Selamat Ulang Tahun Coach Nathan dan Faisal (Faisal dalam Perspektif Gw)

Keduanya adalah sosok yang gw kagumi selama NBL Indonesia 2010-2011 ini.. Oh, sebelumnya, Coach Nathaniel Canson kemarin (12/12) berulang-tahun ke 70 sementara Faisal J Achmad hari ini merayakan hari jadi ke 29. Happy birthday :D

Nathaniel Canson

Setelah menangani Satria Muda di awal tahun 2000, coach Nathan kembali ke San Fransisco dan memilih menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya di sana. Muba Hangtuah adalah tim yang berhasil membujuk coach Nathan untuk nyemplung lagi berbagi ilmu untuk basket di Indonesia. Musim lalu (ketika masih bernama IBL), Muba Hangtuah tak masuk radar kekuatan tim yang patut diwaspadai. Coach Nathan masuk, dan langsung merubah pandangan setiap orang. Di tangan beliau, Buggi Setyawan seolah terlahir kembali, demikian pula Dian Heriyadi yang adem ayem berubah garang menakutkan. Mendapat asuhan dari coach Nathan, Robert Yunarto pun kini menjadi salah satu point guard terbaik di Indonesia.

Faisal Julius Achmad

Faisal adalah pemain paling produktif di Satria Muda saat ini. Jauh di atas Youbel Sondakh yang tadinya gw anggap menjadi kunci penting bagi Satria Muda. Sejauh ini, setelah melewati 12 game, Faisal sudah mencetak 152 poin (tertinggi di tim), 53 rebound (urutan 4 di tim), 51 assist (tertinggi di tim), 20 steal (tertinggi di tim), 0 blok (well, he doesn’t have to :P).

Bagi gw, di musim 2010-2011 ini, Faisal adalah Satria Muda dan Satria Muda adalah Faisal. Mengapa demikian? Karena beberapa pemain utama/senior Satria Muda mulai terlihat lamban bahkan beberapa sudah tak nampak lagi semangatnya, apinya mulai meredup. Berbeda dengan Faisal. Ia tetap garang dan tampil sebagai Faisal yang gw tahu ketika di lapangan: ngotot, hebat, cerdas, akurat, dan bermental baja (bahasa lembut dari: songong –sori Sal :D). Faisal tidak peduli apakah ia main untuk ABL atau NBL, dia mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.

Kelebihan Faisal lainnya di lapangan adalah ia setia mengawal para pemain junior Satria Muda untuk mengambil tongkat estafet dari para pemain senior. Faisal akan bermain ngotot, memperlebar jarak raihan angka agar akhirnya coach Ito punya kesempatan memberi pengalaman kepada pemain muda mulai mencicipi kerasnya NBL Indonesia. Jika Faisal tidak “mengamankan” suasana, gw ragu pemain seperti Julius (adik Faisal), Vamiga, Schiffo, bahkan Ronaldo Sitepu mendapat kepercayaan bermain dari coach Ito.

Tentu saja tak bisa mengerdilkan peran pemain Satria Muda lainnya, namun jika tak ada Faisal, rasanya pemain lain Satria Muda gak akan maksimal :)