Garuda Kenapa nih Kang?

“Ada apa nih dengan Garuda kang?” Gw kerap menerima pertanyaan tersebut setiap kali garuda kalah. Dan pertanyaan tersebut kembali datang kepada gw dari teman-teman fans lain yang juga menyaksikan pertandingan gak seru (karena Garuda kalah..hehee) antara Garuda melawan Stadium beberapa jam yang lalu.

“Ada apa dengan Garuda?” Pertanyaan tersebut cukup aneh sebenarnya. Karena jawabannya ya sederhana saja, ya “Garuda kalah -titik.” Tapi tentu saja pertanyaan itu muncul karena ada sesuatu yang membuat kekalahan Garuda di mata para fans sebenarnya benar-benar tidak memuaskan. Kekalahan adalah kekalahan, namun bila “ada apa dengan Garuda?” maka kekalahan tersebut umumnya bukanlah kekalahan yang membanggakan. *Ada lho kalah yang membanggakan :)

Nggak tajam -___-*

Hanya 18 poin sampai akhir kuarter 2 jelas skor yang sangat rendah. Kadang gw melihat, ada ketakutan untuk mengeksekusi bola. Hanya Agustinus Dapas Sigar yang terlihat haus darah. Hanya Aguy yang memperlihatkan hawa membunuh selalu siap mencetak angka setiap kali ia memegang bola. Sisanya seperti lupa bahwa setiap tembakan memiliki probabilitas 50:50 untuk menghasilkan angka. Ya, mungkin terlalu menyederhanakan, namun entahlah, semua (kecuali Aguy) seperti takut melakukan kesalahan. Akibatnya, ya begitulah.. Minim skor. Memang, ada 71 kali attempts, namun dengan percaya diri tuk menembak yang rendah tak heran hanya 17 saja yang made.

Kalau benar bahwa Garuda fokus di defense, berarti kacanya harus diganti. Gak fokus-fokus soalnya

Oh siapakah yang bertugas menjaga Ruslan? Yang bebas menembak three point hingga 6 kali dengan cukup leluasa dengan 3 di antaranya masuk mulus tanpa menyentuh ring? Gak ada yang jaga Ruslan! Gak ada yang bertanggung jawab. Mudah ngeles, karena mainnya zone defense. Ruslan tanggung jawab bersama. Tentu saja. Tanggung jawab bersama pula saat Ruslan nge-dunk di tengah traffic pertahanan Garuda. *pagi tadi gw ngetweet bahwa suatu saat Ruslan akan nge-dunk di NBL Indonesia. Gak nyangka aja gw secepat itu ramalan itu terbukti. Lawan Garuda lagi :P

Adakah justru Garuda yang terbebani karena dukungan hingga ribuan fans?

Jangan sampai! Amit-amit (ngetok kayu 3 kali!)! Walau memang gw rasa ada kecenderungan itu. Buktinya, katanya Garuda kerap menang saat latih tanding yang nota bene tak disaksikan oleh banyak orang. Ah, amit-amit ah.. Kalau sampai justru tertekan karena didukung oleh pecintanya sendiri, aneh pisan atuh mah.

Hey, gw tetap fan Garuda. Kekurangan Garuda di mata fansnya beragam tapi banyak pula yang melihat sebuah kekurangan sama yang menonjol. Sangat nampak! Yang pula disadari oleh setiap pemain, tim, bahkan mungkin manajemen Garuda. Tapi gw sadar, kadang bahkan untuk memperbaiki sebuah kekurangan yang nampak jelas terlihat terkadang memang gak mudah. Butuh kemauan, waktu, tenaga, dan keberanian.

Maju terus Garuda! Garuda di dadaku!! :D

19 pemikiran pada “Garuda Kenapa nih Kang?

  1. yeah, garuda main terlalu hati2.strategi jg gak jelas, mo fokus nyerang ato defense (sama2 gak berhasil soalnya) .waktu kalah sama PJE msih oke sih, tp wktu kalah sama stadium, keliatan bgt kacaunya.

    gue tetep fans garuda, high tide and low tide :)

  2. yak sebenarnya materi pemain garuda itu sudah diatas rata-rata pemain klub lain
    tinggal gimana menggodognya…
    Garuda tetep team yang bagus… ayo tetep semangat!!!!
    KELLYYYY GOO, eh kelly kan di pelitajaya ya hehe

  3. Bang Idan, krn gue di jakarta dan gak bisa ke Bandung jadi gue hanya dengan gregetnya nonton yang Garuda vs PJ aja. Jadi boleh ya komentar yang game 1 aja.

    Di TV (gak tau kalau di staidon keliatan beda), hal yang paling mencolok dari defense Garuda adalah sangat sering dan “mudahnya” mereka switch pemaen ketika man to man defense. Ini seringkali menjadikan missmatch atau hilangnya waktu karena pemain berusaha saling tuker lagi biar gak missmatch lagi. Seinget gue, Bang Idan pernah nulis tentang hasil Developtment Camp dimana kata Detlef (kalo gak salah) switch yang dilakukan dengan mudah adalah “haram” hukumnya kan (dan gue setuju banget). Poin-poin yang dihasilkan dari swithc ini jelas merusak ritme Garuda.

    Belum lagi gue liat Densu sering terlepas jaga Batam sehingga ada 3x (kalo gw gak salah itung) three point dari Batam akibat “telatnya” Densu menjaga. Gue rasa ini juga alasan Coach Ahang dan Inal memberikan minute play yang dikit ke Densu di Game 1.

    Sebenarnya, kualitas pemaen Garuda terlihat lebih merata dan bagus dibanding PJ. Cuman defense yang lemah menyebabkan PJ jadi bisa skor terus. Btw, aneh juga liat Wiwin (walau menurut gue tepat) gak maen di game 1.

    Trus di beberapa time out dimana masing2x coach memberikan strateginya (ini kelebihan nonton di TV dan salut buat ANTV yang menyiarkan pas timeout (atau gak punya iklan ya?, hehehe.. )), kok gue lebih melihat Coach Rastafari didengerin semua pemaen di banding ketika Coach Ahang dan Inal emberikan instruksi ya? ini keliatannya aja lohhh…ya at least teamwork dan kebersamaan tim PJ terlihat lebih baik daripada Garuda yang pernah saling berantem pas kemaren scrimmage game di jakarta kan? (gw sangat menyesalkan kejadian itu)

    udah kepanjangan nih Bang, mohon maaf sebelumnya..Go Garuda….

  4. samlekum,

    kemaren saya salah satu yang gemes luar biasa liat maennya garuda,
    kalo bukan karena Aguy dan Fadlan kita udah ketinggalan jauh luar biasa.

    attempt kita banyak, tapi kita jauh banget di rebound, pemain-pemain garuda kok kaya malas buat loncat, defensenya malas2an kaya ngebiarin lawan ngescore dengan mudahnya. cuman beberapa pemain yang keliatan gereget pas masuk ke lapangan (fadlan dan aguy salah 2nya.).

    2x game, 2x kita kecolongan di kandang, kalo ngga mau kecolongan terus, garuda harus bekerja keras dalam defense, jangan mau diinjak2 di kandang sendiri.

    ayo Garuda!!!!!!

  5. Begitu ditinggal wiwin ma hendrik…rebound garuda hancur !! Mau defense ataupun offense rebound kalah, seperti ga ada yg berusaha untuk rebound, dan benar kata bang idan, hanya aguy yg berani shoot, saya tambah lagi, si fadlan juga…PG garuda kalah speed sama PG Stadium -_-

  6. Dari hasil kekalahan Garuda di 2 game terakhir sepertinya menunjukkan kalau team kurang serius dan seolah – olah meremehkan babak penyisihan ini.

    Padahal ekspektasi publik Bandung sudah sangat tinggi. Kalau pendapat saya sbg penonton yg lgsg hadir di GOR C’tra,Denny Sumargo sepertinya kurang gereget pd 2 match lalu, Dondda terlalu emosi. Apalagi saat match melawan PJE. Garuda sudah sempat ada di titik aman,tp sekali lg,antara terlalu emosi,atau meremehkan.. Alhasil saya dan penonton lain keluar GOR dengan muka suram.

    Tp Garuda tetap menjadi harapan publik Bandung. Semoga match2 selanjutnya Garuda dapat membayar kekalahan dan kembali bangkit untuk sampai ke babak play off. Garuda di dadaku *winkwink*

  7. » Mungkin mereka punya cukup beban mental sehingga permainan garuda terlihat “tanpa darah”. Kehadiran supporter yang banyak seharusnya menjadi moral boost buat para pemain, tapi nyatanya pemain tidak terlihat terpacu untuk memompa semangat mereka sendiri untuk bisa “on-form”. Menurut saya coach johanis winar yang seharusnya bisa memompa semangat itu, malah terlihat hanya memberikan arahan teknis ala pelatih SMP.
    » Hanya Agustinus Dapas Sigar yang cukup cerdas memanfaatkan keunggulan Garuda dari jumlah penonton untuk kemudian mengkonversikan menjadi semangat baru untuk para pemain (aguy sering terlihat mengangkat tangan nya seolah2 menjadi dirigen bagi para penonton)
    » Saya tidak berani berkomentar soal teknis karena mungkin hanya caci maki yang akan keluar terlepas sy ngga bisa maen basket.
    POINT pentingnya : garuda bermain tanpa “chemistry”, garuda bermain seolah2 menjadi artis sinetron yang berjumpa fans-nya di bandung. Wendha “tengil” melakukan foul 2 kali karena menggunakan kaki dalam perebutan bola, donda sering iseng yang membuat garuda menjadi rugi point. Materi pemain tidaklah kalah, tapi kalo bermain dengan beban mental dan bermain tanpa chemistry. Garuda hanya cocok menjadi tentara bayaran .
    »Bring back KELLY PURWANTO dan INAL for COACH .. :D … Ups..
    *sorry tulisannnya acak-acakan, maklum nulis di henpon dan pake emosi* :p

  8. DenSu keliatannya kurang motivasi ya bang? overall Garuda mainnya dibawah standar mereka yang sesungguhnya..kehilangan andre tiara sama wiwin mungkin?

  9. Kalo saya cuma penasaran kenapa Hendrik ngga dimainin lagi setelah Koming dan Romy Chandra foul out? Jelas2 terlihat kalo Fidyan Dini ngga berkutik kalo dijagain sama Hendrik. Ngga heran juga kalo ternyata Fidyan Dini mengemas 12 poin (seinget gue cuma di akhir quarter). Analisa saya kalo Hendrik dimainin setelah bigman PJE foul out, maka Fidyan Dini juga bakalan foul trouble juga jagain si Hendrik… Kalo Fidyan Dini foul out juga,apakah ngga lebih gampang buat Garuda utk mengalahkan PJE?

  10. kalah emang wajar, tapi kalau kalah terus gimana? kekalahan itu sendiri yang dipertanyakan kenapa bisa kalah? apakah pelatih? atau dari pemain sendiri? penonton? Ayo garuda!saya rindu kalian menang! saya rindu banget moment dimana IBl 2008 menang lawan SM! NBL new season new hope isnt it? BUKTIKAN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s