Coach Johannis Winar Sebaiknya Mengundurkan Diri

Sebelum kontroversinya melebar, gw pengen tekankan lagi kalimat judulnya dengan baik. Sekali lagi “Coach Johanis Winar Sebaiknya Mengundurkan Diri” bukan sebaiknya Garuda memecat atau memberhentikan Coach Winar. Ada perbedaan besar di antara keduanya, walau ujungnya sama.

Apa bedanya antara mengundurkan diri dengan dipecat? Ah, silahkan pikir sendiri, sepertinya mudah dipahami :)

Nanti saja kita bahas alasannya mengapa, seiring lewatnya paragraf demi paragraf di tulisan ini. Pertama-tama, mari kita review sedikit tentang pertandingan melawan Satria Muda tadi. Di mata gw, selama gw nonton Garuda di C-Tra Arena, rasanya belum pernah pendukung Garuda memenuhi arena itu sedemikian hebatnya. Tak ada celah sempit di antara bangku penonton. Gang tempat jalur naik-turun melintas pun dipadati penonton. Penonton juga memenuhi sisi lapangan. Penuh sekali. Oh, dan masih ada ratusan pendukung Garuda yang tak bisa masuk karena memang di dalam sudah super penuh.

Dua hari lalu, ketika Garuda dikalahkan Aspac, gw kecewa, ah siapa sih yang gak kecewa lihat kualitas permainan Garuda seperti itu? Tapi saat itu ada setitik optimisme bahwa Garuda akan bermain bagus saat melawan Satria Muda, karena gw dan beberapa fans lain adalah saksi betapa keras dan hebatnya Garuda berusaha mengalahkan Satria Muda di Surabaya atau hebatnya perjuangan Garuda waktu lawan Pelita Jaya.

Ketika Garuda kalah dari Aspac, gw ngetwit panjang lebar tentang pentingnya kesetiaan fans pada timnya karena gw khawatir para pendukung Garuda akan sangat down, sehingga enggan datang mendukung Garuda pada laga berikutnya melawan Satria Muda. Alhamdulillaah kekhawatiran gw berlebihan. Pendukung Garuda yang datang jauh melampaui harapan. Fans Garuda terbukti memang setia. Paling setia! :)

Malam tadi, usai kekalahan Garuda, gw gak lagi ngetwit tentang betapa gw masih mendukung tim ini walaupun lagi sering kalah, gw ngetwit “Kalau gw jadi head coach @GarudaFlexi, gw akan bilang “gw mundur.””

Garuda yang kebingungan dan melamban

Tadi malam, saat melawan Satria Muda, ketika para pemain Garuda dipanggil oleh announcer, mereka memasuki lapangan dengan berjalan kaki. Berkebalikan dengan Satria Muda yang bersemangat berlari! Hmm..ada yang salah sepertinya. Apakah Coach Winar yang menginstruksikan agar pemainnya masuk lapangan dengan begitu? Rasanya pasti bukan. Tapi pasti Coach Winar harusnya paham bahwa ini adalah bagian dari pertarungan-peperangan!

Hasil akhir pertandingan melawan Satria Muda adalah 64-41 untuk Satria Muda. Sekali lagi, bukan hasil akhir yang gw sedihkan namun permainan selama di lapangan terasa sangat tak bergairah. Point guard, baik Wendha atau Teddy kerap bingung harus mengarahkan bola ke mana, entah karena Satria Muda bertahan dengan baik atau memang serangan Garuda yang polanya gak jelas. Ujungnya, Garuda lebih banyak bermain individu. Sedikit sekali komunikasi. Kalaupun ada, sepertinya tidak efektif. Yes, semua pemain kebingungan mau ngapain. Apakah para pemain hanya mengikuti perintah head coach? Entah.

Melamban! Gw gak setuju dengan faktor usia yang katanya sudah pada sepuh. Gak banget! Bagi gw justru ini adalah saat panas-panasnya! Masalahnya adalah mau-tidak mau. Motivasi untuk menang untuk meraih gelar juara itu masih ada atau nggak! Nah, di sinilah salah satu faktor mengapa gw bilang sebaiknya Coach Winar mending mengundurkan diri saja. Ia gak berhasil membangunkan motivasi para pemainnya untuk tampil garang, cepat, dan lapar kemenangan!

Pertunjukan buruk Coach Winar

Coach Winar bukanlah seorang pelatih yang buruk. Namun apa yang ia pertontonkan kepada ribuan pendukung Garuda tadi dengan sangat emosional marah-marah sambil memukul-mukul papan strategi adalah sesuatu yang seharusnya ia lakukan pada saat latihan. Bukan pada saat pertandingan. Marah-marah kepada pemain saat pertandingan memang wajar, tapi aksi Coach Winar tadi menunjukan kepanikan dan keputusasaan (mungkin gw salah, tapi itu yang gw rasa saat melihat itu).

Banyak yang bilang, ini faktor kedekatan usia antara Coach Winar dengan pemainnya sehingga ada kecenderungan ia sedikit diremehkan oleh para pemainnya. Sulit membuktikan ini, namun lagi-lagi terkadang sangat terasa. Seorang teman yang menyaksikan laga Garuda melawan Pelita Jaya di televisi bercerita, “beda banget yaa. Saat coach Rastafari ngasih instruksi, semua pemain fokus memperhatikan. Ketika Coach Winar ngomong, pemain Garuda gak fokus, asyik sendiri, menggampangkan, ada kesan meremehkan.”

Jika asumsi gw bahwa Coach Winar memang terkesan diremehkan, maka ini adalah alasan lain mengapa Coach Winar harus mengundurkan diri. Ngapain memegang pemain-pemain yang gak mau respek kepada pelatihnya?! Mengundurkan diri adalah sebuah pertunjukan sikap yang tegas! Ah, semoga ini hanya asumsi gw saja.

Mengundurkan diri adalah langkah awal untuk membangun kewibawaan

Beberapa hari yang lalu, Korea Utara menggempur Yeonpyeong di Korea Selatan dan mengakibatkan dua tentara Korea Selatan tewas. Menteri pertahanan Korea Selatan, Kim Tae Young langsung mengundurkan diri karena merasa bertanggungjawab atas kecolongan serangan Korea Utara tersebut. Legawa sekali! Bandingkan dengan, misalnya Menteri Perhubungan kita yang banyak alasan ngeles saat kecelakaan transportasi terjadi di mana-mana. Atau Menteri Tenaga Kerja yang kebingungan mengatasi masalah TKI kita yang disiksa oleh beberapa orang-orang gak beradab di luar negeri tempat mereka bekerja. Atau Nurdin Halid yang.. ah sudahlah. Mengundurkan diri jauh lebih berwibawa! Nah, lagi-lagi Coach Winar bisa menjadi pionir di sini!

Mengundurkan diri menunjukan bahwa Coach Winar bertanggungjawab penuh atas hasil yang diraih Garuda sejauh ini. Hey, bukankah liga ini baru berjalan sepertiganya saja? Justru itu, gw pribadi sulit membayangkan Coach Winar mampu membalikan keadaan dalam waktu yang singkat itu dengan kondisi sekarang.

Eh, bukankah Coach Winar berhasil membawa Garuda juara di Gubernur DKI Cup di awal tahun 2010 lalu? Gw sih gak nonton ajang itu, tapi jelas itu adalah prestasi lampau (patut dihargai memang), namun juga harus dilihat betapa tim-tim lain segera berbenah sejak itu. Dan melihat hasil pertandingan NBL sejauh ini, rasanya tim-tim NBL pasti jauh lebih hebat dibandingkan saat Piala Gubernur DKI itu.

Entah mengapa gw merasa bahwa Garuda gak akan memecat Coach Winar. Masih ada semacam harapan bahwa tim ini akan berubah setelah Seri Bandung ini, walau di mata gw (sebagai seorang fan biasa) hal tersebut sulit terjadi.

Harapan gw, jika Coach Winar mengundurkan diri, manajemen Garuda akan bersusah-payah mencari pengganti yang jauh lebih hebat daripada Coach Winar sembari berterimakasih atas apa yang telah diberikan Coach Winar selama ini. Manajemen lalu mencari pelatih baru yang bisa menangani pemain-pemain yang katanya bintang-bintang itu untuk bermain hebat kembali. Pelatih baru yang mampu memompa atau membakar kembali semangat dan motivasi para pemain Garuda. Pelatih baru yang didengarkan saat pelatih memberi instruksi saat bertanding di lapangan.

Sekali lagi, mengundurkan diri akan membuat Coach Winar terlihat bertanggungjawab dan berwibawa (setidaknya di mata gw yang awam ini..)

Memang gak ada jaminan bahwa Garuda akan lebih baik jika Coach Winar mengundurkan diri atau tetap melatih Garuda. Namun jika di akhir nanti Garuda mampu menjadi juara atau setidaknya memperlihatkan sebuah performa yang meningkat dengan signifikan, insyaAllah gw akan datangi Coach Winar dan mengatakan “maaf telah menulis tulisan ini. Saya salah menilai kehebatan anda, Coach. Mohon maaf dan selamat!” :D

Tentang fans Garuda? Gak perlu dipertanyakan lagi, lihat saja saat pertandingan tadi. InsyaAllah akan selalu begitu. Selalu Garuda di dadaku! :D

34 pemikiran pada “Coach Johannis Winar Sebaiknya Mengundurkan Diri

  1. Ka Idan,sorry mo koreksi.. Di part 2 “Garuda kebingungan dan melamban” kaka nulis “entah karena Aspac…” mgkn maksud kaka SM Britama ya?

    Saya jg setuju soal coach Winar yg sepertinya krg “mengena” ke team Garuda. Menurut saya aksi memukul2 papan strategi terkesan OVER ACTING. Seolah – olah anak2 Garuda benar2 susah diarahkan,atau bahasa gampangnya “lemot”. Itu pandangan sy sbg fans yg lgsg menonton di C’tra td mlm. Dan aksi itu seperti yg ka Idan blg,menggambarkan kecemasan. Pasti berat berada di posisi pemain2 Garuda kmrn itu. Emosi yg naik turun,tp hrus menunjukkan tanggungjawab dan kredibilitas sbg salah satu team papan atas NBL. Seharusnya seorang coach bs menenangkan,dan meyakinkan teamnya agar trus berusaha,dan berjuang,dan tentunya memberi instruksi yg tepat.
    Jd semua kekalahan Garuda,hanya team management lah yg tau bgmn solusi terbaiknya. Sbg fans,sy tetap support team dr kota kita ini!
    Garuda di dadaku :)

    maaf udh kebanyakan ne ka nyampahnya..

    1. Salam kenal bro..
      Nice posting, Yap..setuju bgt bro.. gw juga nonton pas di bandung.. kebetulan gw nonton sambil foto-foto (ceritanya fotografer)… n satu yg gw perhatiin… Selama Time Out.. pemain2 garuda.. dengerin instruksi seringnya sambil duduk di bangku dunk..kaya pemain SMU, sementara tim kaya aspac n Satria Muda, mereka sambil berdiri…. Maksudnya.. jadinya keliatan males2… trus garuda jadi banyak old crack bro.. Kaya AC Milan kalo tim bola. I made sudiadnyana kayanya malahan lebih pantes jadi pelatih garuda… LoL

      Btw, gw bikin Fans group di MyAllFriends.com ikut gabung ya bro.. Berbagi cerita di sana.. http://www.myallfriends.com/group.php?group_id=435

  2. Maaf ka kalo menurut saya memang garuda menurun dr musim lalu..
    Saya senang kaalo melihat garuda main musim lalu..
    Mainny bgz dan cantik..
    Mgkin pelatih dan pemain harus berbenah diri..

  3. Gw sih setuju sama mas idan, tp apakah kita punya pelatih lain yang lebih bagus mas? Terus terang saja, saya merasa awam soal kursi kepelatihan, apakah dedy kuskanto ato danny kosasih msh bs melatih? Saya tidak mengenal banyak pelatih basket di indonesia, tp mungkin ada benarnya bahwa coach jw kurang dihargai oleh para pemainnya, mungkin mas idan punya bbrp alternatif nama buat penggantinya?

  4. Masalah coach mah saya no komen aja,masi terlalu dangkal pengetahuannya,saya dukung aja semua untuk kemajuan GFB hehehe,tp kalo ngomongin full house nya garuda di C-tra arena,bikin bulu kuduk berdiri,keingetan suasana GOR padjajaran waktu panasia,dan terbukti Bandung masih gila Basket!:)

  5. Dulu gue sedih bgt bro kalo garuda kalah, sedih bgt. Dulu gue kan tinggal di mojokerto, *jawa timur. Suatu kala garuda ikut kompetisi di DBL arena kalo ga salah yang bareng CLSK, sama 2 tim luar negri, kalo ga salah australia sama apa gt gue lupa. Kan jarak mojokerto sby tuh lumayan bro, tapi gue bela belain, pulang malam banget cuma pengen foto sama para pemainnya garuda. Waktu pulang ga ada bis lagi yang mengarah ke mojokerto, akhirnya gue naik taksi, gue lakuin smua itu karena gue cinta mati sama garuda, gue pake jerseynya garuda di tengah2 pendukung CLS bro, gue mah ga takut. Karena emang gue cinta mati. Tapi entah mengapa skg jujur aja kalau denger kabar kalo gfb mau lawan tim kuat lain seperti aspac, sm, pj, atau tim kuda hitam yg sering bikin kejutan lainnya, gue sering pesimis, gak ada perasaan kayak dulu lg, tiap garuda bakal main sorenya, gue dari siang udah mantengin tuh lativi yang waktu itu nyiarin IBL. Sekarang ? Gue bukannya bukan fans sejati, sampe skg gue ga pernah ngefans segitu beratnya ke tim lain selain garuda. Cuma gue mohon banget dengan sangat, perlu ada yang di rubah, perlu ada yang di bongkar, struktur ini gak benar. Gue takut mental semakin drop untuk pemain kalau seperti ini terus, dan suatu saat, walaupun fans gfb begitu setia, suatu saat pasti akan mencapai tingkat kejenuhan jika seperti ini terus. Kita semua tak menginginkannya, garuda sampai kapan pun ada di dadaku bro, lebih tepatnya garuda itu ada di 5cm di depan jangkauan tangan gue, di depan mata gue, karena gfb buat gue jg sebagai motivator, penggali inspirasi buat gue. Garuda selalu di dadaku. Sorry bro gue curhat :D

  6. Gue sgt setuju kalo head coach yg bertanggung jawab pd performa Garuda saat ini, dan coach Ahang pun juga bilang begitu. Sangat miris melihat Muba, Stadium, CLS dgn materi “seadanya”(dibanding GFB) mampu berbuat banyak. Jadi mnrt gue disini faktor pelatih yg sgt berperan.Bung Idan, kapan2 kita ngobrol langsung dehh… Banyak bgt sebetulnya cerita2 dibalik ini semua. Thx

  7. klo winar mundur siapa yg pas mengganti dia?kyknya garuda butuh pelatih yg bisa memotivasi pemain soalnya garuda tu suka tertinggal di awal2 yg bahaya kalo yg dihadapi tim2 besar….(itu menrut saya yg cm ngerti dukung garuda)

  8. semoga coach winar baca tulisanmu bang..
    gak mau koment banyak bayak tentang performa dan pertandingan dan siapapun pelatihnya.. lha aku gak menyaksikan langsung je!!!

    kalo jelek ya jelek aja!! mana cakarmu yg dulu? (motivasi)

  9. Bang Idan, kl sy gak salah sdh brapa kali Garuda ganti pelatih dg skuad yg sama ini ya? Memang bs saja blum ada pelatih yg cocok, tp kl soal senioritas rasanya coanch Amran dl jg sdh senior.
    Gw setuju tugas coach adalah membangkitkan motivasi pemain. Tp kl pemainnya sendiri “bermental” susah diperbaiki, rasanya kita harus koreksi “both ways”.
    Gw tdk membela coack Ahang krn mnrt gw tulisan Bang Idan banyak benernya. Cuman melihat beberapa kali penampilan Garuda beberapa tahun ini, apa mgkn saatnya kita juga mempertimbangkan penyegaran skuad, dan tdk cukup dg Wendha dan Fadhlan saja?

  10. saya rasa , official garuda harus banyak buka blog ini, ato mereka ga ngerti perasaan seorang fans, yg paling saya sesalkan gor C-tra arena menjadi sahabat yg baik baik shooter2 tim lawan, sebaliknya dengan shooter2 garuda yg notabene sulit memasukan 3 angka huffff, apa yg terjadi gerangan……….

  11. Saya setuju sama kang idan, kemarin saya nntn langsung ke Gor C-Tra, saya sempat merinding sewaktu menyanyikan lagu Garuda di Dadaku bersama semua supporter 1 Gor, yg saya harapkan sebenernya permainan yg menegangkan seperti melawan Pelita Jaya yg sampai overtime 2x, tp trnyata tdk seperti harapan..
    dan untuk coach winar saya sempat melihat coach winar membanting papan strategi dgn emosi dan memang saya melihat sendiri sewaktu time out coach winar memberikan arahan, ada pemain Garuda tdk memperhatikan dgn serius, ada yg diskusi diblkg coach pdhl sdg diterangkan, tp mgkn itu lbh ke individunya, sejauh yg saya lihat dan dri dokumentasi yg saya ambil, pemain garuda tetap memperhatikan coach winar dgn wajah2 yg serius kok, ya DO THE BEST AND BE THE BEST deh buat Garuda! Fans tetap setia mendukung :)

  12. Numpang comment yoo mas.
    Skrg ini coach berkualitas sudah sgt jrng. Sebagai gambaran mungkin ada nama Coach Ebos (ex-Garuda) jg, Coach Iman Sulaiman (ex-aspac) atau Coach Jacky Hatta (ex-Perbanas).
    Yg terbaik rasanya sudah diambil semua.

    Semoga GFB membaik.

    Salam.

  13. menurut saya se,,, jangan seperti itu kak….
    blm tentu itu kesalahan pelatih seluruhnya,,,basket itu butuh kerja sama team,,
    team yg gw maksud adalah team keseluruhan baik team yg sedang diluar lapangan dan didalam lapangan saat bertanding,,,bisa aja garuda performa pemainnya musim ini menurun dari musim sebelumnya,,,bisa juga harus ada perombakan pemain garuda,,,
    pelatih hanya memberikan instruksi kepada pemain dan pemain lah yg menjalankan instruksi itu,,,jadi bisa saja kan pada saat coach Ahang memberi instruksi tapi pemain garuda ga bisa jalanin atau tidak ada komunikasi antara pemain dalam menjalankan instruksi itu
    intinya sebelum mengatakan salah pada orang liatlah semua aspek yang ada disekitar orang tersebut,,jangan hanya kita menilai dia hanya pada segi orang tersebut..

    gw harap semua pemain Garuda sadar akan kesalahan semua aspek saat ini..begitu pula semua pecinta fans berat garuda

  14. gw rasa klo coach jw diganti, lebih baik coach nya david ‘boyce’ zamar. Karena dia yg bikin garuda jadi fresh wkt tahun 2005 n 2006. Awal tahun 2007 aja wkt msh ada ibl cup, garuda bisa ngalahin aspac. Padahal yg gw tau pemain yg bgus wkt it cuman kelly ama andre tiara. Sdangkan aspac udah ada riko, wuysang, joko, johnson. Gw sih nyaranin aja.

  15. Masalah respek pemain ke coach memang sangat berpengaruh apalagi di Indonesia yg latar belakang budayanya itu menghormati pemain berdasarkan umur. Selain itu gw melihat ada seorang pemain yg bermental superstar berlebihan tanpa menunjukkan tanggungjawab seorang superstar. Gw rasa para fans bisa menilai sendiri siapa :)

  16. yg cocok bt jd head coach garuda yah cuma rastafari.dia tuh bs jd panutan bt pemain garuda.lagian dl pas lagi bagus2 knpa garuda lepas ke pelita jaya.skrg coba lht tuh pelita jaya skrg.tanpa pernah kalah.miris gw lht garuda skrg.tim unggulan bertabur para bintang tp maennya kyk beban gt.apalagi cuma bs menag lawan tim2 biasa bgt.sedih gw cuy.bt gw kl JW berjiwa besar yah mst mundurlah.

  17. mainlah sebagai tim BUKAN individu :) coach ahang harus lebih berusaha lagi buat membentuk THE REAL GARUDA BANDUNG! atau ga bener kata bang idan harus mengundurkan diri,legowo…

  18. Gw setuju kalo coach Winar mestinya mengundurkan diri aja. Gw kemaren nonton juga di C-tra. Attitude-nya coach Winar yang pake banting banting papan strategi tu emang ganggu. Berlebihan.

    Walaupun gw dukung SM, gw salut bener sama pendukungnya Garuda, dan tentunya Pandji yang bikin semangatnya fans Garuda tambah keluar. Udah berasa nonton bola atau bulutangkis aja. Setahun lebih gw nggak ngikutin IBL, yang sekarang sih NBL, sekalinya nonton lagi berasa jiper sendirian make baju biru di kandangnya Garuda.

    Semoga tim Garuda bisa membaik!

  19. wahkalau begitu mengomentari tulisan diatas..
    berarti yang tua yang lebig berpengalaman yang lebig di dengar yahh..
    hehehe…
    tp kayaknya gaa juga kalau lihat pelatih Real madrid Jose morinho atau Pep guardiola di Barca mereka cukuo masih muda dalam ukuran pelatih tapi mereka sukses membawa tim nya.. menurut saya sih.. kalau lihat hasil dari pertandingan Garuda kemarin.. harus ada perekrutan pemain lagi yang bisa jadi point guard yang baik..
    dari dulu kayaknya garuda belum punya sesosok center yang bisa diandalkan.. seperti Ronny gunawan di SM… yang kayak gitu tuh yang perlu dicari…
    tp itu menurut g seh.. motivasi dari pelatih juga sangat diperlukan… kemaren pemain Garuda kaya yang ga semangat untuk menang…
    tp semua juga ada pembelajarannya… biar menejemen dari Garuda sendiri yang menilai apakah coach winnar masih pantas melatih atau tidak.. toh menejemen nya juga tidak mau dirugikan dengan performance Garuda yang menurun.
    heheh..
    semangadhh youww Garuda…

  20. bneer ka idan . .harusnyah coach johanis winnar mundur. .
    masa kmrn ma citra satira. . dah unggul jauh banget . .bisa nyamain skor. .haduuuuhh. .
    bingung ma stateginyah. . untung lolik maennyah ganas. . .
    hidup garuuuudaaaa. . .! ! !

  21. gw setuju coach ahang mengundurkan diri, karena ini adalah sebagai langkah awal untuk mengembalikan kewibawaan dia.
    gw usul penggantinya, om thomas tedy mantan punggawa panasia balik ke bandung aja,, garuda need you ,, :D

  22. faktor main bareng itu bener deh. coach winar sempet satu lapangan sama lolik, wiwin, densu, aguy kan? jadinya se’umur’. wajar kalo nggak didenger. mungkin idenya biar lebih deket komunikasinya ya, tapi justru umur ini penting. kalo bisa datengin coach2 abl aja lah. lagipula coach winat mungkin jauh kalo dibandingin sama coach ito yang emang ‘legend’. gua sempet nonton panasia era winar, kiki, bayu, teddy, hendrik.. dan sejujurnya nggak sehebat itu juga. cukup parah malah. waktu itu aspac yang merajalela.

    yah post ini bikin gua mikir ‘bener juga ya, emang ini hasil maksimal’. perjuangan lawan PJE itu keren banget kok, emang secara strategi aja kalah. materi pemain kurang bagus apa coba.

    yah, untung banyak fans fanatik ya. coach-nya bhinneka solo dulu siapa ya? itu aja apa dikontrak buat nge-coach garuda? coach lama-nya lolik? hihi.

  23. Kalo manurut saya beda niy,kang.hehehe…Gk bisa sepenuhnya Ahang yg salah,Ron Artest contohnya waktu di indiana,Houston jadi bad boy,susah diatur,violent behaviour terus..Tp wkt dia sign contract dengan Lakers,dia ngomong,saya ingin juara…Ada keinginan tersendiri dari pemain untuk juara,akhirnya dia ketemu Phil Jackson dan sukses…Ada kerjasama yang apik antara pelatih dan pemain di Lakers,Kobe yang selfish pun mau denger permintaan pelatih…
    Inget Larry Brown??waktu barengan sama Iverson,Larry Brown sempet ngomong,dia instruksikan untuk Iverson gk selfish,tapi susah Iverson tetep selfish,sampai akhirnya Iverson mau assist ke temen-temenya Philadelphia bermain lebih baik,dan Larry brown orang pertama yang dicari oleh Iverson saat dia di interview media…Tapi tetep aja,keras kepalanya Iverson gk menghasilkan apa-apa bersama Larry brown…
    Larry Brown melatih 5 orang yang lebih bad boy,tapi punya keinginan besar untuk juara,seorang Rasheed Wallace jadi big man handal…Detroit juara,ada kerja sama apik diantara pemain dan pelatih..
    Flip Saunders melatih detroit waktu itu menggantikan Larry Brown,dan Rasheed sempet ngomong ke media,Flip gk bisa gantiin Larry Brown…Nunjukkin bahwa seorang pemain seperti Rasheed pun harus menurunkan egonya…

    Bukan cuman masalah di Coach Winar,kang kayaknya…Tapi pemain Garudanya juga apakah ada keinginan untuk kerja sama dengan pelatih…
    Raoul Miguel,dulu waktu ngelatih PJE sukses,di Garuda pun habis gitu aja…
    Sekarang Winar…
    Rastafari sudah paling pas untuk Garuda…Hehehe
    Kemarin waktu lawan PJE sempet unggul 11 pooint,setelah itu pemain Garuda mulai mau point sendiri-sendiri deh…Hehehe

    Makasih,kang…

  24. hmm ngga bisa komentar banyak soal kompetensi coach karena emang blum lihat.

    Tapi masalah umur, justru kadang coach muda, apalagi bekas pemain IBL/Kobatama lebih “nyambung” ngomongnya. Soalnya respect bisa dua: respect karena coach ngerti apa yang pemain alami karena coach sendiri bekas pemain dan blum lama tinggalin lapangan, atau respect karena coach sangat berpengalaman melatih. Kadang pelatih tua yang keras malah bisa nggak didengerin anak2 muda.

    Tapi kayanya dari pengamatan aja, jarang pelatih di dunia olahraga mengundurkan diri karena merasa nggak mampu. Dia kan disewa management untuk melatih. Tentunya juga management harus support dengan merekrut pemain2 yang sesuai gaya pelatih. Kalau ternyata nggak cocok, ya terserah management yang pilih: mau ganti coach atau ganti pemain.

  25. Kak Idan yang baik,

    Gw baru komen bukan karena setelah ngeliat 3 kemenangan di Solo ya. :)
    Tapi lebih karena gw masih punya harapan besar sama Coach Ahang ini.
    Waktu seri Bandung kemarin, ya memang, Garuda memang mengecewakan.
    Ga ada alasan buat gw keluar dari C-tra Arena untuk tidak tertunduk lesu.
    Tapi dari setiap game yg gw liat di Bandung itu gw liat sesuatu, mereka bermain lebih cepat.
    Seakan DVD yang kita putar 1,5x lebih cepat.
    Seakan coach Ahang ingin menyuntikkan tipikal permainannya yang cepat, seperti masa tandemnya dengan Kiki Susilo.
    Mungkin (mungkin lho ini :p) pemain belum bisa mengadaptasi permainan ekstra cepat ini.
    Dengan bermain cepat, otak pun dipaksa mengambil keputusan passing, shooting, drive lebih cepat.
    Tapi ngga, dsini gw bukan cari kambing hitam dengan nyalahin pemain atau pelatih.
    It’s just a matter of time.
    Pola2 Coach Ahang butuh waktu untuk menjadi tajam.
    Toh pola Triangle Offense-nya Phil Jackson & Tex Winter (bener ga namanya) butuh waktu untuk menjadi pola yang menakutkan :)
    Sebagai sosok pelatih muda, Coach Ahang mungkin sedikit banyak dibandingkan dengan Coach Ito ketika pertama melatih dan langsung sukses.
    Mungkin Coach Ahang tidak sama dengan Ito, dia harus menemui kegagalan-kegagalan dulu. Toh kegagalan adalah sukses yang tertunda :D

    Sekali lagi, buat gw It’s just a matter of time.
    Sebagai fans, gw emang pengen mereka menang di tiap game.
    Tapi sebagai fans yg baik, gw tetap setia “di belakang” mereka di saat mereka kalah. Dan tetep have faith on them.

    Ah, kepanjangan nulis. Segitu aja kali ya,dan :)
    Pasti banyak yg protes atau mungkin setuju sama komen gw ini :D
    Gpp lah ya, namanya jg kebebasan berpendapat ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s