NBA 2011-2012 = IBL 2009-2010? Lockout Alias Berhenti Alias Mati

Apa yang terjadi pada Indonesian Basketball League (IBL) 2009-2010? Tidak ada. Yup, tak ada yang terjadi. Karena pada musim tersebut, 2009-2010, liga basket profesional kita tidak berjalan alias mati. Penyelenggara IBL tidak mampu melanjutkan liga dan memberitahukan kepada tim-tim peserta bahwa mereka mengundurkan diri. Apa penyebabnya? Sederhana, walau tak ada berita mengapa penyelenggara IBL mundur, dengan logika sederhana bisa terbaca bahwa masalahnya adalah duit, uang. Gak ada duit :(

Entah sejak kapan, yang pasti sejak mengenal Kobatama dan IBL, penyelenggaraan liga basket profesional kita mendapat sokongan besar dana untuk bergulir dari pihak sponsor. Liga bernafas melalui oksigen yang didapat dari tabung gas yang dipasok oleh sponsor. Pada musim 2008-2009, IBL bergulir tanpa sponsor. Nafas penyelenggaraan kembang-kempis dan akhirnya menulis “surat wasiat” mangkat di akhir 2009. Berharap pada penjualan tiket penonton? Tidak masuk akal.

Sumber nafas yang berbeda

Sumber oksigen NBA berbeda dengan IBL. NBA sangat mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket untuk memastikan liganya tetap berjalan. Sponsor, penjualan pernak-pernik, dan hak siar televisi adalah bonus tambahan.

Tahun ini, Commissioner NBA, David J. Stern mengatakan bahwa NBA merugi sekitar 400 juta dollar! Dan tentunya merupakan hal buruk bagi NBA sebagai entitas bisnis penyelenggara liga basket. Agar tetap dapat bergulir di musim mendatang (2011-2012), Stern meminta kepada asosiasi pemain untuk menerima tawaran pemotongan pendapatan pemain hingga 30 persen.

Mengapa NBA bisa merugi sedemikian besar? Karena sumber oksigen utamanya, penjualan tiket nonton di arena menurun dan berimbas kerugian. Tidak semua tim memang. Namun sebagian besar tim mengalami “luka pendarahan” karena kerugian ini. Di sisi lain, tim harus membayar gaji-gaji pemain yang selangit. Jeleknya lagi, beberapa pemain dianggap menerima bayaran berlebih yang tidak sesuai dengan performa mereka di lapangan. Luka pendarahan harus segera dihentikan!

Mengapa penjualan tiket menurun alias tak banyak fans yang datang ke arena untuk nonton langsung? Banyak sebab. Antara lain, performa tim yang jarang menang, tak adanya pemain bintang (hijrahnya/berkumpulnya pemain bintang pada satu tim), atau laga dengan hasil yang mudah ditebak (terdengar akrab?).

Asosiasi pemain NBA menolak tawaran NBA untuk memotong pendapatan hingga 30 persen. Kini, banyak spekulasi mengenai apa yang akan terjadi. Umumnya berpendapat bahwa NBA benar-benar akan mengalami mati suri pada musim depan sehingga para pemain harus bersiap menghadapinya. Beberapa pemain senior seperti Jason Kidd, Steve Nash, dan Kevin Garnnet digosipkan akan mengundurkan diri.

Ancaman lockout memang datang dari NBA. Pemain NBA yang sudah mapan dengan penghasilan selangit mungkin akan sulit mendapati bahwa musim depan mereka harus bermain dengan pendapatan hanya sekitar 60 persen dari nilai di musim sebelumnya. Namun bagi NBA, untuk apa menjalankan sebuah tim dan juga liga yang merugi. Dari segi bisnis, pemilik tim adalah orang-orang tajir yang umumnya punya penghasilan lain selain bisnis tim NBA. Lockout alias berhenti sepertinya bukanlah masalah besar :P

*Oh yaa, batas akhir perjanjian antara NBA dan asosiasi pemain adalah 30 Juni. Jika hingga batas waktu tersebut tak tercapai kesepahaman, selamat tinggal NBA :)

8 pemikiran pada “NBA 2011-2012 = IBL 2009-2010? Lockout Alias Berhenti Alias Mati

  1. Gue rasa kalo NBA gak ada, bisa berimbas juga sama NBL.. Karena kiblat anak2 basket Indonesia kan NBA-NBA juga.. Moga2 aja gak akan terjadi…

  2. Akan menjadi sebuah ironi jika NBA mati alias Lockout. Selama ini Liga bola basket amerika serikat itu menjadi kiblat bagi tim-tim basket diseluruh dunia, apabila NBA terkena lockout maka kiblat basket mau gak mau pasti pindah ke euroleague karena tidak bisa dipungkiri liga basket eropa itu sedang berkembang pesat, mengingat banyak mantan pemain NBA yg bermain di sana. Memang bagi kita kompetisi euroleague masih terasa asing, akan tetapi kompetisi yang disajikan oleh euroleague tidak kalah menarik dengan NBA, euroleague juga menjadi ladang uang yg menjanjikan bagi para pemain NBA maupun para sponsor karena nilai tukar mata uang eropa yg memang lebih besar dibandingkan dengan nilai mata uang USD. Secara tidak langsung format championship series kompetisi NBL 2010-2011 juga mengikuti format yg ada di euroleague. Berharap semoga NBA tetap eksis dan kompetisi basket di indonesia bisa semakin kompetitif mengikuti perkembangan Bola basket dunia… Salam Olahraga

  3. Maksudnya di sini sih bukan mati total. Jadi nggak mungkin sampe berpindah kiblat ke euroleague atau liga-liga lain. Sekarang juga rasanya diskusi dari NBAPA (serikat pemain) sama owners belum mulai. Mungkin karena masih pada sibuk main apalagi udah deket playoff. Lockout terakhir yg gw inget, kalo nggak salah 1999. Cuma ada 50 games (biasa 82) ditutup dengan San Antonio-New York final.

    Gw kurang ngerti masalahnya apa, dan kayanya bener kayak yang disebut Idan soalnya hal-hal itu memang masalah besar apalagi setelah resesi ekonomi. Sekedar perbandingan, liga olah raga profesional terbesar di Amrik, NFL, juga sekarang lagi lockout. Semua tempat kerja, dalam hal ini lapangan dan fasilitas latihan semua ditutup. Pelatih nggak boleh komunikasi sama pemain. Ini gara-gara serikat pemain dan pemilik nggak bisa setuju gimana bagi pendapatan USD 9 milyar untuk satu tahun. Banyak yang bilang, USD 9 milyar itu terlewat gede dan nggak mungkin nggak ada yang ngalah.

    Jadi worst case scenarionya, 2 liga olahraga terbesar Amrik bisa-bisa ikut buntu. Nggak kebayang deh hiburannya apa.

    Tapi ini semua bakal selesai kalo dua belah pihak bisa setuju soal poin-poin yang didebatkan. Begitu kedua pihak setuju lagi, mulai lagi deh seasonnya. Kayak yang 50 games itu.

  4. Nggak selamat tinggal NBA lah. Ini sebenarnya sudah terjadi sering di NBA. Terakhir tahun 98, tahun itu kompetisi mundur beberapa bulan, sehinga pertandingan reguler dipersingkat menjadi 50 games saja.

    Bentar lagi juga salah satu pihak, pemain atau pemilik atau keduanya, pasti melunak. Pemain juga mau ngapain, mendingan turun gaji dari pada gak dapat sama sekali.

    NBA memang butuh bintang, untuk meningkatkan ticket, ratting. Contoh saja di Indonesia, pasca Michael Jordan, siaran NBA hanya diputar di TV kecil atau TV cable/satellite. Tdk seperti dulu, RCTI dan SCTV (TV nasional) memutarnya.

    Ya hitung2 itu si LeBron James bisa latihan lebih lama deh sebelum regular session dimulai. :)

  5. I believe that NBA won’t be lockout. jika mereka sampai lockout, maka tidak ada lagi perhelatan basket terbesar di dunia dan bisa-bisa pecinta basket kecewa. tidak hanya pecinta basket yang akan kecewa, tapi juga para pemain yang sudah mendapatkan gaji yang tinggi dari NBA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s