3 Perseteruan (Rivalry) Terseru di NBL Indonesia 2010-2011

Pasca perseteruan antara Reggie Miller dan fans New York Knicks, beberapa pengamat NBA mengatakan bahwa NBA tak lagi seseru dulu. Rivalry, yang dalam Bahasa Indonesia gw padankan sebagai “seteru” adalah salah satu bumbu “penyedap” sebuah laga basket. Dengan bumbu seteru, pertandingan basket semakin terasa lezaattt!

era NBL menurut gw blom ada yg levelnya kaya era Kobatama: @ThomasKurniady vs M.Rifky. Inal vs Kiki.” kata @wiwaha melalui twitter. Ada benarnya. Aksi Thomas Teddy melawan M. Rifky juga antara Inal melawan Kiki bagi banyak penggemar NBL (Kobatama) sangatlah legendaris. Apalagi saat itu perseteruan mereka bisa disaksikan lebih sering melalui televisi.

Tetapi, bukan berarti perseteruan masa kini tidak seheboh dulu. Kayaknya sih sama saja. Hanya saja harus diakui memang belum banyak dinikmati oleh penggemar basket seluruh Indonesia. Yes, televisi lebih suka menayangkan seteru protagonis vs antagonis di sinetron :D

Dalam obrolan twitter beberapa waktu lalu tentang perseteruan terseru di NBL Indonesia, banyak nama-nama seteru yang muncul. Faisal vs Kelly, Dimaz vs Faisal, Roni Gunawan vs Isman Thoyib, dan lain-lain. Bagi gw, dari semua laga NBL Indonesia 2010-2011 yang gw saksikan, setidaknya ada tiga perseteruan yang paling teringat jelas sampai sekarang:

Robert Santo Yunarto vs Budi Sucipto, Muba Hangtuah Indonesia Muda vs Angsapura Satyawacana, 24 Oktober 2010.

Inilah laga di mana point guard Muba Hangtuah, Robert Santo Yunarto mulai terlihat sangat menonjol. Robert bergerak begitu lincah dan berani melakukan penetrasi ke pertahanan Angsapura. Meskipun hanya membukukan 4 poin dan 5 assist, Robert berhasil menyelamatkan Muba Hangtuah dengan kemenangan tipis, 68-62.

Aksi Robert di Muba Hangtuah menemukan lawan yang seimbang melalui kecepatan dan kelincahan point guard Angsapura, Budi Sucipto. Budi Sucipto yang merupakan pemain terpendek di NBL Indonesia tak mampu dibendung oleh Muba Hangtuah. Robert vs Budi terlihat menonjol saat itu. Jika diadu secara statistik individu, meskipun timnya kalah, Budi Sucipto berhasil mencetak 21 poin!

Merio Ferdiyansyah vs Xaverius Prawiro, Stadium vs Aspac, 9 Maret 2011

Laga ini cukup mudah ditebak. Demikian barangkali asumsi kebanyakan penggemar basket Indonesia saat itu. Namun siapa sangka, Merio Ferdiyansyah menggila menghajar Aspac habis-habisan dengan total 27 poin. Aspac pasti ketar-ketir saat itu.

Beruntung, Xaverius Prawiro juga sedang wangi. Setiap kali Merio menghasilkan angka, Xaverius langsung membalas. Jika saja Xaverius sedang bau, sulit membayangkan Aspac akan menang 71-65.

Faisal J. Achmad vs Fans Garuda di C-Tra Arena, selalu!

Sudah terlalu sering rasanya cerita tentang perseteruan Faisal melawan fans Garuda di Bandung. Mirip, mirip seperti Reggie Miller vs New York Knicks di Madison Square Garden.

Mari berharap, rivalitas alias perseteruan keras antara dua pemain atau lebih atau bahkan antara dua tim di NBL Indonesia 2011-2012 semakin sering terjadi. Tentunya dalam batas yang selalu menjunjung tinggi sportifitas yaak :D

Satu pemikiran pada “3 Perseteruan (Rivalry) Terseru di NBL Indonesia 2010-2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s