat pelajaran yang sangat beharga dari trip ke Hong Kong & China kali ini. Kami akan segera membagikan hasil evaluasi kami dari trip kali ini kepada teman-teman media sekembali kami ke Indonesia.

Berikut hasil pertandingan hari ini:
Q1 : Leopards 16 – Knights 21
Q2 : Leopards 29 – Knights 25
Q3 : Leopards 44 – Knights 42
Q4 : Leopards 70 – Knights 66

Perjalanan latih tanding tim IBL dari Surabaya, CLS Knights masih berlanjut. Kemarin mereka menghadapi juara 2 liga bola basket mahasiswa nasional China, Guangzhou Sports College (GSC). Kampus ini memiliki lebih dari 1.000 pelajar yang menekuni jurusan basket (Wow!) dan salah satu keluarannya adalah Wang Zhi Zhi yang pernah bermain untuk Dallas Mavericks, LA Clippers, dan Miami Heat.

CLS di China

GSC memiliki pemain dengan rata-rata tinggi di atas 190 cm dengan permainan yang sangat cepat. Jarang kita menemui orang Indonesia dengan postur demikian memiliki kelincahan dan kegesitan yang baik.

Tampil dengan skuad utama, GSC mengalahkan CLS Knights yang bermain tanpa Andrie Ekayana dan Elia Bukit, 64-58. Hmm, semakin banyak saja bekl CLS Knights memasuki kompetisi IBL 2010 nanti. Better be watch out!

14431_1272740542676_1354780363_795821_7904301_n

(Rensy Bajar. Foto dari facebook Satria Muda)

Gw gak menyaksikan pertandingan yang diadakan di Sportmall Kelapa Gading, Jakarta ini. Namun menurut seorang teman, anak-anak Satria Muda bermain lebih baik dibandingkan saat mereka takluk dari Singapore Slingers di Singapura pada pertandingan sebelumnya.

Satria Muda memaksa Brunei Barracudas untuk “belajar” main basket lagi setelah mereka harus pulang dengan kekalahan 97-62. Peace

12868_195338650394_62165715394_4480050_6285280_n

Hua Do adalah nama dari sebuah kota di sebelah barat Guangzhou. Tim basket Hua Do merupakan juara kompetisi antar kota di provinsi Guang Dong pada tahun 2009.

Melawan CLS Knights Surabaya, Tim Hua Do tidak main-main. Mereka diperkuat oleh tiga orang pemain pinjaman setinggi 2 meter lebih dari Tim Free Man Guangzhou yang bermain di liga National Basketball League (NBL) China.

Permainan berjalan sangat seru dan CLS Knights menguasai alur pertandingan pada kuarter 1 dan 2. Kuarter 1 dibungkus dengan keunggulan tipis CLS Knights 22-21. Permainan bersemangat CLS Knights membuat kuarter 2 pun ditutup dengan raihan kemenangan CLS Knights 44-39.

Tak mau kehilangan muka dari tim Surabaya, Indonesia ini dan karena bermain di kandang, Hua Do memanggil dua orang penonton dari tribun penonton yang ternyata adalah pemain Tim Free Man Guangzhou yang juga memiliki tinggi lebih dari 2 meter. Mereka langsung mengenakan jersey tanding dan berlaga di kuarter 3.

Pertandingan persahabatan di stadion Xin Hua Die Stadium ini disaksikan oleh lebih dari 500 orang penonton. Tembakan 3 points dari Jeffry sebanyak lima kali berturut-turut memaksa pemain Hua Do untuk men-double team Jeffry.

Pertandingan akhirnya dimenangkan Hua Do dengan skor 96-90. Walau kalah, penonton langsung menyambangi dan menyalami para pemain CLS Knights. salut atas perjuangan yang tak mengenal lelah. “Malam ini benar-benar mereka (CLS Knights) bermain dengan hati besar, meski kalah di postur tubuh.” ungkap Christopher, Manajer CLS Knights dengan bangga.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori