Oleh: mainbasket | Februari 10, 2010

IBL 2010 Mulai September, Kelamaan?

Di tengah rasa rindu yang menggelora menyaksikan kekuatan basket nasional saling beradu, September bagi gw terasa masih sangat lama.

Bukan hanya gw yang merasa bahwa gelaran basket tertinggi di Indonesia ini masih sangat lama. Interaksi via twitter yang selalu terasa heboh bila bahan pembicaraan yang diangkat adalah masalah Indonesian Basketball League (IBL), tim, para pemain, maupun hal-hal yang berkait dengannya mengindikasikan bahwa menyantap IBL adalah keinginan yang sudah tak bisa dibendung lagi.

Namun saat berbicara dengan promotor yang baru, Development Basketball League (DBL), setidaknya ada tiga alasan mengapa IBL memang sebaiknya dimulai pada bulan September;

1. Memulai dari awal kembali

Pergelaran IBL harus di-”reset” lagi. Banyak hal yang harus dibenahi untuk mendapatkan kualitas liga yang lebih bermutu. Baik bagi penonton maupun bagi tim-tim yang berlaga. Langkah mantap dari awal ini menyangkut hal-hal misalnya; pencarian sponsor baru, regulasi penyelenggaraan yang lebih profesional, dan lain-lain.

2. Menyesuaikan dengan jadwal liga-liga basket dunia

Akhir tahun dan awal tahun adalah jadwal umum dari banyak liga basket di dunia, termasuk NBA. Hal ini dilakukan agar jika nantinya akan ada kejuaraan yang bersifat internasional (Olimpiade atau kejuaraan dunia) tidak terjadi benturan jadwal antara liga domestik dengan kejuaraan regional atau internasional.

3. Kesempatan untuk mempersiapkan diri agar tim lebih solid dan matang

Liga utama memang baru akan dimulai September, tetapi bukan berarti tim-tim IBL akan nganggur. Akan ada ajang seperti Gubernur DKI Cup dan Turnamen IBL yang akan diadakan sebelum September. Persiapan ini akan membawa kesegaran dan kejutan bagi IBL 2010. Dan semoga tidak begitu-begitu saja :)

Oleh: mainbasket | Februari 9, 2010

Favorite Basketball Quotes #58

:)

Oleh: mainbasket | Februari 9, 2010

Untuk Pelatih Garuda Bandung yang Baru

Seharian nggak ngecek twitter. Pas tadi periksa, ada satu tweet menarik dari Garuda Bandung, “Garuda is recruiting a new coach”

Aha! Menarik. Walau belum ada konfirmasi siapakah pengganti Raoul Miguel Hadinoto setidaknya akan ada yang baru dari Garuda pada musim kompetisi yang kemungkinan akan dimulai bulan September nanti.

Buat gw, siapapun pelatih Garuda tak masalah selama mampu memenuhi beberapa kriteria berikut;

1. Tegas dan berwibawa!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Garuda adalah sebuah tim bertabur pemain bintang namun terasa kurang padu. Katanya, ketidakpaduan ini disebabkan oleh ego masing-masing pemain yang cukup tinggi. Pelatih baru harus mampu mengendalikan gejolak ini dan membawa setiap pemain untuk lebih mengutamakan kepentingan bersama di atas kemauan individu.

2. Maksimalkan kemampuan individu untuk tim yang lebih dahsyat!

Kebayang kan kalau seorang Mario Wuysang bermain pada puncak performanya, Denny Sumargo dengan sepenuh hati, Andre Tiara segila-gilanya, Aguy bermain dahsyat, dan begitu juga semua anggota tim yang lain. Garuda tak akan terbendung!

3. Bukukan kemenangan, raih juara!

Apalagi yang diinginkan? Kemenangan dan juara! Pelatih baru Garuda harus-harus-harus bisa membawa Garuda juara. Titik!

Semoga segera ada kabar mengenai pelatih baru Garuda nantinya :)

Oleh: mainbasket | Februari 7, 2010

Satria Muda (86) Membunuh Ambisi Slingers (76)!

Tadi malam gw bertemu Pandji dan Richard “Nsane” di Bandung. Kita ngobrol meramalkan akan seperti apa pertandingan antara Satria Muda Jakarta melawan Singapore Slingers esok hari. Kita bertiga yakin, Satria Muda akan menang.

Optimisme Satria Muda langsung terbangun ketika Amin Prihantono melesakkan tikaman 3 angka membuka keunggulan Satria Muda atas Slingers di kuarter 1. Amin Prihantono kembali menambah angka melalui freethrow menjadi 5 – 0 untuk keunggulan Satria Muda.

Kuarter 1 berjalan ketat karena Slingers bermain dengan cukup rapih. Kuarter ini ditutup dengan keunggulan Slingers 22 – 19.

Membuka kuarter 2, point guard Slingers, Al Vergara memberi contoh bermain basket yang sangat-sangat buruk. Awalnya terlihat Nakiea Miller berusaha memburu Vergara sehingga Nakiea dianggap melakukan pelanggaran. Namun melalui tayangan ulang jelas terlihat, Al Vergara memukul dengan sengaja “itu”-nya Nakiea :P

Beberapa menit kemudian, forward Slingers, Pacman melakukan foul yang sangat keras terhadap Roni Gunawan. Slingers mulai terlihat putus asa. Kuarter 2 ditutup untuk keunggulan Satria Muda 47 – 42 Slingers.

Slingers sempat memimpin hingga 7 angka pada kuarter 3. Perlawanan tak kenal lelah para pemain Satria Muda membuktikan bahwa “pantang menyerah” adalah semangat mereka sore itu. Aksi no look pass Hartman yang diakhiri slam dunk Nakiea mengangkat mental anak-anak Satria Muda. Nakiea menyegel kuarter 3 dengan tembakan buzzer beater dan membuat kedudukan sama 62.

Kuarter 4 jelas menjadi milik Satria Muda. Slingers melakukan lebih dari 5 kali turnovers pada menit-menit awal kuarter ini sementar Satria Muda rajin mengoleksi angka. Mario Wuysang, Nakiea Miller, dan Alex Hartman jelas menjadi panglima kuarter 4 ini. Satria Muda menang dengan usaha bak serdadu! Satria Muda 86 – 76 Slingers.

Satria Muda Britama akan bertemu Philippine Patriots di final pertama ASEAN Basketball League.

Selamat :)

Lihat prediksi gw dengan Pandji tentang pertandingan ini di MainbasketTV

Oleh: mainbasket | Februari 7, 2010

First Show of MainbasketTV

Oleh: mainbasket | Februari 6, 2010

Pembukaan DBL Bandung Dihadiri Wakil NBA!

Walau tidak lagi diadakan di GOR C-Tra Arena (kecuali final) seperti tahun lalu, pembukaan Development Basketball Indonesia (DBL) Bandung berlangsung sangat meriah.

Dua sisi tribun penonton GOR Padjadjaran terisi penuh dan semakin sore semakin terus bertambah. Antrian penonton yang antri untuk menyaksikan pertandingan sekolahnya pun tak putus-putus. Pembukaan DBL tahun 2010 ini lebih ramai daripada tahun 2009 lalu.

Pembukaan DBL Bandung terhitung istimewa. Selain dihadiri oleh gw (yang memang cuman bisa hadir di pembukaan Bandung..hehee :P), seorang wakil dari NBA juga ikut menyaksikan gelaran heboh ini.

Edward Winkle, senior director business development and marketing partnership NBA Asia, bahkan ikut tampil di tengah lapangan saat seremoni pengumandangan lagu Indonesia Raya. “Saya sudah sering mendengar mengenai kehebohan pertandingan DBL dari teman-teman di NBA, saya juga pernah menyaksikan video DBL. Tapi, apa yang saya lihat secara langsung tadi di atas ekspektasi saya,” ujar Ed.

Nah, gw rasa tugas Edward Winkle selanjutnya adalah menceritakan pengalamannya kepada Kobe dan LeBron atau bahkan Jordan agar juga mau nonton DBL langsung di Indonesia. Setuju?

DBL selalu bikin gw takjub. Hari ini hingga final tanggal 20 Februari nanti, akan selalu gw pantengin :) Sampai ketemu di GOR Padjadjaran guys :)

Oleh: mainbasket | Februari 6, 2010

Obrolan Kecil dengan Fan Singapore Slingers

Obrolan ini terjadi melalui komentar yang gw bubuhi pada salah satu tulisan mereka di blog singaporeslingersblog.wordpress.com. Tag line blog ini cukup keren, “The #1 Slinger Fan Blog”.

Obrolan ini awalnya gw rasa sudah akan menjurus caci-mencaci, namun segera gw belokkan ke arah yang lebih menyenangkan. Sekarang (kayaknya) gw dan fan Slingers ini sudah temenan.

Ada baiknya, membaca terlebih dulu, tulisan yang gw komentari di sini.

Mainbasket:

This interview is a beautiful joke. Nice try :)

The Slinger Blogger:

really… did it make you laugh? Haha…. are you just puzzled why we can do such an interview? I take what you say as a compliment for the work that we had done… peace man….

Mainbasket:

I like this blog. This is one of the good things fans should do for their favorite team. My favorite team is actually Garuda Bandung. We ended up third place in Indonesian Basketball League 2009. Satria Muda was the champion. In this ABL I’ve no choice but to support Satria Muda, they represent the country. Last year, Garuda played against Slingers in Medan, Indonesia. Fortunately, we won :) Good to know you guys, Slingers fan. If you’d like to see my blog, here’s the address: http://mainbasket.wordpress.com/ It’s in Bahasa Indonesia. It’s all about Garuda Bandung and Indonesian basketball. Peace man :)

The Slinger Blogger:

Hey mainbasket,
As I always say, I love friendly sporting rivalry. At the end of the day, Sports (and basketball in this case) should bring all fans closer. You can support your SM while I go for my Slingers, but at the end of the day, Basketball wins =) Will put up a link on the blog to your page =) Any plans that Garuda Bandung be going to join the ABL any sooner? Let’s not act like some immature fans and go around taunting people online. I hate computer heroes and continue to stand by this notion – cos if they are really unhappy, I would not mind meeting them over a cuppa to hear what they are unhappy they are. ~What happens in the basketball court, remains there~ Peace man.

Mainbasket:

I believe Garuda Bandung will join the ABL soon. This time, let’s focus on the upcoming game. Watch out, Satria Muda will come tougher than the 2nd game. Go SM! ~What happens in the basketball court, remains there~, couldn’t be more agree :)
Respect to all Slingers fans.

The Slinger Blogger:

Cool… Cheers! Aniwae, your link up on da blog =)

#MomentkerenSM adalah topik bahasan teman-teman twitter yang menyaksikan pertandingan seru saat Satria Muda Britama Jakarta mengalahkan Singpore Slingers dua hari lalu. Beberapa tweet gak gw masukin karena memang mengangkat #momentkerenSM yang sama.

@nsane11 #momenkerenSM saat @RoeDubb ‘clear da board’ di antara dua center raksasa Slingers .. :)

@nsane11 #momenkerenSM saat simbol jersey Wahyu Widayat Jati tergantung di Britama Arena

@nsane11 #momenkerenSM saat @pandji berdiri & teriak IN-DO-NE-SIA .. :)

@adjiedewangga ga tau kenapa, pas pemanggilan pemain @SMBritAma itu keren abis. Bisa bikin nyali lawan ciut dulua

@pandji #MomenKerenSM waktu Hartman drive baseline, kehalang 2 org, lalu berputar diudara, behind the back pass ke Nakiea.. :)

@madi_ndut #momenkerenSM saat Nakiea teriak “THIS IS MY HOUSE” dan meLakukan Dunk.. :D

@madi_ndut #momenkerenSM saat Nakiea membLok Lay-up n underRing si Jeffers.. :)

@nsane11 #momenkerenSM when @Kiablood43 got da rebound, pass to @RoeDubb & continue it pass to Youbel & hit da basket for an easy two :)

Ada sebuah insiden kecil yang terjadi antara Nakiea Miller (Satria Muda Britama Jakarta) dengan fans Singapore Slingers saat game 1 Final Four ASEAN Basketball League (ABL) tanggal 31 Januari lalu yang kayaknya tidak begitu heboh di dalam negeri.

Begini kurang lebih kejadiannya (menurut RedHoops),

Ketika mendapatkan fouled out di kuarter ke 4 game tersebut, seorang fan Slingers meneriaki Nakiea “Don’t cry!” Rupanya teriakan fan tersebut ditanggapi Nakiea (mungkin sedikit emosional) dengan kalimat “I’m going to get you after the game.”

Balasan Nakiea disahut kembali oleh fan Slingers tersebut dengan “Come find me at Geylang with all the chicks.” (Geylang adalah tempat “remang-remang” di Singapura.) Sontak beberapa fans Slingers yang mendengar balasan terhadap Nakiea tersebut tertawa.

Perselisihan antara Nakiea dan fan Slingers itu berlanjut panjang hingga ke facebook dan membawa Alex Hartman ikut angkat bicara membela rekan setimnya. Banyak yang menilai bahwa kelakuan fan Slingers terhadap Nakiea itu tidak pantas. Namun banyak pula yang menyatakan bahwa tindakan fan itu masih wajar. Nakiea sendiri memakluminya.

Apakah tindakan fan Slingers itu berlebihan?

Silahkan datang ke Bandung untuk menyaksikan pertandingan Satria Muda atau Aspac saat menghadapi tim kebanggaan Kota Kembang, Garuda Bandung. Kata-kata fan Slingers itu akan menjadi seolah tak ada apa-apanya.

Jika pada game itu, Nakiea yang “menantang” penonton, di Bandung, penonton lah yang mengintimidasi pemain dengan kata-kata “Gw tunggu lu di luar habis pertandingan!”

Tanyakan kepada Faisal yang kerap dikatai “An#**g” oleh ribuan pendukung Garuda di GOR C-Tra Arena atau Coach Cecep Aspac yang selalu mendapat teriakan “kampungan!” di kandang Garuda, lalu kembali bandingkan dengan perlakuan fan Slingers terhadap Nakiea. Rasanya Nakiea harus berguru kepada Faisal dalam menghadapi intimidasi fans tuan rumah.

Lalu apakah kelakuan fans Slingers itu berlebihan? Buat gw, yup berlebihan. Namun begitulah fans. Tak mudah dikendalikan. Benarkah tak mudah dikendalikan? Rasanya iya :)

Gw merasakan sendiri pengalaman ini. Gw adalah fan Garuda Bandung. Sudah beberapa tahun ini, gw selalu menyaksikan pertandingan kandang Garuda melawan tim apapun. Teriakan dukungan bagi Garuda dan atau lecehan terhadap tim lawan sudah tak terhitung termuntahkan menjadi sampah yang keluar dari mulut gw. Akibatnya? Wah, cukup banyak akibatnya.

Melalui blog ini teriakan gw berlanjut nggak hanya sebatas pertandingan saja. Gw melanjutkan teriakan gw, kapan saja gw mau. Banyak orang mulai mengenal gw sebagai fan berat Garuda. Terutama lewat tulisan-tulisan awal di blog ini yang memang sangat Garuda banget. Mereka bahkan protes bahwa gw terlalu Garuda di dalam blog yang seharusnya (menurut pembaca) netral ini. Hmm, gw memang sengaja melakukannya karena memang gw cinta Garuda. Garuda ada di dada gw!

Tetapi…

Menjadi fan berat Garuda membawa gw merasakan banyak pengalaman menyenangkan. Dikenal oleh beberapa pemain Garuda salah satunya. Ini mengesankan buat gw. Tetapi juga, menjadi fan Garuda juga membawa gw ke arah konsekuensi menjadi seorang fan yang mungkin dicap sebagai fan berat yang terlalu fanatik.

Saat pertandingan antara Garuda melawan Aspac pada Turnamen IBL 2009 lalu, salah seorang ofisial Aspac mengajak gw untuk berkelahi di luar GOR C-Tra. Dia tersinggung karena kata-kata dukungan gw terhadap Garuda dianggapnya menghina Aspac. Dalam salah satu tulisan di blog ini juga, seorang pembaca memberikan komentar (kurang lebih) “lu mau dibikin mampus sama orang Malang?” Komentar ini terkait tulisan gw yang mengkritisi logo Bima Sakti Malang. Dan masih banyak komentar lain yang memerintahkan gw untuk tenang dan tidak berlebihan dalam mendukung Garuda.

Terkait komentar-komentar pembaca blog ini yang menganggap tendensi gw terhadap Garuda terlalu berlebihan, Azrul Ananda, teman gw di Surabaya mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena pembaca blog ini sangatlah beragam, tak sebatas pendukung Garuda saja. Gw sadar itu.

IBL butuh lebih banyak lagi fans yang keras kepala!

..namun cerdas dan tahu diri. Mengerti cara mendukung tim favorit dengan cara beradab dan tahu tata krama. Lalu apakah itu artinya gw mengatakan ribuan fans Garuda yang mengatakan “An#**g” kepada Faisal atau “kampungan!” kepada Coach Cecep itu tidak benar? Hehee, kebenaran belum tentu kebenaran walau ia diamini oleh banyak orang. Bagi gw, kelakuan fans Garuda itu memang di luar batas.

Fans yang keras kepala akan mendukung tim favoritnya dalam keadaan tim tersebut bermain baik ataupun buruk. Fans keras kepala memberi masukan kepada kekurangan-kekurangan tim dan ikut berbahagia atas kesuksesan tim. Fans keras kepala memberi dukungan dalam berbagai bentuk kreatif yang mampu memompa semangat tim favoritnya.

Sebagai “pemain ke-6″ di dalam tim,

fans adalah pemain inti yang setia, super setia! Jarang kita mendengar ada fans tim sebuah kota berpindah memberi dukungan terhadap tim lain. Fans adalah pemain yang setia. Lima pemain lainnya di dalam tim setia terbatas hanya berdasarkan kontrak kerja saja (Walau tentunya sangat membuka kemungkinan kesetiaan dalam hati juga terpatri pada diri beberapa orang pemain).

Pemain ke-6 inilah yang memberikan home court advantage, alias keuntungan sebagai tuan rumah. Kemenangan Satria Muda atas Slingers tadi malam tak bisa disanggah karena Satria Muda bermain dengan “enam” pemain! Satria Muda harus berterima kasih kepada pemain ke-6 ini.

Ah, tulisan ini terlalu panjang dan bertele-tele, jadi apakah gw seorang penggemar Garuda (IBL) yang berlebihan? Terserah jawabannya apa. Gw rasa, kita (IBL) butuh penggemar-penggemar berlebihan lebih banyak lagi. Ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar berlebihan lagi. Dengan kualitas diri yang baik tentunya. Jangan kayak gw, harus lebih baik.

Salam :)

Satria Muda Britama Jakarta bermain cepat bak di atas angin. Sebaliknya, Singapore Slingers mati angin dan babak belur bulan-bulanan dihajar anak-anak Indonesia (+Amerika).

Permainan cantik ditunjukkan oleh Mario Wuysang dan Wenda Wijaya yang bertugas mengatur serangan bagi Satria Muda. Mario meliak-liuk dengan indah tanpa bisa dijaga dengan baik oleh para pemain Slingers. Wenda pun dengan gaya khas dribel rendahnya terlalu sulit untuk dihentikan.

Nakiea Miller dan Alex Hartman menunjukkan bahwa mereka memang pantas dan layak direkrut untuk Satria Muda diajang ASEAN Basketball League ini. Nakiea dan Alex bahkan membuat LeBlanc dan Jeffers, dua pemain asing Slingers mati kutu.

Kedudukan akhir sangat fantastis. Satria Muda 74 – 45 Slingers. Semangat terus hingga final! Go Satria Muda! Bantai Slingers di kandang mereka!!!

(Foto dari Kompas)

Oleh: mainbasket | Februari 2, 2010

Adakah yang Harus Dirubah Agar Lebih Manis?

Dikirimi Yogi logo-logo tim IBL 2009. Maaf kalau Garuda terpisah. Soalnya Yogi nggak masukin yang Garuda dan belum ada logo Angsapura Medan. Karena kebingungan nyarinya di mana. Tadinya mau ambil logo Pemerintah Kotanya saja, tapi kayaknya kurang afdol.

Pertanyaannya, logo tim mana saja yang sudah keren dan logo tim mana yang harus diganti biar tambah ciamik di musim 2010 nanti. Ayo kasih pendapat yaa :)

Ini link tulisan di Mainbasket “Logo Garuda Flexi Bandung” saat logo Garuda Bandung di atas pertama kali dikenalkan. Banyak sekali yang protes karena katanya kurang indah.

Kalau ada yang punya logo Angsapura Medan, minta yaa :)

(Foto dari redhoops)

Andai saja, Alex Hartman seperti Faisal yang meluap-luap usai melakukan alleyoop dunk hasil operan indah dari Mario Wuysang pada kuarter 2. ..dan andai saja, Roni Gunawan seperti Faisal yang (lagi) selalu meluap-luap usai melakukan easy lay-up dan mendapatkan foul, hasil operan fantastis (no-look pass) dari Mario Wuysang seusai pass keren sebelumnya kepada Hartman.

Gw rasa mental Singapore Slingers akan langsung terjun bebas bak air terjun dan pecah di bawah! Saat itu seharusnya menjadi momentum titik balik Satria Muda Britama Jakarta saat melawan Singapore Slingers pada game pertama dari best of three final four ABL sore tadi. Sayang, Satria Muda tidak berhasil memanfaatkannya. Satria Muda harus mengakui keunggulan Slingers 87 – 68.

Bagaimanapun, permainan Satria Muda sangat hebat. Good luck for the next game guys! :)

Oleh: mainbasket | Januari 31, 2010

Setidaknya Ada Iklan Seperti Ini Nantinya di IBL 2010

Iklan ASEAN Basketball League (ABL) ini nggak bagus-bagus amat sih, namun setidaknya sebelum IBL 2010 nanti dimulai, iklan-iklan kayak gini bisa bikin kita-kita ngiler dan pengen menukar apapun yang kita punya dengan tiket IBL :)

Oleh: mainbasket | Januari 30, 2010

Cara Jitu Agar IBL 2010 Jadi Ramai!

Saat mengetahui IBL 2009 lalu tanpa sponsor dan berjalan sepi, banyak keluhan yang gw dengar. Banyak curahan hati. Mulai dari penonton, fans, polisi penjaga keamanan, penjual makanan, calo, pemain IBL, bahkan manajer-manajer klub IBL pun berkeluh kesah. Inti curahan hati mereka satu, IBL sepi penonton. Namanya juga keluhan, isinya adalah kekecewaan.

Tahun 2010, IBL dipegang oleh promotor baru, DBL. Timbul banyak harapan-harapan segar. Kekecewaan atas promotor lama kini berganti harapan atas promotor baru. Semua orang berharap dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh promotor baru ini untuk membuat IBL menjadi lebih ramai. Semua orang memiliki ekspetasi besar.

Bagi gw, kekecewaan atas promotor lama serta harapan kepada promotor baru rasanya beda-beda tipis. Saat kecewa terhadap promotor yang lama, orang-orang mengeluh tanpa membantu menjadikan suasana menjadi lebih baik. Sekarang pun tidak jauh berbeda, semua orang menggantungkan harapan kepada DBL sebagai promotor baru sembari (mungkin) kebingungan bisa berkontribusi apa agar IBL 2010 menjadi lebih semarak.

Kenapa gw santai-santai saja. Karena buat gw, ada satu cara paling efektif untuk membuat IBL 2010 menjadi sangat ramai, siapapun penyelenggara atau promotornya. Saat IBL 2010 nanti akhirnya digelar, datang dan tonton langsung di stadion. Titik. Hehee.. :)

Oleh: mainbasket | Januari 29, 2010

Resmi Sudah! DBL Kelola IBL 2010

Liga basket profesional tanah air, Indonesian Basketball League (IBL), mulai 2010 ini bakal dikelola oleh PT DBL Indonesia, penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar, Development Basketball League (DBL). Kepastian itu kemarin (28/1) disampaikan setelah pertemuan dengan PB Perbasi di Jakarta.

Kabar tentang pengelolaan IBL oleh DBL ini sebenarnya sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kalangan basket tanah air. Pekan lalu, Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution sudah mengungkapkan bahwa keputusan itu hanya tinggal menunggu ketok palu.

Kemarin, pertemuan diselenggarakan antara PT DBL Indonesia dan PB Perbasi. Azrul Ananda, direktur DBL Indonesia, datang bersama Masany Audri (general manager), bertemu dengan Setia Dharma Majid (wakil ketua umum PB Perbasi), Dahlan Muhammad (sekjen), serta beberapa anggota lain.

“Pertemuan tadi (kemarin) untuk menyamakan persepsi dalam membangun IBL ke depan. Sebab, kami ingin promotor paham dengan kondisi IBL yang sesungguhnya. Kami tidak ingin menjerumuskan promotor,” ungkap Setia Dharma Majid.

Setia Dharma menambahkan, dari pertemuan itu, baik pihak PB Perbasi maupun DBL Indonesia sama-sama sepakat bahwa IBL harus dikelola dari titik awal lagi, tanpa mencoba berpikir terlalu muluk. Bersama Azrul Ananda, Setia Dharma menyebutkan bahwa IBL harus dikembangkan sambil “menjejak bumi.”

“Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti mereka (DBL). Visioner, tapi mau memahami keadaan dan paham dalam menghadapi keadaan tersebut. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,” lanjutnya.

Azrul Ananda mengaku pertemuan kemarin memang banyak membahas masalah-masalah fundamental IBL. “Ini tantangan terbesar kami. Sekarang harus kerja keras bersama klub-klub IBL dan PB Perbasi untuk membangkitkan lagi liga tertinggi basket Indonesia,” ucapnya.

Masih belum disampaikan rencana konkret penyelenggaraan IBL. Hanya ditegaskan, bahwa kompetisi tahun ini akan dimulai pada akhir September mendatang. “Rencana dan jadwal penyelenggaraan sudah dibicarakan. Nanti, kalau waktunya tepat, akan kami sampaikan,” ujar Azrul.

Dahlan Muhammad menegaskan bahwa penjelasan lebih detail akan disampaikan dalam waktu dekat. “Jika sebelumnya mereka (DBL) dikatakan 99 persen mengelola IBL, kali ini kami mengatakan bahwa mereka 100 persen menjadi promotor IBL. Ini hanya masalah formalitas saja. Yang jelas, visi kami dengan mereka sejalan dalam membangun IBL yang lebih profesional dan kompetitif,” katanya.

Kabar kepastian ini disambut gembira oleh Dewan Komisaris IBL (klub-klub). “Terus terang, kami sangat gembira dengan masuknya DBL sebagai pengelola IBL. Mengapa? Yang pertama, karena IBL akan tetap berjalan. Kedua, pengelolanya datang dari orang yang mencintai basket dan memiliki pengalaman,” komentar Bella Erwin Harahap, ketua Dewan Komisaris IBL.

“Yang lebih penting lagi, DBL memenuhi lima poin yang kami inginkan. Yaitu infrastruktur yang memadai, cukup SDM, kuat dalam media, cukup finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket,” tambah pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Ade Bella tersebut.

(Terima kasih teman-teman DBL untuk info ini)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori