Latihan NBA Indonesia Development Camp 2011 Hari 1

Berbeda! Sangat berbeda dengan dua NBA Indonesia Development Camp sebelumnya. Jika pada NBA IDC 2009 dan 2010 penekanan utama adalah pemantapan kembali kemampuan fundamental awal bermain basket, maka NBA IDC 2011 ini adalah semacam pemantapan kemampuan fundamental bermain basket tahap lanjutan.

Berikut rangkaian kegiatan dan materi yang didapatkan oleh 18 pemain peserta Pelatnas dari pagi hingga siang hari

Masih fundamental

Sehebat apapun atau setinggi apapun level bermain basketmu, tak ada yang lebih penting daripada fundamental bermain basket,” demikian pesan yang seolah ingin disampaikan oleh para pelatih dari NBA. Setelah melakukan pemanasan dinamis selama 15 menit, para peserta Pelatnas kembali digiring untuk “mengingat” teknik-teknik dasar bermain basket seperti gerakan berlari, lalu berhenti dengan teknik jump stop, pivot, dan jab step.

Meskipun terlihat sangat-sangat sederhana, beberapa kali para pelatih dari NBA masih harus mengingatkan atau membenarkan beberapa teknik fundamental yang sering terlupakan. Misalnya, masih ada pemain yang melakukan jab step ke arah samping yang nota bene tidak berguna dan kurang membahayakan tim atau pemain bertahan.

Fundamental big dan small players

Setelah menjalankan beberapa kombinasi fundamental secara bersama, 18 pemain kemudian di bagi menjadi dua kelompok yang terbagi atas para pemain big man dan small. Coach Eric Hughes melatih para big men, sementara gw mengikuti Jama yang memberi arahan kepada pemain small.

Small players melakukan drill menggunakan cones (kerucut) sebagai alat bantu untuk melaksanakan pola serangan fundamental 5. Fundamental 5 ini adalah sebuah variasi serangan menggunakan teknik-teknik standar untuk kemudian mengeksekusi bola dari beberapa titik baik dengan cara jump shot maupun layup shot. Pada bagian big men, Coach Eric mengasah kemampuan individu para big men dalam menjalankan perannya dengan baik seperti jump hooks, fade away shot, step thru, skip dive, rebound dan finishing, dan lain-lain.

Pola defense shell drill

Pada dua NBA IDC sebelumnya, pola bertahan fundamental ini diberikan pada hari-hari terakhir. Mengingat potensi peserta IDC 2011 dianggap lebih tinggi, pola defense shell drill ini diberikan di awal. Pola ini sangat sederhana sebenarnya. Teman-teman yang mengikuti klub basket barangkali sudah paham. Intinya adalah bagaimana menjaga (defense) pemain lawan yang tengah menyerang. Menjaga pemain lawan yang jaraknya 1 operan bola (1 pass away) dan 2 operan bola (2 passes away). Penekanannya adalah komunikasi antar pemain bertahan dan membiasakan untuk saling berkomunikasi. *komunikasi alias ngobrol adalah kebiasaan yang harus dilatih. Seringkali para pemain hanya memainkan pola bertahan tanpa ada pemberitahuan antara sesama pemain alias ngobrol.

Latihan transisi

Setelah istirahat makan siang selama 90 menit, para pemain kembali ke lapangan dan mengulang pemanasan. Intesitas latihan kembali langsung dinaikan melalui pacer drill di mana dua orang pemain saling mengoper bola dan menyelesaikannya dalam sebuah layup shop dari baseline satu ke baseline lainnya.

Latihan kemudian berkembang ke arah kecepatan mengantisipasi transisi dari ofense ke defense. Coach Eric memberikan drill 2 on 1 (+1) dan 3 on 2 (+1). Pada drill ini, seorang pemain bertahan menghadapi dua pemain yang melakukan serangan (offense) balik cepat (fast break). Ketika dua pemain yang sedang menyerang telah melewati garis tengah dalam sebuah gerakan yang cepat, pemain bertahan baru (+1) baru boleh mendapat bantuan dari rekannya yang datang belakangan atau menyusul. Bagi pemain bertahan, drill ini berguna melatih kecakapan dalam mengawasi dua pemain sekaligus, sementara bagi pemain penyerang drill ini menuntut kecepatan dan kemampuan membuat/membuka ruang agar serangan lebih terbuka dan lebih mudah dalam memanfaatkan keunggulan 2 pemain menyerang dan 1 pemain bertahan. Ketika 2 pemain penyerang menghadapi 1 pemain bertahan, beberapa kali 2 pemain penyerang kurang bermain terbuka sehingga kesempatan mencetak angka memanfaatkan keunggulan pemain sering terbuang percuma.

Floppies

Secara sederhana, drill ini adalah latihan untuk tetap aktif bergerak saat menyerang untuk mendapat ruang tembak yang leluasa dengan memanfaatkan teknik dasar screening maupun pick and roll. Pada drill ini, peserta pelatnas menjalankan beberapa variasi floppy seperti floppy side, floppy get, 14 roll, 15 roll, 14 lift, dan 15 lift. Melihat para pemain pelatnas menjalankan variasi ini membuat permainan terasa mengalir namun tetap terencana meskipun beberapa kali Ron Harper sempat mengatakan “para pemain terlalu buru-buru dan kurang tenang.” :D

Sampai jumpa besok :D

Satu pemikiran pada “Latihan NBA Indonesia Development Camp 2011 Hari 1

  1. saya pengen nonton banget nih!
    umum boleh nonton ga? bayar apa ngga? yg bener tempatny dimana? di senayan apa di britama arena? thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s