3 Alasan Mengapa Atlet Sebaiknya Mengganti Kepala Daerah Sebagai Model Papan Iklan

Siapa yang demen sama foto-foto bupati, walikota, atau gubernur yang terpampang di sudut-sudut kota menyampaikan pesan-pesan moral atau program-program nan manis? :P

Alih-alih membaca pesan yang disampaikan, lihat fotonya saja sudah malas. Heran gw mengapa harus kepala daerah yaa yang harus selalu tampil menyampaikan program-program yang mereka canangkan?! Jika program-program tersebut sedemikian penting untuk dilaksanakan atau seheboh itu untuk dikabarkan pencapaiannya, banyak tokoh-tokoh lain yang lebih menarik untuk ditampilkan dibanding si kepala daerah. Atlet salah satunya. Bukankah yang lebih penting adalah tujuan pesannya sampai? Hmm.. kecuali tujuannya memang bukan ituh!

Posting ini nilai buruk sangkanya (suudzan) tinggi banget. Gw ingin membandingkan buruknya menggunakan kepala daerah sebagai model kampanye dengan keuntungan menggunakan atlet sebagai panutan pemberi contoh. 3 saja cukuplaah..

Jangan menggunakan kepala daerah

1. Mereka cari muka

Melihat billboard para kepala daerah di sudut-sudut kota, yang terpikir hanyalah ia tengah mencari simpati karena kepemimpinannya. dan bukan gak mungkin sebagai sebuah kampanye terselubung demi pilkada selanjutnya.

2. Merusak estetika

Salah satu billboard bergambar Dewi Lestari. Lalu billboard lain ada Sarah Sechan, Maia Estanti, Ersa Mayori, dan mbak Syuman. Kemudian ada gambar model-model cantik iklan shampoo. Tiba-tiba ada gambar pak kepala daerah! Jreng!! Jreeeng!!!

3. Karya nyata lebih berbicara daripada foto-foto hasil “retouch”

Lagi lewat di jalanan yang berlubang-lubang. Tiba-tiba hujan deras dan disusul jalan yang tergenang oleh banjir. Lalu tentu saja macet! Lampu merah mati. Di tengah kepanikan dan kekesalan karena kondisi jalan dan kota yang semrawut, lalu kita melihat foto kepala daerah tersenyum di salah satu billboard “nice job dude!!!”

Dan berikut 3 alasan mengapa atlet lebih kuat citranya dibandingkan kepala daerah. Jika sang kepala daerah ingin mencanangkan sebuah program tertentu dan ingin tercapai, mereka cukup duduk di belakang layar saja. Biarkan atlet yang “berbicara”!

Mari menggunakan atlet

1. Atlet adalah idola

Nggak harus atlet basket yaa. Atlet sepak bola pun bisa sangat kuat wibawanya ketika berbicara. Misalkan saja kampanye hidup sehat dan lingkungan bersih. Kepala daerah jelas kalah pamor dan aura dibandingkan atlet.

2. Atlet gak kalah ganteng dan cantik dengan model-model iklan

Gw rasa model-model iklan mah minder kalau dibandingkan dengan atlet :D

3. Atlet bekerja keras

Baik yang telah meraih prestasi atau yang tengah mengejar prestasi, atlet terkenal karena perjuangannya yang pantang menyerah. Bandingkan dengan kepala daerah atau pemerintah yang lebih kuat citra korupsinya daripada prestasinya. Bagaimana mau jadi teladan?!

4 (Bonus). Atlet membuat warga bangga menjadi warga suatu wilayah.

Kecuali walikota Solo, rasanya belum banyak terdengar warga yang bangga dengan walikotanya. Bandingkan dengan warga kota yang bangga karena atlet yang berasal dari wilayahnya berprestasi di tingkat tertentu, katakanlah nasional apalagi internasional!

5 pemikiran pada “3 Alasan Mengapa Atlet Sebaiknya Mengganti Kepala Daerah Sebagai Model Papan Iklan

  1. Baru liat ada artikel ini. Ikut comment kak :D
    Bener banget,sampe skrg sy bingung apa prestasi kepala daerah (Bandung,misalnya) yg bs dibanggakan. Kalau atlet,Garuda,misalnya lagi :) prestasi + perjuangan mrk bs jd inspirasi buat pemuda/wrga kota Bandung. Stuju bgt sm artikel ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s