Pemain IBL 2010 Tidak Boleh Bermain di Liga Lain! (*Melirik ke Pemain Satria Muda)

Yup, pada IBL 2010 nanti akan ada aturan yang intinya kurang lebih seperti kalimat judul di atas.

Beberapa waktu yang lalu, beberapa orang teman di twitter menanyakan perihal jadwal penyelenggaraan Indonesian Basketball League (IBL) 2010 (September) yang sangat mungkin akan bentrok dengan penyelenggaraan ASEAN Basketball League (ABL) 2010 yang akan bergulir kembali pada kisaran bulan Oktober. Hal ini tentu saja terkait dengan keikutsertaan tim Satria Muda BritAma Jakarta pada kedua event bergengsi tersebut.

ABL belum mengeluarkan jadwal pertandingan. Namun sebaliknya, IBL kemungkinan sudah akan merampungkan jadwal penyelenggaraannya dalam beberapa waktu dekat.

Kini permasalahannya bukan lagi apakah jadwal pertandingan IBL nantinya bisa disesuaikan dengan jadwal pertandingan ABL, atau sebaliknya agar Satria Muda dapat mengikuti kedua event tersebut. Tetapi yang pasti, Satria Muda harus memilih antara mengikuti IBL saja atau ABL saja. Atau mengikuti kedua-duanya namun tentu dengan materi pemain yang tidak boleh sama.

Bukankah aturan baru ini nantinya terlalu menyudutkan Satria Muda?

Siapa bilang ini adalah aturan baru? Aturan ini sudah ada sejak lama.

Di dalam Peraturan Pelaksanaan Indonesian Basketball League, Bab III, Pasal 11, Poin 10 tertera bahwa sesuai AD/ART Perbasi dan peraturan IBL, pemain hanya dapat mengikuti satu jenis kompetisi per tahun. Kecuali untuk kejuaraan di mana pemain mewakili daerahnya untuk event seperti PON, PORDA, PORWIL, KEJURDA, POMNAS, POMDA.

Atau kecuali juga jika pemain tersebut bermain untuk negara di bawah nama tim Nasional Indonesia.

Artinya, sebenarnya Satria Muda sudah melanggar aturan IBL dari tahun 2009 lalu? Yup! Karena Satria Muda memakai nama Satria Muda BritAma Jakarta baik di ajang IBL maupun ABL.

Berbeda dengan Garuda Flexi Bandung yang memakai nama Indonesia pada kejuaraan Asia Tenggara di Medan di tahun 2009 lalu.

Serta Pelita Jaya Esia yang juga memakai nama Indonesia saat kejuaraan di China 2009.

Jadi sekali lagi, bukan masalah jadwal IBL dan ABL yang kemungkinan bentrok. Atau kesiapan mereka secara fisik dan mental mengikuti dua kompetisi yang sangat ketat. Namun masalah pilihan bagi pemain (dan tentunya tim), akan bermain di IBL atau ABL, karena bermain di keduanya bagi IBL jelas melanggar aturan :)

65 pemikiran pada “Pemain IBL 2010 Tidak Boleh Bermain di Liga Lain! (*Melirik ke Pemain Satria Muda)

  1. Pilihan yang sulit untuk Satria Muda….
    tapi kalau memang mampu menjalani 2 kompetisi sekaligus kenapa kita ga dukung mereka, toh di ABL mreka membawa nama Indonesia :)

  2. wow! tulisannya menjawab pertanyaan gw selama ini? apakah SM ikut ABL dengan membawa nama indonesia? karena gw curiga dibelakang nama tim ga tertulis nama negara… ga kaya Singapore Slingers, Brunei Baracudas, KL dragon, dll… Ternyata bener..

    gw pikir ini lebih ke masalah ego. pertanyaan besar gw sekarang adalah, “APA SIH YANG MASIH DIKEJAR SM DI IBL?”

  3. hhmm ok, so SM must decide, ABL/IBL? pilihan yang sulit. honestly, i support for both. sayang sekali mereka harus pilih salah satu jadinya.

  4. jadi harus pilih salah 1 nih? yaa sayang sekali. padahal gue mendukung mrk bs main di 2 event tsb.
    bener juga tuh “arisanakteknik” knp SM ga pake nama Indonesia ya?

  5. Sbenarnya ini udh mslh dr thn lalu..dmna saat itu SM hrs pertndgn semifinal “IBL Cup” di hari jumat di BANDUNG, lalu hrs main ABL di JAKARTA, dan main di FINAL “IBL Cup” di hri Minggunya di BANDUNG.. Bagaimana SM menunjukkan dedikasinya utk Bola Basket Nasional meskipun hrs pontang panting kesana kemari..
    Bkn apa yg mreka kejar lg,,tp ini suatu pmbuktian tim professional sperti SM Britama.

    Maksud gw dsni alangkah baiknya klo IBL itu bs jg bersinergi positif terhadap ABL.. Sehingga SM Britama yg mewakili “ntah langsung ataupun tdk langsung” mampu bermain nyaman di dua kompetisi ini.. Bermain di 2 turnamen berbeda itu resiko dr SM sndiri..tp alangkah baiknya jg klo pihak penyelenggara IBL jg bs mngerti kepentingan SM Britama jg.. :)

  6. Mungkin gue bisa menjawab pertanyaan temen imwwd. SM ikut ABL setau gue bukan karena dipilih, tapi mereka mengajukan diri dan bisa memenuhi syarat-syarat untuk ikut ABL antara lain setor deposit sekian ratus ribu dollar US kl gak salah. Mungkin kalau Garuda atau tim lain sanggup memenuhi syarat-syarat tersebut, bisa ikut ABL juga?

    Gue mendengar selentingan kalau SM katanya sudah mengantisipasi hal ini dengan bersiap-siap membentuk 2 tim, yaitu tim ABL dan Tim IBL. Gak tau gimana nih kelanjutan rencana ini.

    Tp balik lagi, kl mnrt gw pribadi karena SM membawa nama Indonesia juga (walau belum pake embel-embel Indonesia di ABL), maka agak logis kalau IBL sebisa mungkin membantu penyesuaian jadwal dengan ABL (kalau memungkinkan ya). Tapi ini mungkin bisa jadi gak fair bagi tim-tim IBL lainnya gak ya?

    Sepanjang SM bisa menyesuaikan jadwal sendiri tanpa adanya bantuan penyesuaian jadwal dari IBL, maka rasanya peraturan IBL tentang larangan ikut di 2 kompetesi ini patut untuk direvisi? Apa sih sebenarnya tujuan peraturan di IBL soal larangan ini? krn menurut gue harus dilijhat esensi/tujuan dari aturan itu dulu. Ada yang bisa bantu?

  7. @imwwd, tanya: “SM “dipilih mewakili” indonesia di ajang ABL itu krn apa sih?”

    jawab: SM tidak dipilih oleh siapapun untuk “mewakili Indonesia”. ABL itu bukan liga champion atau liga antar negara. Ia adalah sebuah liga biasa tersendiri di mana tim mana pun di Asia Tenggara boleh ikut asal memenuhi syarat administrasi dan syarat-syarat lainnya.

    tanya: “Sama kah posisi SM dengan persipura diajang ISL dan LCA?”

    jawab: Tidak sama. Persipura itu mewakili juara liga Indonesia pada Liga Champion Asia yang didukung FIFA. Tim yang ikut ABL bisa siapa saja. Kasarnya, kalau kita punya tim kampung tapi memenuhi syarat ikut ABL, maka ia boleh ikut.

    @GeeDendeng, sadarkah bahwa saat itu babak penyisihan IBL Cup harus menyesuaikan jadwal hanya karena jadwal SM di ABL bentrok dengan jadwal IBL Cup?

    SM bertanding di ABL sebenarnya lebih sebagai sebuah tim biasa yang tidak mewakili nama Indonesia. Tidak ada rekomendasi dari Perbasi dan ada 3 pemain asing. Tentang SM mewakili Indonesia sebenarnya hanyalah masalah moral saja. Namun secara resmi dan profesional, SM hanya membawa namanya sendiri.

    Jadi sebenarnya, justru SM mengorbankan kepentingan nasional (IBL Cup) untuk kepentingannya mengikuti liga tim-tim ASEAN yang juga tidak mewakili negaranya masing-masing.

    @untuksemuanya, tidak ada aturan atau kesengajaan penyelenggara untuk menghalang-halangi SM untuk berkompetisi di liga lokal (IBL). Aturan di atas sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu dan DISEPAKATI PULA OLEH SM.

    Jadi sebenarnya, SM sadar bahwa ia melanggar aturan.

    Percayalah, aturan tersebut ditegakkan (bukan dibuat baru) untuk kemajuan bola basket Indonesia! Bukan masalah baru ditegakkan sekarang, atau nanti.

    Jika ada yang berpikir bahwa aturan tersebut dibuat untuk menghalang-halangi SM, maka ia harus berpikir bahwa basket Indonesia bukan hanya SM. SM tahu itu. Dan SM pun sepakat dengan aturan itu :)

  8. ooo begitu. gw batal mengutarakan pendapat krn gw tadi salah pemahaman. lebih tepatnya ga tau kalau SM mengajukan diri, bukan sebagai juara liga nasional. sorry, my bad. :)

  9. membayangkan bagaimana kalo IBL tanpa Satria Muda. siapa yg bakal juara ya?

    tapi saya pikir tidak perlu mengaitkan SM dengan persoalan nasionalisme.

    saya malah mendukung semua tim IBL ikut juga ke ABL, tambah rame tambah seru, itung2 kompetisi basket di Indonesia kan hanya singkat, bukan yg berbulan2 lamanya

  10. Oke brrti bro Idan jg setuju bahwa scara tdk lngsng SM bkn wakil Indonesia dengan kata lain ABL itu illegal krn tdk sesuai dgn peraturan awal..
    Oke dgn kata lain brrti buat apa jg dkung SM klo bgitu..

    Well…SM jg bermain di penyisihan IBL cup dgn tim lapis kedua..smua tujuannya apa krn ingin persaingan di IBL itu msh ada..
    Skrg dibalik,,bgmn klo Garuda yg ikutan ABL??apa akan muncul jg wacana tdk blh bermain ini???bgmn dgn Pelita Jaya???

    Pertandingan SM di level internasional tdk ada yg tdk demi INDONESIA..

    Mungkin bnyk yg gk tau klo SM pun menggunakan nama Indonesia di setiap prtndgn ABL..namun utk lbh singkatnya hnya menggunakan Satria Muda Britama..Biar lbh mudah pelafalannya.. Brbeda dgn Patriots,Dragons,Barracudas,Slingers..
    Itu cm mslh pelafalan nama saja tp semua itu untuk kejayaan INDONESIA..

  11. Lalu prtnyaannya skrg : Kalo ada pihak yg atas kesadaran dirinya sendiri,,dgn biayanya sendiri,, mengikuti turnamen dgn level Internasional untuk membawa Nama Indonesia meskipun secara tidak resmi,, apakah jg dianggap membelot dr peraturan dasar???
    Tujuan mreka cm satu memajukan perbola basketan Indonesia..
    Dan mewujudkan Juara Indonesia menjadi Indonesia juara hrs dihalangi???

  12. Kalo cm soal peraturan gw rasa bs aja dirubah…
    Bru klo ada pihak yg keberatan,,itu yg perlu dipertanyakan nasionalismenya dmn…karena Tujuan SM baik..klo merubah aturan bs dilakukan knp tidak???

  13. @GeeDendeng, heheheee, jawabanmu terlalu emosional bro. Aturan ini ditegakkan tanpa pandang bulu. Mau SM, Garuda, Pelita Jaya, atau tim manapun.

    Masalah dukungan, lu lihat sendiri bagaimana gw mendukung SM sampai-sampai ada followers gw yg kecewa karena tahu gw juga mendukung Garuda.

    Ibaratnya begini, saat Shandy Sondoro juara di acara mencari bakat di luar negeri, ia mendaftar sendiri, mengikuti sendiri dan tidak membawa nama Indonesia secara resmi. Tetapi ketika kita mengetahui bahwa ia seorang yang berasal dari Nusantara, simpatik kebangsaan langsung muncul. Kita lalu menyebut Sandhy adalah wakil Indonesia.

    Bro, ini bukan masalah menjegal SM atau tidak setuju SM tampil di ABL atau apapun. Ini adalah masalah menegakkan aturan yang sudah ada sejak lama, yang sudah diketahui dan disepakati oleh SM sendiri.

    Jika kita membiarkan ini, ini sama saja menipu diri sendiri. Ini justru merusak SM sendiri dan merusak kepentingan bangsa.

    You know I have nothing against SM. I shout out loud on twitter to support them on ABL. I wrote great things about their achievements both on IBL and ABL. I give them compliments for spreading the spirit of basketball to a lot of schools in Jakarta. I speak to Faisal to tell the world that he is not as “tengil” as people think. Amin Prihantono always shake hands with me before the game against Garuda. I congratulate Coach Ito after he beat Garuda. So this is NOT about SM.

    This all about the IBL rules. This is about Indonesian basketball!

  14. I really care about Indonesian Basketball.. Like I care about Satria Muda too..

    But as you can see,, secara tidak langsung ini mencari cara bagaimana menjegal SM..gw udh blg td klo soal aturan msh bs didiskusikkan secara bersama2..
    Cari win-win solution bagi bersama…

    Bgitu kan lbh enak????

  15. Trus ada ga Liga Champion basket Asia Tenggara ?
    Sayang kalo prestasi internasional basket Indonesia tertahan oleh peraturan.
    Semuanya bisa dilihat baiknya. Erick Tohir yg cinta bgt dg basket rela “rugi” mbangun Britama hall dan mdaftarkan timnya di ajang mahal.
    Animo anak muda pun sdg meningkat dg DBL, streetball, libama, kobatama, etc.
    Sebaiknya semua hal positif ini disinergikan utk mngangkat basket Ind mjd industri yg prospektif, olahraga yg keren, dan prestasi mcengangkan.

    Keren dah pasti !
    Ingat motto anak basket, sejelek-jeleknya anak basket, ANAK BASKET gitu lohhhh !!

  16. @GeeDendeng hahahaaa..bro, sekali lagi, pahami baik-baik inti masalah ini.

    Kalau lu paham, lu gak akan bersikeras seperti ini. SM aja sadar kok kalau mereka melakukan pelanggaran aturan dasar IBL :)

  17. @adon “Sebaiknya semua hal positif ini disinergikan utk mngangkat basket Ind mjd industri yg prospektif, olahraga yg keren, dan prestasi mcengangkan. ”

    Yup! Inilah yang tengah dilakukan dan diusahakan :)

  18. i’m agree.. cari win-win solution.

    biar bagaimanapun juga, basket indonesia sudah terbukti dgn prestasi-prestasinya di kancah internasional. setidaknya kita dukung lah para pemain basket kita.

    paling tidak revisi lah peraturan tsb. lagipula tdk ada ruginya jg kan.

  19. @omatic12, merivisi aturan itu adalah sebuah langkah mundur. Itu artinya sebuah upaya melegalisasi sebuah pelanggaran.

    Belajarlah untuk mematuhi aturan. Jika sebuah aturan harus diubah mengikuti keinginan subyek yang baru saja melanggarnya, itu artinya lu ngajarin hal yang nggak bener kepada anak cucu lu.

    Ibaratnya, jangan hanya karena lu pengen bisa slamdunk lalu ring basket diturunkan. Itu salah!

    Dan jangan salah juga, tim-tim lain di IBL bukan tidak mampu untuk mengikuti ABL. Mereka semua memiliki modal yang sangat-sangat kuat. Mereka tidak ikut ABL karena respek kepada aturan IBL yang sudah disepakati bersama.

    Dengan SM melanggar aturan tersebut, ia sebenarnya tidak menghormati peserta IBL yang lain.

  20. Memberikan tanggapan..sebatas pengetahuan saja…

    saya setuju dengan konsep seperti tulisan di atas, ini sudah menjadi aturan yang telah di ikutin oleh berbagai kompetisi di negara lain. di sini harus di lihat perbedaan antara sebuah kompetisi ABL dengan Kompetisi membawa nama indonesia misalnya..ABL adalah kompetisi reguler yang di selengarakan oleh pihak-pihak atau sebuah organisasi (yang di ikuti oleh negara-negara di asean), sedangkan kompetisi seperti yang di ikuti oleh garuda bandung dan juga pelita jaya adalah murni untuk team indonesia, yang di wakilkan oleh team-team profesional, dengan berbagai alasan.(di selengarakan oleh FIBA). jadi ada hal yang sangat berbeda antara kedua kompetisi ini.

    dari kontestas ABL, hanya team dari indonesia saja yang bermain di 2 kompetisi profesional, yaitu satriamuda..sedangkan team dari pilipina, malaysia, singapore, thailand, brunei..mereka merupakan team yang baru di bentuk untuk mengikuti kompetisi ABL, dan tentunya pemainnya tidak ada 1 pun yang bermain di LIga profesional resmi di negara mereka. salah satu contoh : team dari malaysia, KL Dragons, dimana rata-rata pemainya merupakan pemain muda, dan belum berlaga di liga profesional NBL(liga profesionalnya setara IBL kalo di indonesia), begitu juga dengan negara yang lain.

    saya juga mendapatkan 1 contoh permasalahan di atas, tapi di negara pilipina…

    di negara pilipina, terdapat sebuah program untuk team nasional pilipina yang, dengan sebuah misi untuk meloloskan team nasional pilipina ke Olimpiade 2012. team (Smart Gilas Philipina) ini di kelola oleh sebuah organisasi SBP (Samahang basketball Pilipina), berbeda dengan PBA (Philipina Basketball asociation, setara IBL). permasalahan yang terjadi seperti ini, untuk keperluan team nasional, dari pihak Smart Gilas Philipina, ingin merekrut beberapa pemain dari PBA (liga profesionalnya), akan tetapi selalu ditolak oleh pimpinan liga tersebut dan juga tentunya klub yang menaungi pemain tersebut. padahal ini untuk keperluan team nasional. betapa ketatnya aturan-aturan main di negara pilipina tersebut. sehingga kebanyakan pemain yang bermain di Smart gilas hanya pemain-pemain muda dari liga Mahasiswanya( UAAP,NCAA, dll) dan di tambah dengan beberapa pemain naturalisasi.

    pada tahun 2005(kalo tidak salah), pilipina juga di reject dari kejuaraan sea games, karena terjadi konflik antara team nasional yang di bentuk oleh Pihak PBA (liga profesionalnya) dan organisasinya ( semacam Perbasi kalo di indonesia).

    jadi kesimpulannya, disini bisa di lihat, bahwa liga profesional seharusnya bisa di jalankan secara profesional, aturan-aturan main harus di tegakan, tanpa pandang bulu, toh itu semua untuk kemajuan liga tersebut.

    Dear Geedendeng : kalo soal aturan tidak di tegakan, dan harus mencari win-win solusion..saya rasa itu bukan jalan yang tepat. aturan haruslah di tegakan.

    kalo kita mencari win-win solusion, sama saja di olahraga bola basket harus hadir lagi seperti olahraga tetangga kita (Maksudnya KSN-kongres sepakbola nasional) dan tentu saja kita tau, hasilnya sangat mengecewakan… dan tentu saja selalu ada Pro dan Kontra dalam diskusi.

    mungkin untuk solusi, bisa saja satria muda membentuk 2 team dengan pemain yang berbeda dan tentunya nama team yang berbeda, tapi dalam 1 organisasi yaitu Mahaka Sports..saya tau bahwa klub dengan manajemen terbaik di indonesia adalah satria muda, saya berharap juga, di liga profesional indonesia, atmosfer dari satria muda juga tetap ada…mungkin ini tanggapan dari saya….

  21. Yup, secara tidak langsung mereka melanggar peraturan IBL karena namanya masih satria muda. Mungkin kalau waktu itu pake nama indonesia britama dan pake jersey indonesia britama, mereka enggak ngelanggar peraturan tersebut. Gue dan petinggi di IBL dah pernah membahas masalah ini. ini benar2 ada di buku peraturan. Untuk gue basket indonesia susah maju kalau semua pemilik klub gak bisa saling kerja sama dan gak bisa saling support satu sama lain. Saingan boleh di lapangan tapi di luar kan tujuannya sama semua yaitu memajukan basket indonesia.

  22. kalau IBL mau maju minimal gaji pemain 10 juta rupiah sebulan! pasti maju tuh IBL! pada lat semua soalnya pada pengen jadi pemain IBL! iya gak? hahaha

  23. @Rony kalau smart gilas pemainnya gak ada yang main di pro tapi gajinya semua sebesar pemain pro makanya para pemain itu mau dan mereka juga lagi mau coba rekrut pemain National Basketball Development League, Greg Steimsma, untuk di naturalisasi. Tadinya mau Earl Barron (Knicks) atau Dwayne Jones (Suns) tp sayangnya mereka di tawari kontrak dari tim NBA lagi. Basket adalah olahraga utama di Filipin makanya mereka enggak segan2 untuk ngeluarin duit banyak demi menang.

    Indonesia dulu sebenernya kalau mau naturalisasi, Bobby Parks, bisa compete di level asia pasti. Sekarang berani gak tim nasional Indonesia naturalisasi pemain NBDL atau dari Eropa dan harus membayar at least sekitar $300 ribu setahun atau sekitar 2.7 milyar rupiah.

    1. kalo untuk berani ato ngak, saya rasa berani-berani saja team indonesia…
      akan tetapi, di indonesia punya aturan lebih ketat untuk seorang pemain naturalisasi..atau bahwa tindakan itu sangat di tentang oleh Mengpora…hehehe

  24. Temen-temen semua, gue masih belum mendapatkan pencerahan mengenai tujuan dari larang bermain di 2 kompetesi ini untuk diterapkan di Indonesia?

    Gw setuju dengan ide dasar peraturan ini, tapi apakah Indonesia dengan kompetisi basket nasional yang “kembang kempis” sudah saatnya menerapkan peraturan ini?

    Gw jg setuju kalau secara gramatikal, SM sudah melanggar peraturan ini. Tapi apakah kita bersama “mau” mencari solusi untuk masalah ini demi kepentingan nasional? atau kita tegakkan saja aturan walau belum “saatnya” diterapkan dan dulu hanya di copy paste saja dari aturan standar?

    Sejauh mana kontribusi SM bagi Indonesia dengan mengikuti ABL dan IBL? ini yang mungkin perlu dipertimbangkan. Kalau gw pribadi yang sempat melihat SM main di ABL secara langsung dan membandingkan dengan menonton langsung turnamen IBL kemarin di Jakarta, sangat terasa adanya perbedaan “kualitas” bermain dan adanya peningkatan yang banyak pemain-pemain SM (yang banyak juga jadi pemain nasional). Sangat berbeda melihat kualitas permainan Mario Wuysang di Garuda dengan ketika dia bermain di SM khususnya ketika melawan patriots.

    So, mari kita pikirkan solusi untuk kualitas timnas Indonesia dan “bukan menurunkan ring basket agar pemain Indonesia bisa ngedunk semua”.

    gw juga fans garuda loh bro Idan, hehehehe..

  25. eehhmm..berarti wakil Indonesia d ABL nanti ga jadi nambah ya…malah bisa ga ada….berarti sebuah kemunduran bagi basket Indonesia…harusnya…

    “dalam AD/ART Perbasi dan peraturan IBL, pemain hanya dapat mengikuti satu jenis kompetisi per tahun. Kecuali untuk kejuaraan di mana pemain mewakili daerahnya untuk event seperti PON, PORDA, PORWIL, KEJURDA, POMNAS, POMDA.”

    Itu dimaksudkan untuk kompetisi yang mempunyai level kompetisi yang di bawah atau lebih rendah atau amatir dll. yang tidak pantas d ikuti oleh pemain yang telah mempunyai status pemain Liga Profesional seperti IBL…

  26. @bung rocky,
    Yap..saya mengerti akan hal itu..
    Mereka sbnrya jg mengincar beberapa pemain pro dr pba..yaitu kelly wiliams,dilinger,dan ada 1 lg tp lp namanya..tapi tentu saja. D larang oleh para comisioner liga dan pemilik club. Dgn berbagai alasan tentunya..hahhahaa..
    Hal d atas yg kita bisa petik, adalah hal profesionalnya sebuah liga dalam mengatur sebuah event dan sebuah klub untuk meningkatkan mutu pertandingan, dan lain sebagainya…

    Thx buat bang rocky, yang pengalamannya sudah banyak dan saya dulu jg smpt penasaran dgn seorang bung rocky padila,ternyata sudah melalang buana d penjuru dunia, dalam hal basket kan..hahaha ..saya hanya tw sedikit saja..mhon. Ilmunya d bagikan jg k saya..hahahah

  27. Yaaa klo aturan yg hrs ditegakkan dan SM hrs memilih bermain di salah satu liga ya terserah sihhh…
    Tp klo bgitu mnurut gw bner2 kemunduran untuk basket nasional…
    Serius dehh..
    Ini jstru kemunduran..

    1. @GeeDendeng : kalo aturan ditegakkan bukan kemunduran bung tapi itu kemajuan..konteksnya adalah…?? klub boleh bermain di dua kompetisi yang berbeda asalkan daftar pemainnya juga beda..bukan SM harus pilih salah satu…
      anda juga harus impact dari merevisi aturan..itu justru akan menghancurkan citra bola basket indonesia di Asia Tenggara..saya ingin mencontohkan organisasi sepakbola yang terlalu banyak merevisi aturan..lihat saja impactnya sekarang…apakah anda ingin basket indonesia seperti itu?

  28. revisi itu menurut gw bkn berarti suatu kemunduran, akan tetapi memperbaiki agar menjadi lbh baik dan efektif.

    akan tetapi tdk semua pelanggaran itu berimbas negatif. ya memang di Indonesia memang byk yg bilang bahwa peraturan itu dibuat utk dilanggar. memang ada bnr dan salahnya sih.

    tapi menurut gw k’lo SM melanggar yg satu ini blm bisa dibilang yg negatif dong, ya buktinya mereka tidak hanya menjadi peserta hanya sekedar utk meramaikan tetapi mereka bisa membuktikan bisa menjadi runner-up ABL.

    ya itu merupakan sebuah kemajuan di dunia perbasketan Indonesia.

  29. Dari tadi saya baca, yang didiskusikan tentang mengubah ‘aturan main’ di IBL.

    Gimana kalo dibalik, aturan main di ABL yang diubah ? Dalam artian, jadwalnya dirubah dan disesuaikan sama jadwal IBL.

    Saya rasa di liga ABL yang baru berumur setahun masih bisalah aturan2 tsb ‘disesuaikan’ .. APalagi Mr. Eric Tohir kan president SEABA. Bisalah hal2 tsb didiskusikan sama petinggi2 basket di negara lain.

  30. Big respect to Idan for his loyalty and sportmanship for the advancement of Indonesian Basketball, not only for Garuda Bandung his number 1 favorite team.
    sedikit banyak saya mengikuti tulisan-tulisan idan diblognya ini, saya sangat mengapresiasi semua tulisannya tentang dukungan untuk SM entah saat ABL, IBL Cup, Coaching Clinic dll. Sangat mencerminkan kecintaannya terhadap bola basket Indonesia (sekali lagi bukan hanya fanatisme untuk tim kesayangannya saja, Garuda Bandung).
    Kalau ada pihak yang menganggap tulisan diatas provokatif dan terlalu menyudutkan SM, menurut saya tidak. dan kalau memang iya, hmm… boleh saya tau dibagian mananya?
    saya pribadi adalah PENDUKUNG SM, dan ditulisanya kali ini, Idan hanya memberikan informasi yang sebenarnya terjadi perihal peraturan IBL yang kebetulan tidak sejalan dengan ABL.
    C’mon guys think smart please… klub klub itu juga pasti sudah mengantisipasi dan mengerti akan hal ini, mereka ngga bodoh loh.
    toh dengan mainbasket menulis hal ini kita jadi tau kan peraturan sebenarnya kaya apa. thanks juga kepada bung/kak/mas/bro Rocky Padila buat informasi lainnya.

    salut untuk Idan yang masih bisa menjawab dengan bijaksana setelah hujatan2 dari fans SM yang merasa tim kesayangannya tersudutkan atas tulisan ini.
    Buat fans SM, SM pasti bangga punya pendukung seperti kita-kita ini tapi jangan sampai fanatisme kita-kita ini justru jadi boomerang buat kita dan SM sendiri :) pasti ada solusi terbaik buat keikutsertaan SM dan tim Indonesia lainnya yang kabarnya akan ikut serta juga diajang ABL tahun ini. Di IBL maupun ABL.

  31. saya punya pertanyaan, bagaimana dengan sikap/tanggapan DBL pihak yang menyelenggarakan IBL tahun ini mengenai SM yang notabene dipermasalahkan disini?
    apakah ini masih dalam batas diskusi saja tidak ada tindak lanjut??

  32. kalo emang bener tim tersebut melanggar peraturan, yaa harus ada teguran buat tim itu. dan kenapa tim x itu tidak memakai nama indonesia? Mari kita tunggu penjelasannya dr mereka.
    Kita seharusnya jgn memojokan tim tersebut. Tp beri mreka masukan yg positif..! :)

  33. Numpang nimbrung kang…menurut saya harus di perjelas dulu peraturannya..untuk kompetisi yg mana karena kalo tidak boleh bermain dikompetisi yg mana?? Setau sy peraturan tersebut dimaksudkan :contoh : pemain yg masih bermain di klub A tidak bisa bermain pada Klub B dalam satu musim kompetisi yg sama.(Mungkin Dr perbasi yg bs meluruskannya)Sayang juga ya kalo cm bisa main di satu kompetisi, sedangkan kita boleh di bilang masih dalam masa perkembangan dan pembinaan bola basket. Mungkin bisa di cari jalan keluarnya…2. biasanya IBL mulai awal tahun dari maret – juli..kenapa berubah ya?? Mungkin jadwal ABL sudah menyesuaikan dengan jadwal IBL yg akan selesai pada bulan juli, jadi ABL mulai bulan oktober..mungkin saja…” Ayo Basket Indonesia”

  34. Disini saya melihat bukan menyudutkan… Tapi sebuah analisa yang d dukung dengan fakta-fakta yang ada…bukan dgn aNalisa dari sumber-sumber yg tdk jelas..seperti menyudutkan SM, ada politik,kemunduran utk basket indonesia,dll..

    Tapi inilah sebuah demokrasi, semua bebas berbicara dengan batasan yg ada. Saya salut buat tmen-tmen yg mau mencurahkan wktnya untuk Blog ini. Saya sayangkan ada beberapa yg hanya memberikan masukan hanya di belakang dgn kata-kata yg krg bijak..

    Dalam sebuah pengambilan keputusan psti selalu ada pro dan kontra..dengan inilah hidup lbh bermakna..love basket indonesia..

  35. Menurut sy untuk peraturan ini harus di cari lebih banyak mana keuntungan dan kelemahannya, keuntungannya kita bisa mempunyai pemain yg bs bersaing di kancah asean atau mungkin asia nantinya..menurut sy kalo hanya main di kompetisi nasional saja kurang ya untuk jam terbang pemain kita…dan SM juga telah membuktikan dengan hanya 2 pemain asing selebihnya pemain lokal bisa mencapai final..soori mas billy sy kurang sependapat”pantesan banyak pemain SM Britama di ABL koq ya bukan nama2 pemain lokal” karena SM juga pake Mario Wuysang dr Garuda, dan sy pikir itu sudah mewakili Indonesia.. Dan next mungkin bisa di usulkan kepada manajemen SM untuk menggunakan nama tim Indonesia dlm hal ini… Mudah mudahan bs bermanfaat. Thx

  36. sepengetahuan saya peraturan itu dibuat di maksudkan supaya para pemain IBL tidak bermain di kompetisi Kobatama, LIBAMA dll.. dimaksudkan kompetisi yang lain ( dibawah IBL) dapat menghasilkan pemain pemain muda yang baru dan nantinya dapat bermain di IBL yang nantinya dapat dipilih menjadi pemain Nasional.

    Menurut saya semua peraturan di buat tentunya untuk menghasilkan sesuatu yang baik pada akhirnya….” maju terus basket Indonesia”

  37. maaf kang mungkin itu bisa di katakan kelemahan tapi kalo kita lihat dari sisi negatif nya saja, kalo kita lihat dari sisi positifnya kan…

    Memang pemain merupakan manusia, tetapi sebagai pemain yang mengarah profesional sy rasa harus bisa mengatur dan mempersiapkan untuk hal itu dan tentunya pelatih juga akan memikirkan hal itu agar pemainnya tidak cidera…untuk latihanpun pelatih pastinya sudah menyiapkan program dan startegi nya sediri…

    Tentunya setiap tim akan punya prioritas sendiri dan pasti setiap tim dan pemain juga punya prioritas sendiri dalam mencapai targetnya..sebagai tim dan pemain pasti ingin juara…

    Dari sisi budaya saya rasa dengan mengikuti ABL dapat memperlihatkan budaya kita juga ..dengan adanya game home and away tentunya bisa di jadikan sebagai ajang promosi bagi negara kita ke negara luar….

    Untuk gaji seharusnya mereka mendapat lebih karena bermain di 2 kompetisi …dan tentu dengan dapat bermain di ABL dapat meningkatkan gairah para pebasket muda yang nantinya untuk kepentingan nasional juga..

    mungkin kalo kita lihat dari sisi positifnya banyak juga…

    ini hanya opini saya saja ….terima kasih

  38. @donny, ini komentar untuk tulisan selanjutnya yaa? Terima kasih komentar/opininya :)

    Maaf kang, saya tidak setuju dengan hampir semua pendapat akang. Coba bayangkan jika pemain yang ikut lebih dari satu kompetisi liga lebih dari 1 orang atau lebih dari 10 orang atau semuanya rata-rata bermain untuk dua kompetisi liga yang berbeda. Maka dua-duanya akan kacau kang.

  39. Menurut saya kang..hal tersebut dikarenakan hanya kepada belum pernah terjadinya hal seperti ini saja… jadi kita sebagai pemerhati dan bukan pelaku sendiri merasa demikian, saya hanya melihat seperti pemain bola di sih, para pemain atau timnya juga mereka bermain pada beberapa liga…dan kompetisinya tetep seru kok kang…

    Mungkin sudah waktunya mencoba para pemain kita belajar menjadi seorang profesional ya kang hehehe..yang nantinya di harapkan olahraga khususnya bola basket dapat dijadikan sebagai pekerjaan yang dapat menghasilkan…sehingga bisa terjadi sport industri nya…

    nuhun kang…atas diskusinya…

    1. Dear mas donny,
      saya sangat kurang setuju dengan anggapan bahwa sebuah peraturan harus di langgar, dan harus terjadi dulu, baru bisa di bahas…mungkin ini lah perilaku moral kita..(termasuk saya)

      Peraturan seharusnya selalu di tegakan dan di taati, akan tetapi moral kita selalu lupa dan bahkan berpura-pura tidak tau…inilah mungkin yang menjadi kebiasaan yang harus di rubah..

  40. @donny “hal tersebut dikarenakan hanya kepada belum pernah terjadinya hal seperti ini saja…”

    Sudah pernah terjadi kok kang. Jadwal Turnamen IBL yang sudah fix tiba-tiba harus dirubah untuk menyesuaikan jadwal pertandingan SM di ABL.

    Pada semifinal Turnamen IBL, para pemain SM benar-benar peras keringat untuk bisa memenuhi jadwal Turnamen IBL dan playoff ABL. Kasihan kang. Jadi kalau dikatakan ini belum pernah terjadi, tidak benar. Ada manajer tim IBL yang sangat mengesalkan akan hal ini. Kebayang gak mereka sudah siap-siap tanding dan datang dari luar kota lalu tiba-tiba jadwalnya dirubah?

  41. terus kemaren kan hanya satu pemain garuda yang di pake untuk membela SM di ABL ? kalo nantinya ada misalkan 5 orang pemain garuda yg akan di pake SM maen di ABL gimana ya??

    Karena tentunya tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi..dan menurut saya selain itu merupakan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi para pemain itu sendiri.. dan tentunya untuk pengalaman pemain itu sendiri bermain pada liga international…

    Semoga dapat di ambil” win win solution” kata nya sih begitu.. thanks

  42. maaf kang, kejadian yang saya maksud adalah dimana pemain harus bermain pada 2 liga yang berbeda sehingga si pemain terbiasa dengan hal itu…untuk jadwal seharusnya bisa di rundingkan, tapi kalaupun itu tidak dapat dirubah itu resiko SM * (menurut saya), dan seharusnya itu bisa di jadikan kesempatan bagi tim lain untuk merebut juara di saat SM kelelahan karena ikut 2 liga logikanya begitu kang hehehe….

    Dan kalo di bilang lelah memang mungkin betul, tetapi yang namanya atlet kalau sudah mempunyai target dan siap untuk itu saya rasa sudah biasa kang..dan saya rasa itu merupakan awal terciptanya profesionalisme seorang atlet itu sendiri… kalo boleh dibilang kasarnya..*itumah urusannya merekalah mau cape mau ngak*…

    tapi saya lihat pemain SM tetap semangat buktikan kok dengan juara lagi Turnamen dan masuk Final ABL…kalau mereka lelah saya rasa meraka akan kalah melawan Pelita di Final ( betul kan lawan pelita ya di final, poho duei euy )

    saya rasa perlu dilihat lagi apakah peraturan itu memang berlaku bagi para pemain yang mengarah profesional ( para pemain IBL ) atau hanya bagi pemain di tingkat misal divisi di bawahnya…

    mungkin itu kang dari saya,

    semoga blog ini dapat menumbuhkan pemikiran pemikiran baru untuk basket Indonesia…..

    Terima kasih

  43. mungkin simple-nya, peraturan tersebut dibuat sebelum ada kompetisi ABL.

    jadi kompetisi lain yang ada cuma Kobatama. dalam hal ini saya setuju peraturan tersebut harus ditaati. bayangkan saja persaingan di Kobatama jika Satria Muda ada di sana.

    saya berharap bakal ada sinkronisasi antar ABL dengan IBL dan kompetisi bola basket di ASEAN.

    serta dinamisasi (perubahan :D) peraturan bola basket di Indonesia.

    nb: maaf kalo ada yg salah

  44. @rony …saya sangat setuju bahwa aturan tidak boleh di langgar…saya rasa kita harus clear dulu peraturan yang dimaksud itu bagaimana lingkupnya sebatas apa??

    Karena yg saya tau peraturan tidak boleh main di kompetisi lain seperti :”Kobatama, LIBAMA dll.. dimaksudkan kompetisi yang lain ( dibawah IBL) dapat menghasilkan pemain pemain muda yang baru” seperti yg telah saya tulis di atas..

    Mungkin bukan mereka pura pura tidak tahu , tapi bisa jadi Karena mereka mengerti peraturan itu…dan kita yang kurang mengerti dengan peraturan itu….

    terima kasih

  45. @ Amelia…betul sekali Amelia Yang semula logo Satria Muda BritAma Jakarta dirubah menjadi Satria Muda BritAma Indonesia…

    Terima kasih atas masukan dan opini dari rekan rekan semua..

    Dede Rahman

  46. Sy rasa tidak adil jk ada aturan pemain tidak boleh bermain di IBL dan ABL. Oh iya wkt sy nonton SM di ABL saya SANGAT MERASAKAN bahwa SM adl WAKIL INDONESIA. Menegpora aja dateng lho. Dan justru di sini kita bisa melihat para pemain kita menjadi kuat dan sangat maju karena punya banyak kesempatan bermain di berbagai macam kompetisi. Aturan ini sangat tidak adil. kalo cuma soal jadwal sy rasa seharusnya bisa dibicarakan secara bijaksana. Apa ada yg tdk senang ya kalo SM menang lagi……? SM maju terus….sukses buat SM…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s