Oh Friends, You’re So Predictably Irrational :D

Semua juga tahu bahwa kita harus lebih rasional dalam menyikapi setiap masalah yang kita hadapi. Emosi tentu saja boleh, tapi dengan mengimbangi dengan rasionalitas tentu akan sedikit membantu. Sori, banyak membantu :D

Semua mahfum, bahwa membalas kritik yang baik adalah dengan memberikan tanggapan yang rasional demi menangkis kritik dengan elegan. Cara tersebut sangat rasional. Kita tahu itu cara yang rasional, namun kerap kali, ketika menerima kritik atau perbedaan pendapat sedikit saja, kita sering terjebak berlaku emosional, alias irasional! Umumnya, begitulah umumnya, ah sori, sedikit saja ding yang begitu. Termasuk gw, irasional banget :D

Tadi siang, gw membahas isu lokalisasi pemain basket asing untuk menjadi skuad tim nasional basket Indonesia di SEA Games 2011. Sorry (again) did I say lokalisasi? Hehee, sejenak tadi gw lupa istilah populernya, naturalisasi. Beragam tanggapan. Banyak yang gak setuju dengan ide itu yang gw tangkap dari twit-twit yang gw terima. Obrolan lalu berkembang ke hal-hal sensitif bagi sebagian orang yang tanggapannya menurut gw sangat emosional, gak rasional. Eh oh, irasional! Namun sejujurnya sudah sangat gw tebak. Yes, they’re so predictably irrational! Irasional, yang ketebak banget.

Jadi, daripada gw nulis sesuatu yang mengundang hal-hal irasional lagi, gw keingetan sebuah buku yang pernah gw baca dulu dan sedang gw baca ulang lagi, “Predictably Irrational” karya Dan Ariely. Konon katanya, buku ini laris manis dan menggelitik otak untuk berpikir. Bahkan dalam bahasa editor New York Times Book Review, revolusional!

Buku ini membahas perilaku-perilaku kita yang acap kali gak masuk akal dalam memutuskan sesuatu. Dan Ariely mengungkapkan serangkaian fakta berdasarkan hasil-hasil tesnya di laboratorium mengenai begaimana kekuatan-kekuatan tersembunyi mampu membentuk keputusan akhir kita. Pesan subliminal? Hmm..ada kemiripan.

Kekuatan/kelemahan gratisan!

Salah satu bahasan menarik dalam buku ini adalah kekuatan dari FREE! (gratisan, dan yes dicetak kapital semua di bukunya). Selain itu juga Dan memberikan istilah lain dengan menggunakan kata zero (nol). Melalui sebuah logika norma sosial dan norma dagang, Dan Ariely menjelaskan dengan ringan bagaimana kedua norma yang kerap bertentangan ini seringkali coba disatukan dengan harapan menghasilkan efek maksimal, namun sebaliknya malah tidak sesuai harapan.

Dalam sebuah percobaan kecil, Dan Ariely menjual sebuah coklat mahal dengan harga murah. Orang-orang yang mengetahui bahwa coklat itu sebenarnya mahal namun dijual murah pada berdatangan untuk membeli. Dan Ariely kemudian menurunkan kembali harga coklat tersebut. Peminatnya pun bertambah, ibarat barang bermerek diobral aja, orang-orang pada rebutan!

Namun sebuah keanehan terjadi. Ketika Dan Ariely menurunkan harga coklat murah tersebut menjadi nol alias gratis, orang yang datang mengambil malah justru sedikit! Menurut Dan Ariely, norma yang mengenanya sudah tak lagi norma dagang tetapi norma sosial. Menarik bagaimana Dan Ariely menjelaskan hal ini dalam bahasa yang mudah dipahami.

Silahkan baca sendiri untuk lebih paham yaa.. :D

Nah, tentu saja langsung gw hubungkan dengan pergelaran basket kita. Walau tentu entah ada hubungannya atau tidak. Ada sebuah event basket SMA yang berbayar, bahkan calo berebut untuk menjual tiketnya. Event basket ini selalu penuh ditonton!

Lalu ada juga event basket lain yang pesertanya kurang lebih sama. Digelar gratis. Penonton boleh datang bebas keluar masuk tanpa dipungut biaya apapun alias cuma-cuma! Tapi penontonnya malah sangat sedikit!

Apakah ini artinya tesis Dan Ariely benar? Menurut gw sih bisa saja. Kalau, ah sudahlah… Silahkan baca sendiri bukunya. Semoga gak ada yang tersinggung dengan event basket yang dibanding-bandingkan. Kalaupun mau komentar, rasional dan irasional sah-sah saja kok. Dua-duanya sudah tertebak soalnya :D

2 pemikiran pada “Oh Friends, You’re So Predictably Irrational :D

  1. Oh, saya jadi ingat Seth Godin pernah nulis tentang yang mirip-mirip dengan dengan eksperimennya Pak Dan Ariely bang. Judulnya: Sometimes, Price is an Attitude – http://bit.ly/f0TsPL
    Dan ada juga videonya Pak Dan Ariely sedang berbicara di TED – http://bit.ly/hyXdIZ
    Semuanya tentang psikologi dalam pengambilan keputusan, hehe :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s