Pelajar Indonesia akan Hadapi Malaysia dan Singapura! Malaysia International High School Basketball Championship

Liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Development Basketball League (DBL), semakin berkiprah di tingkat internasional. Di penghujung 2010 nanti, DBL akan mengirimkan tim putra dan putri ke Kuala Lumpur, mengikuti Malaysia International High School Basketball Championship.

Selama tiga hari, antara 29 hingga 31 Desember, DBL Indonesia Selection Team 2010 akan tampil di Port Dickson Indoor Basketball Court. Menggunakan sistem round robin, mereka bertanding melawan tim-tim muda dari Malaysia dan Singapura.

“Para anggota DBL Indonesia Selection Team dipilih dari DBL World Camp bersama Australia, Agustus lalu. Beberapa dari tim All-Star yang sudah bertanding di Amerika Serikat, kebanyakan dari pemain-pemain lain di camp tersebut,” jelas Azrul Ananda, commissioner DBL. “Mereka datang dari berbagai provinsi di Indonesia,” tambahnya.

Lawan-lawan DBL Indonesia Selection Team antara lain: Singapore Woodgroove Secondary School, SJK Yoke Chai Malaysia, lalu Malay College Kuala Kangsar (putra) dan Sekolah Seri Puteri Malaysia (putri).

Menghadapi turnamen ini, pihak DBL Indonesia selaku penyelenggara tidak mematok target apa-apa. “Kalau bisa menang tentu bangga. Tapi misi tim ini sama dengan tim-tim yang dikirim sebelumnya ke Australia dan Amerika. Yaitu untuk belajar dan menjalin hubungan people-to-people dengan anak-anak di negara lain,” papar Azrul.

Undangan untuk tampil di Malaysia ini sudah diterima sejak Juli lalu. Susunan pelatih tim DBL Indonesia Selection juga sudah ditentukan sejak akhir DBL World Camp 2010. Mereka adalah Andre Lim (SMK Immanuel 1 Pontianak), Xaverius Wiwit Agus Cahyono (SMA Tri Tunggal Semarang), Annie Mulyono (SMAN 3 Samarinda), Hidayat Natasasmita (SMA Wahidin Sudirohusodo Medan), dan William Handoko (SMA Harapan Bangsa Tangerang).

Sedangkan dari DBL Indonesia All-Star 2010, pemain yang diundang kembali antara lain Leonardho Ozzie Tedja Sukmana dari SMA De Britto Jorgjakarta, Handry Satria dari SMAN 1 Denpasar, dan Yuni Anggraeni dari SMA Tri Tunggal Semarang. (Daftar lengkap DBL Indonesia Selection Team terlampir)

Tan Kee Han yang merupakan Vice Organizing Chairman dari turnamen ini, mengungkapkan perasaan senangnya atas kedatangan tim DBL Indonesia Selection ke Malaysia. ”Ini adalah interaksi yang baik antara Indonesia dan Malaysia. Bagi para pemain yang berangkat, hal ini juga akan memberikan kesempatan baik untuk menjalin persahabatan antar negara. Masing-masing tim akan mengetahui bagaimana permainan basket dari negara lain,” ujarnya.

Kee Tan, sapaannya, berharap program ini bisa menjadi awal untuk mengadakan kompetisi dalam lingkup yang lebih besar. ”Ini adalah pilot project. Di kemudian hari, tentu kami berharap hal ini bisa berkembang. Ada negara-negara lain yang bisa ikut serta,” ungkapnya. ”Kalau hal ini bisa terus dikembangkan, tentu saja akan membawa standar level permainan basket pemain ke level baru,” tambah pria yang juga Commissioner NBL (National Basketball League) Malaysia itu.

Salah seorang pemain yang akan berangkat itu adalah Dody Tri Septian dari SMAN 1 Balikpapan. ”Rasanya bangga sekali. Sudah bisa ikut DBL World Camp di Surabaya saja rasanya sudah sangat bangga. Apalagi sampai bisa berangkat ke Malaysia,” ujarnya.
”Baru pertama ini saya pergi ke luar negeri. Dan itu untuk bertanding basket resmi. Senang sekali. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan dapat banyak pengalaman yang bisa dibagikan dengan teman-teman di Balikpapan,” lanjut guard berusia 17 tahun tersebut.

Pemain Putri

Angeline SMA Methodist 2 Medan
Vivian Kosasih SMA Methodist 2 Medan
Sarah Dephiola SMAN 9 Bandung *)
Meliana Oyonk SMA Santa Maria Pekanbaru
Chaeranny Riezka Utami SMAN 5 Bandung *)
Yuni Anggraeni SMA Tri Tunggal Semarang *)
Henny Sutjiono SMA Frateran Surabaya *)
Zalrina Hariana Aziz SMAN 9 Bandung
Vionna Friliantie Christalia SMA Karang Turi Semarang
Atrillia SMA Strada Thomas Aquino Tangerang
Fiky Arsetyani SMAN 8 Malang
Michelle N. Fenhan SMA Gloria Surabaya

Pemain Putra

Leonardo Ozzie Tedja Sukmana SMA Kolese De Britto Jogjakarta *)
Dody Tri Septian SMAN 1 Balikpapan
Handry Satria S SMAN 1 Denpasar *)
Rizky Novan Sinarta SMAN 7 Denpasar *)
Jan Misael SMAN 9 Bandung
Muhamad Naufal Afif SMAN 2 Bogor
Abubakar Adny SMAN 3 Solo
Bagus Dimas Putra SMAN 2 Jember
Bayu Narpati SMA Untung Suropati Sidoarjo
Erwin Subiantoro SMA Frateran Surabaya
Hani Mahendra Putra SMAN 2 Surabaya
Gunawan SMKN 1 Samarinda *)

Pelatih

Andre Lim SMK Immanuel 1 Pontianak
Xaverius Wiwit Agus Cahyono SMA Tri Tunggal Semarang
Annie Mulyono SMAN 3 Samarinda
Hidayat Natasasmita SMA Wahidin Sudirohusodo Medan
William Handoko SMA Harapan Bangsa Tangerang

*) Pemain juga masuk dalam DBL Indonesia All-Star, berangkat ke Seattle, AS, pada Oktober-November lalu.

Press release dari DBL Indonesia

10 pemikiran pada “Pelajar Indonesia akan Hadapi Malaysia dan Singapura! Malaysia International High School Basketball Championship

  1. @a880tt, nama-nama tersebut terjaring melalui kompetisi pelajar DBL. Nah, DBL ini hingga saat ini belum mampir ke Jakarta. Kalau Jakarta sudah disinggahi DBL, pasti anak Jakarta juga muncul. Bakat-bakat hebat kumpul di Ibu Kota juga :D

  2. wah.. gw baru tau klo jakarta blm tersentuh DBL..
    dikirain selama ini udah menasional.. :D

    alasannya knp tuh bang, koq jakarta ky yg ‘dilewat’ sm DBL?
    atow mungkin krn takut mereka malah yg mendominasi daftar pemain?

  3. *spekulasi* Dari pengalaman sih, di Jakarta ini banyak kejadian2 nggak enak di kompetisi SMA yang mungkin bertolak belakang prinsip DBL. Setau gw semua data siswa sampai rapor harus dikirim ke DBL. Di kompetisi SMP/SMA sendiri di Jakarta sering kejadian, pemain2 andalan malah sering nggak naik kelas. Juga selentingan2 pemalsuan umur/pemain cabutan. Katanya SMA tapi badan2 n muka udah kayak kuliahan.

  4. @a880tt, biar merata aja. Untuk menghilangkan kebiasaan pemikiran bahwa semuanya harus ada Jakarta. Pemain hebat memang banyak di Jakarta, namun bukan berarti di daerah gak ada. Pemain Jakarta gak akan mendominasi karena setiap daerah punya kuota pemain terbaik. Jadi tetap dibatasi.

    @andre, kekhawatiranmu gak akan terjadi di DBL. Seleksi pesertanya super ketat. Kalau ada yang mencoba (hanya mencoba saja) akan langsung kena sanksi berat. gak boleh ikut DBL hingga bertahun-tahun. Sangat riskan bagi sekolah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s