Catatan Hingga Akhir Seri 3 Solo: Tembakan Gratis yang Disia-siakan

Setiap kali I Made Sudiadnyana alias Om Lolik mendapatkan kesempatan free throw, gw yakin tembakannya pasti masuk. Lolik adalah pemain NBL yang persentase tembakan free thrownya tertinggi di liga untuk sementara ini. Namun seringkali perkiraan gw keliru. Lolik pun gak seakurat itu saat mengeksekusi penalti. Kadang hanya satu dari dua kali percobaan saja yang masuk. Persentase free throw Lolik adalah 68,1%. Tertinggi di NBL Indonesia.

Tidak ada tekanan atau penjagaan langsung dari pemain lawan saat melakukan free throw. Paling hanya tekanan penonton atau beban mental dari sang pemain sendiri yang menjadi halangan. Tapi tetap saja, free throw jarang yang dieksekusi dengan baik. Seorang penembak yang bagus ada tiga kategori: Ketiga, mampu memasukan bola saat menembak tenang tanpa halangan. Kedua, mampu memasukan bola saat menembak dan dalam penjagaan lawan. Pertama, mampu memasukan bola saat menembak, dalam penjagaan lawan, dan dalam sebuah pertandingan. Menembak freethrow ada di dalam kategori pertama dan ketiga.

Seringkali free throw dapat menentukan kemenangan sebuah tim. Jika saja Muba Hangtuah dapat memanfaatkan free thrownya dengan baik saat melawan Satria Muda di pertemuan pertama, sangat mungkin Muba Hangtuah akan menang meskipun Satria Muda juga memasukan semua free throw mereka. Tembakan gratis ini disia-siakan. Padahal dampaknya sangat luar biasa.

Meremehkan free throw? Jarang latihan? Atau apapun alasannya, sebenarnya ini adalah skill pertama yang membuat kita sebenarnya mampu bersaing dengan NBA. Sayang, tembakan tanpa penjagaan ini pun kita gak hebat-hebat amat. Persentase tertinggi hanya 68,1%. Di NBA? Sejauh ini 91,3% :(

Iklan

6 pemikiran pada “Catatan Hingga Akhir Seri 3 Solo: Tembakan Gratis yang Disia-siakan

  1. mungkin semua pemain NBL, eh semua pemain basket harus latihan free throw sebanyak 50x sehari… jadi saat dia harus free throw di lapangan udah tau tuh angle dari mana, sudut tangannya seberapa, jadi ibaratnya dia merem aja bisa dipastikan 95% bolanya masuk… hehe

  2. Christy, kurang kalo 50x, latihan shooting 500x sehari aja buat anak SMA harusnya, apalagi pro hehehe…
    Si Rony Gunawan dulu pernah 90an persen, tapi kok sekarang ga seakurat dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s