Ayo Jadi Saksi Kemenangan Perdana Angsapura Salatiga!

Pada Seri 3 Solo nanti (11-19 Desember 2010) gw yakin Angsapura akan memetik kemenangan perdana! Pasalnya, Valentino Wuwungan dan kawan-kawan akan bermain dengan enam orang pemain! Yup, Angsapura Salatiga akan bermain di rumahnya sendiri.

Dari 10 kali bermain selama Seri 1 dan 2, Angsapura sama sekali belum pernah menang. Tetapi bukan berarti tim ini gak bisa mengimbangi permainan tim-tim yang lain. Secara teknis Angsapura gak kalah. Secara postur Angsapura unggul dari beberapa tim. Secara usia Angsapura masih sangat muda-muda! Satu-satunya kekurangan Angsapura adalah ketika bermain tim ini terlihat masih seperti “anak bawang”. Masih minder. Masih seolah “gw anak baru di liga ini”. Bahkan pemain yang menurut gw paling gak minder saja, Valentino Wuwungan ternyata tak memungkiri hal ini. ”Saat bermain di seri pertama di Surabaya, saya masih gugup. Apalagi saat bertanding melawan Aspac. Soalnya, saya dulu sering lihat para pemain Aspac main di TV. Eh, sekarang kok bisa satu lapangan. Tetapi, sekarang rasa gugup itu sudah banyak berkurang,” kata Valentino kepada NBL Indonesia di situs resmi NBL.

Ragil Respati, Budi Sucipto, Valentino Wuwungan, Yo Sua dan kawan-kawan sudah harus membuang rasa gugup seperti yang diungkapkan Valentino. Seri 3 Solo nanti akan menjadi ajang penekanan dan pembuktian oleh Angsapura bahwa “kita sama! dan kalian akan takut kepada kita!” InsyaAllah gw akan ikut jadi saksi kemenangan perdana Angsapura di NBL Indonesia. Penggemar basket Solo dan sekitarnya juga akan jadi saksi. Dan bukan gak mungkin, seluruh Indonesia akan menjadi saksi kemenangan perdana Angsapura jika mereka berhasil mengalahkan Citra Satria Jakarta pada pertandingan yang akan disiarkan langsung oleh ANTV pada hari Sabtu, 18 Desember 2010, pukul 12:30!

Ewing Theory/Braess’s Paradox untuk Garuda Bandung

Butuh waktu rada lama untuk memahami tulisan jurnal ilmiah yang ditulis oleh Brian Skinner dari School of Physics and Astronomy, University of Minnesota, Minneapolis, Minnesota dengan judul “The Price of Anarchy in Basketball” yang gak sengaja gw temukan kemarin. Hmm, sejujurnya sih gw benar-benar gak paham tentang rumus-rumus yang ia paparkan terkait dengan kesetimbangan Nash dan lain-lain. Namun kesimpulan secara garis besar dari teori Brian Skinner kurang lebih mengatakan bahwa dalam rangka mencapai tingkat efisiensi paling optimal pada saat menyerang, sangat penting bagi sebuah tim (justru) menghindari strategi/taktik/usaha menyerang (offensive) yang mereka anggap paling efisien! Dalam hal ini (Garuda), untuk mengoptimalkan permainan para pemainnya, maka (Garuda) sebaiknya tidak menggunakan pemain (yang ia anggap) terbaiknya*. *baca: bintang! Bahasa kerennya, Braess’s paradox.

Dalam istilah lain, Bill Simmons, seorang kolumnis olahraga di ESPN memberikan istilah lain, Ewing theory, yang menyatakan bahwa dengan mengeluarkan seorang pemain bintang dari dalam sebuah tim, efeknya justru akan membuat tim tersebut semakin baik. Dan kembali menurut Brian Skinner, hal ini dapat dijustifikasi secara ilmiah (teori “network-based”) bukan hanya secara psikologis (baca selengkapnya di link yang gw kasih di atas yaa..).

Pada akhir makalah ilmiahnya, Brian Skinner juga bilang bahwa sebenarnya teori yang dia paparkan adalah hal lazim yang sering dilakukan oleh setiap pelatih olahraga apapun. Setiap pelatih kerap menurunkan pemain andalannya. Awalnya memang bagus, namun lama-kelamaan pemain lawanpun mulai menangkap pola permainan si pemain bintang dan akhirnya menemukan cara terbaik untuk mematikan si pemain utama tersebut. Nah, efisiensi pemain tersebut tentunya akan berkurang. Oleh karenanya si pemain bintang malah sering gak dimainkan.

Nah, jika pemain bintang sudah sering bermain namun kontribusinya justru tidak signifikan atau malah mengurangi efisiensi penyerangan, gw rasa Ewing theory ini sudah patut dilaksanakan. Dalam kasus Garuda Bandung, siapakah pemain bintang dari sekian banyak bintang di Garuda yang harus lebih banyak tidak dimainkan atau malah dikeluarkan?

Selamat berpikir :P

*ilustrasi gambar gak ada tendensi apa-apa lho yaa.. Nih orang-orang pada makin sensitif soalnya :P

Artikel Paling Serius Tentang Basket “The price of anarchy in basketball”

Kalau ada anak matematika yang gemar basket dan juga jago English, mau dong diterjemahkan artikel ilmiah dalam format PDF di bawah ini. Berat pisan!!! :(

The price of anarchy in basketball

Jurnal ilmiah di atas adalah tulisan dari Brian Skinner dari School of Physics and Astronomy, University of Minnesota, Minneapolis, Minnesota. (Tertanggal: 18 Januari 2010)