Kekalahan Garuda Bandung di “Mata” Seorang Fan oleh @erikbukanerick

Gw mendapat e-mail dari seorang teman yang sangat mencintai Garuda (@erikbukanerick). E-mail ini ia kirimkan sesaat setelah membaca melalui twitter mengenai kekalahan Garuda atas CLS Knights dengan selisih yang sangat mencolok, 31 poin. Sebagai seorang fan yang “menyaksikan” lewat twitter, ada beberapa pendapatnya yang memang hanya asumsi dan tidak seperti aslinya. Wajar sih, karena memang ia hanya “melihat” sebatas melalui twitter. Gw akan kasih penjelasan di dalam kurung untuk memperjelas asumsinya.

Isi e-mailnya sendiri lebih banyak merupakan kritisi terhadap Garuda serta apresiasi atas penyelenggaraan dan para peserta lain NBL Indonesia. Silahkan :)

@mainbasket End game, Garuda 43-74 CLS Knights. Great game

Kutipan tweet di atas cukup mencengangkan. Ya, sebagai orang yang setia berteriak-teriak setiap Garuda main di C-Tra Arena, jelas-jelas hasil ini bikin gw tertegun sejenak. Dan ingin rasanya saya hampiri rekan saya, @mainbasket dan bertanya : “Great game sebelah mananya?!?!”

Well, itu hanyalah bentuk ketidakpuasan seorang fans terhadap skor akhir pertandingan. Toh gw juga bukan mau ngomongin Garuda Flexi Bandung. PR besar sedang menanti mereka. Saat ini, gw biarkan mereka berbenah, mengutip tweet @donnda “to get better”. *ok, gw tunggu itu, guys :) *

Ok then, apa yang mau gw omongin di sini? Sedikit pertanyaan gw, apa yang kalian liat di balik skor mencolok tadi? Gw dapat clue dari tweet-tweet di timeline gw, “kapan sih terakhir kali CLS menang dari Garuda?” Ring a bell?

Ok, gw paksa kalian semua untuk setuju dengan apa yg gw pikirin. Faktor Tuan Rumah! (lebih kepada Surabayanya yaa, bukan DBL Arenanya). Hey, penggemar CLS jangan ngamuk dulu. Dengar! Kompetisi (NBL) kali ini berbeda! Selain hasil latihan keras, bermain di hadapan pendukung sendiri jelas menjadi modal tambahan. Bermain di stadion sendiri (di Surabaya maksudnya, karena DBL Arena bukan milik CLS Knights) menjadi doping manjur. Stadion akan terasa angker ketika didatangi tim lawan. Stadion memiliki tuah magis dengan segala atribut fansnya.

Semua pasti tau, bagaimana hebatnya Lakers di Staples. Atau dari olahraga lain, bagaimana Old Trafford membuat gentar tamu-tamunya. Ok, berbeda dengan NBA yang bertanding tanpa putaran home away per season, pertandingan NBL berlangsung di beberapa kota saja. Beberapa tim akan mendapatkan “rejeki” sebagai tuan rumah. Lihat bagaimana CLS Knights yang bermain apik mempermalukan Garuda. Bukan tidak mungkin Garuda juga akan bermain kesetanan di Bandung nanti.

Optimis? Ya! Siapa tau tren “tuan rumah bermain bagus” akan terulang. Berdasarkan hasil sementara di Surabaya, mungkin banyak yg bertanya, Lalu apa hubungannya dengan 2 kekalahan SM Britama? Muba Hangtuah yang bersemangat? Apa yg terjadi jika 2 tim besar non tuan rumah yg bertanding? Dan pertanyaan lainnya.

Gw coba jelaskan 3 pertanyaan tadi yang sudah barang tentu berdasarkan kacamata saya. Mari bermain logika. SM kalah 2 kali. Kenapa? Pertama, mereka bermain di “rumah” CLS Knights. Jelas jelas ditonton oleh fans CLS. Kedua mereka dulu sangat mendominasi. Main dimanapun, mereka sering menang. Mereka terlalu kuat. Semua ingin mengalahkan mereka. Semua ingin melihat mereka kalah. So, tim manapun yang bertanding melawan SM, mayoritas penonton (fans CLS Knights) pasti mendukungnya. Tentu dengan alasan agar CLS Knights dapat melaju tanpa hambatan di papan klasemen.

Next, tim-tim kuda hitam yang trengginas. Sebetulnya sama dengan jawaban sebelumnya. Muba bermain dengan ketat melawan Garuda. Penonton Tuan Rumah biasanya menjadi “sahabat” untuk tim-tim kecil. Lalu, apabila 2 tim besar non tuan rumah bertanding. Siapa yg dijagokan penonton? SM lawan Aspac. Lihat jawaban pertama. SM lawan Pelita Jaya. Faktor Kelly -mungkin. Coba tanyakan pada penonton wanita :P. Ya, faktor kebintangan seseorang dapat mencuri simpati penonton.

Ok bagaimana? Tentang hal ini mungkin sebagian setuju, atau sebagian lagi berargumen lain. Silakan. Opini publik selalu beragam bukan? Menarik kesimpulan dari semua di atas, NBL ini berbeda dari kompetisi sebelumnya. Tak ada dominasi berlebih. Kekuatan yang merata. Atmosfer baru. Dan tentu saja faktor tuan rumah berbicara.

Maka dari itu, untuk seluruh pencinta basket, penuhi stadion ketika NBL mampir di kota kalian. Dukung tim kalian. Mereka butuh kalian. Kalian adalah tuan rumah! Gw pribadi punya rasa optimis pada kompetisi ini. Untuk basket Indonesia yg lebih baik. Saya ulangi.

Bagaimana dengan anda?

8 pemikiran pada “Kekalahan Garuda Bandung di “Mata” Seorang Fan oleh @erikbukanerick

  1. Maap nih kalo salah komen, menurut saya sih boleh2 aja kalah dgn CLSK di “kandang” nya… Tapi kalah seperti apa? Kalo kalahnya spt kemarin saya pikir itu “keterlaluan”. Seakan akan GFB diajarin main basket sama CLSK… Dengan pemain + pengalaman GFB seharusnya ada standar permainan… Memang “belanda msh jauh” tapi dengan kompetisi yg rapet seperti sekarang saya sgt berharap GFB kuat fisiknya. Ingat, GFB di putaran Bandung total main 7 kali kalo ngga salah, dan ada 3hari main berturut2… Ayo bebenah GFB… Buat hari Sabtu saya tidak kuatir kalo lawan PJE, krn GFB kalo lawan PJE selalu main bagus… wassalam…

  2. senada dengan bung cukoners…
    Sebenernya jg gw pengen ngebahas lebih tentang kekalahan itu. But well, tanpa kita “tunjuk” pun, tim kesayangan kita itupun tau dmana salahnya. Tertinggal 31angka bukan berarti kesalahan kecil kan? Biarkan mereka bebenah. Kita? Seperti @mainbasket bilang (kalo ga salah) in high and low tide we’ll still besides!
    Untuk itu, buat fans GFB…ketika putaran berlangsung di Bandung,
    Mari menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu di luar lapangan.
    Di dalam lapangan, mari kita ciptakan atmosfer mengerikan bagi lawan2 tim kesayangan kita.
    Go Garuda!!!

  3. Lawan Muba ketat, lawan CLS kalah 31 angka, ada statement krn lawan tuan rumah, pdhl PJE ngalahin CLS dikandang CLS.
    Itu menandakan ada yg salah dr GFBnya.

  4. Tulisan bro Erik ini asik sekali dibahas, saya jadi pengen urun pendapat:

    1. Masalah tuan rumah, terus terang, pendukung CLS ga sangar2 banget bila dibandingkan dengan pendukung GFB (kalo dari ngobrol2 dengan mas Idan lho ya, itu juga kalo saya nangkep poin2nya dengan bener :p). Kami di Surabaya paling banter menjatuhkan lawan dengan “boo”-ing waktu free throw, bersorak waktu CLS melakukan sesuatu yg keren (entah poin ato steal), dan tentu saja teriakan defense. Ga seperti teman2 di Bandung yg meneror dengan mantabnya, sampe saya merinding waktu denger ceritanya mas Idan. Mungkin kebiasaan dari fans code DBL (ga boleh menjelek-jelekkan lawan, memancing emosi dll), padahal kadang2 saya juga pengen begitu hahahaha…
    Tapi harus saya akui, dukungan terhadap CLS kali ini jauuuuuh banget daripada bertahun-tahun ke belakang selama saya nonton CLS tanding, jadi sepertinya bro Erik bener. Jaman IBL, tuan rumah didn’t make any difference for us, but now….. saya punya banyak teman teriak2 di DBL arena :)

    2. Masalah fans tuan rumah mendukung tim kecil di sini ga berlaku bro, masih banyakan yg mendukung SM dan Aspac..dan bahkan Garuda waktu lawan CLS kemaren juga banyak yg mendukung lho! Saya juga masih tepuk tangan waktu om Lolik muncul :D
    Jadi mungkin bukan karena itu tidak ada dominasi, tapi mungkin karena tim2 lain sudah berkembang…dan ini adalah kabar baik untuk kita pecinta basket Indonesia kalau memang benar, amiiin.

    GO NBL!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s