Kecerdikan Mengantar Satria Muda ke Final (Lagi)!

Beberapa jam sebelum laga semifinal antara Aspac melawan Satria Muda tadi malam, seorang teman bilang ke gw “ini yang akan dilakukan oleh Satria Muda untuk menaklukan Aspac.”

“Apaan itu?” tanya gw. “Satria Muda akan memaksa Isman Thoyib untuk melakukan dua foul pada kuarter pertama sehingga ia langsung ditarik coach Tjetjep, lalu memaksimalkan Rony Gunawan atau Dodo. Sementara itu, pemain lain bertugas mematikan dua senapan mesin Aspac, Xaverius dan Okiwira,” kata teman gw.

Terjadi!

Apa yang terjadi kemudian di lapangan persis seperti skenario yang diprediksi teman gw itu. Pada menit ke tujuh di kuarter pertama, Isman Thoyib telah didakwa melakukan tiga kali foul oleh wasit. Coach Tjetjep tentu tak mau mengambil risiko lebih buruk dengan memaksa Thoyib tetap tampil. Thoyib pun akhirnya ditarik. Alih-alih memasukan mas Antonius Joko, coach Tjetjep memasang Okiwira/Pringgo (kalau gak salah) sebagai pengganti. Praktis, Vinton Nolland satu-satunya pemain Aspac yang memiliki postur besar di bawah ring Aspac. Pertahanan Aspac timpang. Rony Gunawan leluasa mencetak angka di pos dekat ring Aspac tanpa pengawalan seimbang. 1 dari 3 usaha Rony berhasil. Sisanya berbuah free throw yang keempatnya menghasilkan angka. Rogun mencetak enam angka. Demikian pula Amin Prihantono dengan empat poin dari freethrow.

Skenario mengusir Thoyib berhasil. Skenario selanjutnya mematikan Xaverius dan Okiwira pun sukses. Dua pemain ini tak berhasil mencetak angka sama sekali di kuarter pertama. Nol.

Isman Thoyib tidak bermain sama sekali di kuarter kedua. Faisal leluasa menerobos pertahanan Aspac tanpa berani disentuh oleh Aspac. Kala mendapat pelanggaran, Faisal mengeksekusi freethrow-nya dengan baik. Meskipun para pemain Aspac melalui Rizky, Pringgo, dan Vinton masih mampu memborbardir Satria Muda, absennya Thoyib di kuarter kedua membuat pertahanan Aspac terlalu lembek.

Kuarter ketiga masih merupakan pengulangan kuarter kedua. Isman Thoyib masih belum bermain. Okiwira yang mampu mencetak enam angka di kuarter kedua hanya mampu membukukan dua poin di kuarter ketiga, setali tiga uang dengan Xaverius yang juga hanya mencetak dua angka. Beruntung Mario Gerungan, Pringgo, dan Rizky mampu tampil baik. Pertahanan masih tetap buruk.

Isman Thoyib akhirnya diturunkan sebagai pemain pengganti di kuarter empat setelah masa timeout usai. Naas bagi Thoyib, tak sampai 60 detik, Thoyib kembali melakukan foul! Saat itu ia bahkan belum menyentuh bola sama sekali! Thoyib langsung ditarik keluar oleh coach Tjetjep. Terlihat coach Tjetjep kesal sekali pada Thoyib (jika saja itu Okiwira, habis tuh didamprat!).

Faisal menggila! Hanya satu kali layup yang gagal diselesaikan oleh Faisal. Lucunya, layup itu malah tak terkawal sama sekali oleh Aspac. Namun lainnya, Faisal benar-benar gak ada yang berani megang. Setiap layup menghasilkan angka. Ketika waktu tinggal tersisa di bawah satu menit, Satria Muda telah kembali unggul 73-69, Youbel Sondakh bahkan berkesempatan menembak dua free throw yang dua-duanya gagal masuk. Aspac memiliki kesempatan untuk mencetak angka. Sayang gagal dan taktik melakukan foul di detik-detik terakhir tidak begitu berguna, karena Satria Muda memasukan 3 dari 4 free throw di detik terakhirnya.

Sayang banget Aspac gagal membaca strategi Satria Muda :(

Pekerjaan rumah sangat besar untuk kepemimpinan wasit.

Baik coach Tjetjep maupun coach Fictor Roring pada laga tadi malam melakukan gerakan-gerakan yang gw rasa kurang respek terhadap wasit. Sayang wasit tidak berani menindak tegas dengan memberikan technical foul. Sebuah keputusan yang sepertinya akan semakin menurunkan wibawa wasit.

Selain itu, beberapa keputusan wasit memang jelas kontroversial. Salah satunya ketika Rony Gunawan terlihat dilanggar ketika melakukan penetrasi, bukannya mendapat dua free throw, Rony Gunawan justru dianggap melakukan offensive foul. Sontak saat itu juga semua pemain Satria Muda berdiri dari bench dan teriak-teriak tak setuju.

Jika Satria Muda dirugikan oleh wasit. Aspac rasanya lebih parah. Mereka dirugikan di waktu-waktu krusial. Salah satunya ketika Rama dilanggar ketika melakukan tembakan tiga angka. Para pemain Aspac sudah menyangka Rama akan mendapatkan 3 freethrow, ternyata malah hanya lemparan ke dalam dari side line :( Padahal saat itu jika free throw diberikan dan jika ketiganya masuk, laga masih sangat super ketat dengan selisih satu angka saja!

Anyway, terlepas dari wasit yang dikatai “anj#!@*^g!” dengan keras oleh salah seorang pemain sambil berteriak, Satria Muda layak masuk final berkat kecerdikan coach Ito! Selamat :)

3 pemikiran pada “Kecerdikan Mengantar Satria Muda ke Final (Lagi)!

  1. “Anyway, terlepas dari wasit yang dikatai “anj#!@*^g!” dengan keras oleh salah seorang pemain sambil berteriak”

    boleh ya di sebuah pertandingan berskala nasional dan berisi pemain profesional melakukan hal seperti itu?

  2. Sm menang lawan aspac! Ternyata pertandingan tsb hanya menghasikan pemenang. bukan keberhasilan! Keberhasilan hanya dimiliki oleh atlit2,pelatih2 yg faham arti sportmanship! Bukan pertandingan yng dihiasi dng kata2 anjing dsb. Olahraga adalah pendidikan, bukan perkelahian ! Wasit adalah manusia, pasti akan terjadi human error! Maslahnya apakah semua pelatih,pemain mengerti peraturan dan interpretasi dr perwasitan! Sy yakin tdak. Ayo,kita terus belajar agar pertandingan olahraga akan menjadi tontonan sekaligus media edukatif bg Masyarakat . Salam olahraga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s