Tidak Terkalahkan, Juara Malaysia International High School Basketball Tournament! Hadiah Tahun Baru untuk Indonesia!

Prestasi hebat diraih tim Development Basketball League (DBL) Indonesia Selection di penghujung 2010. Baik tim putra dan putri sukses menyapu gelar di Malaysia International High School Basketball Tournament, di Port Dickson.

Tadi malam (31/12), tim putra dan putri memastikan gelar setelah mengalahkan tim kuat dari Yuk Chai Malaysia. Tim putra menang 84-51 di laga penutup, tidak lama setelah tim putri menang 68-40.

Bukan hanya menyapu gelar juara, tim DBL Selection juga merebut gelar Most Valuable Player (MVP) putra dan putri. Yaitu untuk Gunawan, asal SMKN 1 Samarinda, dan Yuni Anggraeni, dari SMA Tri Tunggal Semarang.

“Kami datang tanpa mencanangkan target apa pun. Bagi kami, yang terpenting adalah membawa anak muda Indonesia ke negara lain, mencari pengalaman dan menjalin hubungan people-to-people dengan anak muda dari Malaysia dan Singapura. Ternyata, hasilnya lebih dari istimewa, pulang membawa semua gelar utama,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL. “Ini hadiah Tahun Baru tim kami untuk Indonesia,” tambahnya.

Sebelum laga penutup di Port Dickson Indoor Basketball Court tadi malam, gelar juara sudah hampir pasti di tangan tim putra. Dalam turnamen yang memakai sisten round robin itu, tim putra DBL Selection sudah mengalahkan Malay College 94-46 di hari pertama. Kemudian, di hari kedua, menang superseru lewat overtime atas Woodgrove Singapura, 66-61.

Di hari pertama, tim putra Woodgrove sudah lebih dulu menang telak atas Yuk Chai, 101-45. Jadi, di atas kertas, DBL Selection putra seharusnya memang mampu menang atas Yuk Chai.

Meski demikian, lagi-lagi di awal pertandingan tim putra lambat panas dan tertinggal 4-15. Lagi-lagi, tim tetap tenang. Di kuarter kedua, tim putra DBL Selection memaksa Yuk Chai scoreless (tanpa poin) selama sekitar 6,5 detik. Skor lantas menjauh, dan skor akhir 84-61 pun tercapai.

Bila tim putra di atas kertas juara, tim putri DBL Selection menghadapi situasi berbeda. Bagi Sarah Dephiola dkk, pertandingan “final” memang melawan Yuk Chai tadi malam. Memasuki laga penutup itu, kedua tim sama-sama belum pernah kalah, dan sama-sama sudah menang telak atas Woodgrove Singapura dan Seri Puteri Cyberjaya Malaysia.

Pertandingan “final” putri pun tidak berlangsung semudah laga-laga sebelumnya. Tim putri DBL Selection harus kerja keras, meski akhirnya tetap mendominasi dan menang 68-40.

Bagi Henny Sutjiono, point guard asal SMA Frateran Surabaya, laga itu juga pembuktian komitmen. Dia main maksimal meski sehari sebelumnya dapat kabar duka, neneknya tercinta meninggal dunia pada Kamis malam (30/12).

’’Kemenangan ini untuk Indonesia dan untuk U Ciak (panggilan Henny untuk sang nenek, Red). Kerjasama dari teman-teman sangat bagus. Saya gembira sekali dengan gelar ini,” kata Henny.

Yuni Anggraeni, sang MVP asal SMA Tri Tunggal Semarang, kembali menggila. Dia menuai 31 poin dan 29 rebound. Selain MVP, Yuni pun meraup gelar Top Scorer dan Top Rebound.

Coach Manager Andrew Lim (SMK Immanuel 1 Pontianak) memuji anak asuhnya yang sudah bekerja sangat keras. Menurut dia dalam laga itu, peran pelatih hanya 30 persen, sedangkan sisanya berkat usaha pemain. ’’Anak-anak memiliki mental juara. Sejak berangkat mereka bertekad untuk bisa mengambil gelar ini. Untunglah cita-cita tersebut bisa teralisasi,’’ tuturnya.

Pelatih kepala Yuk Chai Choa Wen Hu mengakui kekalahan timnya. Seperti laga-laga sebelumnya, mental anak-anak DBL Selection menuai pujian. ’’Awal laga kami bisa mengimbangi, tetapi setelah itu habis sudah. DBL memang yang terbaik mereka pantas jadi juara,’’ tuturnya.

Dalam hari terakhir kemarin, hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Saifuddin Abdullah. Dia pun melontarkan pujian untuk anak-anak DBL Selection dan DBL secara keseluruhan.

“Saya rasa DBL Indonesia memilik standar yang tinggi. Ini bisa dilihat dari permainan yang ditampilkan. Mereka memiliki skill individual yang sangat bagus,’’ katanya. ’’Selain itu kalian memiliki manajemen yang sangat sistematik. Kalian punya tim medis, semuanya. Di masa mendatang, kami bisa belajar dari kalian,’’ tambahnya.

Bukan All-Star

Usai seremoni penutupan, Azrul Ananda mengaku geleng-geleng kepala dengan semangat dan kemauan anak-anak Indonesia. Menurut pria 33 tahun itu, hasil ini merupakan pertanda baik bagi basket junior di Indonesia.

“Setiap tahun, kami menggelar kompetisi SMA di puluhan kota di Indonesia, dengan peserta ratusan sekolah dari ratusan kota. Setiap tahun, kami mengumpulkan ratusan pemain terbaik untuk ikut camp bersama pelatih Amerika atau Australia. Dari situ, 12 pemain putra dan 12 putri terbaik masuk tim All-Star, bertanding melawan tim Amerika dan Australia. Nah, tim yang ke Malaysia ini bukan tim All-Star, tapi mampu meraih juara,” jelasnya.

Tim DBL Indonesia Selection 2010 merupakan kumpulan pemain yang berbeda. Ada beberapa pemain All-Star masih diikutkan, tapi mayoritas dipilih dari kelompok yang berbeda. “Di tim Selection ini, banyak yang masih kelas XI SMA. Jadi pada 2011 masih bisa main di Honda DBL, masih punya kans tampil di laga internasional lagi,” lanjut Azrul.

Turnamen di Malaysia ini, tambah Azrul, juga sangat berbobot. Sebab, meski lawan memakai nama sekolah, tim Malaysia dan Singapura boleh “pinjam” pemain tambahan untuk meningkatkan performa.

“Tim dari Singapura itu ada pemain nasionalnya. Tim dari Malaysia juga punya pemain yang masuk seleksi nasional, juga punya pemain terbaik kejuaraan nasional. Jadi tim DBL Selection dapat pengalaman berharga,” paparnya. “Kalau kami mau menang mudah, kami bisa saja mengirim tim All-Star. Tapi kami percaya, tim Selection tidak akan mau diremehkan orang,” tandasnya.

Setelah meraih kemenangan, tim DBL Indonesia Selection 2010 merayakan Tahun Baru 2011 di Port Dickson. Kota itu memang kota kecil, namun merupakan kota pantai favorit bagi para turis. Jadi, anak-anak menikmati peralihan tahun di salah satu pantai Port Dickson.

Hari ini, seluruh rombongan DBL Indonesia Selection akan jalan-jalan ke Kuala Lumpur (sekitar 1,5 jam dari Port Dickson). Selain city tour, juga belanja. Minggu besok (2/1), rombongan pulang ke Indonesia. (nur/DBL Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s