Sudut Pandang Fans dan Perspektif Garuda Bandung

Waktu SMA, gw pernah berdebat dalam sebuah diskusi di kelas dengan seorang sahabat. Topik masalahnya sepele, mengapa ada siswa yang nilainya buruk? Gw dan sahabat gw itu kekeuh pada argumentasi masing-masing. Seingat gw, debatnya cukup seru karena sahabat gw itu gak mau ngalah dan gw pun enggan menyerah. Berikut argumen gw dan sahabat gw itu;

Sahabat gw: Siswa yang nilainya buruk disebabkan oleh kemampuannya yang terbatas

Sehebat apapun seorang siswa berusaha, jika kemampuannya/kepandaiannya sudah mentok, ya di situlah dia berakhir. Siswa tersebut walau sudah berusaha sehebat mungkin, nilainya tetap (katakanlah) 70 dari raihan sempurna 100. Itu adalah hasil maksimal dari usahanya yang maksimal, 70!

Gw: Siswa yang nilainya buruk disebabkan oleh usaha yang tidak maksimal

Jika, siswa tersebut usahanya maksimal, seharusnya nilainya 100. Karena itulah hasil maksimal. Jika ia mendapat nilai 70, artinya ia belum atau tidak berusaha maksimal.

Perdebatan gw dan sahabat gw berakhir di kuldesak, jalan buntu. Kita sama-sama yakin pada pendapat masing-masing. Perdebatan tersebut menjadi sebuah “bisnis yang tak tuntas” di kepala gw. Oleh karenanya gw sangat ingat sekali (gw bahkan masih ingat gw duduk di mana dan sahabat gw itu di sebelah mana!).

Beberapa tahun kemudian, gw menemukan titik temu antara argumentasi gw dan sahabat gw. Kuldesak kita adalah jawaban kita! Gw akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa pendapat sahabat gw benar, begitu juga pendapat gw. Gw mengenakan kacamata bermerek “ideal” sementara sobat gw berlabel “realitas”. Melegakan :D

Garuda Bandung dan fansnya adalah sahabat gw dan gw (penekanan pada kata ‘sahabat’)

Fans Garuda mengenakan kacamata yang gw pakai. Kacamata bermerek “ideal”. Para fans ingin melihat Garuda untuk mendapatkan hasil yang sempurna, juara! Sementara Garuda memakai kacamata sahabat gw yang labelnya “realitas”. Garuda tengah berusaha untuk mencapai hasil maksimal. Tetapi karena satu dan macam hal hasilnya yaa hanya segitu. Itulah hasil maksimal Garuda atas usahanya sejauh ini.

Baik Garuda maupun fansnya harus saling mencoba bertukar kacamata. Garuda memahami tuntutan sudut pandang fans dan fans juga paham perspektif Garuda. Ketika kesepahaman terjalin. Maka relasi Garuda dan fansnya akan semain luar biasa. Garuda tahu bahwa fans ingin Garuda juara, oleh karenanya Garuda berusaha keras untuk mewujudkannya. Demikian pula fans mahfum bahwa Garuda tengah berusaha keras meraih hasil sempurna. Jika fans tahu bahwa Garuda sudah berusaha keras, maka apapun hasilnya akan sangat dihargai.

Menolak atau tidak saling memahami kacamata masing-masing akan membuat relasi Garuda dan fansnya memburuk. Memahami dan meresapi ini akan membuat keunikan hubungan Garuda dan fansnya selama ini akan semakin kuat. Tidak lagi hanya berdasarkan sentimen kedaerahan-kekotaan atau fanatisisme klub lokal yang memang sudah sangat kuat, tetapi juga saling memahami karena sudah memakai kacamata sahabat gw dan gw :)

10 pemikiran pada “Sudut Pandang Fans dan Perspektif Garuda Bandung

  1. Do you know it’s good to play hard, but it’s better to play smart? Paling tidak itu analogi. Kadang seiring umur, kemampuan untuk kerja keras itu makin terbatas dan harus mulai kerja ‘smart’. Hehee

  2. Analogi yg pas ka. Semua yg kaka tulis udh mewakili teriakan,harapan dan support fans Garuda untuk team kesayangan kita ini. Mgkn Team management dan bahkan pemain harus meluangkan sedikit waktu mrk utk membaca blog kaka ini. Banyak advice yg bermutu yg mgkn bs menjadi masukan utk team Garuda. Mrk suka baca blog bermutu ky punya kaka gak ya ka? :)

    Ka,blh bahas tentang kontroversi Kak Denny gak?

  3. bajunya ga semua merah, harus di muat di koran PR “attention untuk mendukung garuda flexi bandung kita besok memakai baju merah ok” walau baju saya ga dicuci2 heheheheh demi garuda lah…..

  4. Baca salah satu artikel di situs nbl, katanya GFB layak dicoret dr daftar kandidat juara, maksudnya apa y?. Di seri 3 nanti, GFB masih main g kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s