Oleh: mainbasket | Juli 9, 2009

Final Four IBL 2009 Akan Sangat Panas!

Garuda n Lolik

Hari Sabtu dan Minggu ini akan menjadi akhir minggu yang menegangkan bagi empat tim teratas IBL 2009 yang akan berlaga di Final Four IBL 2009.

Sejujurnya, agak sulit buat gw untuk bersikap obyektif menyikapi laga empat tim besar ini. Satria Muda jelas tidak akan pernah menganggap remeh siapapun lawannya. Sebaliknya Nuvo CLS Knights sedang dalam puncak performa dan siap melibas siapapun yang berada di jalan mereka menuju puncak. Gw memiliki keyakinan Yayan, Febri, dan kawan-kawan akan memberikan kejutan bagi Faisal dan timnya, yang bukan tidak mungkin justru mempermalukan mereka di Jakarta.

Aura berapi-api Garuda Flexi Bandung sudah mulai dirasakan oleh semua fans-fansnya di setiap pelosok Kota Bandung. Ini belum termasuk penggemar Denny, Mario, Lolik, dan kawan-kawan di kota lain. Optimisme kemenangan serasa telah meliputi GOR C-Tra Arena. Informasi dari orang dalam di IBL mengenai XL Aspac Jakarta yang pada beberapa waktu kemarin menolak jika Final Four IBL 2009 diadakan di Bandung seolah menunjukkan bahwa mereka seperti memiliki nyali yang tipis walau tentu saja mereka akan tetap berusaha sekuat tenaga melawan Garuda di stadion yang dipenuhi Bobotoh Garuda!

Dukung tim favorit kalian! Datang dan saksikan pertempuran besar Final Four IBL 2009 di Sportsmall Kelapa Gading Jakarta dan GOR C-Tra Arena Bandung, 11 dan 12 Juli 2009! Viva IBL!

(Foto oleh Ino)

Twitter me :D

Michael_Jackson_and_President_Bush_2_(cropped)

Michael Joseph Jackson (August 29, 1958 – June 25, 2009)

—–

Di bawah adalah video Michael Jackson mengajarkan Michael Jordan menari dan Jordan mengajarkan Jackson main basket.

4722_89947958214_574388214_1861381_6731817_n

Minus empat hari dari hari-H, panitia penyelenggara IBL baru mengeluarkan jadwal pertandingan IBL Final Four 2009. Ini tentu tidak baik bagi perkembangan IBL di masa-masa mendatang. Jadwal pertandingan seyogyanya telah diketahui oleh publik dan penggemar jauh-jauh hari atau bahkan di awal musim kompetisi. Tapi mau bilang apa, semoga pertandingan-pertandingan Final Four tetap semarak walau tanpa promosi sama sekali.

I love IBL but I also think that this league need to improve their performance!

Jadwal Pertandingan Final Four IBL 2009. (yang kemarin gw hapus karena ada revisi)

Britama Arena, Sportsmall Kelapa Gading, Jakarta

Sabtu, 11 JuLi 2009
15.00: Nuvo CLS Knights Surabaya Vs Satria Muda Britama Jakarta (live)

Minggu, 12 Juli 2009
17.00: Nuvo CLS Knights Surabaya Vs Satria Muda Britama Jakarta (Taping)

GOR C-Tra Arena, Bandung

Sabtu, 11 JuLi 2009
17.00: Garuda Flexi Bandung Vs XL Aspac Jakarta (Taping)

Minggu, 12 JuLi 2009
15:00: Garuda Flexi Bandung Vs XL Aspac Jakarta (live)

(Foto oleh Ino)

Follow me on twitter :D

Oleh: mainbasket | Juli 6, 2009

Ini Dia Para Empat Besar di Final Four IBL 2009

Satria Muda Britama Jakarta

Walau SM adalah kandidat juara, sejujurnya gw sebenarnya sangat tidak ingin melihat mereka kembali menjadi pemuncak liga bola basket Indonesia. Mereka sudah sangat mendominasi. Dan semua orang tahu jika sebuah tim terlalu mendominasi sebuah liga, liga tersebut akan membosankan. Mudah ditebak dan lama-kelamaan akan ditinggalkan oleh para penggemarnya.

Bukan salah SM untuk menjadi sebuah tim yang paling kuat beberapa tahun ini. Di tahun 2009 ini pun, SM adalah kandidat kuat juara. Menurut gw, kualitas para pemain SM sebenarnya tidaklah banyak berbeda dengan pemain tim-tim lain di IBL. Posturnya pun sama-sama saja. Kekompakan tim SM yang diramu oleh Pelatih Fictor Roring barangkali adalah salah satu kunci utamanya. Tim ini sangat padu. Jadi siap-siaplah menerima hasil yang tidak mengejutkan. SM juara lagi.

Nuvo CLS Knights Surabaya

Alasan gw menempatkan CLS di bawah SM bukan karena posisi mereka di klasemen terakhir adalah di bawah SM, tetapi lebih kepada CLS sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai dan akan menghadapi SM di semi final alias Final Four.

Perjalanan CLS di kompetisi reguler tidaklah begitu mulus. Mereka sempat terseok-seok di tengah kompetisi. Seiring hengkangnya Coach Bong dan digantikan oleh Simon Wong penampilan tim berangsur-angsur membaik. Korban pertama mereka adalah Pelita Jaya Esia yang dinahkodai pelati senior Rastafari pada babak play-off di Malang minggu lalu.

Jika penampilan Febri dan Yayan berada pada titik puncak, sangat mungkin CLS mengalahkan SM. Gw rasa ini hanyalah masalah motivasi. Kebanyakan tim IBL sangat overestimate terhadap SM. Semoga CLS tidak begitu!

XL Aspac Jakarta

Inilah tim yang masih sangat mungkin mengambil mahkota juara dari SM. Namun kekuatan Aspac sejak tahun lalu seperti memudar. Tim ini dikalahkan oleh Garuda pada Final Four tahun lalu. Padahal mereka masih diperkuat Andi Batam, Yayan, dan Mario Wuysang.

Kekuatan Aspac seringkali disetarakan dengan Garuda Flexi Bandung. Indikasi kualitas permainan mereka pun diperbandingkan dengan Garuda. Pada pertandingan terakhir Aspac melawan Garuda di GOR C-Tra Arena di seri terakhir yang lalu, kemenangan Aspac atas Garuda seolah menjadi penanda bahwa tim ini mulai bangkit lagi. Yup, mereka masih punya Thoyib, Vinton, Xaverius, dan tentu saja Riko!

3086_69351128214_574388214_1586133_3598085_n

Garuda Flexi Bandung

Garuda adalah harapan fans IBL yang anti mainstream (baca: dominasi SM). Tim Bandung ini bertabur bintang. Tidak salah jika mereka menjadi harapan utama bagi bukan hanya publik Kota Kembang tetapi banyak fans IBL di kota-kota lain.

Kedahsyatan individu Denny Sumargo, Mario Wuysang, Kelly Purwanto, Lolik, Andre Tiara, Aguy, Wiwin, dan kawan-kawan sudah tidak diragukan lagi. Sayang, penampilan mereka sebagai sebuah tim yang kompak masih belum teruji. Kekuatan daya serang mereka sangat menakutkan. Namun kerapuhan pertahanan menjadi keuntungan tim-tim lawan.

Penampilan terakhir Garuda di kandang saat dikalahkan SM dan Aspac membuat fans-nya mulai ragu. Akankah Garuda benar-benar mampu menjadi tumpuan harapan menghajar SM. Hmm, sulit untuk menjawab pertanyaan ini, yang pasti, Garuda tak mungkin tinggal diam setelah dua kekalahan menyakitkan di kandang beberapa waktu lalu.

(Foto oleh Ino)

Kemarin, bersamaan dengan kampanye Pak SBY di Gelora Bung Karno (GBK), tepat di gedung sebelahnya, FX, teman gw Pandji Pragiwaksono meluncurkan album rap keduanya yang bertitel “You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life”. Judul yang cukup panjang untuk dihafalkan buat seseorang yang tidak suka menghafal seperti gw..hehee.

Acara peluncuran album dimulai jam 3 sore dan gw tiba di FX jam 4, yap terlambat 1 jam. Jika saja gw tahu Pak SBY dan teman-temannya mau kumpul-kumpul di GBK, mungkin gw akan cabut dari Bandung lebih awal (sayang gw lg nggak begitu update sama berita politik kita.).

Pandji membawakan beberapa lagu di album barunya bersama beberapa teman (featuring artist) musisi pendukungnya; ada Tompi, J Flo, Tabib Q, salah seorang personil RAN (lupa gw namanya), dll.

Sulit membagi porsi jumlah waktu mana yang lebih banyak antara penampilan Pandji dan “ceramah” yang ia berikan di sela-sela jeda antar lagu. Tetapi menurut gw, ceramah Pandji di sela-sela jeda setiap lagunya sangat-sangat berisi. Jauh lebih berisi daripada slogan “anti neo-lib”-nya Ibu Mega yang saru (Hehee..peace Mega-Bowo!)

Image190

Pada peluncuran album kedua ini, Pandji sangat menaruh perhatian kepada penghargaan hasil kreatifitas seseorang. Pandji beberapa kali mengulang cerita bagaimana seorang temannya (yang enggan ia sebutkan namanya atau mungkin juga fiktif belaka) yang mengetahui proses kreasi dan proses produksi albumnya dengan mudah mengatakan “bagi lagu-lagu lu dong Ndji..”

“Dia tahu bagaimana susahnya gue bikin album ini dan dia dengan mudah bilang begitu. Jika dia bilang gue pelit, seharusnya dia berkaca, dialah yang pelit.” Pandji menuding, sikap kurang menghargai hasil karya orang lain akan menjadi salah satu penyebab mandegnya industri kreatif. Jika setiap orang menghargai proses perjuangan di balik lahirnya sebuah karya, pembajakan terhadap karya seni, ilmiah, dan teknologi, tidak akan sesemarak yang tengah terjadi! (Amen brother. I really thought SBY and his friends and colleagues were supposed to be there listening to your speech.)

Sebagai informasi, setengah dari hasil penjualan album Pandji disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker lewat Community for Children with Cancer (C3).

Pada bulan Oktober tahun lalu gw pernah menulis tentang Sarah Palin, Gubernur negara bagian Alaska, Amerika serikat yang menjadi kandidat calon wakil presiden dari kubu Partai Republik. Judul tulisan gw saat itu adalah “Sarah Palin Calon Wakil Presiden Amerika Serikat Dari Partai Republik Dulu Jago Main Basket“. Tulisan ini mendapat apresiasi positif dari Sarah Palin. Melalui tim kampanyenya saat itu ia sempat mengirim e-mail terima kasih ke gw. Rasanya aneh tapi senang juga.

sarah_palin_05

Kemarin, Sarah Palin tiba-tiba menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Alaska. Publik Amerika Serikat bertanya-tanya mengapa ia melakukan itu. Gw sih nggak peduli. Tetapi yang menarik perhatian gw adalah bagaimana Sarah Palin menganalogikan posisinya dalam ranah politik ibarat seorang point guard dalam permainan basket. Berikut kutipan yang gw ambil dari situs majalah Time hari ini:

“In bowing out as Governor of Alaska, Sarah Palin harkened back to her high school basketball days — although there was no sign of the “Barracuda,” as she was nicknamed for her ability to cut through the opposing team’s offenses. In a hastily called press conference on the eve of a three-day holiday, Palin presented herself as a point guard exhausted by the “full court press from the national level.” The 2008 Republican vice-presidential nominee explained how the metaphorical point guard should respond. “She drives through a full court press, protecting the ball, keeping her head up because she needs to keep her eye on the basket, and she knows exactly when to pass the ball so that the team can win,” Palin said. “And I know when it’s time to pass the ball for victory.” Or take a timeout, as the case may be.”

sarah_palin_03

Selalu menyenangkan mengetahui ada orang lain (banyak orang) yang juga menjadikan main basket sebagai bagian penting dalam hidup mereka sehingga beberapa peristiwa penting tak jarang dimetaforakan dengan kejadian-kejadian di dalam lapangan basket. Sarah Palin salah satunya :D

(Foto dari situs majalah Time)

“Ain’t no mountain high enough. Ain’t no valley low enough. Ain’t no river wide enough.” (Marvin Gaye 1939-1984)

Pada tahu nggak berapa persen anggaran APBN pemerintah kita bagi sektor olah raga di tahun 2008 dan 2009? Hohoo.. tak lebih dari 0,1 persen. Berapa banyakkah 0,1 persen itu? Sekitar 858 milyar rupiah. Tidak lebih banyak dari nilai transfer Christiano Ronaldo dari Manchester United ke Real Madrid. Sedikit sekali. Banyak cabang olah raga langsung ciut untuk melakukan kegiatan-kegiatan begitu melihat besaran tersebut yang harus dibagi-bagikan lagi ke sangat banyak cabang olah raga yang ada di bawah binaan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI).

Farewell Party-Poolside Imperial Ballroom

Namun tidak begitu adanya bagi teman-teman baru gw di Surabaya yang telah membuktikan bahwa selama semua kegiatan yang dilakukan dan dijalankan diliputi passion dan semangat tinggi, tidak ada yang tidak mungkin!

Liga bola basket antar pelajar terbesar di Indonesia, Deteksi Basketball League (DBL), NBA Madness, dan kegiatan-kegiatan basket lain berskala nasional dan internasional adalah karya mereka! Hebat! :)

Usai acara Meet and Greet with David Lee and Miami Heat Dance Team di DBL Arena, seluruh rombongan kembali bergerak menuju Supermal Pakuwon. Hari ini adalah hari terakhir. Miami Heat Dance Team akan berkolaborasi dengan empat orang pemenang Dance Competition yaitu Sherly dan Abiel (keduanya cewe dan sepertinya masih duduk di bangku sekolah dasar) dan juga Andry dan Diego (keduanya cowo dan mungkin sudah SMA).

photo-3 dance collaboration

Lagu Boom Boom Pow oleh Black Eyed Peas yang mengiringi tarian Miami Heat Dancers dan para pemenang Dance Competition benar-benar terngiang-ngiang di kepala gw (bahkan hingga gw tiba di Bandung)! Ketika kolaborasi berlangsung, semuanya berjalan sempurna! Tak ada kesalahan gerakan yang dilakukan oleh keempat pemenang Dance Competition. Mengagumkan! Padahal mereka hanya berlatih kurang dari satu hari.

Cukup banyak rangkaian acara pada hari terakhir ini. Namun selain penampilan kolaborasi Miami Heat Dance Team dengan para pemenang Dance Competition, ada satu lagi yang gw tunggu-tunggu yaitu pelatihan atau coaching clinic yang diberikan oleh David Lee kepada 16 orang anak siswa sekolah dasar. David Lee mengajarkan dasar-dasar dan cara-cara bermain basket yang baik yang diterima dengan sangat antusias oleh para peserta coaching clinic.

Setelah kegiatan coaching clinic selesai, gw mulai berpikir bahwa kegiatan NBA Madness ini sebenarnya bukanlah untuk gw atau orang-orang seumuran gw (yang berumur kepala lima silahkan angkat tangan! Hahaa..). Tetapi lebih kepada generasi yang sangat seumuran Abiel, Sherly, dan anak-anak yang mengikuti coaching clinic.

Begini (hmm, bingung juga gw harus mulai dari mana), ok begini, gw besar dalam sebuah lingkungan dan budaya pendidikan di mana seorang anak yang pintar dan dikatakan cerdas adalah mereka yang berprestasi dan mendapatkan nilai-nilai bagus pada mata pelajaran Matematika dan IPA. Mereka yang nilai Matematika dan IPA-nya pas-pasan seperti gw akan dicap sebagai seorang anak yang (hmm..) tidak terlalu pintar.

photo-5 coaching clinic

Hasilnya, walau kata hati dan minat gw sebenarnya tidak begitu besar pada mata pelajaran-mata pelajaran tersebut, karena ingin dikatakan sebagai anak pintar, tidak mengecewakan orang tua, dan membanggakan keluarga, maka gw harus belajar ekstra keras agar nilai-nilai Matematika dan IPA gw tidak jeblok. (Jika dulu gw jago Matematika dan atau IPA, gw sekarang mungkin sudah rajin menulis di jurnal-jurnal sains dan teknologi internasional..Hehee). Gw rasa, banyak anak yang nilai-nilainya bagus pada Matematika dan IPA padahal sebenarnya mereka kurang menikmati proses mempelajarinya.

Jago menggambar bukanlah anak pintar. Lincah berolah-raga bukanlah anak pintar. Merdu bernyanyi atau mengaji bukanlah anak pintar. Gemulai menari bukanlah anak pintar. Piawai bermain instrumen musik bukanlah anak pintar. Rajin bertanya malah disangka otak udang alias bloon. Sekali lagi, anak pintar adalah yang nilai-nilai Matematika dan IPA-nya bagus! (Bahasa Inggris juga!).

NBA Madness Surabaya 2009 seharusnya bisa membuka mata para orang tua atau orang-orang dewasa mengenai hal ini. Jika tolok ukurnya adalah materi, seorang pemain basket seperti David Lee mampu menghasilkan puluhan milyar rupiah pertahun hanya dari bermain basket, belum termasuk pendapukan (endorsement) dari produk-produk terkait. Begitu pula dengan para penari dari Miami Heat, mereka semua berkesempatan berkeliling dunia hanya dari kegiatan menari! Kembali lagi, jika tolok ukurnya adalah materi, seorang anak pintar menurut kaca mata budaya pendidikan kita yang karirnya berakhir sebagai seorang pegawai negeri sipil atau pegawai perusahaan swasta belum tentu bisa seperti David Lee dan Miami Heat Dancers. Jika yang menjadi ukuran adalah kepuasan, olah-raga dan kesenian adalah rajanya. Berkarya dan berkompetisi memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggelutnya.

Eh, pada mengerti kan maksud gw? Hahaa..

(Foto-foto dari Jawa Pos)

Hari pertama gw di Surabaya sekaligus menyaksikan hari kedua terakhir NBA Madness Surabaya 2009 benar-benar menyenangkan. Kota Bung Tomo ini meninggalkan impresi pertama yang tak terlupakan; Miami Heat Dance Team, David Lee, kegiatan-kegiatan seru lainnya, VIP party, dan tentu saja Agnes Monica! Hahaa..

Saat sarapan pagi bersama Rio (Seorang teman dari DBL yang kerjanya ngegodain cewe yang lagi sarapan..Hahaa), gw gusar membayangkan akankah hari kedua ini lebih keren daripada hari pertama kemarin? Miami Heat Dance Team dan David Lee akan menuju DBL Arena dalam rangka acara Meet and Greet bersama Honda. Kegusaran gw terjawab, hari ini akan lebih keren daripada kemarin! Karena? Lagi-lagi karena di dalam bis ada Jackie, Jenny, Kristine, Maddy, Sarah, dan Shea! Yuhhuuu!

in the bus with the dancers

Saling menguntungkan

Kapan terakhir kali para pemain tim-tim IBL menyapa penggemarnya di luar kegiatan kompetisi? Pernah memang, tapi gw nggak ingat kapan. Garuda Flexi Bandung pernah mengadakan semacam pelatihan untuk siswa sekolah di JAKARTA! Satria Muda Britama Jakarta pun pernah melakukan hal serupa. Bagaimana dengan tim-tim IBL yang lain? Gw hampir tidak pernah mendengar kabar cerita tentang kegiatan-kegiatan seperti itu.

Kunjungan David Lee dan Miami Heat Dance Team ke DBL Arena adalah dalam rangka bertemu orang-orang yang secara tidak langsung maupun langsung mendukung kedatangan mereka ke Surabaya. Sebuah pameran simbiosis mutualisme yang sangat apik. Jangan tanyakan bagaimana reaksi para peserta dari kru Honda yang hadir atau kegirangan David Lee, keduanya bahagia dan diuntungkan.

photo-9

Ayo IBL, mulailah berpikir dan melakukan kegiatan yang kurang lebih sama. Meet and greet, blah..blah..cares, atau apapun namanya yang penting ujung dari kegiatan tersebut adalah terangkatnya citra semua pihak, kepuasan dan kedekatan para penggemar dan pemain yang semakin akrab, kompetisi yang semakin ramai, simpati yang meningkat dan keuntungan-keuntungan yang lain.

Setahu gw, sepak bola Indonesia tidak melakukan ini. Bulu tangkis juga tidak. Jangan ikuti mereka karena bola basket berbeda!

(Foto kedua dari Jawa Pos)

Oleh: mainbasket | Juli 1, 2009

Favorite Basketball Quotes #35

Image134

I took the picture inside the DBL Arena :)

Image148

“NBA Madness sangat bagus. Acara-acaranya sangat menarik. Bikin orang-orang interest banget.”
Angga. Nuvo CLS Knights Surabaya.

Image151

“NBA Madness is craaazzzy. The fans in Surabaya are amazing. I’m excited to be here. I am glad NBA comes here and do something in Surabaya.”
Mario Wuysang. Garuda Flexi Bandung.

Image157

“Ini pertama di Indonesia dan tahun-tahun selanjutnya harus ada lagi. Ini adalah ajang pembelajaran buat anak-anak muda tentang bagaimana teknik bermain basket dan banyak sekali yang bisa dipetik dari event ini. Mudah-mudahan NBA bakal booming lagi di tahun-tahun ke depannya.”
Didan. Presenter.

Image158

“Keren sekali dan baru pertama dilaksanakan langsung di Kota Surabaya tercinta.”
Andre Samudra. SMU 1 Sidoarjo.

Image159

“Acara ini bagus banget untuk perkembangan bola basket bukan hanya di Kota Surabaya tapi juga di kota-kota yang lain.”
Agustinus Dapas Sigar. Garuda Flexi Bandung.

Image160

“Luar biasa, seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Selama ini impian saya adalah menari dengan penari-penari profesional seperti mereka (Miami Heat Dance Team) dan sekarang sudah tercapai. Terima kasih untuk NBA Madness. Sarah (anggota Miami Heat Dance Team) paling cantik.”
Diego Valentino. Salah satu pemenang kontes dance yang akhirnya tampil bersama Miami Heat Dance Team di NBA Madness Surabaya 2009.

Image162

“Ini suatu sejarah baru buat Indonesia bisa menampilkan NBA Madness. Kalau melihat hari ini dari 4 Juni sampai 28 Juni saya lihat luar biasa. Mudah-mudahan semangatnya tidak hanya ada di Surabaya tapi seluruh Indonesia, sehingga basket Indonesia memiliki semangat yang selalu ingin maju melebihi apa yang ada sekarang. Terima kasih untuk NBA Madness. Mudah-mudahan tahun depan lebih baik lagi.”
Ibu Noviantika. Ketua Umum Perbasi.

Siapa tak tahu Agnes Monica? Gw tahu Agnes Monica. Tapi gak begitu suka dengan lagu-lagunya. Suaranya bagus, namun terkadang kegemarannya memainkan pita suaranya yang indah terdengar berlebihan. Seolah ingin menunjukkan ke orang lain “Lu bisa nggak nyanyi kayak gw?” Gw sih pasti bisa nyanyi seperti Agnes, tapi mungkin orang yang mendengarkannya gak akan begitu suka..hohoo :P.

NBA MADNESS VIP PARTY

Malam setelah rangkaian kegiatan NBA Madness di Supermal Pakuwon usai, diadakan VIP Party di..(waduh gak inget gw nama tempatnya!). Acara ini lebih banyak berisi ramah-tamah antara David Lee, Miami Heat Dance Team, kru/panitia, dengan para pendukung kegiatan NBA Madness Surabaya 2009. Ada dua rangkaian acara di dua ruangan berbeda. Acara pertama adalah makan malam bersama sekaligus foto-foto bersama antara David Lee, Miami Heat Dance Team dengan para undangan. Setelah beres, acara dilanjutkan di ruangan kedua yang jauh lebih besar dengan sebuah panggung megah di bagian depan.

Pasca beberapa seremonial di atas panggung, Agnes Monica menghibur semua hadirin dengan suara emas dan goyangan para dancer-nya yang enerjik! Ok, gw gak begitu suka Agnes, tetapi aksi panggungnya menjadi sesuatu yang berbeda. Suaranya yang saru karena tata suara yang gak begitu bagus menolong gw. Namun sinkronisasi gerakannya bersama para dancer gak mampu menahan decak kagum gw.

Puncaknya adalah ketika Agnes Monica dan dancer-nya berkolaborasi dengan Miami Heat Dancer. Dua grup penari modern profesional bergabung dalam satu panggung! Miami Heat Dancers menunjukkan bahwa raihan The Best Dance Team in NBA selama empat tahun berturut-turut bukanlah sesuatu hal main-main.

Sangat berkesan penampilan Agnes bersama Miami Heat Dancers. Acara semakin ramai ketika Agnes mengajak Maddy (salah seorang anggota Miami Heat Dance Team) dan Mario Wuysang untuk bernyanyi bersama melantunkan potongan lirik “Janji..janji..”. Gw semakin bersyukur, ternyata masih banyak orang-orang yang suaranya lebih buruk daripada gw.. Hahaa.

The party was awesome!

(Foto dari Jawa Pos)

Pertama kali memulai blog ini tanpa ragu gw menuliskan salah satu mimpi gw untuk menjadi tag line blog ini, “Indonesia Jawara Basket Dunia!”. Ada beberapa komentar di blog ini yang menyatakan bahwa mimpi gw sedikit berlebihan. “Kita pasti kalah body! Realistis saja!” demikian komentar beberapa orang yang sinis dan pesimis.

photo-6

Di Asia Tenggara, kita masih selalu ada di bawah bayang-bayang Filipina. Namun begitu mengikuti perkembangan SEABA Championship for Men di Medan beberapa waktu lalu, gw mulai berpikir bahwa mengalahkan Filipina sebenarnya bukanlah hal yang terlalu sulit.

Nah, ketika pertama kali melihat pemain NBA secara langsung -David Lee, gw seperti kembali tersadarkan, “orang ini memiliki postur yang hampir sama dengan Hendrik, Wiwin, dan banyak pemain IBL lain. Max Yanto bahkan lebih besar!” Jadi gw rasa body bukanlah sebuah masalah seharusnya!

“Jangan pernah mengganti tag line blog-mu Dan.” begitu ungkap Mas Azrul Ananda dalam salah satu obrolan dengan gw.

(Foto dari Jawa Pos)

Baca juga hasil wawancara eksklusif gw dengan David Lee!

“Mau ke Surabaya lu? Panas pisan siah (panas banget)..” kata teman gw kala mengetahui gw akan ke Surabaya dalam waktu dekat.

Reputasi Surabaya sebagai salah satu kota yang bercuaca panas nampaknya sudah terkenal di mana-mana. Bahkan di kalangan orang-orang yang belum pernah ke Surabaya sekalipun. Jika panas menjadi alasan gw untuk tidak mengunjungi sebuah kota, maka gw gak akan pernah punya mimpi untuk mengunjungi, Kairo, Phoenix, Miami, Jerusalem, bahkan Mekah dan Madinah. Memalukan buat seseorang yang lahir dan besar di Mataram, Lombok untuk sok-sok takut sama panas. Hehee.. :P

photo-5

Daya tarik NBA Madness Surabaya 2009 membuat tak satupun godaan mampu menghalangi gw untuk segera ke Kota Pahlawan. Sabtu pagi 27 Juni, gw tiba di Stasiun Keretapi Gubeng Surabaya. Langsung meluncur ke Hotel Tunjungan dan bertemu beberapa teman panitia di sana. Tidak berlama-lama, kita semua lalu berangkat menjemput David Lee dan Miami Heat Dance Team ke Hotel Sheraton yang berjarak kurang lebih 300 meter dari Hotel Tunjungan.

Petualangan Dimulai

Setelah semuanya siap, David Lee, Miami Heat Dance Team dan rombongan panitia bergerak menuju Supermal Pakuwon. David Lee bersama rombongannya menumpang mobil van hitam mewah di depan, sedangkan gw bersama teman-teman gw, Aziz dan Melicia, naik bis. Gak ada suara musik di dalam bis, namun di kepala gw Will Smith seolah sedang berceloteh hip-hop “Miami// south beach bringin’ the heat// can you all feel that// can you all feel that//…I only came for two days of playing// But everytime I come I always wind up stayin// This the type of town I could spend a few days in// Miami the city that keeps the roof blazin// Welcome to Miami// Buenvenidos a Miami//” (Miami. Will Smith).. Apa pasal? Gw satu bis sama Miami Heat Dancers!!! Lirik rap Will Smith serasa pas! Dua hari di Miami (Hmm..Surabaya) bersama Miami Heat Dancers.

Agenda Miami Heat Dancers hari itu adalah memilih dua orang dari anggota-anggota lima grup finlais Dance Competition untuk tampil berkolaborasi bersama mereka pada hari Minggu besoknya. Menakjubkan bagaimana para peserta yang berjumlah lebih dari 20 orang itu dengan mudah mengikuti dan menghafalkan gerakan-gerakan yang diajarkan oleh Miami Heat Dancers.

Sherly, Abiel, Andry dan Diego akhirnya terpilih untuk berkolaborasi bersama Miami Heat Dancers pada hari Minggu. Bukan hanya kelincahan dan kemampuan menghafalkan gerak dalam waktu yang sangat singkat yang membuat empat anak-anak muda ini terpilih (tadinya Miami Heat Dancers berencana hanya emilih dua orang saja), namun gairah alias passion mereka menunjukkan bahwa mereka memang layak. Sangat layak!

Salut!

(Foto dari Jawa Pos)

Di tengah padatnya kegiatan hari-hari terakhir NBA Madness di Surabaya, David Lee menerima gw dengan ramah untuk sedikit ngobrol tentang main basket di DBL Arena Surabaya.

photo-4

Mengagumkan bagaimana David Lee menekankan betapa belajar merupakan hal terpenting dalam hidup jika kita ingin selalu jago dalam dunia main basket dan atau juga meraih cita-cita dalam hidup.
(Nggak ngerti bahasa Inggris? Makanya belajar! Atau setidaknya mulai bertanya kepada yang lebih tahu; teman, guru, buku, atau Google.)

What was your dream when you were a kid?

I always really enjoy sport. I didn’t know that I was definetelly wanna play basketball. You know my hero is Michael Jordan and I still watch him play a couple of times. But I guess I didn’t have any until highschool that I really knew that I want to be a basketball player.

Who’s your favorite player ever?

Michael Jordan for sure. You know, I grew up in St. Louis which is about three or four hours drive from Chicago and Michael Jordan was with the Bulls, and we used to go up there and watch him two times or three times a year when I was a little, he is my hero.

Who’s the best player in the league now? Why him?

I have to say Kobe Bryant or LeBron James. But probably Kobe right now, but LeBron is younger, in the next couple of years he’ll be the best.

Who is the most inspiring person in your life?

Hmm, it’s a good question. I just think anyone that works hard in what they do, no matter what it is. My parents definetely are the biggest influence and my family. But all, anybody that works hard in what they do, no matter what it is.

When was the first time you playing basketball?

When I was really little, about three or four year old. I just travelled a little minute to the hoop and played all the time. Who taught you? My dad. My dad and I was playing a lot.

What is the most important thing to learn to improve your skill in basketball?

Well I think it’s putting in the time in the effort. I think it’s just the hard work is the most important because you can get better in any part of basketball.

What is the best thing basketball has teach you so far?

I think basketball teaches me how to be competitive. That’s a huge part of anything you do in your life. If you were competitive you could go through of anything.

What is your best moment in basketball?

I think winning the MVP at the rookie-sophomore game. And then I had a tipping in at a buzzer to win a game in The Garden. That was two years ago, that was a pretty cool feeling. It was New York against Charlotte.

What is your favorite book?

I don’t have a favorite book. I’m not a big reader..hahaa. I don’t read that much. But I read magazines.

Any messages for Indonesian youth?

I’ve seen a lot of enthusiasm for the game of the basketball and it seems a lot of people are very happy over here. Keep continue to learn whether it’d be about basketball or anything else and put in time in the effort and you will get better in whatever you decide is important. It will keep you go along the way.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori