14431_1272740542676_1354780363_795821_7904301_n

(Rensy Bajar. Foto dari facebook Satria Muda)

Gw gak menyaksikan pertandingan yang diadakan di Sportmall Kelapa Gading, Jakarta ini. Namun menurut seorang teman, anak-anak Satria Muda bermain lebih baik dibandingkan saat mereka takluk dari Singapore Slingers di Singapura pada pertandingan sebelumnya.

Satria Muda memaksa Brunei Barracudas untuk “belajar” main basket lagi setelah mereka harus pulang dengan kekalahan 97-62. Peace

12868_195338650394_62165715394_4480050_6285280_n

Hua Do adalah nama dari sebuah kota di sebelah barat Guangzhou. Tim basket Hua Do merupakan juara kompetisi antar kota di provinsi Guang Dong pada tahun 2009.

Melawan CLS Knights Surabaya, Tim Hua Do tidak main-main. Mereka diperkuat oleh tiga orang pemain pinjaman setinggi 2 meter lebih dari Tim Free Man Guangzhou yang bermain di liga National Basketball League (NBL) China.

Permainan berjalan sangat seru dan CLS Knights menguasai alur pertandingan pada kuarter 1 dan 2. Kuarter 1 dibungkus dengan keunggulan tipis CLS Knights 22-21. Permainan bersemangat CLS Knights membuat kuarter 2 pun ditutup dengan raihan kemenangan CLS Knights 44-39.

Tak mau kehilangan muka dari tim Surabaya, Indonesia ini dan karena bermain di kandang, Hua Do memanggil dua orang penonton dari tribun penonton yang ternyata adalah pemain Tim Free Man Guangzhou yang juga memiliki tinggi lebih dari 2 meter. Mereka langsung mengenakan jersey tanding dan berlaga di kuarter 3.

Pertandingan persahabatan di stadion Xin Hua Die Stadium ini disaksikan oleh lebih dari 500 orang penonton. Tembakan 3 points dari Jeffry sebanyak lima kali berturut-turut memaksa pemain Hua Do untuk men-double team Jeffry.

Pertandingan akhirnya dimenangkan Hua Do dengan skor 96-90. Walau kalah, penonton langsung menyambangi dan menyalami para pemain CLS Knights. salut atas perjuangan yang tak mengenal lelah. “Malam ini benar-benar mereka (CLS Knights) bermain dengan hati besar, meski kalah di postur tubuh.” ungkap Christopher, Manajer CLS Knights dengan bangga.

Senang sekali :)

HalamanBukuIdan

Ini tulisan lengkapnya.

Gebrakan Baru dari Surabaya, DBL The Magazine 2009-2010

Ketika dua kali mengunjungi Surabaya untuk menyaksikan NBA Madness yang menghadirkan bintang tamu pemain NBA New York Knicks, David Lee dan saat mengikuti rangkaian kegiatan Indonesia Development Camp 2009 yang salah satunya dipandu oleh bintang Sacramento Kings, Kevin Martin, selama itu pula saya selalu melahap lembar-lembar koran Jawa Pos yang mewartakan berita-berita dan cerita-cerita seputar Deteksi Basketball League (DBL). Rasanya tak habis-habis cerita yang bisa diangkat dari liga basket antar pelajar terbesar di Indonesia ini. Mulai dari laporan dan catatan pertandingan, profil pemain, kegiatan di luar lapangan, hingga kehebohan-kehebohan lain yang selalu mewarnai penyelenggaraan pertandingan DBL.

Kerakusan saya dalam mengkonsumsi cerita-cerita seputar DBL sebenarnya tak lepas dari keterlambatan saya dalam mengenal liga ini. Saya baru mengenal DBL setelah ia berusia empat tahun.

Berada di Surabaya sembari selalu menikmati cerita-cerita seru seputar DBL membuat saya berpikir, “Saya seharusnya menggunting potongan-potongan berita dan cerita ini, beli buku gambar kosong, dan kemudian membuat kliping!” Saya tersenyum sendiri membayangkan apakah masih ada saat ini orang yang masih membuat kliping. Di internet sih ada, istilahnya bukan kliping tapi bookmarking.

Koran memiliki kecenderungan untuk dibuang atau disisihkan setelah dibaca. Majalah mendapat tempat yang lebih istimewa karena bentuknya yang praktis dan tampilan fisiknya yang menarik. DBL seharusnya merangkum kegiatannya dalam bentuk majalah yang terbit dengan kala tertentu, pikir saya waktu itu. Tentu saja apa yang saya pikirkan sudah menjadi bahan pertimbangan DBL jauh-jauh hari.

Awal bulan Oktober lalu, DBL akhirnya mengeluarkan majalahnya. Sebuah gebrakan baru lagi dalam dunia basket Indonesia (bahkan dunia olahraga Indonesia). Sebuah liga olahraga dengan majalahnya sendiri. Sebagai catatan, Liga Super Indonesia (sepak bola) saja tidak memiliki majalah atau medianya sendiri.

Senyum Danny Granger, Kevin Martin, dan David Lee menyapa ramah edisi perdana DBL The Magazine 2009-2010. Titel utama “Breaking Records!” pada sampul depan mengundang rasa penasaran untuk mengeksplorasi isi majalah segar yang tampaknya memuat banyak hal yang ingin diketahui orang-orang mengenai apa itu DBL.

“Do not go where the path may lead. Go instead where there is no path, and leave a trail.” dikutip oleh Comissioner DBL, Azrul Ananda, dari Ralph Waldo Emerson sebagai kalimat pembuka pada majalah ini. Tersirat semangat keberanian di dalamnya. Salah satu semangat yang selalu menyelimuti semua orang yang terlibat dan terkait dengan DBL.

Halaman selanjutnya diisi cerita Azrul Ananda tentang sejarah lahirnya DBL. Menarik membaca visi sang Comissioner yang memiliki cita-cita yang sebenarnya jauh melebihi batas-batas dari hal-hal yang berkaitan dengan dunia basket.

Foto-foto dokumentasi yang menarik membuat paparan sejarah DBL menjadi tidak membosankan untuk diikuti. Bahkan sejujurnya, tanpa membaca ulasan-ulasan di dalam majalah DBL dan hanya dengan melihat foto-foto dokumentasi yang ada sudah sangat cukup untuk merasakan sensasi dan menjadikannya bahan obrolan dengan teman-teman yang belum maupun telah mengenal DBL.

Artikel “Matahari Terbit Lebih Dulu di Papua” pada halaman 19 yang kemudian dilanjutkan dengan “Tak Harus di Jakarta Tak Perlu Juara Nasional” di halaman 21 menjadi cerita unik tersendiri bagaimana sebuah kegiatan besar tak melulu harus berlangsung di Ibu Kota dan bibit potensial olahraga bisa berasal dari mana saja bahkan dari sebuah kota yang selalu dianggap potensial namun pula tak pernah tidak diabaikan.

Cerita-cerita seputar kedatangan tiga pemain NBA; Danny Granger, David Lee, dan Kevin Martin juga tak luput dari majalah ini. Brooks Meek (Senior Director Basketball Operations International NBA), Neal Meyer (Asisten Pelatih, Cleveland Cavaliers), Joe Prunty (Asisten Pelatih, Portland Trail Blazer), dan Martin Conlon (NBA Clinician) memberikan kesan-kesan mereka terhadap DBL di halaman 92.

Seperti halnya pernyataan Azrul Ananda pada kalimat pembuka majalah ini “Kalau mau ditulis dalam bentuk buku, panjangnya bisa ratusan halaman.” Demikian pula cerita singkat mengenai DBL The magazine 2009-2010 ini. Resensi ini hanya menceritakan mungkin tak lebih dari 5% isi majalah secara keseluruhan.

Pin-up para pemain NBA di Surabaya, profil pemain-pemain unggulan DBL, kegiatan-kegiatan di luar lapangan basket, penghargaan dari Muri dan Ketua Umum Perbasi, cerita tentang DBL Arena yang megah, kisah perjalanan pemain-pemain DBL dalam menimba pengalaman ke Australia, cerita mengharukan dan membahagiakan semuanya tertuang di dalam majalah setebal 128 halaman ini. DBL The Magazine bahkan memuat bonus panduan 30 tim NBA 2009-2010.

Jika cerita-cerita dan foto-foto seputar DBL di dalam majalah ini terbilang sangat memuaskan, maka jangka waktu penerbitan majalah yang kabarnya hanya terbit pada setiap akhir musim tentu saja membuat masa menunggu akan sangat terlalu lama. Menunggu itu menyebalkan. Apalagi menunggu terbitnya edisi kedua dari majalah yang sangat keren ini.

garuda-di-dadaku

Pertama, salut untuk Kalila (Pelita Jaya) Jakarta yang pernah menciptakan lagu untuk tim mereka (ini lagu mereka). Tetapi untuk lagu mars penyemangat yang dikuasai dan dihapal oleh seluruh fansnya, tak ada yang mengalahkan lagu Garuda Di Dadaku “milik” fans Garuda Flexi Bandung.

“Milik”? Yup lagu ini sebenarnya adalah original sound track dari film yang berjudul sama yang dibawakan oleh grup band Netral. Kepopuleran film dan lagunya tanpa sengaja telah membuat lagu ini semacam lagu wajib tat kala Garuda Flexi Bandung berlaga di GOR C-Tra Arena Bandung.

Merinding rasanya ketika lagu ini dinyanyikan ribuan pendukung Garuda untuk menyemangati Mario Wuysang dkk. “Garuda di dadaku. Garuda kebanggaanku. Kuyakin hari ini pasti menang, pasti menang!”

Super Mario Wuysang

Dengan alasan tiak ada biaya, promotor penyelenggaraan Turnamen IBL akhirnya angkat tangan dan memutuskan tidak menggelar event tahunan sebelum memasuki kompetisi reguler IBL ini. Mengecewakan :(

Garuda Juara Turnamen

Tetapi Garuda Flexi Bandung dan Pelita Jaya Esia Jakarta tidak tinggal diam. Menyadari pentingnya turnamen ini bagi perbasketan nasional, dua tim ini mengembil alih dan memprakarsai penyelenggaraannya. 10 tim peserta IBL akan mengikuti turnamen yang dibagi menjadi dua pool ini. Pool A diisi oleh; Satria Muda Britama Jakarta, Nuvo CLS Knights Surabaya, Pelita Jaya Esia Jakarta, Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan, Angsapura Evalube Medan. Sedangkan pool B akan diisi oleh; Aspac Jakarta, Garuda Flexi Bandung, Bima Sakti Nikkosteel Malang, Stadium Bhinneka Solo, dan Citra Satria Jakarta.

Rencananya penyelenggaraan akan diadakan pada tanggal 24-28 November (babak penyisihan). Serta babak final pada 12-13 Desember 2009. Jadwal menyusul yaa :D

n62165715394_2488385_1026

Persiapan beberapa tim IBL dalam menghadapi musim kompetisi 2010 tidak bisa dibilang main-main. CLS Knights Surabaya bahkan bertandang ke Hong Kong untuk berlatih tanding dengan tim nasional mereka. Walaupun kemenangan belum bisa diraih oleh CLS Knights, segudang catatan dan pengalaman tentunya menjadi bekal melawan tim-tim di Tanah Air.

Para pemain tim nasional Hong Kong memiliki postur tubuh di atas rata-rata para pemain CLS Knights. Menurut Christofer, Manajer CLS Knights, rata-rata tinggi postur mereka adalah sebesar Agustinus Indrajaya. Hal ini belum lagi didukung oleh kecepatan dan akurasi tembakan yang sangat baik. Kuarter pertama ditutup dengan kedudukan 21- 17 untuk tim nasional Hong Kong.

Dinginnya suhu kota Hong Kong yang mencapai 17 derajat celcius boleh jadi memperlamban permainan anak-anak CLS Knights. Kuarter kedua pun berakhir dengan keunggulan tim naional Hong Kong 35 – 25.

Berkebalikan dengan kondisi para pemain tim nasional Hong Kong yang justru semakin memanas pada kuarter kedua, ketiga, dan terakhir, para pemain CLS Knights justru terlihat sangat cepat kelelahan. Akurasi tembakan-tembakan jitu para pemain tim nasional Hong Kong dari sisi luar ring CLS Knights memperlebar kedudukan akhir pertandingan persahabatan tersebut. Tim Nasional Hong Kong 77 – 45 CLS Knights Surabaya.

Satu hal lagi yang tak akan dilupakan oleh seluruh tim CLS Knights adalah sambutan luar biasa dari Tim Nasional Hong Kong atas kunjungan mereka ke sana. Baik pada saat bertanding maupun penyediaan akomodasi yang sangat luar biasa.

Go CLS Knights!!

(Tulisan ini adalah hasil laporan cerita dari Christofer, Manajer Tim CLS Knights Surabaya.)

Oleh: mainbasket | November 5, 2009

Lagu “Kebangsaan” Kalila (Pelita Jaya) Jakarta 2007

Seru banget nih.. Sempat ada sebuah tim di IBL yang memiliki lagu “kebangsaan”-nya sendiri!

n595185960_2523307_8983

Posting ini ditulis oleh Herdian Mohammad. Pemain Kalila (Pelita Jaya) yang pensiun pada tahun 2008.

Mungkin teman-teman pernah mendengar atau belum sama sekali, pada tahun 2007, Tim IBL, Kalila, yang sekarang berubah menjadi Pelita Jaya pernah membuat lagu Anthem-Kalila di mana semua pemain mengisi lagunya dengan ciri khas vokal masing-masing. Lagu ini sempat disebarkan sebelum babak IBL playoff.

Ide ini berawal dari manajer Kalila yang menceritakan bahwa L.A Lakers di tahun 90an pernah membuat sesuatu konsep yang sama untuk menggunakan lagu mereka sebagai salah satu alat promosi kepada fans Lakers. Nah, kalau yang ini versi Kalila (Pelita Jaya).

Jika teman-teman ingin mengunduh dan mendengarkan lagunya, klik di sini.

Beriukt liriknya:

KALILA JAKARTA 2007 ANTHEM

Intro:

(VERSE 1)

man,

This is the start of a new beginning
writing a new book we gotta fill in’
many more chapters, ‘yes’ we gotta fill
in’, we’re complete, we take wins as our
healing

we’re one team,
we live to play hard
we attack you,
hooping it smart

we have fun,
we ain’t done,
practice daily under the sun

Charles, Harris, Rusta, Samuel
goin hard to da basket too well,
Lucky, Erik, Budi and Happy
they slick you, they move so snappy,
Popo, theres Ronnie, and Ponco
with pull ups that go
let Reza, Yandhi, Yudhi
attack the rim, attack hard and
yes, set them free, uhh…

(Chorus)
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
come on!! – 2x

Kalila Jakarta
Kalila Jakarta (serr…1x)
Kalila Jakarta (serr…1x)
(ndeer..4x)

(VERSE 2)
Samuel:
Tak… tak… tak…
Tem…tem… tem…
Gw botak tapi hitem!!

Harris:
I’m Harris Sogirin,
call me conan from Cicalengka

Happy:
I have a white face like cream
I am the glue of the team

Yudhi:
Everyone calls me Tile
kagak ada hubungan dgn pecel lele

Ponco:
yo yo yo.. gw Ponco
orang bilang gw kayak king kong

Ronnie:
Nama gw rony “Bolo”
di sunter dagang bapao….

Popo:
I’m Popo, what else to say
lookin’at my chest, are you gay?

Yandhi:
Gw Yandhi dah punya anak
suka baca komik, kayak anak-anak

Lucky:
I’m Lucky the oldest member
I bring “winning-attitude” remember

Ali Budi:
I love to pass and drop dimes,
My skills always bring show time.

Hey!!!

(Chorus)
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
come on!! – 2x

Kalila Jakarta
Kalila Jakarta (serr…1x)
Kalila Jakarta (serr…1x)
(ndeer..4x)

(VERSE 3)
Charles:
My name is Charles..
orangnya gampang sakit dan males,

Erik:
I’m Erik with many tattoos
I love women, I will love you

Rusta:
Lo jitak gw akan berontak
muka gw emang kotak

Reza:
Gw latian ampe cape
Mo tanding malah diare

Herdi:
Gw herdi panggil gw Eh-Man
gw rapper yg sering ngamen

(Chorus)
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
Kalila Jakarta
come on!! – 2x

Kalila Jakarta
Kalila Jakarta (serr…1x)
Kalila Jakarta (serr…1x)
(ndeer..4x)

——–

Follow Herdian Mohammad on his twitter :)

Oleh: mainbasket | November 4, 2009

Favorite Basketball Quotes #50

cd92c5a99185af9aef4e8a613775255cbd9fafe4_m

Oleh: mainbasket | November 3, 2009

Baru! Majalah Deteksi Basketball League

IMG0005A

Lengkap sudah. Kini berita dan cerita seputar Deteksi Basketball League pun sudah ada dalam bentuk majalah. Sampul edisi pertama bergambar tiga orang pemain NBA yang pernah main basket bareng anak-anak DBL; Danny Granger, David Lee, dan Kevin Martin.

IMG0007Apotong

Edisi pertama majalah ini menampilkan hampir semua hal yang ingin kalian ketahui tentang DBL. Sejarah, perkembangan, visi, cerita-cerita seru di belakangnya hingga tulisan dari beberapa asisten pelatih NBA yang pernah membagi ilmunya pada DBL Indonesia Development Camp 2009 lalu. Foto gw pun ada! Yay! Love it.

Dari situs resmi DBL tertulis bahwa majalah ini sudah bisa didapatkan di toko-toko buku terdekat (masalah dekat mana, itu gw juga gak tahu). Silahkan dicari, siapa tahu ada foto kalian saat mengikuti ajang DBL di seluruh Indonesia, atau mungkin foto keponakan, kakek, nenek, tetangga, atau mungkin kecengan :D

1700457p

Walau finish di urutan kedua di race kedua di Sirkuit Okayama, Jepang, Minggu (1/11) dan masih menyisakan satu seri laga lagi, pebalap Indonesia, Rio Haryanto dipastikan meraih gelar juara umum Formula BMW Pacific 2009. Rio berpotensi menjadi pebalap pertama Indonesia yang akan ikut trek-trekan di arena Formula 1 nantinya.

Pencapaian Rio bukanlah hal yang mudah. Ia “dikawal” seorang pelatih fisik yang sangat disiplin. Seabreg pola dan paket latihan harus ia jalani setiap hari. salah satu yang pernah gw ketahui dari koran adalah Rio harus berlari setidaknya sejauh 10 km per hari dan berenang menempuh jarak yang juga cukup jauh per hari. Hasilnya? kita akhirnya menyaksikan sendiri.

Rio adalah manusia tercepat di ajang Formula BMW Pacific 2009. Kita bisa dengan mudah mengatakan bahwa kecepatan Rio adalah kecepatan mobilnya, bukan orangnya. Tetapi jangan lupa, semua peserta dibekali mobil yang sama. lalu mengapa Rio bisa lebih cepat? Banyak yang kita –anak basket- harus pelajari dan contoh.

Kata “tercepat” di atas gw garis bawahi karena menurut gw olahraga basket pun mengandalkan kecepatan. Lihat para pemain Singapore Slingers yang mengalahkan Satria Muda Britama di ajang ABL kemarin. Mereka mengandalkan kecepatan dan mampu membuat big man Satria Muda, Theo Little harus istirahat karena tak mampu mengimbangi.

Jika Coach Ito mengatakan dengan nada tinggi bahwa kekalahan kemarin adalah masalah mental, jangan lupa, mental pemain Satria Muda menurun karena mereka kalah cepat!

Singapore Slingers baru saja mempermalukan Satria Muda yang menjadi tamu mereka sore tadi pada lanjutan ajang ASEAN Basketball League. Kedudukan akhir adalah 96 – 72.

251009a_img1

(Theo Little. Foto diambil dari situs resmi ABL)

Permainan cepat anak-anak Slingers benar-benar tidak bisa dipatahkan oleh para pemain Satria Muda. Operan-operan cepat mengalahkan dribel-dribel berlebihan dan penetrasi mubazir yang diperagakan Satria Muda. Mengetahui persentase angka dari hasil menembak yang buruk seharusnya Fictor Roring mencoba strategi lain dalam pola menyerang. Namun tampaknya permainan lamban dari Theo Little yang juga sangat jarang diturunkan memaksa Coach Ito tetap mempertahankan pola menyerang yang lebih sering menunjukkan kemandulan tersebut.

Pertahanan yang sangat buruk dan pola serangan yang payah adalah kesimpulan gw atas pertandingan Satria Muda melawan Slingers tadi sore. Semakin kesal saja rasanya menyaksikan persentase tembakan masuk para pemain Indonesia sangatlah rendah. Semoga menjadi pelajaran tim-tim lain di IBL. Pola menyerang yang tangguh akan terasa memble oleh eksekusi tembakan yang tidak lebih baik daripada orang yang baru belajar main basket satu hari. Peace :)

Oleh: mainbasket | Oktober 31, 2009

Favorite Basketball Quotes #49

8840c0abe67d184498ce2128cda021a65177e7af_m

Oleh: mainbasket | Oktober 30, 2009

Transisi Dua Kota (Mataram-Bandung)

Gak mirip sama sekali dengan transisi dari offense ke defense atau pun sebaliknya. Barangkali agak sedikit serupa ketika kita bermain cepat lalu tiba-tiba melambankan tempo permainan atau pun kebalikannya.

a65a7fd8d9387cee609fbdc9528cdad6da8b3fb2_m

Ini lah yang gw rasakan ketika kembali ke Bandung setelah selama lebih dari sepuluh hari menghabiskan waktu di Mataram, Lombok, NTB. Gw gak banyak kerjaan karena memang ke Lombok demi keperluan mengunjungi keluarga. Waktu terasa tak seburu-buru Bandung. Lama-lama terbawa dan mulai terbiasa.

Namun tiba-tiba hari ini sudah di Bandung lagi. Blah-bloh, buru-buru, setumpuk rencana dan agenda rasanya ingin segera dibereskan. Ada waktu transisi tetapi sangat sempit. Hmm, syukurnya, adaptasi nggak begitu bermasalah.. Hohoo..

Oleh: mainbasket | Oktober 29, 2009

Hoi Hoi Mataram, Tim Basket Gw

Nama timnya rada aneh, “Hoi Hoi”. Diambil dari lirik lagu dangdut yang gak jelas. Para pemain tim ini awalnya adalah orang-orang yang sore hari berkumpul di lapangan basket Lawata, Mataram, untuk membunuh waktu.

Saat gw balik ke Mataram, gw mengunjungi mereka latihan. Sepertinya saat ini mereka jauh lebih serius daripada saat dulu gw masih bermain di sana. Pernah beberapa kali juara provinsi kabarnya.

Sulit mendapatkan foto anggota timnya. Sepenggal foto lapangan dan beberapa anak yang sedang berlatih ini cukup mewakili Hoi Hoi yang ternyata masih menggeliat.

Image038

Oleh: mainbasket | Oktober 27, 2009

Mari Optimis Basket Indonesia!

DBL Indonesia All-Star PERTH

Tinggalkan semua pernyataan-pernyataan banci pengecut yang sering kalian dengar atau bahkan mungkin pernah kalian ungkapkan sendiri saat ngobrol dengan teman-teman kalian;

“Payah nih basket kita.”

“Ah, IBL mah begitu-begitu saja.”

“Selama masih dia-dia saja yang juara, pertandingan IBL nggak akan seru.”

“Main basket? Mau jadi apa?”

***

DBL Indonesia All-Star PERTH

Perhatikan semangat teman-teman DBL Indonesia All Star 2009 yang baru saja mengalahkan tim basket Australia Barat yang membuat bangga diri gw menjadi Orang Indonesia.

Lihat semangat Pelita Jaya Esia Jakarta dan Garuda Flexi Bandung dan juga Nuvo CLS Knights Surabaya dalam menggelar pertandingan amal dalam usaha membantu saudara-saudara kita di Sumatera Barat.

Jangan anggap remeh semangat Nuvo CLS Knights Surabaya yang demi mempersiapkan timnya menghadapi musim kompetisi IBL tahun mendatang, mereka bahkan akan melakukan latih tanding dengan Tim Nasional Hong Kong.

Contoh pula pemuda-pemuda berseragam Satria Muda Britama Jakarta yang membawa nama Indonesia di pentas ASEAN Basketball League.

Dan tentu saja, semangat anak-anak Surabaya dan anak-anak basket seluruh Indonesia yang belajar dengan gigih dan giat di sekolah dan berlatih keras di lapangan agar bisa mengikuti kompetisi DBL dan mengejar gelar juara membanggakan bagi diri sendiri, keluarga, teman-teman, sekolah, daerah, juga bangsa!

Menyingkir saja kalian yang terjangkit virus pesimis!!!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori