Karena Kontroversi Bagus untuk Basket Indonesia :D

Hingga tulisan ini gw ketik, sudah ada 43 komentar di tulisan “Mengapa Lolik, Febri, dan Pringgo yang Tercoret dari Timnas (Perspektif Fan NBL)” dan rasanya masih akan terus bertambah walau sepertinya gak akan banyak. Komentar-komentar yang masuk kebanyakan merupakan rasa kesal atau kekecewaan atas dicoretnya tiga pemain yang -bagi penulis komentar- sebenarnya sangatlah layak untuk mengisi skuad Tim Nasional dan ada pemain lain yang seharusnya lebih pantas untuk dicoret. Siapa pun berhak beropini. Setuju? :D

Demikian pula tentunya sang pelatih kepala, Rastafari Horongbala beserta staf kepelatihannya. Bukan hanya berhak mencoret, tetapi malah wajib mencoret tiga lagi orang pemain sehingga tersisa 15, karena demikianlah jumlah pemain yang diperkenankan untuk berlaga di SEA Games nanti. Hak kita untuk berkomentar tidak seberat pikulan coach Rastafari ketika harus menyisihkan tiga pemain lagi. “Ini pilihan berat,” kalau nggak salah kata coach Rastafari. Sebagian besar gw setuju dengan keputusan coach Rastafari, namun sebagian keciiilllll lagi agak kurang sependapat (hey, gw juga boleh beropini dong yaa.. :D).

Kontroversi lahir dari nama-nama pemain yang dicoret. Maupun yang tidak tercoret. Gw ingin memberikan opini gw tentang nama-nama yang paling banyak disebut dalam komentar di tulisan “Mengapa Lolik, Febri, dan Pringgo yang Tercoret dari Timnas (Perspektif Fan NBL)” sekaligus beberapa nama tambahan yang mungkin sudah terlupakan pernah mengisi Pelatnas beberapa waktu lalu.

Pantaskah Om I Made “Lolik” Sudiadnyana keluar dari Pelatnas?

Gw setuju dengan coach Rastafari. Pantas. Sekian banyak gelar MVP untuk individu tetapi tak satupun gelar juara untuk tim yang dibelanya barangkali membuat kita sedikit berpikir. Mengapa? Tentu saja banyak alasan dan jawaban untuk membantah pernyataan tersebut, tapi pernyataan tersebut juga merupakan pertanyaan yang seharusnya ditanyakan oleh penggemar Om Lolik, termasuk gw :D

Tetapi… yang gw kecewakan adalah, mengapa Om Lolik baru dicoret sekarang? Kenapa tidak dari awal saja atau tidak dipanggil sekalian? (oh yaa, Om Lolik kan MVP NBL Indonesia 2010-2011). Coach Rastafari dengan jelas mengatakan bahwa Om Lolik memiliki “masalah umur” di situs NBL Indonesia. Sebuah alasan yang aneh menurut gw. Jika saja Om Lolik dicoret dari awal, maka tentu saja ada pemain lain yang berkesempatan untuk bersaing dan tentu saja berpotensi. Sebut saja…hmm..

Hmm… Okiwira Sanjaya

Jika Oki tak dicoret sejak awal dan diberi kesempatan, maka ia akan banyak sekali menimba ilmu melalui NBA Indonesia Development Camp 2011 lalu, dan juga tentunya pelatihan di Australia. Tidak masalah jika Oki kemudian dicoret, karena pemain muda potensial ini semakin mendapat asahan untuk kemampuannya di masa mendatang. Bandingkan dengan Om Lolik, yang -maaf- sudah 40 tahun. Bukankah Om Lolik pada akhirnya juga mengatakan “ini kesempatan bagi yang muda-muda”? Sudahlah :D

Lalu mengapa Febri harus dicoret juga?

Ini pemain favorit gw di CLS Knights. Kecewa juga ketika Febri tak ikut membela Tim Nasional di SEA Games nanti. Tetapi, gw rasa, barangkali, ini prasangka gw saja yaa, Coach Rastafari pasti dilematis banget ketika akan mencoret Febri. Sangat gak diragukan bahwa Febri pemain hebat. Ketika Coach Rastafari mengatakan “Untuk Febri, memang posisinya agak tanggung. Antara posisi satu (point guard) ataukah dua (shooting guard). Di CLS kan dia memang pindah-pindah. Ini yang mungkin membuat posisinya tidak fixed. Lagian di posisi satu ada Faisal (J. Achmad) dan Mario (Wuysang),” banyak yang protes via twitter bahwa bukankah Febri itu posisi tiga (small forward)? Dan menganggap pernyataan Coach Rastafari tidak relevan. Hmm, sulit memperdebatkan hal ini karena bagi Coach Rastafari, seperti yang ia sendiri katakan, Febri adalah pemain posisi satu dan dua. Dan mungkin beranggapan bahwa Febri mungkin kurang tinggi untuk posisi tiga walau kecepatannya sangat tak disangsikan (ok, gw siap ditimpuk oleh fans Febri yang lain.. Peace guys, I do too love Febri!). Lalu siapakah yang akan memecah kebuntuan jika dua point guard Tim Nasional, Mario Wuysang dan Faisal mampet? Nah, ini mungkin yang gak akan disangka oleh banyak penggemar NBL, Coach Rastafari selama NBA IDC 2011 memasang atau mungkin bereksperimen dengan menempatkan seorang pemain di posisi ini. Ia adalah…

Dimas Aryo Dewanto!

Selama scrimmage game di NBA IDC 2011, Dimas selalu menjadi pengatur serangan. Bahkan ketika ia satu tim dengan Febri, Dimas lah yang bertugas sebagai point guard. Dan ia cukup bagus, Dimas memiliki insting menyerang yang bagus dan mulai beradaptasi dan belajar sebagai pembagi bola yang baik. Dalam posisinya yang baru ini, Dimas adalah salah satu pemain yang paling sering mendapat pujian oleh NBA coaches maupun para pelatih Australia.

Terus Fidyandini? Dia kan gak segitu jagonya..

Gw pun berpikir begitu awalnya. Gw bahkan memrediksi bahwa pemain ini adalah pemain yang akan langsung tereliminasi di tahap seleksi awal. Namun gw keliru berat. Selama NBA IDC 2011 (ok, gw banyak berpatokan pada kegiatan ini) Fidyandini adalah pemain yang mengalami perkembangan signifikan. Semenjak pulang dari Batujajar, Fidyandini turun berat badan hingga lebih dari lima kilogram. Pada setiap drill shooting di bawah basket, Fidyandini banyak menyelesaikan tembakan dengan slam dunk! Gw membandingkan dengan Thoyib dan Rogun yang hanya lay-up biasa saja. Apakah hal ini menunjukkan sesuatu? Yap, Fidyandini memiliki motivasi tinggi dan pergerakan kakinya jauh lebih baik dari pada ketika liga bergulir. Dan tak bisa dipungkiri kita sangat butuh big man! Dan Fidyandini mengalami perkembangan yang signifikan.

Demikian juga dengan Ary Chandra

Ary Chandra selama NBL Indonesia 2010-2011 memberi kesan bahwa ia hanya bisa menembak. Tetapi di skuad tim nasional, ia mampu menunjukan kemampuan-kemampuan lainnya yang “tidur”. Ary Chandra mencetak angka dari berbagai titik dengan berbagai cara. Ary Chandra bahkan kini terlihat sangat berani menerobos pertahanan lawan melakukan penetrasi dan lay-up di tengah kawalan defense yang ketat.

Dengan alasan-alasan tersebut, gw rasa, gw lebih banyak setujunya daripada tidak terhadap keputusan Coach Rastafari. lagian, bukankah ia adalah pelatih kepala yang dibantu oleh para asistennya yang setiap hari mengikuti perkembangan tim? Mereka jauuhhh lebih tahu daripada kita-kita. Saat ini, mungkin yang kita punya lebih banyak prasangkanya. Yah, setidaknya gw laah :D

Jadi kontroversi (ribut-ribut di komentar) ini harus dihentikan?

Tidak! Kontroversi ini adalah sesuatu hal yang positif. Sebuah indikasi bahwa kita peduli. Kalau kita diam-diam saja, justru malah terasa apatis alias cuek bebek, “mau emas yaa syukur, gak dapat medali yaa gak apapa,” ini justru bukanlah sebuah sikap yang baik.

Namun memang, terkadang kita emosional. Saking cintanya kepada pemain idola kita, kita tidak menerima pemain jagoan kita dicoret. Sudahlah, kita hanya butuh percaya. Percaya kepada keputusan pelatih kepala, percaya kepada tim kepelatihan, dan paling penting, percaya kepada semua pemain nasional kita. Kalau kita terus-terusan menggerutu tidak menerima, bukankah itu artinya kita tidak mendukung saudara-saudara kita yang bekerja keras membawa nama bangsa? Amit-amit dah. Selama mereka bawa nama Indonesia, mau siapapun, wajib kita dukung. Simak komentar dari Pelatnas Basket yang gw kutip di bawah ini,

Teman teman alangkah baiknya apabila kita meninggalkan kepentingan klub tertentu. SMB PJE GFB CLS dan lain lain. Mereka semua yang di timnas sedang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa kita sendiri. Tolong jangan membandingkan satu pemain dengan pemain lain dan juga tolong jangan personal vendetta terhadap golongan tertentu dibawa ke basket. Mereka butuh support dari kita untuk menang. Semua pemain di pelatnas hebat, hanya saja mungkin kebutuhan pemain di posisi tertentu dari pelatih tidak bisa menyenangkan semua pihak. Mereka butuh bantuan moral kita bukan untuk dibanding bandingkan satu sama lain pelatih Rastafari Fictor Roring dan Winar lebih tahu kebutuhan tim daripada kita.”

Gw setuju berat! :D

Lalu..

Haruskah komentar-komentar kontroversialnya gw hapus? Rasanya gw tidak akan melakukannya. Sekali lagi, komentar-komentar tersebut merupakan indikasi bagus bahwa basket Indonesia sedang menggeliat untuk kembali bangkit. Usaha kerja keras para pemain nasional beserta staf kepelatihan serta para pendukung lainnya jauuhhh lebih besar dari celoteh-celoteh kecil (yang nyelekit) ini.

Akhirnya, kita sepantasnya jangan pernah lupa untuk mengatakan “terima kasih” kepada para pemain yang rela bersusah payah berlatih keras demi Indonesia dengan segala pengorbanannya. Dan yang tak kalah penting juga adalah manajemen Tim Nasional yang berkorban mandiri dengan luar biasa melebihi pengorbanan yang diberikan pemerintah :) *pasti, gak banyak yang tahu tentang hal ini. Just say “thank you” you all :D

22 pemikiran pada “Karena Kontroversi Bagus untuk Basket Indonesia :D

  1. Sepanjang yang saya ingat mulai tahun 2000-an, baru tahun 2011 inilah fans basket Indonesia mulai angkat bicara mengenai pembentukan team nasional. Tahun2 sebelumnya, mana pernah ? kayaknya cuek bebek aja tuh.

    Secara umum, perlulah kita berbanggga, bahwa basket benar2 sudah mulai ‘hidup’, dengan komentar2 kritis dari kalian. Para fans sangat peduli dengan prestasi team nasional.

    Jadi buat para pemain yang sudah terpilih, tunjukkan bahwa kalian memang LAYAK DIPILIH. beri kami para fansmu prestasi yang membanggakan. Bukan hanya untuk kami, tapi yang terpenting buat Indonesia.

    Go for Gold for Indonesian basketball !!

  2. “Ary Chandra mencetak angka dari berbagai titik dengan berbagai cara. Ary Chandra bahkan kini terlihat sangat berani menerobos pertahanan lawan melakukan penetrasi dan lay- up di tengah kawalan defense yang ketat”.
    waaw, gw suka paragrah ini, gw suka ni ank! jago banget gila sampe ada pemain seperti itu, kalah donk Amien, Wuysang, Faisal, Rogun, dll?! gilak, gk sbr pgn liat dia maen! mencetak angka dri berbagai titik dgn berbagai cara, ud kyk Lebron nih! hebat…
    sepertiny yg terpilih itu tidak ada kekurangan lagi! baiklah, klo ud begni harusnya gk ada alasan untuk kalah melawan tim manapun donk?! semangat dan gud luck y.

    1. mantap…. nama yg mas dodol sebut di 15 ada kaleee… kl ngk sk pj jangan ngumpet diblk pemain sm, kl mas dodol sknya cls kan??? bandingin ama yang keeliminasi jgn ama yg ada di 15

      1. yaiyalah, bandingin mah sama yang terpilih, ngapain bandingin sama yang ud dicoret, beda kelas donk, kn ud dijelasin sama mas Idan diatas, gmn sih?! pemain PJ lainnya kan ud disebutin diatas kelebihannya, y gk ush gw sebut lg donk. kec Andi Batam, dia mah favorit gw, defensenya dimana mana, reboundnya kemana mana! sdkt gk trima klo hrs dibandingin sm Ary, walaupun dri pembahasan diatas kyknya masih jago Ary. bah, kok bs bil gw fans CLS?! fitnah nih! gw mah fnas PJE sejak masih Kalila. sebagai sesama Spartan jgn sling mendahului donk. he5. gw cuma sedikit sadar diri aja, gk suka cari alasan dan pembenaran, tp dengan komposisi pemain jago2 gni kok kita bisa kalah sama CLS di semifinal NBL ya?????????? trs pemain kita bs lbh byk yg terpilih dibanding peringkt 2 loh, sm byk dengn juara NBL! bangga sih, tp krna sekrang berbicara soal tim Nasional, bukan lg kepentingan klub semata, harus bisa mencoba untuk objektif lah, jgn bikin malu spartan yg lainnya lah, oke oke?!

  3. analisa tentang dwi cls dong? posisi pf ada welly, ponsianus, dodo, apa alasan coach sampe milih dia bisa bersaing dengan yang lain???

  4. Kapan kita mau regenrasi kalo pemainnya itu itu aja mario lagi mario lagi sm lagi sm lagi beri kesempetan untuk yang muda knp setuju lolik dicoret nggak setuju cls cuman satu kepilih bakat febri indrajaya wijaya saputra dibuang gitu aja

  5. Buat Saya Pribadi : Romy Chandra sangat bermanfaat bagi timnas. Meski tambil biasa selama NBL Indonesia (terlihat lewat mata masing2), Justru dia salah satu pemain yang punya peranan Penting dalam Tim PJE. LEADER!!!.. Berbeda jauh dengan Lolik.

    Lolik lebih punya kemampuan di dalam Skill bermain, tapi apa dia bisa mengangkat tim-nya untuk menjadi juara atau bahkan memenangkan pertandingan?? Jarang sekali… Dia bisa mencetak angka di atas 20 poin, tapi tim-nya harus kalah. Di sangat produktif, tapi dia juga sangat produktif memberikan poin ke musuh-nya. (Maaf bagi Fans Lolik..:D)

    Romy Chandra, tidak pernah mencetak angka di atas 20 poin. tapi kemenangan demi kemenangan sering dia berikan. Peranan Seorang leader itu memang sesungguhnya akan nampak jika kita tidak terhanyut dalam memperhatikan kemampuan2 skill di lapangan seperti Batam, Kelly, Dimas di PJE. Membuka peluang rekan-rekan mencetak angka, aktif menjaga pertahanan, masuk dalam sistem yang di anut oleh tim pelatih, dan kerap menjadi pemecah kebuntuhan. Leader, bagi saya dia lah Leader terbaik di Indonesia.

    Saya ingat jelas ketika Turnamen Bima sakti Cup tahun 2010!!.. di saat final berhadapan dengan SM. saat itu, Pje tidak di perkuat oleh bintang2 mereka seperti Kelly, Batam, dan tanpa Dimas. Disaat itu adalah permainan terbaik PJE, dan salah satu motor yang sangat membantu PJE meraih gelar juara adalah Romy Chandra. Efisien dan efektifitas bermainnya JEMPOLAN!!! atau bahasa gampang-nya, dia melakukan gerakan yang pasti-pasti… :D

    Disinilah Perbedaan dari seorang Romy Chandra dan Lolik. Antara Poin Maker dan Point of the Winning Game.. :D

    Untuk Febri, Saya setuju dengan Coach Fari, dia lebih banyak bermain di Posisi 1&2, untuk Posisi Small Foward lebih baik di berikan untuk pemain-pemain lain yang memiliki postur lbh tinggi (Maaf, Ini Bukan lagi persaingan Nasional, ini persaingan dengan melibatkan tim2 kuat di Asean.. Tolak ukur lawan menjadi salah satu acuan tim Pelatih.. *Maybe). Yang saya tidak setuju adalah PEncoretan Febri!!!.. Ketika pencoretan lalu (24 menjadi 18), saya beranggapan bahwa Febri kemungkinan besar akan masuk dalam Timnas Inti, apalagi dengan di coretnya 2 pemain yang berposisi sebagai PG Kelly dan Mario Gerungan. Saya rasa Febri layak mendapatkan jatah 1 tempat di posisi SG atau PG, Ketimbang memberikan kesempatan bagi Dimas untuk beradaptasi di posisi baru ( Melihat beberapa pemain yang pernah dan sempat melakukan pergantian posisi salah satunya adalah Febri).

    selain itu, Indonesia butuh pemain semacam Febri : Ngotot, cepat, berani mati, punya kemampuan skill yang luar biasa. Alasannya, Musuh2 Indonesia seperti Filipina, Malaysia, Thailand lebih banyak mengadopsi gaya permainan dari Asia khususnya Filipina yang cenderung cepat dan keras. Saya rasa Febri layak menjadi senjata untuk meredam pemain-pemain lawan ketimbang harus mempertahankan beberapa pemain yang udah melambat di posisi Small-Man (Ketimbang Mempertahankan Ary Chandra, atau Wusyang yang semakin lambat * maaf ini Subjektif saya Pribadi..Hehe)

    tapi sayang, kelemahan dia yang tidak akan pernah hilang adalah masalah Konsistensi! dan Menilik dari pernyataan salah satu pelatih yang sempat saya ajak bicara, dia memiliki statment tentang Febri seperti ini… ” Anak itu sangat amat bagus, tapi sayang semenjak di didik lalu dia terbiasa bermain liar (istilahnya bermain sendiri)”.

    Jadi, Bagi Fans CLS Knights jangan lah sedih lagi ketika kita harus menerima sebuah kenyataan bahwa Idola kita harus tercoret. Kita tetap bangga dengan perjuangan dia selama ini… Dia pemain hebat, dan kita bangga memiliki dia.. Respect!!!! *Saya Fans CLS Knights dan Fans Timnas Indonesia… :D

  6. Setuju ma kang idan,klu gini mending kemrn dituker Aja pencortn oki ama lolik. Secr kt hrsx harus mempetsiapkn pemain2 muda kt,jgn dibatasi ampe sea games aja.lumayan lah dpt bekal dr IDC ma perth.waktu liat si oki main di Cls cup,g nyangka Aja dia bkl kecoret,gokil bgt Mainx. Trs ya mikir aja klu pemain ky gn kecoret,wah berarti yg msh Ada di pelatnas dahsyat semua maennya*mudah2an. Jd Berharap yg tebaik aja,di balik humor sponsor2 itu.bagusx sih si sponsor jgn nanggung klu mau sponsorin,kan puny 2 tv neh,siarin lahhh tiap events pelatnas.biar kt tau benar g sihh orang2 yg kepilih ini.

  7. setuju nih sama Dhan! Nggak perlulah sponsor yg aneh2 (isu) yg bikin kontroversi, cukuplah siarin aja ntar pertandingan timnas di stasiun tv milik mereka. pasang iklan2 ato sponsor disitu jg sama kan hasilnya? :)

  8. Wahh stuju bgt deh sma bang idan.. :)
    Jgn banding2in dr club mana para pemain nya..tp kita hrs dukung smua pemain..untuk mengharumkan nama Indonesia ;)

  9. Jadwal 9th SEABA Championship, BRItama Arena, Sportsmall Kelapa Gading
    23 Juni vs Singapore
    24 Juni vs Malaysia
    25 Juni vs Phillipine
    26 Juni FINAL

  10. @mas andi : setau saya posisi dwi sama ama lolik dan gepeng juga. Kalo seandainya alasan coach rastafari dengan pencoretan lolik adalah usia. Ya seharusnya dengan terpilihnya dwi gak perlu dibahas lagi, karena untuk posisi itu kalo seandainya perlu ada pencoretan lagi ya seharusnya romy chandra karena usia :). For me, siapapun yg terpilih semoga terbaik dan gak ada kepentingan klub manapun karena ini untuk indonesia.

  11. yg paling disayangkan pencoretan febri…
    skillnya gilaa,,
    tapi balik lagi kebutuhan tim…
    pelatih tau mana yg terbaik buat tim..di posisi 2 udah ada amin, dimas, archan..

    kalo gepeng gara2 capten kali ya??
    pas lawan cls di final four,biasa ajah mainnya,ga kaya yg dibilang poin winning tim..dia gbsa kasi kemenangan

  12. Kalo mnrt gue yg salah PB.Perbasi… karena PB.Perbasi bisa dibilang “ngga punya dana” utk timnas. Bener ngga mas Agus Mauro? Kalo PB.Perbasi punya dana utk timnas maka ngga akan ada “sponsor” spt sekarang… Dan gaya timnas spt ini memang sudah dr dulu dijalankan… Kalo kita liat sejarah timnas SEAG, pernah kok lebih dr 50% pemainnya Aspac semua… Waktu itu coachnya Bong Ramos. Itu jauh lbh “gawat” dr sekarang… Dari manager, coaching staff, tk pijet Aspac semua… Kalo ngga percaya tanya Wiwin dan Lolik… Seinget gue sih gagal dpt medali…
    Jadi, selama PB.Perbasi ngga punya dana utk proyek timnas (boro2 jangka panjang), maka akan ada kejadian spt ini dikemudian hari. Sekarang kalo kita tanya apakah PB.Perbasi punya kerangka timnas dr Kompetisi kelompok umur? Mungkin datanya aja juga ngga punya… Bener ngga mbak Tria?
    Sekarang, kalo kita bener2 peduli basket Indonesia khususnya timnas, maka bantulah PB.Perbasi utk mendapatkan dana abadi. Sedih kalo kita tau dana yg dikeluarkan pemerintah utk PB.Perbasi. Thx

    1. perbasi kantor pusat kita pindain ke surabaya lebih jelas teratur dbl mjd pusat pemilihan pemain muda n cls pmilhan timnas skrg tu bukan jakarta lg ibukota bolabasket tp Su-ra-ba-ya, aku jamin cls n basket indo mkn maju, duit orang lebih kompaten… cuman masalah pusatnya slm pstnya belum di sby basket susah maju

  13. Pertanyaan gw sea games stlh ini… Apa faisal gepeng wuysang masih pd kuat maen???????? Daripada maksain sekarang main bagusan bibit bibit muda diberi jam terbang lawan filipin yang tua tua juga nggak kuat beda kelas nantinya pada bingung nyari atlet… Tapi biarlah cls rajin ajak tc atlet dibandingin klub lain

  14. Mario ganti dimaz…… gepeng ganti sandy…. welianson ganti indrajaya…. fityandhini ganti febri…..

    kl andi batam rony gunawan boleh dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s