Pemain Misterius Tantang Dimaz Muharri di Laga Amal CLS Knights!

Baik Dimaz maupun pemain misterius sepakat siapapun pemenangnya akan menjadi point guard CLS Knights Surabaya! Jika Dimaz memenangkan laga tersebut, otomatis ia akan tetap menjadi andalan CLS Knights sebagai pengatur serangan. Namun jika si pemain misterius berhasil mengalahkan Dimaz, penggemar NBL Indonesia akan melihat wajah baru pada skuad CLS Knights yang bukan tidak mungkin akan menambah kedahsyatannya. “Deal!” kata Dimaz menanggapi tantangan pemain misterius. Sementara si pemain misterius enggan berkomentar banyak “kita lihat saja nanti di lapangan, siapa yang terbaik!”

Seperti telah diketahui, CLS Knights Surabaya akan menggelar pertandingan amal pada tanggal 12 November 2010 (besok) pada pukul 17:30 di GOR Kertajaya Surabaya. Para pemain CLS Knights akan bermain bersama beberapa pesohor yang telah mengkonfirmasi untuk ikut serta seperti Udjo (Project P), Augie, Bams (Samsons), dan Mario Lawalata.

Fans CLS Knights dapat menyaksikan pertandingan amal ini dengan membeli tiket seharga Rp 5.000,-, dan semua penghasilan dari penjualan tiket akan disumbangkan kepada para korban bencana Merapi dan Mentawai. Selain dari penjualan tiket, setiap poin yang tercetak dalam pertandingan amal tersebut akan dikalikan dengan Rp 50.000,- dan hasilnya juga disumbangkan kepada korban bencana. Ada pula acara lelang kostum para pemain CLS Knights yang hasilnya juga akan didonasikan.

Pertandingan amal ini akan jadi ajang seru dalam menyatukan dan mendekatkan CLS Knights dengan fansnya. Kapan lagi bisa menyaksikan laga CLS Knights sekaligus menyumbang. Namun bagi gw, tetap saja yang paling seru adalah duel antara Dimaz Muharri versus pemain misterius! *teteup :D

Iklan

9 Hari Menuju Seri 2 Bandung, Dulu Kawan Kini Lawan, Wendha vs Faisal!

Aksi “from friend to foe” sebenarnya telah terjadi sejak Seri 1 di Surabaya lalu. Perpindahan pemain dari satu tim ke tim lainnya menjadikan beberapa pemain dihadapkan pada kondisi dari kawan menjadi lawan! Beberapa pemain yang akan mengalaminya adalah Dimas Aryo Dewanto vs Bimasakti Malang, Yudi Setyawan vs CLS Knights Surabaya, Fadlan Minallah vs Citra Satria, Buggi Setiawan vs Aspac Jakarta, dan yang paling seru menurut gw adalah, Wendha Wijaya vs Satria Muda Jakarta.

Wendha vs Faisal

Pada turnamen preseason di Malang bulan Juli lalu, gw ingat banget bersalaman dengan Wendha di pintu masuk GOR Bimasakti. Saat itu Wendha mengenakan jersey Satria Muda. Beberapa hari sebelum batas akhir pendaftaran nama pemain ke NBL Indonesia, sebuah pertukaran yang sangat mengejutkan terjadi. Mario Wuysang pindah ke Satria Muda (untuk bermain di ABL) dan sebagai gantinya, Garuda mendapatkan Wendha Wijaya. Pertukaran ini menguntungkan bagi Garuda yang tak punya banyak point guard berpengalaman selepas hengkangnya Mario. Praktis hanya Teddy Febyanto saja. Pemain baru, Haritsa Herlusdityo (Dityo) belum pernah diturunkan.

Wendha dan Faisal kini menjadi tulang punggung bagi timnya masing-masing. Keduanya seringkali bermain hampir penuh dari kuarter 1 hingga 4. Baik Faisal maupun Wendha kerap hanya beristirahat sebentar saja untuk masuk kembali menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang sangat besar dari pelatih masing-masing. Secara statistik, Faisal berada di atas Wendha. namun kontribusi keduanya sangat-sangat signifikan bagi tim, lebih dari sekadar angka-angka statistik. Pertemuan keduanya selalu panas. Wendha paham karakter Faisal, begitu pula sebaliknya, and the battle will be hotter!