Laga Penghormatan Tuk Para Veteran

Jika tidak datang dan menyaksikan langsung NBL Indonesia Challenge yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 Juni di Jakarta dan 25 Juni lalu di Surabaya, barangkali penggemar basket Indonesia tak akan mengetahui bahwa ada sebuah laga yang sangat dedikatif tetapi tetap menghibur. Di Jakarta, sebelum NBL Indonesia Challenge, penonton menyaksikan sebuah pertandingan amal para pesohor yang didedikasikan untuk para veteran perang Republik Indonesia. Di Surabaya, para pemain veteran dan legendaris dari tim CLS Surabaya dan Bimasakti Malang beradu kembali dalam laga nostalgia.

Sebelum laga amal para pesohor yang diadakan di Jakarta, seluruh pemain mengadakan sesi foto bersama dengan beberapa veteran yang datang. Gw ikut bermain. Menyaksikan antusiasme para veteran untuk foto bersama sejujurnya gw lebih bersemangat untuk mendengarkan mereka bercerita daripada bermain basket. Tetapi di sisi lain, para veteran ini pun tak sabar menyaksikan laga yang didedikasikan bagi mereka. Senyum mereka lebar banget. Senaaang banget melihat pertandingan yang memang disajikan untuk mereka.

Sebuah laga basket memang gak ada apa-apanya dibandingkan apa yang telah mereka berikan kepada orang-orang Indonesia yang hidup saat ini. Malam itu, semua orang terbahak-bahak melihat kekonyolan-kekonyolan Augie, Udjo, Pandji, dan kawan-kawan. Di antara ribuan tawa tersebut, mengetahui ada selipan tawa beberapa veteran yang datang dan terhibur karena melihat tontonan basket, luar biasa berharga rasanya.

Berangkat ke Surabaya, gw tahu bahwa tak akan ada lagi laga amal dari para pesohor karena sepengetahuan gw tak ada kabar apapun bahwa Udjo, Mario Lawalata, Augie, dan yang lainnya juga tengah bersiap untuk ke Surabaya. Sayang banget, padahal laga amal yang didedikasikan untuk para veteran tersebut sangat-sangat luar biasa.

Sampai di DBL Arena sore itu, gw agak kaget karena katanya akan ada laga pembuka kejutan sebelum laga utama antara NBL Indonesia Selection dan USA Legends. Laga pembuka tersebut tak banyak didengungkan di media massa. Ketika menaiki tangga belakang dan melewati ruang ganti pemain, gw melihat sosok Filix Bendatu tengah bersiap mengganti pakaian. Lalu sekilas gw pun melihat A Kiat sedang mempersiapkan jersey bertanding. Tak butuh waktu lama, gw lalu tersenyum, ini akan menjadi laga yang super seru! :D

Sejak bola tip off bergulir, laga langsung berjalan sengit. Ini seperti melihat pertandingan NBL Indonesia sesungguhnya antara CLS Knights Surabaya melawan Bimasakti Malang! Hmm, hanya saja kok para pemainnya terlihat agak kurang berotot yaa.. :D

Jika di Jakarta para pesohor bermain basket untuk para veteran Republik Indonesia, di Surabaya, para pemain veteran dari CLS Surabaya dan Bimasakti Malang kembali bermain seolah mengatakan “kami pun dahulu tak kalah hebatnya dengan kalian kini!” Para pemain veteran ini terlihat bersemangat dan sesekali masih memperlihatkan rivalitas yang tak pudar. Di akhir laga, NBL Indonesia memberikan penghargaan kepada dua legenda basket Indonesia; Gatot Sugiarto dan Sony Hendrawan.

Secara keseluruhan, dua laga menghormati para veteran terasa luar biasa. Di Jakarta para penonton terpingkal-pingkal karena aksi lucu. Di Surabaya, tepuk tangan meriah tak pernah berhenti mengagumi setiap aksi para veteran yang masih mampu memasukan bola dengan tajam walau sedikit melamban. Semoga laga-laga penghormatan seperti ini akan lebih sering lagi digelar oleh NBL Indonesia. Menghargai dan mengingat masa depan agar semakin mantap melangkah dan membangun masa depan basket Indonesia :D

12 pemikiran pada “Laga Penghormatan Tuk Para Veteran

  1. Gamenya ga’ mengecewakan koq, lebih seru drpd game utama malahan, lebih ada fighting spiritnya. Secara materi CLS jauh lebih muda & lebih kokoh dibanding materi tim BS, tp diatas lapangan usia tdk menghalangi semangat mereka. Salut dah buat permainan mereka. Lucu jg klo inget Koh Lolik pernah satu tim ama Theng Khun di BS & ama Lie Tjui Tek, Hardono, Sun2 di Bhinneka…:p

    1. Ini Liang Guns kan ya? :D
      Betul, ini seru banget, pertandingan yg kompetitif.
      Setiap lihat mereka gerak yg eksplosif, saya jadi merinding sendiri…

  2. ini adalah game utama, kita bisa dapat fighting spirit, kita bisa merasakan adrenalin mereka yang ada di dalam lapangan.

    sedangkan game ke dua seperti hanya melihat badut bermain sirkus.
    tidak seperti apa yang di harapkan, kita datang untuk melihat pertandingan basket, tetapi ternyata hanya sirkus keliling.

  3. Oey theng kun, dia masih enerjik pas di veteran kemaren. di CLS Hardono masih yahud..
    Theng Kun, Oey A Kiat, Lolik n Sujudi di tangan mereka BS pernah (hampir) jaya. Final four!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s