Kegagalan pada Bola Basket, oleh Koko Heru, Asisten Pelatih Pelita Jaya

Tettttttttttt.. bunyi buzzer kuarter empat berbunyi. Dua tim namun ada dua situasi berbeda di lapangan; selebrasi dan kesedihan, kalah dan menang, gagal dan berhasil, itu dua kenyataan yang ada dan harus dihadapi dalam bola basket.

Seseorang pernah bilang, berani menang harus berani pula menghadapi kekalahan. Namun pada kenyataannya sulit untuk menyiapkan diri menghadapi situasi yg ke-dua, kekalahan. Termasuk saya :))

Kegagalan dalam akhir sebuah musim kompetisi biasanya menghasilkan rasa kecewa yang sangat dalam. Mengapa? Satu musim berlatih keras, pengorbankan waktu, meninggalkan keluarga dan teman demi satu tujuan menggapai no 1, lalu pada akhirnya gagal menggapai tujuan tersebut.

Dalam situasi seperti itu ijinkan diri sendiri untuk meratap, bersedih, berduka memang terkesan hiperbola. Namun sangat normal jika seorang pemain merasa sedih. Kecewa atas sebuah kegagalan bahkan baik buat si atlet. Seseorang yang sudah mengalami kegagalan dalam sebuah musim kompetisi telah kehilangan sesesuatu yang amat berharga bagi dirinya. Seseorang yang belum pernah mengalami situasi tersebut tidak akan bisa mengerti betapa sakitnya totalitas terhadap sesuatu namun hasilnya tak sesuai dengan apa yang diharapkan dan yang semakin memperburuk keadaan adalah bahwa sesuatu itu sudah lewat dan berakhir tanpa bisa diperbaiki.

Tapi itulah kenyataan hidup (maafkan jika terlalu jujur). Waktu akan terus berjalan dan semua yang kita miliki akan hilang. Orang tua, teman, kesehatan, binatang peliharaan, dan termasuk hidup kita semua akan berlalu dan hilang. Yang, bagi saya, itu adalah sebuah alasan mengapa kita akan sangat peduli terhadap sesuatu yang kita cintai dan miliki.

Jika bersedihnya sudah cukup, dan menerima kegagalan sebagai sebuah kenyataan. Itu mungkin dapat sedikit membebaskan diri kita dari rasa stres berkepanjangan.

Sebentar lagi off season practice mulai, walau masih dihantui oleh perasaan sedih dan kecewa, sempatkan diri sendiri untuk selalu berpikir positif bahwa itulah yang dilakukan oleh setiap atlet hebat dan superhero (hiperbola lagi). Karena dengan pola pikir seperti itu akan timbul logika, sadar apa yang penting atau tidak.

Merasakan betapa berharganya kesempatan itu, kita akan bangkit dari keterpurukan, melanjutkan bermimpi walau menyadari konsekuensi yang akan dihadapi nanti pada saat semuanya telah berakhir kembali. Kenyataan seperti itu yang membuat bola basket menyenangkan, menarik buat saya.

Kegagalan itu keberhasilan hidup mengajarkan kita untuk selalu bangkit.

We failed, lets cry a river and build a bridge so we can make it to the other end.

7 pemikiran pada “Kegagalan pada Bola Basket, oleh Koko Heru, Asisten Pelatih Pelita Jaya

  1. walau tidak jadi juara pelita jaya menurut saya justru telah menjadi kekuatan baru di nbl kemarin.menjadi juara regular menurut saya lebih sulit.dan pelita jaya bisa meraihnya..salut buat pelita.tahun depan pasti lebih kuat lagi ….
    tapi dukungan saya tetep buat garuda bandung :)..

  2. Akhirnya Koko mau menulis di blog ini setelah gw minta dengan singkat tadi pagi. Thanks Ko :D

    Mengomentari tulisan ini, sorry yaa Ko, waktu CLS Knights mengalahkan Pelita Jaya di semifinal, ada dua keluarga Pelita Jaya yang paling tegang. Yang pertama dirimu yang sudah tegang sejak akhir kuarter kedua, yang kedua si Cyrus yang duduk sebelah gw.. Hahahaaa..

    Gw gak tahu mana yang lebih menyakitkan, berada pada posisi lu ketika Pelita Jaya kalah di semifinal atau gw saat diputusin pacar :)) Tetapi setelah lama peristiwa itu berlalu, dengan bahagia kini gw bisa bilang bahwa gw pernah merasakan salah satu “menu” kehidupan yang gak semua orang pernah merasakannya. Pahit!

    Satu saat, ketika lu bersama Pelita Jaya atau tim lain akhirnya merasakan manis, apresiasi manisnya pasti berbeda. Rasa manis orang yang pernah merasakan pahit jauh lebih nikmat daripada manis ketika sama sekali belum mengenal pahit.

    Sukses Ko! :D

  3. Apapun yang terjadi…..pelita jaya bikin peta kekuatan berubah,,,,,,wlpun tetep aja masih ‘terpusat’…..semoga daerah2 lain juga terpacu lebih baik…..=)

  4. “We failed, lets cry a river and build a bridge so we can make it to the other end.” the best quote ever…

    @Idan: merasakan manis setelah pahit akan menjadi momen yang gak pernah bisa dilupakan. kemenangan setelah kekalahan akan membuat kita selalu memandang hormat pada lawan dan tidak memandang sepele sebuah kemenangan. lagipula kalau setelah itu kita menyecap pahit lagi rasanya pasti gak akan sepahit dulu… :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s