Pekerjaan Rumah Terbesar Tim Nasional Indonesia adalah Pertahanan! (9th SEABA Championship)

Oleh: Hendry Muliana

Pertandingan melawan Filipina, 24 Juni 2011

Nelangsa, satu kata yang pas melihat penampilan Timnas kita ketika melawan Filipina. Hasil skor yang mencolok menunjukan ada yang gak beres sama Timnas kita. Dan hal itu adalah defense!

Dilihat dari skill individu dan kecepatan setiap individunya, Filipina memperlihatkan bahwa mereka sekelas di atas Timnas kita. Hal yang ngeselin gue adalah Filipina hanya bermain dengan sembilan pemain dan semuanya memiliki skill yang rata, dan bahkan pemain naturalisasi mereka (pemain berkulit hitam) mungkin malah menjadi yang “terlemah” di dalam tim mereka. Tapi yang harus diakui adalah kecepatan, kedisiplinan dalam bertahan dan menyerang, serta kengototan setiap pemainnya dalam melakukan defense gak peduli berapa besar mereka sudah mencetak skor dan berapapun menit pertandingan. Mereka bermain ngotot full 40 menit. Luar biasa etos permainannya!

Sementara Timnas kita, defensenya sangat mudah ditembus, tidak bermain ngotot dalam defense sehingga tidak bisa menutup kekurangannya dalam kecepatan. Mau bukti ketidakngototan dalam defense Timnas kita? Selain Timnas mendapatkan “two handed slamdunk” sebanyak 3x (tapi 1 tidak dihitung skor oleh wasit karena terjadi pelanggaran) ketika di fast-break, Timnas juga dapet “hadiah” 2 alley-oop dunk dari hasil set-play offense-nya Filipina. Alley-oop dunk pertama masih membuat pendukung Timnas “shock” karena pemain kita tidak ada yang bereaksi sama sekali ketika defense kita dibobol dengan cara seperti ini. Pukulan paling telak berikutnya adalah ketika pemain Filipina dengan sengaja mencari kesempatan khusus untuk bisa set play yang diakhiri dengan alley-oop dunk lagi!, dan hal itu terjadi kurang dari 5 menit setelah alley-oop dunk pertama. Tragis bukan? Dan ini menjadi pukulan telak betapa defense kita baik secara individu dan tim sangat lemah. Kecuali Xaverius, rasanya semua pemain kita terlihat kurang ngotot dalam defense, sehingga semakin gak bisa nutupin kekalahan mereka dalam skill dan speed.

Bukti kelemahan dalam defense lainnya adalah banjir foul dari pemain timnas kita. Dodo bahkan sudah buat foul 3x dalam 4 menit pertama. Sementara center Filipina baru membuat foul pertamanya pada quarter ke 4.

You must challenge every shot they made”, itu kata-kata yang sering diteraikin waktu pelatihan dari coach NBA dan Ron Harper. Gue rasa mereka harus menambahkan lagi satu kalimat kunci “you must give your best defense for every second you play on the court!”. Masukan dari gue, etos kerja dalam defense harus mendapatkan perhatian khusus dari Tim Coach kita, sehingga semua pemain kita tanpa terkecuali mau mati-matian dalam defense di setiap detik mereka tampil di lapangan.

Gimana dengan offense? Ketika lawan Filipina, terlihat hanya Mario, Batam dan Xaverius yang pede dalam melepaskan tembakan-tembakannya. Amin sempat pede di 10 menit kuarter awal lalu menurun di kuarter 2 sampai 4. Amin mendapatkan masalahnya ketika kalah speed dengan lawan yang menjaganya sehingga sangat jarang mendapatkan kesempatan menembak. Pemain lainnya rasanya harus kerja keras lagi buat bia melakukan offense dengan pede.

Akhir kata, gue kecewa sama Timnas ketika lawan Filipina bukan karena mencoloknya skor akhir, tetapi kekalahan itu diperoleh karena ketidakmaksimalan permainan Timnas kita. Kalau semua sudah memberikan yag terbaik dan masih tetap kalah, maka kekalahan itupun bisa kita terima dengan lapang dada.

Pertandingan melawan Malaysia, 25 Juni 2011

Penampilan Timnas di 2 quarter awal melawan Malaysia lagi-lagi menunjukkan kelemahan mereka dalam defense yang untungnya tertutupi dengan membaiknya offense. Hampir semua pemain kita pernah dan bisa dilewati dengan mudah oleh para pemain Malaysia yang dari mukanya kayaknya masih sekelas universitas ya? Padahal jika dibandingkan kualitas skill individu dan speed-nya, pemain kita masih selevel bahkan beberapa pemain masih selevel lebih baik dari pemain Malaysia. Tapi kenapa kok banyak easy lay up dari pemain Malaysia? Kengototan dalam defense kayaknya lagi-lagi menjadi kunci semua itu. Untungnya hal ini diperbaiki di kuarter 3 dan 4 sehingga kita bisa unggul lumayan jauh, walau sempat didekati beberapa kali oleh Malaysia. Geregetan rasanya liat defense Timnas kita. Padahal, pas gue nonton pertandingan Filipina lawan Singapura pada pertandingan sebelumnya, pemain Filipina ngotot banget defense-nya bahkan sampe 10 detik terakhir di kuarter 4? Edannn…semua pemain yang ada di lapangan dan terutama playmaker mereka defense kayak teamnya lagi ketinggalan point aja, bener-bener salut!

Banjir foul? Ini jadi penyakit utama Timnas dalam 2 hari yang gue tonton. Sialnya hal ini lagi-lagi terjadi di 4 kuarter permainan, sementara pemain Malaysia sedikit sekali membuat foul. Thoyib bahkan membuat 4 foul di minutenya yang gak nyampe 8 menit…… Gak tahu apa yang salah dalam defense kita karena call referee soal foul, sedikit sekali yang keliru. Pemain Timnas kita “jorok” banget ketika defense, sampe pas nengok ke atas liat papan skor, itu titik foul di semua pemain Indonesia kok banyak banget ya…sangat kontras dengan Malaysia :(

Kerugian dari banyaknya foul ini jelas membuat pemain Malaysia jadi sering mendapatkan free throw dan mereka punya persentase yang lumayan baik, sehingga sempat beberapa kali skor mereka bisa mendekati kita. Untungnya Batam, Ius dan Amin bermain baik ketika offense dengan tembakan-tembakan 3 point mereka. Mario juga bermain brilian malam ini dengan visi permainan dan penguasaan bola yang baik.

Secara keseluruhan, permainan Timnas Malaysia malam ini jauh dibawah form mereka ketika kemarin mengalahkan Singapura. Shoot mereka hari ini lumayan “bau”. Kalau lagi wangi kayak kemarin lawan Singapura, bisa celaka Timnas kita kalau defense masih seperti ini, hehehehe :P

Kesimpulan

Bila kita ingin juara di SEA Games atau minimal merebut perak, maka kengototan dalam defense dan peningkatan speed menjadi hal PR mutlak bagi Timnas kita. Defense, defense dan defense! itu yang harus ditekankan dalam setiap latihan. Pola offense juga masih belum berjalan maksimal dan harus dipoles lagi.

Masalah mental juga menimpa beberapa pemain “muka baru” di Timnas. Koming bermain buruk dalam offense ketika melawan Malaysia. Koming sampai tak henti-hentinya diteriakin head coach kita. Anehnya minute playnya tetep lebih banyak daripada Wellyanson yang bermain lebih baik hari ini. Rommy Chandra sebagai pemain paling senior malah mendapatkan minute play hanya sekitar 2-3 menit di 2 pertandingan ini.

Akhir kata, gue tetep cinta mati sama Timnas kita dan setia membelanya apapun hasil dan bentuk permainannya. Tapi lebih enak lihatnya kalau mereka bisa bermain baik, maksimal dan juga memetik kemenangan bukan? Biar bisa tidur nyenyak :D

*Hendry Muliana adalah penggemar berat bola basket nasional. Menjadi fan salah satu tim NBL lebih dari dua dekade.

8 pemikiran pada “Pekerjaan Rumah Terbesar Tim Nasional Indonesia adalah Pertahanan! (9th SEABA Championship)

  1. Seleksi pemainnya gimana nih? Masih inget beberapa waktu lalu ada yg nge-twit kalo ada pemain yang diloloskan karena star power, padahal effortnya agak kurang. Well, defense is all effort. Menurut gw di NBL (sebenernya di semua basket sih, NBA juga), pemain bintang itu mayoritas terkenal karena offense. Semakin flashy, semakin banyak gayanya, semakin banyak scorenya semakin terkenal. Sementara defense nggak banyak fans yang appreciate.

    Juga dari staff pelatih, soalnya sistem defense juga tergantung sistem pelatihnya. Susahnya ngelatih timnas/all-star itu ya karena semua pemainnya bagus2, yang terbaik di Indonesia. Bakal perlu skill khusus buat menghilangkan semua ego pribadi dan bikin mereka bisa main jadi satu tim.

    Tapi tetap aja ini timnas kan bentukan baru beberapa bulan. Wajar aja kalo banyak kasarnya. Yang penting, belajar nggak dari keadaan kayak gini?

  2. High-post shoot pemaen 4,5 INA mesti diperbaiki kang.. Daerah itu yg sering ‘dilepas’ sama defense PHI.. Sayang Dodo lagi bau (dan grogi di awal2), Rogun baru akhir2 berani, koming, gepeng, welly ga banyak attempt.
    Pluussss, Wuysang banyak TO dibanding biasanya..
    Cuma Iyus, Faisal yg ngotot baik dlm offense & defense..
    Pemain PHI si aguilar (beberapa supporter kita blg dia mukanya kayak Chris Bosh) emang jeli bgt nyari alley-oop lewat weakside defense INA hehe..
    Ayo timnas basket INA !! Bisa !

  3. Sebenarnya pemain INA punya skill yang bagus, hanya saja “mental” masih belum cukup…. begitu ketinggalan / digertak sama lawan, langsung keder….. RonGun misalnya, shoot 3 point dia 2 kali masuk dari 2x attempts, dan saat drive ke bawah ring juga sering kali berhasil poin… tapi karena dia tidak pede dan mental masih kalah, akhirnya terlihat bahwa dia selalu kelihatan ragu, saat penjagaan ke dia sudah lepas sekalipun… akhirnya bola di passing ke yang lain…… :(
    Gepeng, sepertinya generasinya sudah lewat…lebih baik diganti pemain lain seperti semisal Sumargo (garuda), febri (cls) ataupun andre tiara (garuda). yang lebih garang….sayang sondakh sedang cidera… kalau ada mungkin timnas tidak ketinggalan sejauh ini….
    game 1 selisih 40
    game 2 selisih 39..
    overall ada peningkatan dikit…perbaikan 1 poin…. :(
    ayo timnas, rombak lagi susunan pemainnya….pemain cadangan yang masih belum dipercaya lebih baik diganti saja… (daripada hanya duduk di bangku cadangan / minute playnya sedikit)…
    Hidup timnas…..ayo berbenah…

  4. Untuk mengatasi masalah mental, peningkatan skill dan jam terbang, saatnya mereview kembali larangan bermain di 2 liga?? Kumaha kang Idan? Hehehehe…
    Biar kita bisa melihat lagi betapa beraninya dan tangguhnya mental Rogun, Faisal, Amin, Youbel memghadapi pemain asing, dan tentu saja melahirkan generasi penerus mereka menuju basket Indonesia yang lebih baik….
    Pasti ada solusi kalau semua satu tujuan demi kemajuan basket Indonesia..
    Ayo tetap semangat TimNas Indonesia…..

  5. Setuju Mas Hendry. Jam terbang pemain kita bermain dengan tim asing sangatlah kurang. Semua pihak yang terkait dengan bola basket Indonesia, ujung-ujungnya harus kembali mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ;)

  6. Timnas kan udah bentukan beberapa bulan lalu. Proses penyaringan juga udah jalan. Nggak mungkin dong yg udah dipilih kemudian disuruh pulang lagi.

    Kalau udah ada program jangka panjang, terusin aja. Jangan karena kalah awal-awal ini, program langsung dirombak. Nanti gagal lagi, rombak lagi. Selama ini masalah pembinaan kan begitu. Jangan sampe overreacting

    1. Yup, setuju kalau timnas sudah ada proses penyaringan yang ketat, tapi kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali…that’s not talking about overacting…..ini adalah corrective action yang harus segera diambil, mumpung masih ada waktu sebelum Sea games…..timnas butuh pemain yang bisa berlari full 4quarter…. pemain yang lincah, punya mental dan berani main keras (bukan kasar)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s