“Bola Basket Ini Adalah Amanah,” Kata Sang Guru

“Ketika kau mulai menerimanya, kau harus menjaganya agar tidak direbut oleh lawanmu.”

“Kau harus menggiringnya menuju daerah pertahanan lawan. Membaginya dengan rekanmu yang lain yang memiliki kesempatan lebih leluasa untuk memasukannya ke dalam ring lawan. Juga tentu saja tanpa takut untuk menerimanya kembali jika bola itu datang lagi kepadamu.”

Camkan baik-baik, bola itu adalah amanah dari rekan-rekanmu. Ia berada di tanganmu dalam penguasaanmu karena rekan-rekanmu percaya bahwa kamu mampu menjaganya agar tidak direbut lawan bahkan mampu memasukannya ke dalam keranjang lawan, demi menggapai cita-cita bersama.”

Tak ada pemain basket yang dengan sengaja memberikan bolanya kepada lawan. Karena ia tahu bahwa itu adalah khianat.”

“Jika bola basket itu terlepas dari tanganmu dan direbut lawan, tentu rekan-rekanmu akan kecewa. Tapi percayalah itu hanya sementara dan sebentar saja karena rekanmu tahu kamu tanpa sengaja melakukannya. Bola basket tak mengenal ajaran mengenai khianat. Ia mengajarkan menjaga amanah sekuat tenaga!”

“Bagaimana cara menjaga amanah yang baik? Berlatihlah yang giat. Semakin pandai kau menjaga amanah, semakin besar kemungkinanmu untuk menggapai cita-citamu.”

“Hidup ini adalah menjaga amanah, menjaga bola basket yang sedang kau pegang,” kata sang guru.

*)Terinspirasi dari petuah kak Richard “Insane” ketika kita menyaksikan pertandingan antara Satria Muda melawan Stadium tadi malam.

3 pemikiran pada ““Bola Basket Ini Adalah Amanah,” Kata Sang Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s