Campus League yang Tidak Memuaskan, Catatan Kecil dari Seorang Penonton

oleh: Abdul Jabbar

Sore itu saya berencana datang ke GOR hendak menunaikan janji dg beberapa teman fans CLS Knights dan beberapa anggota CLS Knights untuk makan penyetan pedas, lalu disambung dengan nonton Campus League yang waktu itu akan menyuguhkan pertandingan el classico antara Ubaya dan Unair.

Menurut saya pertandingan waktu itu worth to watch, di Ubaya ada Wewe yang sebentar lagi akan bermain untuk CLS Knights, dan Unair punya Rio yang mumpuni di level Libamanas. Dan sebagai civitas akademika yang setia pada almamater, saya saat itu berencana akan mengerahkan kemampuan sebagai supporter untuk tim Unair :D

Tapi saat sudah siap berangkat, terbaca kabar di twitter mengenai pengunduran diri tim Ubaya. Segera saya tanya kepada teman saya, fisioterapis CLS Knights, mengenai alasannya via twitter. Tidak dijawab. Mungkin sedang sibuk, inisiatif langsung datang saja ke GOR untuk menunaikan janji tadi sekaligus menggali apa yang sebenarnya terjadi.

Di GOR saya bertemu dengan pelatih Ubaya, saya tanyakan alasan beliau kenapa kok mundur. Beliau hanya tersenyum lalu menjawab, “Lha wong dikalahkan, ya kalah.” Kelihatannya nggak mau cerita sama saya hehehe.

Akhirnya saya datangi teman saya si fisioterapis itu, dan cerita yang saya dapat dari dia adalah seperti ini:

Saat itu Campus League sudah memasuki babak semifinal. Semua bermula dari protes sebuah tim (saya tidak tahu tim mana) kepada panitia karena tim putri Ubaya menggunakan seorang pemain Kobanita . Memang, aturan Campus League tahun ini hanya memperbolehkan penggunaan satu saja pemain Libamanas. Tapi saya tidak tahu apakah penggunaan pemain Kobanita diperbolehkan atau tidak. Kalau menurut logika sih harusnya nggak boleh ya, kan sudah professional. OK, akhirnya tim putri Ubaya didiskualifikasi.

Setelah itu akhirnya tim Ubaya pun protes karena tim putra Unair ternyata menggunakan dua pemain Libamanas. Saat kedua belah pihak dipertemukan bersama panitia, tim putra Unair mengatakan, yang satu memang terdaftar dan bermain saat Libamanas. Tetapi yang satu lagi saat itu cedera, dan tidak bermain sama sekali saat Libamanas walau terdaftar. Setelah debat yang panjang, panitia menolak protes dari pihak Ubaya, dan menganggap tim putra Unair tetap sah untuk bertanding di semifinal.

Merasa keputusan dari panitia berat sebelah, akhirnya Ubaya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Setelah itu saya mendengar bisikkan-bisikan juga bahwa salah satu pemain tim putri Stikom pun ada yang pemain Kobanita. Namun saya tidak mendengar tindak lanjutnya.

Esoknya di koran Jawa Pos saya membaca bahwa saat itu Perbasi dihubungi untuk mengkonfirmasi status satu pemain Unair yang rancu itu. Perbasi mengatakan itu kesalahan mereka karena ia masih terdaftar di Libamanas.

Karena saya hanya mendapat cerita dari satu pihak, tanpa mencari berita dari pihak lain, apa yang saya tulis ini tidak bisa dijadikan bahan untuk mengadili siapa yang salah, siapa yang benar. Tapi bila ada satu pihak utama yang harus saya kritik, itu adalah panitia.

Screening pemain yang tidak benar dan ketidaktegasan dalam mengambil keputusan adalah dua hal yang bisa kita ambil dari cerita di atas. Di luar itu, masih banyak cela yang bisa saya lihat selama pelaksanaan Campus League. Tenaga medis tidak ada, adanya baru saat final! Tukang pel saja tidak ada, berkali-kali panitia di scoretable yang turun untuk mengelap keringat di lantai, nggak tahu lagi kalau pas final sudah ada. Lalu soal pemilihan wasit. Saya bolak balik mengeluh, wasit suka sekali call travelling, padahal saya lihat itu pivot/jump stop yg bagus. Dan masih banyak lagi yg lainnya.

Lepas dari itu semua, ada satu hikmah yg terbersit di benak saya.

Mungkin ini yang membuat bangsa kita kurang kuat. Kita suka sekali menawar agar keadaan menjadi lebih mudah bagi kita. Potong kompas, jalan pintas, apapun itu sebutannya. Menawar itu baik, bila pada tempatnya. Tetapi bila sudah melanggar aturan yang ada, kita, pihak lain, dan bangsa kita sendirilah yang merugi. Sering saya dengar kutipan, “What doesn’t kill you, will make you stronger.” Bagaimana kita mau kuat, ada tantangan saja selalu kita hindari, bukannya hadapi.

Jadi lain kali saya dihadapkan dengan pilihan: menaati lampu merah atau tidak; memakai helm saat naik motor atau tidak; belajar atau tidak; saya akan bertanya pada diri saya sendiri, saya mau melemahkan atau menguatkan bangsa ini?

NB: Yg harus dipikirkan juga adalah nasib pemain-pemain Kobanita. Kobanita sudah almarhumah sejak 2009. Tidak adil rasanya bila mereka tidak boleh bermain di Liga Mahasiswa, kalau tidak di situ, lalu main di mana lagi? Sudah 2 tahun gitu :P

*Penulis adalah seorang teman penggemar basket di Surabaya :D

26 pemikiran pada “Campus League yang Tidak Memuaskan, Catatan Kecil dari Seorang Penonton

  1. Setuju sekali…
    Ada 1 lagi mas.. Wkt kejadian ribut2 ada slh 1 panitita bilang kalau “peraturan campus league it fleksibel”
    Lha peraturan kok fleksibel? Baru kali ini sy tau event basket yg pake peraturan fleksibel.

  2. saya malah pernah di curhatin anak UNAIR yg timnya di diskualifikasi saat penyisihan, karena di protes oleh pihak UBAYA, padahal kondisi tim putri UNAIR tsb, menang terus.

    kalau menurut saya, ini hanya arogansi gengsi pihak-2 yang miskin naluri kompetisi.

    padahal saya yakin, yg namanya anak basket, itu doyan bgt sama kompetisi, gila aja.. masa’ mau main, gak dibolehin..

    aneh

  3. Gw mencoba melihat dari sisi pemain. Kalo ada pemain lawan yang levelnya lebih hebat dr gw, gw justru tertantang untuk sekuat tenaga jaga dia. Bukankah kalo kita main lawan orang yang levelnya diatas kita, secara tidak langsung level kita juga ikut ‘tertarik’ keatas ?

    Kita ‘dipaksa’ kudu gerak lebih cepet, lebih gesit, lebih kuat, dll.

    Yah, tapi kalo yang dicari cuman MENANG aja, lain lagi persoalannya

  4. sebenarnya panitia sudah berusaha menjalankan peraturan yang telah disepakati bersama dengan team peserta, bukan memihak ke satu team manapun, apalagi fleksibel.
    tentang masalah teknis dilapangan sudah dikondisikan, tidak adanya tenaga medis dan petugas pengepel lapangan itu salah.
    untuk masalah wasit, panitia telah melaporkan kepada PERBASI agar wasitnya diberi pengarahan,panitia tidak selayaknya mengarahkan wasit, itu wewenang PERBASI,kalaupun ada kesalahan bukan salah panitia ataupun PERBASI,melainkan oknum wasit.

  5. Terima kasih Pak Dokter yang mau berbagi.. Hehhe..:p
    Saya ingin menambahkan sedikit untuk membantu tulisan Pak AJ ini…

    Sangat di sayangkan adanya peraturan2 pengunaan pemain berlabel KOBANITA, LIBAMANAS, KOBATAMA, dll di Campus League. Padahal mereka juga butuh kesempatan bermain (jam terbang) utk mengasah kemampuan mereka, dan saat ini sangat minim sekali event2 yang di selenggarakan dalam hal Kobanita uda tidak ada, Kobatama di ganti PBL, Libamanas juga tidak jelas… Lah, mereka ingin menunjukan kemampuanya lewat apa???… ( 1 tahun 1 event— bandingkan dengan negara Pilipina yg prestasi &pembinaanya Dahsyat banget.. 1 tahun di level pelajar, mahasiswa saja mereka dapat menyelenggarakan 3 event).

    Saya mengerti, peraturan itu di buat agar memberikan peta persaingan yang lebih ketat antar tim. Memang, kualitas dari tim yg berlabel Libamans berbeda jauh dengan tim-tim lokal lainnya. Dan tentu saja memberikan kesempatan bagi tim-tim lain untuk menunjukan kemampuannya.

    Ini lah yang membuat Bola Basket kita lamban untuk berkembang. Seperti kata Mr AB, suka menawar-nawar, suka mempermudah…

    Nah, bagaimana sekarang kalau di Ganti….

    Seluruh pemain boleh memperkuat almamaternya, tidak ada perbedaan antara pemain libamanas, kobanita/kobatama, atau apapun itu.

    Tim tim lain harus berusaha dan bekerja keras mengejar ketertinggalan. Latihan lebih keras, fokus dalam mengorganisir tim, pembinaaan, dsbnya.. Lihat tim2 yang berlaga di Libamanas, mereka sangat bekerja keras, mereka bersaing di level Nasional. Sedangkan tim lokal lain ?? di Manjakan supaya juara di event2 tidak jelas.. :(

    Tidak mau latihan, yah tidak usah juara…
    Tidak serius, ya tidak usah ikut..
    Selesai!!!!

    Motivasi untuk mengejar ketertinggalan, bukan motivasi untuk mempermudah ketertinggalan. Untuk apa di buat event Spesial untuk membuat turun Mutu Bola Basket di Indonesia ??.. – -“

  6. Mau membahas dikit aja ya kang

    Esoknya di koran Jawa Pos saya membaca bahwa saat itu Perbasi dihubungi untuk mengkonfirmasi status satu pemain Unair yang rancu itu. Perbasi mengatakan itu kesalahan mereka karena ia masih terdaftar di Libamanas.
    >> Kalau salah perbasi lah kok tim yang kena ?

    Lha peraturan kok fleksibel? Baru kali ini sy tau event basket yg pake peraturan fleksibel.
    >No comment

    sebenarnya panitia sudah berusaha menjalankan peraturan yang telah disepakati bersama dengan team peserta, bukan memihak ke satu team manapun, apalagi fleksibel.
    >> Lalu bagaimana hingga ada pelatih tim, menjadi wasit di pertandingan lainnya?

    Semoga ada yang mau buat liga basket kampus yang lebih baik dah. kalau kata teman saya mungkin DBL campuss gitu. Lets hope so. mari kita bermimpi dan berdoa

  7. Karena ini bukan posting dari gw, gw ikutan komentar yaak :D

    Hemat gw, kekhilafan ada pada pihak panitia. Seharusnya seleksi pemain yang boleh ikut harus lebih ketat lagi. Aturan dijalankan dengan ketat sejak event akan dimulai. Jika ada yang tertangkap di tengah jalan tidak sesuai aturan, diskualifikasi saja.

    Pro-kontra sebuah aturan penyelenggaraan itu biasa; NBL yang tidak membolehkan pemain yang bermain di dua liga, standar nilai peserta DBL beserta tim yel-yelnya, atau aturan PopMie basketball tentang minimum suporter. Jika panitia tegas, maka insyaAllah berjalan baik, tetapi satu saja tim atau pihak diberi kelonggaran, maka pihak lain atau tim lain akan menuntut perlakuan serupa. Maka aturanpun seolah fleksibel :P (walau seperti komentar Junaedy di atas, tidak ada yang fleksibel dan gw setuju).

    Semoga liga ini berlanjut terus, walau sponsornya nanti gonta-ganti, amiin :D

  8. hanya ingin mengomentari sedikit tentang kekisruhan yang terjadi pada saat CL kemarin, saya yang pernah menjadi ketua panitia FE CUP Unair 2010 yang juaranya dimenangkan Trisakti jakarta sepakat bahwa suatu peraturan haruslah tegak dan tidak boleh fleksibel, protes dan komplain pasti ada namun itu semua kembali pada panitia sendiri, protes berawal dari ketidak tegasan panitia, apabila peraturan dijalankan dg baik saya yakin kekisruhan seperti kemarin tidak akan terjadi, untuk masalah kuota saya paham maksut panitia CL mungkin apabila seluruh pemain libamanas diperbolehkan main maka CL dpat dipastikan akan menjadi “milik” unair dan ubaya, maka dari itu peraturan itu diterapkan, namun ada baiknya mencari akar permasalahannya yaitu persebaran pemain bagus yang kurang merata sehingga kampus lain kurang menjadi jujukan pemain bagus pada saat lulus sma, mari bersama bangun basket indonesia mulai dari hal terkecil :D

  9. Ikut nimbrung ya Bang. Baru2 ini saya nonton final Campus League seri Bali. Kesan saya:
    1. Sudah final masih sepi lho. Pdhl wkt DBL di Bali, belum open gate sudah rame. Mungkin kurang happening, salah satunya krn kurang promosi. Twitternya jarang di update spt DBL dan NBL.
    2. DJ nya nggak banget deh. Jadi semakin terasa kalau DJ NBL oke punya…
    3. Karena sepi penonton, DJ ga asyik, jd bosaaaannnn banget nontonnya. Untung ada exhibition game yg seru, thanks to bintang tamu Udjo, Yossi, Densu dan Dimaz. Kalau gak ada mereka, walah… ga kebayang deh boringnya.
    4.Karena sponsor rokok, ya wajar deh kalau banyak lokomotifnya.. Hix hix.. Makin ga nyaman…
    Anyway, saya shock juga baca berita ttg Ubaya itu… Inilah pentingnya regulasi yg clear dari awal. Tp benar kata teman2 di atas, ada baiknya sih pemain Kobanita, Kobatama dan Libamanas dikasih kesempatan main, hitung2 tambah jam terbang.

  10. Itulah salah satu pendataan administrasi d perbasketan kita msh amburadul.d hal lain statistik pemain pun blm tercatat rapi..mgkin NBL indonesia sdh memulai melakukan itu..
    Semoga hal-hal ini jd pelajaran..sehingga tidak mengecewakan banyak pihak baik pemain,maupun qt sebagai penonton : )

  11. wah, mirip2 kasusnya POMDA Jogja waktu UGM lawan Atmajaya (final putri)
    UGM protes karna Atma pakai pemain All Starr DBL 09 hahahaha
    jadinya pertandingan batal
    padahal yg nonton lumayan rame, jadi penonton dipaksa bengong sampe 3 jam hingga final putra, cukup melelahkan

  12. Seperti PSSI dan LPI..
    Seharusnya jika kita berpikir memajukan sepakbola, 2 liga ini juga otomatis berpengaruh mengembangkan olahraga itu.
    Walau kita tahu, diluar sana banyak yg saling berbicara kekurangan 1 sama lainnya.
    Dan saya pribadi ikut sedih jika persaingan seperti PSSI vs LPI itu terjadi di dunia BASKET.
    Saya harus jujur, topik yg mengedepankan kekurangan suatu liga basket itu kurang menarik.
    Apapun event basketnya, mestinya kita dukung, bukan kita caci dan cari kekurangan, tanpa ada solusi keren yg mudah dikabulkan.

    1. Setuju, posting dari Abdul Jabbar ini kudu dilihat sebagai masukan untuk memperbaiki event karena event begini memang sangat dibutuhkan. Dan, postingan ini seyogyanya dilihat sebagai dukungan.

      Solusinya kayaknya sederhana, kemauan untuk membuat aturan yang jelas dan mau menegakkannya dengan tegas :P

  13. ada baiknya untuk sesama penyelenggara event basket kita saling berbagi mana yang baik dan mana yang buruk
    dan jika ditemukan kekurangan2 seperti kasus2 diatas bisa introspeksi, untuk di carikan solusi yang terbaik buat event selanjutnya.
    selama ini saya melihat event2 dari dbl maupun nbl sudah bagus lah, walaupun tidak ada yang sempurna juga sih.
    nah mendingan mereka saling membangun lah, sesama panitia penyelenggara silahkan mencontoh yang baik baik saja.
    dan cari solusi untuk menutupi masing2 kekurangan di event mereka supaya event2 basket kita semakin maju dan tentunya para pemain, penonton, dan sponsor ikut senang.
    betul seperti kata tsunami diatas,
    janganlah basket jadi seperti LPI dan PSSI yang penggemarnya saling tuding menuding cari2 kekurangan masing2 penyelanggara, gak dewasa banget deh.
    bravo basket indonesia :)

    terima kasih.

  14. Hmm numpang komen aja mas.. Saya sendiri adalah pemain unair yang berlaga di CL kemarin..dan saya juga menyayangkan screening dari pihak panitia yang kurang ketat dan tegas. Kemudian keputusan yang berat sebelah, dengar2 sih karena donatur terbesar CL di surabaya ini berasal dari salah satu universitas peserta liga ini sehingga panitia pun segan untuk memberikan keputusan yang tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang ada.
    Waktu babak penyisihan tim putri unair di WO saat usai pertandingan melawan UPH surabaya, sehingga hasil pertandingan yg barusan di perjuangkan jadi sia sia, masalahnya karena ada 2 pemain yg pernah terdaftar di libamanas, 1 pemain memang ikut libamanas yg terakhir (2010), dan satu pemain hanya dimainkan di libamanas 2009 dan pada 2010 tidak didaftarkan krn diharapkan membela unair pada CL tahun ini. Tp akhirnya di WO karena peraturan yg kurang jelas. Yang katanya sih di protes pihak UBAYA, Kok bisa sih lolos screening, saya tidak menyalahkan ubaya yang memprotes hal tsb, tp saya juga bingung. Lucu sih rasanya. ini kan kesalahan panitia, kok peserta jadi kena imbasnya. Kasian kan yang abis main, menang, penuh perjuangan atau udh sampai 8 besar baru didiskualifikasi hahaha.
    Sebagai pemain, pada saat pertandingan melawan ubaya jujur saya pengen banget main, udh pemanasan, masuk lapangan shooting2 di tunggu sampai berjam-jam kok ga mulai-mulai -_-“. Akhirnya baru tau kalo ada masalah, sama temen saya, aldi. Yang pada 2010 itu didaftarkan sbg pemain libamanas, kemudian tidak jadi dan di ganti pemain unair lain arwan. Karena pada saat itu si aldi berhalangan ikut libamanas dan jarang latihan. Tetapi dari PERBASI lupa mengganti nama aldi , dan mendaftarkan nama arwan .
    Waktu itu dari pihak unair udah minta buat tetap tanding dan masalah ini diselesaikan setelah pertandingan, tetapi beliau tetap menolak dan memilih mengundurkan diri. Lagi-lagi kasian pesertanya (pemain unair dan ubaya) udah pemanasan dan mempersiapkan segalanya, sampai mendatangkan supporter dan keluarga dari jauh.
    soal kuota pemain libamanas/kobanita sih saya setuju. 1 pemain aja tp bebas boleh libamanas/kobanita.
    Yah..saya sih sebagai pemain cuman bisa berharap, semoga tahun ini menjadi pelajaran yang berarti buat panitia dan peserta. Supaya lebih netral. Lebih tegas dan ketat dlm menerapkan peraturan. Dan yang berharap event ini tetap bergulir setiap tahun dan semakin baik dari tahun ke tahun..

  15. ikutan koment boleh ?

    pertama gw anak jogja, pemaen juga, gw ga nyangka penyelenggaraannya separah ini, Campus League juga bilang bakal bwat di jogja malah batal, heheheheh, tapi kalo dari gw jelas ini kesalahan panitia, ketidaktegasan, kan semua masalah harusnya udah selesei pas TM, kalo pas event kagak tw dah garingnya kaya apa, g pernah nonton, hehehehhe…

    kedua, lepas dari panitia, kembali lagi pada team itu, gw suka komentar pipin ma tsunami, yang intinya anak basket suka kompetisi dan cuma pengen maen, kecuali seperti yang pipin bilang team cuma nyari menang aja, menang tanpa game apa asiknya sih ?

    thx.

  16. gw dari uph, dan kebetulan gw nonton tuh pertandingan ubaya vs unair.
    jujur gw interest bgt ma ni pertandingan, soalnya gw tau ini sama2 tim kuat, dan yang menang gw rasa pantas juara CL.

    setelah melihat aksi protes dari pihak ubaya, jujur gw kecewa banget sama ubaya karena aksi protesnya yang membuat pertandingan ini semakin di undur, tapi setelah tau apa yang dipermasalahkan, gw rasa keputusan panitia bener2 BERAT SEBELAH yang sangat menguntungkan pihak unair.
    tim putri ubaya sudah di dis karena ada beberapa pemain kobanita, tetapi itu tidak terjadi di tim putra unair, orang2 pasti berpikir bahwa ada pihak2 licik di antara panitia CL dan unair sendiri.

    untuk ubaya : yang sabar ya buat kalian, gw tau kalian tim yang sangat tangguh, mungkin CL juga bukan level kalian, kalian pantasnya di libamanas, bukan kompetisi ecek2 seperti ini yang memiliki panitia yang tidak adil.
    sekian dan terimakasih.

  17. Hmmm makin seru nih..
    Sudah.. Utk pimpinan/ketua panitia/promotor ato apalah nmnya… Byk masukan dr pecinta basket di ats yg mungkin bs memperbaiki nm CL yg akn dtg.
    Terutama nm BOLA BASKET di Indonesia.
    Seperti yg ditls sm mas idan “Indonesia Jawara Basket Dunia”
    Jng smp krn event basket kecil bs merusak nm besar perbolabasketan Indonesia.

  18. @michael gini mas. Waktu itu , panitia minta bukti dari perbasi / surat pernyataan dr perbasi. Kalo salah satu pemainnya unair emang ga main libamanas dan ini kesalahan panitia libamanas, panitia CL memberi kesempatan 1 hari buat unair untuk memberikan bukti tsb. Tapi pihak ubaya minta nya unair lgsg di diskualifikasi soalnya hari itu blm ada surat. Waktu itu perbasi udh di telp kok. Dan blg emg kesalahan panitia sana. Tp memang blm tertulis. Suratnya baru dtg besoknya tp ubaya udh mengundurkan diri.

    1. Itu minta suratnya kapan, pas debat itu kah? Ya kalau melihat situasinya, aneh lah. Ibaratnya SIM baru keluar besok, tapi boleh nyetir sekarang.
      Ya harusnya surat-macam begitu udah diminta pas TM dong, kok minta pas mau tanding –”

      Ini yg dimaksud merugikan pihak lain, nama Unair tercoreng, Ubaya merasa dirugikan, penonton yg sudah menunggu-nunggu dikecewakan.

  19. Wah, jadi rame…
    Saya membuat tulisan ini karena saya cinta basket dan saya cinta Campus League. Setiap tahun saya pasti nonton. Yg ditunggu utamanya Unair vs Ubaya, tapi yg lain juga ditonton, pokoknya nonton basket aja saya udah bahagia. Tapi saya lihat kok pelaksanaan tahun ini tidak seperti yg lalu-lalu, banyak sekali celanya. Yg saya takutkan kalau grafiknya menurun lalu menghilang..amit-amit jabang bayi jangan lah. Itulah tujuan saya membuat tulisan ini, agar ada input dari luar, ke depannya bisa lebih baik.

    Nggak ada maksud membanding-bandingkan antara CL dan Libama, karena memang tujuannya berbeda. Tapi memang, menurut saya demi tujuan pembinaan, yg ideal itu seperti NCAA ada D1, D2, D3. Bukan seperti ini, yg kuat dipaksa melemahkan diri. Semoga ke depannya bisa didapatkan format yg terbaik, dan semoga makin banyak kompetisi-kompetisi yg bisa saya nikmati, amiiiiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s