Ibu-ibu Penonton DBL Camp (DBL Camp 2011, 24-28 Juli 2011)

Gak kerasa, DBL Camp sudah melewati hari ke-empat. Sebagai penikmat basket yang masih belajar, gw rasa camp ini sangat bagus dan berguna bagi siapapun yang ingin belajar mengenai basket, atau sekadar mengetahui betapa seriusnya yang memiliki keinginan agar olah raga bola basket berkembang di Indonesia.

Selama DBL Camp berlangsung, gw yang lebih banyak muter-muter di sekitar lapangan mengikuti camp, sesekali menoleh ke tribun penonton DBL Arena, “hmm.. gak ada yang menyaksikan.” :)

Tetapi ketika gw berbalik badan dan melihat sisi tribun penonton yang berlawanan, gw melihat ada beberapa orang ibu-ibu yang sedang menonton. Gw senyum, “ngapain ini ibu-ibu nonton camp basket? Oh, barangkali tontonin anaknya yang ikutan camp.. Eh atau mungkin lagi bolos kantor..” :D

Pada hari berikutnya, camp berjalan semakin ketat, keras, dan intensif. Bagi gw yang hanya menyaksikan dari sekitar lapangan, camp ini semakin seru. Walau tentu saja para peserta camp barangkali (pasti) kecapean :)

Hari berikutnya, masih ada ibu-ibu lagi yang nonton DBL Camp. Bukan ibu-ibu yang kemarin lagi kelihatannya. Ia datang dengan seorang anak perempuan. Tampaknya seperti anaknya. Terlihat menonjol di antara deretan bangku penonton DBL Arena yang memang kosong.

DBL Camp memang tidak di desain untuk ditonton. Dan para peserta camp juga tak terlalu ambil pusing dengan ada atau tidaknya penonton yang menyaksikan, karena sibuk dan keasyikan sendiri :D Tetapi jika ada penggemar basket yang ingin menyaksikan DBL Camp, pintu masuk DBL Arena terbuka lebar bagi siapa saja yang menyaksikan camp atau mungkin mengambil manfat dari camp ini. Gratis!

Yes, gratis! Sayangnya, gak ada yang mau mengambil manfaat ilmu gratis yang sedang disebarkan oleh para pemberi materi camp. Gak ada pelatih lokal (selain pelatih DBL yang terpilih untuk kumpul di Surabaya), gak ada pemain basket lokal, gak ada wakil Perbasi, gak ada wasit.

Kenapa pelatih lokal seharusnya nonton DBL Camp? Setidaknya mereka bisa belajar langsung mengenai fundamental bermain basket dari para pelatih dan pemain yang pernah bermain di level kompetisi tertinggi dalam kejuaraan basket.

Kenapa pemain basket lokal seharusnya nonton NBL Camp? Hmm.. siapa tahu setelah nonton menjadi tambah jago!

Kenapa Perbasi seharusnya nonton DBL Camp? Siapa tahu jadi tertarik membuat camp-camp basket lain dan lebih sering untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia :D

Kenapa wasit seharusnya nonton DBL Camp? Hmm.. bingung juga jawabnya :D

6 pemikiran pada “Ibu-ibu Penonton DBL Camp (DBL Camp 2011, 24-28 Juli 2011)

  1. Hari pertama DBL camp sesampainya gw di DBL arena, ada 1 orang pakai polo shirt DBL camp yg hadang pas mau masuk dan bilang “mau kemana mas? maaf nggak untuk umum” tapi berhubung gw punya id card media jd gw bisa masuk.
    waktu itu sih gw mikirnya cuma “sayang bgt camp kaya gini nggak dibuka untuk umum buat ditonton”

  2. @nay: enggak, aku pas mau msk ditanyain. Pas aku jwb mau liat camp disuruh beli tiketnya 20rb, :( gak ada pemberitahuan sebelumnya

  3. @mas yoga: kalo kamu aku gak kaget mas, aku juga mikir harusnya camp dibuka untuk umum biar banyak yg tau cara main basket yg baik dan benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s