Mengapa Sedikit Sekali yang Masuk TV? (FAQ1)

Pertanyaan ini luar biasa sering muncul di twitter gw dalam bentuk variasi yang mirip-mirip. Kehadiran pertanyaan ini, menurut gw disebabkan adanya sebuah pembanding ketika dulu Indonesian Basketball League disiarkan jauh lebih sering oleh TvOne. Jika ANTV menyiarkan 8 pertandingan NBL, maka TvOne dulu menyiarkan lebih dari 20 laga IBL. Tentu siaran NBL di ANTV terlihat sedikit banget.

Namun konon kabarnya, meskipun banyak disiarkan oleh televisi, laga IBL dulu tak begitu banyak ditonton. Akibatnya, televisi ragu-ragu untuk menyiarkan kembali laga-laga basket nasional (NBL). 8 laga dalam satu musim NBL adalah sebuah pencapaian yang patut disyukuri, karena sebenarnya, GAK ADA yang mau nyiarin NBL sebelumnya. *Kabar baik: laga Garuda vs Pelita Jaya dan Final NBL kabarnya menggapai rating yang cukup tinggi dan ini membuat semua pihak tersenyum bahagia :)

Televisi belum butuh kita (basket) :D

Di negara-negara maju di mana industri olahraganya sudah sangat mutakhir, stasiun televisi berebut untuk menyiarkan kegiatan olah raga. Akibatnya, pihak penyelenggara olah raga memiliki posisi tawar yang tinggi kepada banyak stasiun televisi. Siapa yang mampu membayar lebih, dialah yang berhak menyiarkan dan menjual siaran olahraga tersebut dalam bentuk spot iklan ataupun menjual kembali ke pihak ketiga. Nah, di Indonesia, olah raga nomor satu saja, sepak bola, masih harus membayar ke televisi agar pertandingan mereka disiarkan. Bukan sebaliknya!

Kalau sepak bola saja posisi tawarnya terhadap televisi sedemikian rendah, maka sangat besar kemungkinan televisi mengeluarkan pertanyaan “basket? Emang ada yang mau nonton?” Mengapa televisi bertanya begitu? Karena setiap siaran adalah ongkos besar yang harus ditutupi dengan duit dan tentu saja wajib menguntungkan. Hitungannya bukan juta-juta, tetapi beratus-ratus juta persiaran :D

Posisi tawar yang rendah membuat kita nurut pada televisi :)

Sudah dikasih spot waktu tayang di televisi, masih saja mengeluh -___-. Hanya partai final saja yang ditayangkan pada jam utama (21:00), sisanya jam 13:00. Sekali lagi, basket kita itu sedang merangkak naik. Ketika televisi mengatakan bahwa “kalau mau disiarkan televisi, kami hanya punya waktu jam 13:00. Itu karena sepak bola sudah mengikat perjanjian lebih dulu di jam 16:00-an dan kalian kayaknya duitnya masih sedikit :)”, maka memang itulah yang terjadi. Jadi kalau ada penonton yang bertanya kenapa disiarkan siang sekali, itulah alasannya. Tentunya semua atas persetujuan tim-tim NBL juga untuk main pada jam segitu :)

Jika suatu saat penggemar basket Indonesia benar-benar membludak. Sangat mungkin kekuatan tawar akan berada pada kita, para penggemar basket. Kondisi di mana bola basket sedemikian majunya hingga banyak televisi berebut untuk menyiarkan. Hukum pasarnya, barang sedikit (waktu dan pertandingan basket), permintaan banyak (stasiun-stasiun televisi). Kalau sudah begitu, pemain bahagia, tim-tim senang, penyelenggara ketawa-ketiwi, dan tentu saja penggemar basket se-Indonesia yang paling diuntungkan :D

Lalu bagaimana agar posisi tawar kita, para penggemar basket mampu unggul atas stasiun-stasiun televisi? Jawabannya hanya satu, nonton laga NBL langsung di arena! :D

Iklan

14 pemikiran pada “Mengapa Sedikit Sekali yang Masuk TV? (FAQ1)

  1. bang, dulu pas jaman ada bom basket, kobatama juga sering d siarin, lupa d stasiun mana, tapi mlm banget kl g salah jam 11 malem.
    udah bang, bikin tv sediri aja, basket tv :d

  2. kalo pertandingan basket jarang ada di televisi, anak kecil mana bisa memainkannya.. paling pernah denger atau cuma liat sinetron yang ada basketnya..

    1. DBL buka lowongan kok, coba aja cek di website mereka.biasanya mereka membuat batasan umur.
      Dulu aq sempat daftar n keterima buat tes wawancara.
      Semangaat ya… Pertanyaannya ga sulit kok…

  3. setuju! nonton langsung basket di arena lebih seru! tv indonesia pikirannya cuman rating dan keuntungan semata! demi uang dan rating hal2 yang ga patut ditayangkan pun jadinya muncul dengan jumawanya di tv. hal2 yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme macam olahraga jadi nomer ke sekian. gimana mau banyak yang nonton kalau masyarakat gak disuguhi tontonan bermutu macam olahraga, dalam hal ini basket. kalau mereka sering liat juga lama2 bakal suka dan bakal sering nonton!

  4. Menarik nih…

    Benar Kang Idan, Meskipun dulu saat IBL jadwal tayangnya lebih banyak di bandingkan sekarang. bisa di liat dari fakta yang terjadi… Tv One sebagai pemegang resmi Oficial media patner atau bahwa menjadi sponsor resmi IBL, pernah melakukan perjanjian kontrak selama 3 -5 tahun ( kalau tidak salah) yang seharusnya selesai di tahun 2012 ). akan tetapi, semenjak selesai musim 2009, Tv One begitu saja memutuskan kontrak itu dengan membayar kompensasi beberapa ratus juta( data ini fakta, bukan saya karang sendiri.. saya pernah membaca berita ini).

    berarti , Meskipun banyak di siarkan pada era IBL lalu, perhatian masyarakat untuk menonton di televisi kecil. Indikasinya lihat saja fakta yang terjadi di atas… tidak mungkin jika tayangan basket memiliki rating banyak, tapi di putusin kontraknya…

    Gw juga melihat Liga Pelajar kita DBL yang sangat heboh dalam beberapa tahun belakangan. di tahun 2008 dan 2009, DBL mendapatkan Kontrak media patner dari salah satu stasiun TV swasta untuk menayangkan cuplikan pertandingan di tiap2 Kota. tapi di tahun 2010, sudah tidak terdengar lagi acara tersebut akan tayang di TV Nasional.. padahal itu Liga pelajar yang paling heboh dan perkembanganya Luar biasa. Nah ini kan Indikasi dari Bola basket belum di butuhkan oleh Media Televisi. Sinetron, FTV, dll mungkin lebih menjual dari olahraga.

    Nah, dari permasalahan di atas, tentu di musim 2010 ini banyak stasiun TV nasional yang berpikir 10000 kali lipat untuk berani menayangkan Liga basket kita.. apalagi liga ini masih baru, belum jelas target pasar yang ingin di gapai.

    Bohong besar jika ada stasiun TV yang mau menyiarkan laga basket yang selama setahun belakangan mengalami penurunan baik itu kualitas liga maupun kuantitas orang2 yang berada di dalam olahraga ini. Orang proyek Rugi, mereka mau bayar karyawan dari duit siapa… hehhe.. sama lah seperti hukum bisnis..

    saya justru berterima kasih, ANTV masih berani menayangkan liga ini. meskipun sedikit, tapi mereka mau berkorban demi Bola Basket. Puji Tuha, animo untuk bola basket Indonesia bisa meningkat.. tahun depan, saya optimis pasti makin banyak laga yang akan di siarkan. Wait and See yaa teman-teman.

  5. Waktu ANTV nayangin Garuda vs Pelita Jaya, banyak yang marah-marah kenapa overtimenya nggak disiarin (saya termasuk salah satunya). Tapi gimana lagi, ANTV juga kepepet siaran live sepak bola. Masa mau nunda live sepak bola gara-gara ada overtime?.

    Pelajaran buat ke depannya untuk stasiun tv manapun yang menyiarkan pertandingan olahraga secara live perlu memperhatikan soal jadwal dan kemungkinan overtime.

    memang udah yang paling enak lah dukung NBL dengan cara nonton langsung di stadion :D

  6. Yap kang Idan bener, perbasketan kita lagi merangkak naik. tentunya berkat KERJA KERAS CREW NBL season ini :) and then pendekatan yg amat baik dari blog ini juga berpengaruh loh. orang “awam” kayak gue banyak tahu dari sini, terusss gak lupa twitter. gak perlu ada iklan gede-gedean menurut gue MARKETING lewat twitter juga udah cukup membantu..hehehhe
    so, we hope next season banyak stasiun TV yg berebut buat nayangin pertandingan NBL, yaaa minimal 1 hari 1 pertandingan lah ya dari 3 pertandingan (kalo reguler) :P

  7. basket indonesia sebetulnya sudah cukup bagus perkembangannya, baik dari animo ataupun manajemen, tapi harus diakui kalau basket indonesia masih kurang enak untuk ditonton. terasa kaku dan membosankan.
    entah ini masalahnya di pemain, tim atau apa, saya juga tidak tahu, tapi setiap kali menonton basket indonesia, yang saya rasa adalah, terlalu monoton.
    sebagai pemain basket profesional, mereka bermain tanpa ritme, terlalu textbook.
    semoga ini bisa diperbaiki ke depannya.
    maju terus basket indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s