Pelita Jaya vs Satria Muda, 2-0! Begini Seharusnya Tim Lain Bermain!

Menyenangkan menyaksikan permainan Pelita Jaya saat mengalahkan Satria Muda untuk kedua kalinya di lanjutan seri NBL Indonesia. Pelita Jaya menunjukan sebuah gaya permainan yang menurut gw adalah gaya yang seharusnya ditiru oleh tim-tim lain di NBL; berani menembak!

Setiap mendapat kesempatan ruang kosong untuk menembak, baik Dimas Aryo, Andi Batam, dan tentu saja Ary Chandra tanpa ragu melepaskan tembakan. Dimas Aryo dan Andi Batam bahkan lebih berani, mereka tanpa ragu menghajar walau dalam penjagaan yang ketat. Oh, gw sudah sebut Romy Chandra? Yes, pemain itu juga!

Persentase field goals kedua tim memang tak jauh berbeda. Tetapi tentu saja Pelita Jaya lebih beruntung karena memasukan lebih banyak bola terutama untuk tembakan tiga angka. Pelita Jaya memang terlihat banyak membuang bola dengan melakukan 32 kali tembakan tiga angka. Jumlah banyak yang tak begitu terasa ketika pertandingan sedang berjalan. Namun efeknya, Pelita Jaya berhasil memasukan sembilan di antaranya. Satria Muda sendiri hanya berani menembak 14 kali tembakan tiga angka dan hanya dua saja yang masuk. Satria Muda bermain lebih hati-hati, main aman tak berisiko yang sebenarnya juga sangat berisiko.

Satria Muda lebih mengandalkan terobosan ke jantung basket Pelita Jaya yang tampaknya sudah ditebak oleh (Rastafari dan..) para pemain Pelita Jaya. Pelita Jaya bermain keras untuk menghentikan Roni Gunawan dan kawan-kawan. Hasilnya banyak foul memang, namun lagi-lagi, akurasi buruk mereka menguntungkan Pelita Jaya.

Pelita Jaya mengajarkan bahwa begitulah seharusnya bermain basket menghadapi tim kuat, cepat dan berani mengambil risiko. Satria Muda pun mengajarkan sesuatu, jika menembus langsung ke jantung pertahanan Pelita Jaya sedemikian sulitnya, apalagi tembok Filipina?!

Satu pemikiran pada “Pelita Jaya vs Satria Muda, 2-0! Begini Seharusnya Tim Lain Bermain!

  1. Intinya sih mengoptimalkan pemain cadangan, sehingga minimal pemain pengganti tsb bisa maintain skor… Kendala terbesar kalo melawan tim besar spt SM adalah peranan pemain pengganti. Jelas2 terbukti pd pertandingan SM v PJE di Bali, kualitas pemain pengganti SM lbh buruk drpd PJE. Coach Ito sampe mondar-mandir kebingungan mencari pemain pengganti. Sangat kontras keadaannya dgn tim PJE. Makanya sering tim papan tengah yg sgt potensial spt Muba, Bima Sakti, Stadium ketinggalan di babak 3 & 4 bila melawan tim peringkat atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s