Bimasakti Pasti Bisa Kalahkan Pelita Jaya! (Bark and Bite You Underdogs!!)

Gw yakin, Pelita Jaya akan menganggap pertandingan pertama melawan Bimasakti pada babak pertama Championship Series nanti adalah pertandingan yang kemungkinan besar pasti dimenangkan. Catatan tiga kali pertemuan di musim reguler setidaknya memperkuat optimisme tersebut. Pelita Jaya bahkan menang besar atas Bimasakti pada pertemuan ketiga mereka di Jakarta dengan skor 114-48. Shooting guard Pelita Jaya saat itu, Ary Chandra bahkan hampir menyamai raihan Bimasakti dengan 42 poin.

Masih adakah kemungkinan Bimasakti untuk menang melawan Pelita Jaya nanti? Masihlaaah. Kemungkinan tetap ada walaupun tipis. Seberapa tipis harapannya? Setipis poin-poin di bawah ini. Tapi kalau mampu dibalik (1, 2, dan 3) dan ditingkatkan (4), harapan Bimasakti akan semakin tebal!

1. Motivasi!

Ada seorang teman yang juga sama seringnya menyaksikan laga NBL seperti gw. Dia bilang begini “Saya paling benci lihat Bimasakti. Walau saya juga gak mengidolakan tim lainnya, Bimasakti ini tim yang paling tidak terasa semangatnya. Mereka tim yang paling siap kalah!” Kaget juga mendengarnya. Namun begitulah kelihatannya (setidaknya dari kacamata teman saya yang netral itu) dan kadang-kadang gw pun sedikit merasakan hal tersebut.

Balik!: Barangkali Bimasakti sendiri malah gak nyadar akan hal ini. Atau semoga teman gw dan gw yang salah. Yang jelas, hmm sudah jelas, Bimasakti harus melipatgandakan motivasi terlebih dulu. Menang!

2. Lawan Pelita Jaya, Bimasakti selalu tertingal langsung di kuarter awal!

Biasanya, melawan beberapa tim urutan lima ke bawah, tim urutan lima ke atas bermain agak seimbang di kuarter pertama dan kedua. Tetapi ketika Bimasakti menghadapi Pelita Jaya, tim asal kota Malang ini selalu langsung tertinggal dari kuarter pertama. Pada pertemuan pertama di Bandung, Bimasakti tertinggal 13-20 di kuarter pertama, lalu 13-16 di kuarter kedua, anehnya Bimasakti justru unggul di kuarter terakhir dengan 10-8 (mungkin Pelita Jaya mulai mengalah.. :P). Pada pertemuan kedua di Solo, Bimasakti langsung tertinggal 9-26 di kuarter pertama, tetapi hanya tertinggal 2 poin di kuarter ketiga, dan satu poin di kuarter terakhir. Pada pertemuan ketiga di Jakarta, Bimasakti babak belur! Dari awal hingga akhir seperti gak ada perlawanan!

Balik!: Stamina tentu harus prima. Bagaimana kalau Bimasakti edan-edanan bertahan di kuarter pertama dan kedua sambil melakukan serangan seperti biasanya (normal-normal saja)? Nah, pada kuarter tiga dan empat, Bimasakti bombardir Pelita Jaya melalui Made Indra, Bima Rizky, Gipsona, Yanuar, dan kawn-kawan? Tentunya dengan pertahanan serapat dua kuarter awal. *teori tentunya lebih mudah :D

3. Lupakan Samid dan Komink!

Mereka bukan anggota Bimasakti lagi. Mereka bukan lagi kawan satu tim. Mereka adalah lawan!

Balik!: Anggap prasangka praduga gw salah, jika para pemain Bimasakti lainnya ingin menjadi seperti Samid dan Komink, maka hal tersebut tak akan pernah terjadi. Para pemain Bimasakti harus lebih hebat daripada Samid dan Komink!

4. Lebih banyak menembak!

Terutama para pemain dengan field goals di atas 35%; Yanuar (36,8%), Bima Rizky (35,1%), Denny Sartika (37,2%), Krisna (36,6%). Logika sederhananya, semakin banyak percobaan menembak yang dilakukan oleh para pemain tersebut, semakin besar kemungkinan raihan poin untuk Bimasakti!

Ayo Bimasakti! Saat ini, gak ada yang gak mungkin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s