Alamat Baru Desain Baru

Standar

Segera, alamat mainbasket.wordpress.com ini akan beristirahat. Baik alamatnya maupun “rumahnya” akan berganti. Sure, I’m gonna miss this address and its simplistic design :)

Intip desain barunya:

Membangun Bangsa Melalui Libamanas (2/2), Namun Cukupkah dengan IP 2,00?

Standar

Judulnya mungkin masih selebay dan se-orde baru tulisan yang pertama, Membangun Bangsa Melalui Libamanas (1/2), Kiat-kiat Mendapat 5 Juta untuk Pendaftaran, tapi ya sudahlah.. :D

Sebelum mengumumkan bahwa biaya pendaftaran mengikuti Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) adalah lima juta rupiah, @perbasi_ina, twitter resmi Perbasi lebih dulu mengungkapkan bahwa standar indeks prestasi (IP) mahasiswa yang boleh mengikuti Libamanas adalah 2,00. Waks?! :(

Dunia luar punya alternatif yang lebih baik dari IP 2,00

Berapa persen kah para pemain Libamanas yang usai kuliah akan bermain basket profesional? NBL Indonesia? Banyak. Banyak banget. Itu harapan kita di masa nanti. Saat ini, rasanya belum akan sebanyak itu. Akan banyak para pemain Libamanas yang usai kuliah nanti memilih berkarir di bidang lain selain basket. Di bidang-bidang di mana dunia luar menilai seseorang salah satunya karena prestasi akademiknya di kampus. IP 2,00 jelas tak masuk hitungan bagi kebanyakan dunia kerja. Pegawai negeri sipil saja mensyaratkan IP minimal 2,75. Itu dulu. Entah kalau kini.

Bahkan ketika tujuannya adalah bermain untuk NBA, para pemain kampus di Amerika Serikat yang mendapatkan beasiswa karena kemahirannya bermain basket masih sangat merasa betapa pentingnya prestasi akademik. Sebagian kecil saja yang akan berhasil nyemplung dan main-main di kolam NBA. Sisanya ke mana-mana.

Pada kenyataannya, untuk mendapatkan beasiswa sebagai atlet kampus, standar IP-nya pun cukup tinggi. Seorang teman yang pernah berkuliah di Amerika Serikat mengatakan bahwa untuk menjadi anggota tim basket kampus, IP-nya minimal 3,00. Ia dan teman-temannya yang terbilang jago basket harus berusaha, belajar tekun memenuhi target tersebut.

Apa “kata” 2,00?

IP 2,00 mengatakan cukup banyak mengenai prestasi akademik seorang mahasiswa. Entah malas, bodoh, sebenarnya pintar tapi tidak serius, tidak mementingkan akademik, kebanyakan main basket atau apa lagi, silahkan tambahkan sendiri. Apakah pemain basket Libamanas kita akan seperti itu? Amit-amit dah.. :)

20 Nama Pemain Filipina yang Kemungkinan Besar akan Berlaga di SEA Games 2011

Standar

Inilah nama-nama pemain Filipina yang kemungkinan besar akan memperkuat negara mereka di ajang SEA Games di bulan November nanti di Jakarta. Kebanyakan mereka adalah mahasiswa yang berusia 17-23 tahun.

Informasi ini masuk melalui komentar di salah satu tulisan di blog ini. Thank you Conrad for sharing us this information. Hope we can beat you in the SEA Games bro :D

Guards

Ryan Roose Garcia 5’11
Emmanuel Monfort 5’6
John Murphy Raymundo 5’10
Terrence Romeo 5’11
Garvo Lanete 6’2
Chris Newsome 6’2
Bobby Ray Parks Jr 6’3
Kiefer Ravena C. 5’11

Small Forwards

Calvin Abueva 6’3
Ronald Pascual 6’3
Rome Dela Rosa 6’3
Nicolas Salva 6’3
Jeric Teng 6’2

Power Forwards/Centers

Justin Chua 6’5
Frank Golla 6’4
Jake Pascual 6’4
Aldrech Ramos 6’6
Ian Sanggalang 6’6
Japeth Aguilar 6’9
Gregory Slaughter 6’11

Membangun Bangsa Melalui Libamanas (1/2), Kiat-kiat Mendapat 5 Juta untuk Pendaftaran

Standar

Judulnya agak lebay dan orde baru. Tetapi yaa sudahlah.. :D

Kemarin, twitter resmi Perbasi, @perbasi_ina mengkonfirmasi kebenaran sebuah pertanyaan dari salah seorang followernya yang bertanya apakah benar biaya pendaftaran Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional adalah lima juta rupiah. Usai itu, salah seorang follower Mainbasket dan juga follower Perbasi memberi tahu seakan “protes” bahwa biaya pendaftaran tersebut mahal banget dan dalam twit yang lain oleh follower yang lain juga menyinggung seolah biayanya bak “ujung-ujungnya duit” banget (nanti kapan-kapan gw bahas juga deh, kenapa juga harus “ujung-ujungnya duit” banget).

Twitter Perbasi kemudian mengatakan bahwa mereka akan membantu dalam hal meyakinkan pihak kampus agar membantu mahasiswanya memenuhi biaya tersebut. Karena tampaknya, bagi beberapa mahasiswa/kampus, lima juta rupiah adalah banyak.

Lalu ada yang meminta agar biaya pendaftaran diturunkan. Gw gak setuju. Lalu ada yang bertanya kembali, “berarti kalau ada tim yang jago tapi gak punya duit berarti gak ikut?” Bagi gw, ya jelas gak usah ikutan. Sederhana :)

Belum apa-apa sudah patah arang!

Entah ada apa dengan mahasiswa sekarang. Belum-belum sudah patah arang. Bagi gw, jika keinginan untuk berkompetisi basket antar mahasiswa sedemikian besarnya, maka gak punya uang lima juta rupiah hanyalah kendala seujung kelingking. Hanya memiliki tiga orang yang bisa bermain basket, itu baru masalah besar.

“Tapi kami memang gak punya uang lima juta, dan kampus hanya bisa bantu nol rupiah.”

Jika kalian benar ingin ikut Libamanas, punya pemain bagus, disiplin, berkualitas, dan pekerja keras, tetapi gak punya uang lima juta untuk mendaftar, berikut kiat-kiat halal untuk mendapatkan uang tersebut:

1. Minta sumbangan ke teman-teman (kencleng/kotak amal)

Ini adalah cara pertama, utama, dan wajib dilakukan! Bikin cara meminta yang sopan. Jelaskan keperluan membutuhkan dana tersebut untuk apa. Untuk kompetisi Libamanas. Mintalah dana dan putar kotak sumbangan ke semua mahasiswa dan dosen dan karyawan kampus tanpa terlewat seorang pun! Jangan hanya membawa kotak saja. Bikin papan pengumuman berjalan, poster-poster di papan pengumuman, blekberi messenger untuk menyampaikan pesan, facebook, twitter dan lain-lain. Jelaskan kepada para donatur apa itu Libamanas, keuntungan bagi kampus, kapan jadwal tandingnya, lawan kampus mana (bikin skenario beberapa kampus lawan yang akan menjadi lawan sengit), di arena mana, dan info-info terkait lainnya, dan lain-lain. Kalau cara ini berhasil mengumpulkan dana lima juta rupiah pas! Alhamdulillaah. Kalau kurang, jalani langkah kedua.

2. Cari sponsor

Perusahaan besar seperti Pertamina atau Telkom tentu saja oke banget. Kalau gak bisa atau sulit, yang lebih kecil lagi, lebi kecil lagi, dan seterusnya. Ke warung-warung juga gak apa-apa. Bahkan ke perorangan yang dianggap mampu juga sah-sah saja semisal dosen yang kaya raya atau memiliki perusahaan. Koperasi kampus, atau perusahaan yang dimiliki kampus juga sangat baik. Sebagai imbal balik, tawarkan bahwa nama, logo, pesan atau apapun yang mewakili mereka mendapat hak untuk menempel di jersey kampus. Dan tentu saja, laporan semua hal yang terkait dengan pertandingan baik sebelum atau sesudah, sebaiknya dilaporkan. Siapa tahu mereka malah tertarik untuk menonton langsung. Cari sponsor sebanyak-banyaknya! InsyaAllah, uang pendaftaran tertutupi. Amiin :P

3. Bisnis alias dagang

Gw gak tahu apakah mahasiswa zaman sekarang masih melakukan bisnis-bisnis kecil seperti mengumpulkan koran dari rumah teman-teman atau dosen atau perpustakaan kampus untuk dijual. Atau mengumpulkan botol bekas yang masih bisa dijual, atau melakukan garage sale, atau membuka gerai jualan limun, dan lain-lain. Ini sangat-sangat efisien. Gw melakukannya saat (bahkan) SMA dulu.

4. Hutang!

Yes, jikalau keinginan untuk mengikuti Libamanas sedemikian besarnya dan semua usaha di atas tidak berhasil. Berhutang saja, dan pikirkan cara membayarnya. Lima juta memang uang yang besar nilainya -pada tahun 80-an, saat ini, relatif keciil.

Andai, bila empat kiat ini dijalankan, rasanya bukan hanya berhasil mengumpulkan lima juta saja. Tetapi juga tim kampusnya rasanya akan melangkah lebih jauh dalam kompetisi Libamanas. Karena untuk menjalankan kiat-kiat ini dibutuhkan kemauan, keberanian, kerja keras, disiplin.

Penting!

Ketika masih mahasiswa, gw hanya berkompetisi antar fakultas. Setiap sebelum bertanding, sehari atau bahkan seminggu sebelumnya, kami membuat poster kecil dan besar. Kecil seukuran A5 yang kami fotokopi dan tempel di sekitar kampus, besar hingga berukuran lebih dari 3 x 3 meter dan kami gantung di dalam kampus. Semuanya memberi tahu jadwal pertandingan kami. Hasilnya, setiap kami bertanding, dukungan dari teman-teman selalu melimpah.

Ketika nanti kita melakukan kiat-kiat di atas, memberi tahu kapan akan bertanding dan hasil pertandingan yang lalu akan menjadi sangat penting. Poster-poster tersebut adalah bentuk penghargaan para pemain basket kampus kepada para pendukungnya.

Hubungannya dengan membangun bangsa? Yaa begitulah, kita jadi mandiri pada intinya. Padahal awalnya kan hanya ingin ikutan pertandingan basket doang :D

Tulisan ini dapat pula di baca di mainbasket.com