Ganti Kata Nasionalisme dengan Fanatisisme

Nasionalisme tanpa mengenal sejarah sah-sah saja walau rasanya seperti ada yang kurang. Gw merasa diri gw cukup nasionalis ketika gw nonton tim nasional sepak bola Indonesia di televisi atau teriak-teriak saat atlet bulu tangkis berlaga. Celakanya, gw masih sangat butuh pasokan pengetahuan mengenai sejarah bapak-bapak dan ibu-ibu yang membangun bangsa ini. Sebagai contoh, sangat-sangat sederhana, gw tahu Jenderal Sudirman adalah pahlawan nasional, tapi gw gak tahu apa yang membuat beliau menjadi seorang pahlawan (Serangan Umum 1 Maret yaa? *kalau salah, beneran bego dah gw :P). Gw juga gak begitu paham apa yang terjadi pada Konferensi Meja Bundar, perundingan Linggarjati, atau Perang Padri. Shame on me, kata nasionalisme gak membuat gw ingin tahu lebih banyak tentang sejarah negeri ini. Katanya nasionalis :P

Fanatisisme kepada sebuah tim basket lokal membuat gw mencari tahu sebanyak mungkin informasi yang terkait dengan tim tersebut. Walau tentunya gak mudah dan gak sepenuhnya dapat, mengingat dokumentasi yang jarang. Rasanya ada antusiasme tersendiri untuk mengetahui banyak hal terkait tim tersebut. Seorang teman di twitter yang fanatik kepada salah sebuah klub sepak bola mencela seseorang yang mengaku fanatik tetapi gak tahu banyak tentang sejarah pemain-pemain dan klub tersebut. Gak heran banyak suporter fanatik sebuah tim basket atau klub sepak bola hapal luar kepala semua hal rinci tetek bengek tim yang ia gemari.

Jadi, untuk menambah pengetahuan gw akan sejarah bangsa, kayaknya gw gak perlu jadi nasionalis. Jadi fan Indonesia kayaknya lebih keren dan mungkin malah jadi mau belajar dan baca-baca lagi tentang sejarah :P

*Trivia: Tahu gak lu kenapa tanggal 10 November dirayakan sebagai Hari Pahlawan?

Yaelaahhh, gitu amat pertanyaannya.. *kabur buka wikipedia :P

2 pemikiran pada “Ganti Kata Nasionalisme dengan Fanatisisme

  1. Pertamax!!
    Susah juga mas, googling sejarahnya CLS juga ga ada di inet, baru kemaren dimuat di blognya CLS itu juga ga terlalu komplit.
    Salahnya kita kali ya, ga memelihara budaya mencatat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s