Fans Solo yang Tenang :)

Setelah melewati pertandingan turnamen preseason di Malang, Seri 1 Surabaya, dan Seri 2 Bandung, dan kini Seri 3 di Solo gw menemukan karakter penonton yang khas dari setiap kota :)

Malang dan Surabaya memiliki karakter yang kurang lebih sama. Dua kota ini fanatik kepada tim yang mewakili kotanya; CLS Knights Surabaya dan Bimasakti Malang. Walau demikian, warga Surabaya dan Malang sangat apresiatif terhadap tim manapun yang bermain baik ataupun populer. Tak heran, kala Garuda atau Satria Muda bertanding, keduanya mendapat sambutan yang hangat.

Bandung hanya untuk Garuda! Publik Bandung kerap tidak peduli dengan pertandingan apapun seseru apapun jika bukan pertandingan Garuda. Setiap pertandingan Garuda selalu dipenuhi fans fanatik yang berteriak kencang bahkan bernyanyi Halo-halo Bandung atau Garuda di Dadaku. Semua sepakat, fans Garuda di Bandung paling heboh!

Solo yang tenang :) Hari ini Sritex Arena penuh! Umumnya datang menyaksikan pertandingan Angsapura Salatiga melawan Stadium Jakarta dan CLS Knights Surabaya kontra Satria Muda Jakarta. Namun walaupun Sritex Arena terisi penuh, tak ada keiuhan kegaduhan kemeriahan semaraknya suporter. Fans di Solo sangat tenang. Gw bahkan jarang mendengar tepuk tangan yang ramai :D

*foto di atas adalah fans Bandung

16 pemikiran pada “Fans Solo yang Tenang :)

  1. unik2 yah….
    tp buat saya mah tetep……dimana lagi yg klo bukan di bandung yg fenomenal
    alasnnya rekor penonton terpecahkan, dan juga komentar dari komisioner NBL mas azrul hehehhehe (bukan narsis lho karena dari bandung) heheh tapi yg paling salut adalah penonton basket paling santun dah……seep hidup basket indonesia

  2. karena nggak ada tim yg benar2 ‘dibela’ mungkin bang. nggak kaya bandung yg punya garuda ataupun surabaya yg punya cls. meskipun satya wacana dr salatiga yg notabene cuma 1,5 jam dari solo tetep aja beda kan :D. coba bhinneka masih ada. seandainya… :'(

  3. dari jam 4-8 aku disitu bang..
    suporternya emang rame kok, apalagi yang disebelahku kayaknya pendukungnya satya wacana, rame sampe kuping gw budeg
    iya mungkin kemarin sore para suporter tidak ada klub yg di terllau didukung..
    tadi sore itu rame kok..
    km aja yg duduk dipojok dan diem sendiri wuuuuuuuuu

  4. wong solo kan lemah lembut mas . hha kalo aja masih ada bhineka sritex nya wooo keluar sangarnya juga pasti . tapi yang jelas solo welcome sekali sama yang namanya IBL / NBL ….

  5. Wah, NBL emang bener dahsyaat.. dimanapun ada pertandingan selalu dipenuhi fans,
    kalo seperti ini ingin terus berlatih agar kelak sukses menjadi pemain profesional…
    tapi sekedar tanya aja nih buat bang Rosyidan, yg tahu luar dalam basket indonesia.
    Apakah menjadi pebasket profesional bisa mendapatkan pendapatan yang cukup buat masa sekarang dan masa depan ??
    Ini pertanyaan yg membuat gw pusing soalnya jadi pebasket jarang mendapatkan pemberitaan di media…
    Bahkan orangtua, temen, dan saudara gw nyaranin jadi pemain sepak bola, yg katanya mendapatkan gaji gede dan popularitasnya tinggi karena pemberiaan media yg luar biasa ( seperti Irfan Bachdim yg jadi trending topic twitter )…
    karena gw lumayan jago di basket and bola…
    jadi gw masi bingung buat masa depan….
    Tolong buat @mainbasket mohon di jawab ya pertanyaan gw .
    Thanks

  6. hehehe, andai blog ini sudah nulis tentang fans basket solo yang superduper fanatik sejak klub bhineka masih eksis, pasti judul tulisannya ga bakal “FANS SOLO YANG TENANG” memang sih sekarang kondisinya seperti yg anda tulis…tapi sebagai bayangan gmn riuhnya fans basket solo saat bhineka berlaga di solo, coba kapan2 anda tengok pertandingan kandang PERSIS SOLO, yah, ga beda jauh lah…saya berkata ini soalnya saya ngikutin perkembangan bhineka solo sejak saya kuliah di PTN negeri di Solo tahun 2010 sampai sekarang Om, yah sekarang saya jg cuma tepuk tangan kecil sama sedikit komentar saat menyaksikan aksi tim2 jakarta (tempat saya dilahirkan dan dibesarkan) bertanding di solo, beda kaya dulu ikut gila2an sama suporter bhineka kalo bhineka sedang bertanding di solo :) kalo ga percaya, tanya aja mas anang (bhineka,dulu), bli lolik, atau temen satu tim saya dulu di PTN anangga kurniawan, atau abdulah umar (citra satria) hiruk pikuk gor bhineka + riuhnya fans saat mendukung tim bhineka bertanding:) salam badut *basket+dangdut

    kalo sekarang kayanya sih masih ada bbrp fans berat citra satria di solo coz, citra satria punya club basket di solo, ya memang ga serame fans bhineka jaman jaya2nya dulu :)

  7. @Steve_o itu ralatnya hanya imbuhan “di” yaa? Gw pikir tentang tahun 2010-nya (kayaknya bentar lagi ada ralat lagi ini..).

    Kalau mas Steve baca tulisan ini baik-baik, saya memang gak menulis tentang zaman Kobatama atau IBL (coba baca seksama deh :D). Saya hanya membandingkan selama penyelenggaraan NBL 2010-2011 saja. Kalau pendukung Bhinneka dulu mah yaa gak nyambung sama isi tulisan di atas :)

    1. Kok gag di jawab pertanyaan saya yg di atas tadi.
      Dibandingkan olahraga lain sepertinya basket kalah jauh terutama dengan sepakbola, mengenai gaji dan popularitas sepertinya pemain bola lebih menjanjikan. demi masa depan saya, tolong dijawab ya pertanyaan saya.
      Apakah menjadi pebasket profesional bisa mendapatkan pendapatan yang cukup buat masa sekarang dan masa depan ??

  8. yes banget, di tulisan saya, saya juga akur sama pengamatan saudara, tapi yang pasti di luar semangat kelompok tertentu, intinya moga basket indonesia makin maju, btw hari ini nonton ga di sritex arena? sampai ketemu di sritex arena :) keep posting bro, im ur real fans, hahaha, kali aja kasih stikernya selusin :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s